Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Senin, 23 Januari 2017

KETURUNAN DAUD BENAR-BENAR ADA DI ANTARA PENDIRI PARTAI DEMOKRAT (Hati-Hati Memilih Presiden Partai Demokrat)

Melalui catatan pendek ini saya ingin menyampaikan pesan untuk semua fihak yang terlibat dalam Konggres PD (Partai Demokrat) yang rencananya akan berlangsung pada bulan Februari 2017, untuk meluangkan waktunya membaca kembali artikel berseri berjudul; DOKTER JUGA MANUSIA, dengan sub judul; "Jika Salah Memilih Presiden Partai Demokrat Maka Siapkan Saja Peti Mati", khususnya seri ke-5 yang diterbitkan di blog ini, 10 September 2016.



Sabtu, 21 Januari 2017, sore hari, saya bertemu dua kader PD di Denpasar Bali. Kedua kader ini saya kenal baik. Demikian juga sebaliknya, keduanya mengenal saya dengan baik. Kami sama-sama bersatatus "mate restu". Artinya, kalau pun saat ini masih hidup, itu karena "perlindungan TUHAN" semata.

Kedua sahabatku itu berinisial; KM & KL. Sama-sama "kaum nasionalis". Karena itulah sama-sama bersatatus sebagai "mate restu". Karena keduanya tidak menyukai "publisitas", maka mereka meminta agar identitas mereka disamarkan.

Karena itulah saya hanya menggunakan kode (inisial) KM & KL. KM lahir 15 Maret (yang juga adalah tanggal lahirnya Albert Einstein, Ilmuwan jenius kelahiran Jerman, keturunan Yahudi). Sementara KL lahir 12 Juni (tanggal 12 Juni adalah tanggal Demo Deplu, 12 Juni 1998 yang diikuti ribuan mahasiswa Indonesia-Timor Leste)

Dalam pertemuan tersebut, saya memohon bantuan TUHAN, agar TUHAN berkenan menggunakan Kuasa-Nya membantu saya melalui metode-Nya yang "adi-kodrati", guna memberitahukan kepada kedua sahabatku itu, bahwa di antara para pendiri Partai Demokrat, benar-benar ada "KETURUNAN DAUD".

Oleh karena itulah, melalui catatan ini, saya ingin sekali mengingatkan bahwa siapapun kader Partai Demokrat yang berniat maju menggantikan posisi maun bot Fernando La Sama De Araujo, dalam Konggres mendatang, wajib hukumnya, harus memenuhi 3 kriteria sesuai dengan "pesan melalui mimpi aneh", tanggal 19 Agustus 2016, sebagaimana telah saya sampaikan sebelumnya.

Tiga kriteria absolut yang dimaksudkan adalah;

(1). Harus berstatus Membro Jurado Renetil
(2). Harus berjenis kelamin pria
(3). Harus "Keturunan Daud" secara biologis (ada darah Daud dalam tubuhnya)

Jika salah satu saja dari 3 kriteria di atas tidak dipenuhi, maka ada kemungkinan besar, kemunculan yang bersangkutan yang nekat maju untuk menduduki "Kursi Keramat", niscaya akan mendatangkan masalah serius, bukan hanya bagi yang bersangkutan, namun juga bagi keberlangsungan Partai Demokrat.

Dari tiga kriteria di atas, kelihatannya, kriteria ke-3 lah yang mungkin mengundang perdebatan serius. Termasuk bagaimana caranya memastikan orang itu adalah "Keturunan Daud".

Caranya sederhana sekali. Tidak rumit. Tidak membutuhkan beaya yang mahal. Mengacu kepada "pesan Ilahi" yang disampaikan kepada kami bertiga, pada hari Sabat, 21 Januari 2017, saran saya, sebaiknya semua kandidat Presiden Partai Demokrat, tolong cek "telapak tangan kanannya" masing-masing, untuk memastikan apakah di sana, garis-garis tangan Anda, membentuk 3 tanda di bawah ini, yaitu;

(1). Angka 7
(2). Tapak kaki Daud
(3). Tunas kelapa

Jika 3 tanda lahir yang saya sebutkan di atas tidak ada, maka bagi mereka yang ingin maju menduduki "Kursi Keramat", banyak-banyaklah melakoni 3B (Berdoa, Bertobat & Bertirakat).


Jika terjadi sesuatu, bukan lagi menjadi tanggung-jawab saya, karena jauh-jauh hari, saya sudah mengingatkannya.

Dan harap camkan baik-baik. Bahwa saya hanya sebatas menunaikan kewajiban saya untuk menyampaikan "Pesan Ilahi", yang wajib saya sampaikan. Masalah Anda mau percaya atau tidak, semuanya kembali kepada keputusan Anda.

==============================================
Poin sentral dari artikel ini adalah bahwa; "Melalui cara-cara-Nya yang adi kodrati, yang terjadi pada Hari Sabat, 21 Januari 2017, TUHAN memastikan kepada kami bertiga bahwa KETURUNAN DAUD benar-benar ada di antara pendiri Partai Demokrat.
=============================================



DIAGNOSA "BIBI MATEN" MENGANDUNG PESAN FUTURISTIK

Saat ini saya sedang menyiapkan lanjutan (seri ke-6) artikel berjudul; DOKTER JUGA MANUSIA untuk berkisah secara lebih detail mengenai kejadian adi-kodrati, 21 Januari 2017.

Sambil menunggu terbitnya artikel tersebut, saya sarankan, sebaiknya rekan-rekan merenungkan kembali salah satu kalimat judul berbunyi; DIAGNOSA "BIBI MATEN" MENGANDUNG PESAN FUTURISTISK, yang ada dalam artikel DOKTER JUGA MANUSIA, seri ke-5,  yang diterbitkan tanggal 10 September 2016.

Saya telah menuliskan kalimat itu tanggal 10 September 2016. Dan artikel edisi 10 September 2016, sama sekali tidak saya utak-atik (edit) semenjak September 2016. Meskipun saya menemukan ada satu dua kata di sana yang kurang tepat, yang seharusnya diedit, namun saya tidak ingin melakukannya, untuk memastikan bahwa semua yang tertulis di sana adalah "asli". Bukan baru ditambah-tambahkan setelah kami bertiga menerima "Pesan Ilahi", 21 Januari 2017.

Dan jujur saja, setelah kejadian 21 Januari 2017, saya kaget ketika membaca kembali frasa; DIAGNOSA "BIBI MATEN" MENGANDUNG PESAN FUTURISTIK yang telah saya tuliskan di dalam artikel tersebut, 10 September 2016.

Frasa BIBI MATEN, jika dikonversikan ke dalam bilangan, menggunakan sistim konversi "Latin Gematria", akan menghasilkan bilangan "75". BIBI = 22, MATEN = 53. Total; 22 + 53 = 75.
Nah, bilangan "75" ini, menjadi salah satu "pesan kunci" yang diterima kami bertiga", pada Hari Sabat, tanggal 21 Januari 2017, di Denpasar Bali.

Kalau hanya saya sendiri yang menerima "Pesan Ilahi" tersebut di atas (khususnya pesan bersimbol 75), maka bisa saja saya dianggap mengada-ada (berbohong). Namun karena kami bertiga sama-sama menerimanya, dan TUHAN menjadi "saksinya", maka mungkinkah saya melakukan "kebohongan publik?"

Dan mengenai diagnosa BIBI MATEN, itu artinya, ketika "Dokter Spesialis" di Rumah Sakit Nasional Guido Valadares Dili, menegakkan diagnosa BIBI MATEN atas keponakanku (yang tanggal lahirnya bersamaan dengan tanggal berdirinya Partai Demokrat/10 Juni), saat itu, benar-benar ada "campur Tangan Ilahi" di dalamnya. Artinya; TUHAN telah menggunakan "Dokter Spesialis" tersebut untuk menyampaikan "Kehendak-Nya".

=============================================
Sekali lagi saya ulang bahwa;

"Pesan sentral dari artikel ini adalah; "Melalui cara-cara-Nya yang adi kodrati, yang terjadi pada Hari Sabat, 21 Januari 2017, TUHAN memastikan kepada kami bertiga bahwa KETURUNAN DAUD benar-benar ada di antara pendiri Partai Demokrat".
=============================================

Semenjak nenek moyang kita Adam dan Hawa, hingga detik ini, TUHAN tidak bertindak terlalu "otoriter" untuk memakasakan kehendak-Nya kepada manusia. TUHAN hanya sebatas meletakkan hukum-hukum-Nya dalam kerangka;

Perintah dan larangan
Berkat dan kutukan
Pahala dan hukuman

Manusia dipersilahkan menggunakan "kodrat kehendak bebasnya" untuk menentukan pilihan yang terbaik, di antara; perintah dan larangan, berkat dan kutukan, pahala dan hukuman TUHAN.


Semoga catata ini bermanfaat. Salam "Dua Hati" dari "Bukit Sulaiman".

TUHAN YESUS memberkati,
Bunda Maria merestui,
Santo Yosef melindungi kita semua (hitam & putih). Amin.

Tidak ada komentar: