Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Minggu, 01 Januari 2017

TAHUN 2017 ADALAH TAHUN SOLOMON (330) (Fretilin Akan Mengalami Drama Dalam Pemilu 2017)


Tanggal 29 Desember 2016, setelah sepupuku bersama PR (Pembantu Rektor) 4 Unpaz (Universidade Da Paz) pulang dari Hotel Ramelau, saya menelfon sepupuku untuk menanyakan; "Berapa dana yang harus disetorkan Unpaz ke Hotel Ramelau untuk melunasi beaya sewa kamar yang digunakan oleh salah satu Guru Besar (Professor) dari Surabaya?"


Sepupuku bilang; "Jumlah seluruhnya $330, karena kamar itu digunakan oleh Professor dari Surabaya selama 3 malam. Jadi beaya sewa satu malamnya adalah $110".

Mendengar nilai nominal (330) yang disebutkan sepupuku, saya agak kaget juga. Karena bilangan 330 adalah simbol SOLOMON.

Dan beradasrkan "rahasia" yang diperlihatkan TUHAN kepadaku Minggu, 20 Februari 1994 di Kaki Gunung Ramelau, saya baru tahu kalau ternyata nama Raja SOLOMON (Anak Kandung Daud) itu berhubungan erat dengan nama Gunung RAMELAU.

Atas alasan itulah, setelah mengetahui bahwa Guru Besar dari Surabaya menginap di Hotel Ramelau (Dili), saya sangat ingin mengetahui berapa beaya yang disetorkan Unpaz ke Hotel Ramelau. Dan ternyata beaya selama 3 malam, justeru melambangkan simbol SOLOMON (330).

Adakah di antara Anda yang mengira; "Ini hanyalah sekedar berlakunya teori co-insidensi?" (faktor kebetulan?)

TAHUN 2017 ADALAH TAHUN SOLOMON

Coba Anda konversikan frasa SOLOMON ke dalam bilangan menggunakan sistim konversi "Gematria Yahudi". Pasti hasilnya = 330 (S=90, O=50, L=20, O=50, M=30, O=50, N=40. Total = 330).

Setelah itu coba Anda konversikan frasa berbunyi; SATU JANUARI DUA RIBU TUJUH BELAS ke dalam bilangan, menggunakan sistim konversi "Latin Gematria". Hasilnya juga pasti = 330.

Itu artinya dari dimensi "numerologis", antara nama SOLOMON dan dimensi waktu 1 Januari 2017, memiliki esensi atau substansi yang sama, karena sama-sama mengandung bilangan 330.

Ini artinya, seluruh "kecenderungan umum" yang akan dihadapi umat manusia di tahun 2017 ini, mengikuti "efek polarisasi" (energy cosmic) yang dihasilkan dari bilangan (simbol) SOLOMON; 330.
The Father of Number (Bapak Bilangan) asal Yunani, Pytahgoras, yang hidup pada abad ke-6 Sebelum Masehi (sebelum kedatangan KRISTUS), berkata begini;

"Yang sangat substansial dari suatu benda adalah BILANGAN. Dan seluruh gejala yang terjadi di jagat raya (alam semesta), merupakan pengungkapan indrawi dari perbandingan-perbandingan MATEMATIS. Dengan demikian disimpulkan bahwa BILANGAN merupakan INTISARI dan dasar pokok dari sifat-sifat benda. Dari sini dapat dibangun sebuah dalil, yaitu; "number rules the universe" (bilangan memerintah jagat raya)'. (Dikutip dari buku berjudul; FILSAFAT MATEMATIKA; Suatu Tinjauan Epistemologi dan Filosofis, karya; Didi Haryono, terbit tahun 2014, halaman 13).

Atas alasan di atas itulah saya menamakan tahun 2017 sebagai TAHUN SALOMO (330). Dan semua kecenderungan global di tahun ini, wajib hukumnya, akan mengikuti efek "330" ini.

Dari uraian di atas, dapat dijadikan sebagai "referensi" (rujukan) untuk melakukan 'kajian-analisa' terhadap hasil PEMILU 2017 di Timor Leste, baik Pemilu Presiden, maupun Pemilu Legislatif, bahwa yang akan menuai sukses adalah yang memiliki kekuatan energi yang terartikulasi (matching) dengan "energi Solomon".

FRETILIN AKAN MENGALAMI DRAMA DI PEMILU 2017 

Semenjak Fretilin secara resmi mengumumkan nama S.E. Dr. Francisco Guterres 'Lu-Olo' sebagai Capres (Calon Presiden), tanggal 8 Desember 2016, banyak sekali sahabat FB'ers yang menanyakan (via inbox); "Apakah kali ini Camarada Lu-Olo akan berhasil memenangkan Pemilihan Presiden? Ataukah akan kembali gagal untuk yang ketiga kalinya?"

Sementara ini, jawaban saya begini saja dulu;

"Gara-gara kejadian aneh tanggal 29 Desember 2016, sebagaimana telah saya tuliskan melalui artikel edisi 2016, termasuk juga gara-gara Unpaz harus membayar beaya sewa kamar dengan BILANGAN SOLOMON (330), maka saya harus jujur mengatakan bahwa Fretilin akan benar-benar harus "mengalami drama" di Pemilu 2017. Dan jika Fretilin lengah, maka semuanya akan menjadi terbalik". 

Yang wajib kita renungkan bersama, terutama Fretilin yang harus merenungkannya baik-baik adalah 4 "pertanyaan retoris" berikut ini;

Pertanyaan Pertama;

Lagu FOHO RAMELAU itu adalah simbol Fretilin. Orang-orang Fretilin lah yang menciptakan lagu tersebut. Pertanyaannya adalah; "Mengapa beaya sewa kamar Hotel Ramelau selama 3 hari, harus memperlihatkan simbol SOLOMON? Adakah hubungan 3 hari ini dengan ke-3 kalinya Camarada Lu-Olo akan maju dalam Pilpres?"

Pertanyaan Kedua;

Beaya sewa kamar Hotel Ramelau, satu malam adalah $110. Bilangan 110 ini adalah simbol CAP SULAIMAN. Pertanyaannya adalah; "Apakah dalam tubuh Fretilin ada tokoh Fretilin yang di "telapak tangannya" ada CAP SULAIMAN? Mungkin Camarada Mari'e Alkatiri memiliki CAP SULAIMAN di telapak tangannya?"

Saya sengaja menyebutkan nama S.E Marie Alkatiri (Tokoh Muslim) dan mengaitkannya dengan CAP SULAIMAN, karena di dalam Kitab Suci Alqur'an sendiri banyak sekali nama Raja SULAIMAN disebutkan.

Saya ingin wanti-wanti; "Fretilin kudu hati-hati". Karena kalau tidak satu pun tokoh Fretilin memiliki CAP SULAIMAN di telapak tangannya, atau minimal; mereka yang duduk di dalam NAF (Nucleo Activista Fretilin), salah satun anggotaya memiliki CAP SULAIMAN di telapak tangannya, maka Fretilin akan menghadapi masalah yang sangat serius di Pemilu 2017.

Namun jika ada orang Fretilin yang memiliki CAP SULAIMAN, maka biar partai mana pun yang mencoba menghadang langkah Fretilin dalam Pemilu 2017, tidak akan berhasil mengalahkan Fretilin, karena tahun 2017 adalah TAHUN SOLOMON yang akan mempengaruhi berbagai kejadian di belahan bumi mana pun, termasuk mempengaruhi "out come" Pemilu 2017 di Timor Leste.

Pertanyaan Ketiga;

Kira-kira menurut Anda yang sedang membaca artikel ini, mengapa atau atas alasan apa saya harus menanyakan (untuk mengetahui) "beaya sewa" kamar Hotel Ramelau yang ternyata beaya sewanya selama 3 malam, justeru melambangkan (simbol) SOLOMON (330)? Adakah hubungannya dengan nasib Fretilin di Pemilu 2017 (baik Pemilu Presiden maupun Pemilu Legislatif)? Kalau ada, bagaimana menjelaskan hubungan kausalitas-nya?"

Pertanyaan Keempat;

Fretilin lah yang telah menciptakan lagu FOHO RAMELAU. "Adakah di antara "Leader Fretilin" saat ini, atau minimal mereka yang duduk dalam tubuh NAF, yang pernah dipanggil TUHAN ke Kaki Gunung Ramelau untuk menerima rahasia dari TUHAN Yang Maha Kuasa, mengenai; Siapakah Presiden Timor Leste ke-6? Jika ada, siapakah orangnya? Dan maukah yang bersangkutan bersaksi mengenai Firman TUHAN yang diterimanya di Gunung Ramelau, gunung tertidinggi di daratan TIMOR?"

Jika ada orang Fretilin yang pernah dipanggil TUHAN ke Gunung Ramelau untuk menerima Firman TUHAN mengenai Presiden Timor Leste ke-6, maka yang bersangkutan pasti bisa (mampu) menjelaskan hubungan antara "THESIS" yang diajukan Maun Bot Mari'e Alkatiri mengenai CAUSA PRIMA kekahalah Camarada Lu-Olo dalam dua kali Pilpres sebelumnya dengan makna di balik bilangan misteri "585".

Semoga catatan (ngalor-ngidul) di awal tahun ini bermanfaat bagi kita semua. Salam "Dua Hati" dari "Bukit Sulaiman".

TUHAN YESUS memberkati,
Bunda Maria merestui,
Santo Yosef melindungi kita semua (hitam & putih). Amin.



Catatan Kaki;

Harap dicamkan baik-baik, bahwa yang dimaksud dengan "drama" itu adalah sesuatu yang secara proses, akan berlangsung "dramatis", yang hasil akhirnya bisa;

- menggembirakan atau
- menyedihkan

Tidak ada komentar: