Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Sabtu, 14 Januari 2017

KEMENANGAN DONALD TRUMP & TEORI OKASIONALISME (Mengapa Trump Menduduki Gedung Putih Dengan Angka 306?)



"Jika bangsa Amerika adalah bangsa matahari yang asli, maka Donald John Trump akan menduduki Gedung Putih selama 4 tahun. Namun jika sebaliknya, maka Donald John Trump akan meninggalkan Gedung Putih sebelum waktunya genap 4 tahun"




Pengantar Singkat;

Saya menuliskan artikel ini sebagai seorang "misticus" dan juga seorang "Peneliti Bilangan". Bukan dalam kapasitas politikus.

Dengan demikian, jika ada hal-hal tertentu dalam artikel ini yang bertentangan dengan "sudut pandang Anda", maka hal itu terjadi bukan karena "Bunda kita salah mengandung".

KEMENANGAN TRUMP & "TEORI OKASIONALISME"

Kemenangan Presiden Donald John Trump, unggul 74 suara Electoral Vote (306), mengalahkan Hillary Diane Rodham Clinton (232), penuh dengan hal-hal yang sangat kontroversial.

Yang lebih runyam lagi, disinyalir (dicurigai) bahwa ada campur tangan Rusia untuk mengantarkan Trump menuju Gedung Putih, karena Rusia, terutama Presiden Vladimir Putin lebih "sreg" dengan Trump ketimbang Hillary Clinton.

Bahkan Presiden Obama bersama Partai Demokrat, sangat-sangat yakin bahwa Rusia telah "meretas" hasil Pilpres Amerika. Oleh karena itulah baru-baru ini, sebelum meninggalkan White House, Obama memutuskan untuk "mengusir" 35 diplomat Rusia. Bahkan saat ini Senat Amerika secara serius akan meneliti isu ini.

Sebelum hari pemiliahn tanggal 8 Novmber 2o16, banyak sekali Lembaga Survey di Amerika Serikat, memunculkan data survey yang selalu mengunggulkan Hillary Clinton, calon dari Partai Demokrat.

Dan sejatinya, data survey ini "berbanding lurus" dengan hasil "Popular Vote" (suara yang langsung diberikan oleh rakyat), yaitu Hillary Clinton unggul hampir 3 juta suara.

Berdasarkan hasil hitungan terakhir, suara Popular Vote, Hillary Clinton unggul hampir 3 juta suara atas Donald Trump. Tepatnya Hillary Clinton mendapatkan 65844610 suara, berbanding 62979636 suara yang diperoleh Trump (sumber; http://www.nytimes.com/elections/results/president/dikutip pada tanggal 14 Januari 2017).

Dengan demikian, Hillary Clinton secara meyakinkan, mengungguli Donald Trump sebanyak; 2.864.974 suara. Bayangkan saja, Hillary unggul demikian jauh (mendekati 3 juta suara).

Jumlah ini jauh melampaui jumlah populasi penduduk Timor Leste yang berada di bawah 1,5 juta jiwa, namun Hillary (yang pernah mengunjungi Kota Dili, 6 September 2012), harus gagal menduduki Gedung Putih.

"Kira-kira menurut Anda, mengapa hal ini harus terjadi?"

Anda, terlebih lagi orang Amerika, pasti akan menjawab pertanyaan di atas dengan merujuk kepada "Sistim Pemilu Amerika", bahwa untuk menduduki Gedung Putih, seorang Calon Presiden harus memenangkan "Electoral Vote", suatu sistim yang telah lama dirumuskan oleh Founding Fathers America.

Pada tahun 2012, melalui akun twitternya, Donald Trump memberi "stigma" kepada Electoral Vote, sebagai "bencana demokrasi" (Electoral Vote is a disaster for democracy).

Namun 4 tahun kemudian (2016), sesuatu yang sebelumnya oleh Trump dianggap sebagai "bencana demokrasi", justeru telah mengantarkan Donald Trump menduduki Gedung Putih. Maka buru-buru Donald Trump, kembali menulis melalui akun twitternya dengan mengatakan; "Founding Fathers kita adalah orang-orang jenius karena telah merumuskan Sistim Electoral Vote".

Karena tanpa Sistim Eelectoral Vote, maka Hillary Clinton lah yang berhak menduduki Gedung Putih karena memenangkan "suara rakyat" jauh melebihi Trump (unggul hampir 3 juta suara).
Saya tetap memandang apa yang terjadi dengan hasil Pilpres Amerika 8 November 2016, sebagai sebuah "anomali politik".

Karena "kekuatan legitimasi" Hillary Clinton mengalahkan "kekuatan legalitas" Donald Trump. Seorang Hillary Clinton lebih "legitimate" di mata rakyat Amerika ketimbang seorang Trump. Namun sayangnya, sistim politik yang terbangun di negeri Paman Sam, lebih menguntungkan Trump dibanding Hillary.

Namun walau demikian, jika saya yang ditanya, mengapa Trump yang harus menduduki White House, padahal secara legitimasi, kalah dari Hillary Clinton?"

Maka saya akan mengatakan bahwa "causa prima" yang menyebabkan Hillary Clinton harus gagal menduduki Gedung Putih, bukan sekedar karena "Sistim Pemilu Electoral Vote" yang dianut Bangsa Amerika, melainkan karena "TEORI OKASIONALISME".

Karena, jika kita hanya menjadikan "Sistim Electoral Vote" sebagai satu-satunya referensi untuk menjelaskan kemenangan Trump, yang mendapatkan 306 suara Electoral Vote, berbanding 232 suara Eelectoral Vote yang diperoleh Hillary Clinton, maka bagaimana kita menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini;

- Mengapa Donald Trump harus menduduki White House dengan angka 306?
- Mengapa Donald Trump harus unggul 74 suara Electoral Vote?
- Bagaimana kalau bilangan 74 ini dikalikan dengan 9 (74X9)?.
- Mengapa kok hasil kali antara 74 & 9 harus = 666?
- Angka 666 ini simbol Anti KRISTUS atau simbol kekayaan Salomo?
- Apakah Donald Trump dan Amerika adalah Anti KRISTUS?
- Bagaimana hubungan angka 306 dengan kejadian "14 Desember 2012? di Dili?"
- Demikian dan seterunsya.

Maka salah satu teori yang bisa kita jadikan sebagai referensi untuk menjelaskan segala sesuatunya mengenai hasil Pemilu Amerika, 8 November 2016, adalah; "Teori Okasionalisme".

Apa itu "Teori Okasionalisme?" Jika ada waktu, saya akan menjelaskannya. Namun jika Anda tidak sabaran dan ingin segera mengetahui jawabannya, tinggal tanya saja pada "eyang google".

Atau jika Anda tinggal di daerah terpencil, tidak bisa menjangkau internet untuk menemui eyang google, maka temui saja seorang Filsuf atau seorang Imam untuk meminta assistnesinya.


SAYA TERAKHIR KALI MENINGGALKAN DILI TANGGAL 14 DESEMBER 2012 (DIJEMPUT "MOBIL MISTICUS" 531)

Saya terakhir kali meninggalkan Kota Dili (Timor Leste ) tanggal 14 Desember 2012. Itu artinya hingga hari ini, 14 Januari 2017, sudah 1492 hari (sudah hampir 5 tahun) saya tidak pernah lagi menapakkan kakiku di Kota Dili.

Hari itu, 14 Desember 2012, salah satu sahabat terbaik saya, Companheiro SBY (Sang Bangsawan Yahudi = Yahudi SB Yahudi), menggunakan "mobil misticus" (531) menjemput saya di rumah dan mengantarkan saya ke Bandara Internasional, Presidente Nicolau Lobato Dili.

Begitu tiba di bandara, entah apa yang ada dalam hati sahabatku itu, dia langsung membawa saya menggunakan "mobil misticus" (531), memasuki lapangan bandara.

Dengan masih tetap berada dalam "mobil misticus" (531), sahabatku itu membawa saya berkeliling lapangan udara beberapa kali. Seakan-akan kami berdua melakukan "sidak" (inspeksi mendadak). Saat itu saya melihat sejumlah orang sedang mengerjakan proyek di lapangan bandara.

Setelah itu kami keluar meninggalkan lapangan bandara. Karena masih terlalu pagi, maka sahabatku itu mengajak saya menuju Timor Plaza (131) untuk sarapan.

Kami berdua sarapan di meja nomor "8". Setelah sarapan, sahabatku itu membawa saya naik ke lantai 5. Di sana, di lantai 5, saya melihat lukisan (foto) yang memvisualisasikan wilayah bersejarah, "Fatima Portugal", di mana Bunda Maria menampakkan diri sebanyak 3X di tahun 1917 (13 Mei, 13 Juli & 13 Oktober).

Dan saat itulah saya sempat menggunakan Hp saya mengabadikan foto (lukisan) Fatima, sebagaimana bisa Anda lihat dalam salah satu foto yang saya lampirkan dalam artikel ini.



Tahun ini, 2017, genap 100 tahun penampakan Fatima. Dan rencananya, Bapa Suci Paus Francisco akan menyelenggarakan Perayaan Ekaristi di Fatima pada 13 Mei 2017, dalam rangka mengenang genap "satu abad" penampakan Bunda Maria kepada 3 anak kecil (gembala) bernama; Lucia, Jacinta & Francisco.

Tiba di titik ini (mungkin) muncul pertanyaan; "Mengapa saya harus meninggalkan Kota Dili tanggal "14 Desember 2012? Dan semenjak itu saya belum pernah kembali ke Dili hingga detik ini".

Coba Anda lakukan konversi sendiri. Lafalkanlah tanggal "14 Desember 2012" (hari terakhir saya tinggalkan Kota Dili), dengan bunyi; EMPAT BELAS DESEMBER DUA RIBU DUA BELAS.

Setelah itu konversikan semua huruf yang ada dalam kalimat; EMPAT BELAS DESEMBER DUA RIBU DUA BELAS ke dalam bilangan, menggunakan sistim konversi "Latin Gematria". Hasilnya pasti akan muncul bilangan 306, bilangan kemenangan (Electoral Vote) yang telah membawa Donald John Trump sebagai orang ke-45 yang berhasil menduduki "Gedung Putih".

EMPAT = 55,
BELAS = 39,
DESEMBER = 71,
DUA = 26,
RIBU = 50,
DUA = 26,
BELAS = 39
Jumlahkan; 55+39+71+26+50+26+39 = 306

Data dan fakta di atas, yaitu "kesamaan numerik 306", antara bilangan kemenangan Donald John Trump dengan dimensi waktu: "14 Desember 2012" di Kota Dili, dan kejadian ketika sahabat saya mengajak saya naik ke lantai 5 Timor Plaza, untuk mendokumentasikan visualisasi (lukisan) Penampakan FATIMA, ada "hubungan causalitas" yang sangat erat.

Sekali lagi saya ulang; bahwa ada "hubungan causalitas" (hubungan sebab-akibat) antara kemenangan Donald John Trump dengan kejadian di Kota Dili, 14 Desember 2012 di Dili, terutama kejadian di lantai 5 Timor Plaza ketika saya memutuskan untuk mendokumentasikan visualisasi "Penampakan Fatima".

Dan hubungan causalitas tersebut, dapat saya rumuskan dalam pertanyaan krusial berikut ini;
"Berkaitan erat dengan kejadian di Dili, 14 Desember 2012 dan bilangan kemenangan 306, maka pertanyaannya adalah; Apakah BANGSA AMERIKA adalah BANGSA MATAHARI yang ASLI?"

Pertanyaan di atas hanya akan memunculkan dua jawaban, antara YA dan TIDAK. Jika YA, maka Presiden Donald John Trump akan berhasil menduduki Gedung Putih selama 4 tahun. Namun jika jawabanya TIDAK, maka Anda boleh percaya, boleh tidak, Presiden Donald John Trump akan harus lengser sebelum menduduki Gedung Putih selama 4 tahun.

Jika bangsa Amerika adalah "bangsa matahari yang asli", maka itu artinya "Tanah Amerika" pernah mengandung dan melahirkan "BANGSAWAN MATAHARI" alias PANGERAN SURYA.

Dan jika benar bahwa "Tanah Amerika" lah yang pernah mengandung dan melahirkan BANGSAWAN MATAHARI, maka itu artinya, di "telapak tangan kanan" salah satu orang Amerika yang bergelar BANGSAWAN MATAHARI, akan kita temukan salah satu tanda ajaib, sebagaimana terukir dalam mata uang; ONE DOLLAR, yang saya sebut sebagai; PIRAMIDA MESIR.


Jika Anda di rumah memiliki lembaran ONE DOLLAR, kira-kira menurut Anda, sejumlah simbol yang terukir di dalam lembaran ONE DOLLAR, yang mana yang disebut; PIRAMIDA MESIR?"

============================================
"Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari Sorga".
(Injil Santo Yohanes; 3:27).

==========================================

Semoga catatan ini bermanfaat. Selamat berhari Minggu bersama Keluarga tercinta.

Salam "Dua Hati" dari "Bukit Sulaiman".

TUHAN YESUS memberkati,
Bunda Maria merestui,
Santo Yosef melindungi kita semua (hitam & putih). Amin.

Catatan Kaki;

Sekedar mengingatkan saja. Jangan menganggap remeh angka kemenangan Trump (306) itu sebagai sesuatu yang kebetulan.

Karena bukan hanya kejadian tanggal "14 Desember 2012" yang memiliki nilai numerik sama dengan bilangan kemenangan Trump (306). Masih ada kejadian lain yang juga memiliki nilai; 306.

Anda yang suka mengunjungi laman Face Book saya (Antoninho Benjamim Monteiro), tentu masih ingat artikel saya, edisi 9 Mei 2015? Saat itu saya menumumkan 4 negara kerajaan, yaitu;

(1). Spanyol
(2). Inggris
(3). Swedia
(5). Belanda

Hari itu, 9 Mei 2015 sambil berlutut dalam bilik doa, saya memohon kepada TUHAN, agar ijinkan saya untuk mengganti "Kerajaan Belanda" dengan "Kerajaan Belgia" karena saat itu, hampir bisa dipastikan bahwa Belanda tidak mungkin lolos ke putaran final Euro Cup di Perancis. Namun jawaban yang datang adalah; "tidak boleh mengganti Kerajaan Belanda dengan Kerajaan Belgia".

Karena jika Belanda diganti dengan Belgia, maka jika dikonversikan, tidak akan menghasilkan bilangan "306".

Coba nama 4 negara kerajaan di atas, kita tulis dengan Bahasa Inggris, sebagai-berikut;

(1). Spain
(2). England
(3). Sweden
(5). Netherlands


Lalu konversikan semua huruf yang ada dalam 4 nama kerajaan di atas ke dalam bilangan dengan menggunakan sistim konversi "Latin Gematria". Hasilnya pasti akan memunculkan angka "306".

(1). Spain = 59
(2). England = 57
(3). Sweden = 70
(5). Netherlands = 120

Jumlahkan saja; 59 + 57 + 70 + 120 = 306.

Untuk mereka (haters) yang waktu itu "mem-bully" (menghujat) saya habis-habisan gara-gara saya mengumumkan nama Belanda, inilah alasannya; bahwa saya bukan peramal, bukan paanormal, bukan cenayang, bukan dukun dan sejenisnya.


Saya seorang "misticus" yang sedang bersaksi mengenai "rancangan TUHAN". Karena itulah ketika nama Belanda harus dimasukkan dalam daftar adalah karena untuk memastikan sesuatu di balik angka 306. Padahal saat itu, dalam daftar klasemen sementara di babak penyisihan grup, Belanda di atas 99% sulit untuk lolos. 

Saat itu, walau saya sadar bahwa Belanda sulit untuk lolos, namun karena secara kodrati, yang namanya manusia tidak memiliki kuasa sedikitpun untuk merubah "hukum-hukum Ilahi", maka apa yang diperintahkan dari atas, itulah yang harus saya tulis, walau resikonya saya harus "menuai badai", termasuk, mengapa dalam daftar, saya tidak mencantumkan angka "4", melainkan "5".

Pertanyaan terbesarnya adalah; "Mengapa Donald John Trump harus menduduki Gedung Putih dengan bilangan "306?"

Semoga Anda bisa menemukan jawabannya sendiri. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam dan putih). Amin.

Tidak ada komentar: