Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Selasa, 27 Desember 2016

TERHENTINYA LANGKAH MARIA DI 4 BESAR "DANGDUT AKADEMI ASIA DUA" MEMASTIKAN AKAN TERJADINYA GEMPA DISERTAI TSUNAMI (1)



(Apakah Tsunami Akan Mengunjungi Indonesia Atau Timor Leste?)
Semalam sebelum dimulainya acara "malam result" DANGDUT AKADEMI ASIA DUA, saya memposting artikel pendek berjudul; "Hasil Main CATUR MOBILISASI Malam ini".

Saya menuliskan frasa; 'D'ACADEMY ASIA 2", menjadi; DANGDUT AKADEMI ASIA DUA, itu karena ada maksudnya.


Coba Anda konversikan frasa DANGDUT AKADEMI ASIA DUA menggunakan sistim konversi "Latin Gematria". Hasilnya pasti = 171. Setelah itu, coba konversikan juga frasa CATUR MOBILISASI dengan cara yang sama. Dijamin, hasilnya juga pasti = 171.

Dengan demikian maka antara frasa; DANGDUT AKADEMI ASIA DUA dan CATUR MOBILISASI, posisinya paralel;

DANGDUT AKADEMI ASIA DUA = 171
CATUR MOBILISASI = 171

Itu artinya, semalam, ketika secara redaksional (tekstual), saya menuliskan kalimat judul berbunyi; "Hasil Main CATUR MOBILISASI Malam ini", sama halnya dengan saya ingin sekali menuliskan; "Hasil DANGDUT AKADEMI ASIA DUA Malam Ini". Cuma mungkin banyak FB'ers yang tidak memikirkan ke arah sana. Kecuali mungkin dua sahabatku; Ijonk Satriani dan Sabat.


Metode menyembunyikan "pesan penting" yang belum saatnya dibuka kepada publik, di balik cerita-cerita lucu, cerita dongeng, atau nyanyian (lagu), atau angka-angka, atau lukisan/gambar dan foto-foto tertentu, dalam Bahasa Yunani dinamakan; "steganos".

Misalnya ketika saya sengaja menuliskan lagu; HALO HALO BANDUNG, sejatinya saya sedang berbicara mengenai IRSYA yang berasal dari Bandung, dengan alasan, selain untuk memastikan bahwa Irsya tidak akan tersingkir walau nilainya berada di bawah Maria dengan selisih 6 poin, namun juga untuk memastikan bahwa Irsya, wajib hukumnya harus lolos ke tiga besar, selain untuk membentuk tatanan bilangan "MANUSIA TERJANJI (165), juga untuk memastikan akan terjadinya sesuatu yang sangat monumental, sebagaimana bisa Anda baca di seri kedua artikel ini. Saya tidak tahu kapan saya akan menuliskan seri keduanya?

Atau misalnya ketika saya menuliskan kata-kata dalam kalimat; "Mari kawan-kawan kaum marjinal", ini sama saja dengan saya hendak mengatakan; Maria akan (ter)marjinal(isasi) alias tersingkir.  Namun banyak yang tidak memikirkan bahwa frasa "mari" itu sebenarnya saya sedang menyebutkan nama "Maria".

Visioner terkenal (Italia) masa lalu yang suka sekali bermain dengan metode "steganos" adalah "Leonardo Da Vinci".

Banyak pesannya yang amat rahasia disembunyikan di balik kode-kode tertentu. Salah satunya berupa lukisan yang dikenal dengan sebutan; THE LAST SUPPER (Perjamuan Terakhir).
MARIA TERGUSUR DENGAN BILANGAN KARMA (CATUR).


Semalam itu sebenarnya saya maunya menuliskan secara terbuka dengan bahasa yang sangat lugas dengan menyatakan secara tegas bahwa langkah Maria akan terhenti di 4 besar, dengan demikian, orang-orang jangan terlalu berharap yang tinggi-tinggi. Maria masuk ke 4 besar saja itu sudah luar biasa untuk seorang anak kecil (15 tahun) yang baru belajar dangdut dua bulan.

Namun saya urung melakukannya karena saya yakin, jika saya lakukan itu, dijamin 1108% saya pasti akan di-bully habis-habisan oleh orang-orang Timor Leste, khususnya fans berat Maria. Termasuk sahabat karibku; MEMI (Metan Midar).

Jika Anda simak baik-baik, artikel yang saya terbitkan semalam, isu sentralnya adalah CATUR. Itu artinya; saya sejatinya hendak mengatakan bahwa Maria hanya akan menjadia juara 4. Kata CATUR itu adalah Bahasa Sanskerta yang artinya 4.

Cuma yang tidak saya sangka-sangka, ternyata Maria benar-benar tergusur oleh Angka KARMA 11 (CATUR).

Professor Ravindra Kumar (asal India), Guru Besar Ilmu Matematika pada Universitas South Pacifik, Suva Fiji, yang melakukan penelitian mengenai makna bilangan, selama lebih dari 20 tahun di berbagai negara, menemukan adanya "5 jenis angka karma".

Salah satu di antara 5 jenis "angka karma" itu adalah "angka karma 11". Anda bisa membaca mengenai 5 jenis angka karma ini dalam buku yang ditulis Professor Ravindra Kumar, berjudul; THE SECRET of NUMEROLOGY. 

Dan Maria tergusur oleh "kekuatan karma 11" yang muncul dari bilangannya Rani. Karena selisih poin antara Rani dan Maria adalah "11". Rani mendapatkan point "1099", sementara Maria mendapatkan point; 1088". Selisih di antara keduanya adalah 11.

Ini artinya, Maria harus tergusur dari CATUR MOBILISASI alias DANGDUT AKADEMI ASIA DUA karena "kekuatan karma 11".

Dan anehnya, angka "11" ini, jika kita lafalkan menjadi; SEBELAS lalu dikonversikan ke dalam bilangan dengan menggunakan sistim "Latin Gematria", maka nilai numeriknya = CATUR = 63.

SEBELAS = 63
CATUR = 63

Itu artinya langkah Maria di event CATUR MOBILISASI (baca; DANGDUAT AKADEMI ASIA DUA), tergusur oleh "kekuatan KARMA yang ada di balik CATUR".

Pertanyaannya kini adalah; "Sebelum "malam result" dimulai, ketika saya menerbitkan artikel dengan thema sentral CATUR, apakah saya telah mengetahui bahwa Maria akan tergusur oleh kekuatan KARMA CATUR (11)?" Jawabannya; "Hanya TUHAN Yang Mahatahu".

Kalau sekedar menduga-duga bahwa langkah Maria akan terhenti di angka CATUR (4), mungkin tidak terlalu sulit. Namun ternyata Maria benar-benar tergusur oleh bilangan karma CATUR (11), pertanyaannya adalah; apakah sebelumnya TUHAN telah lebih dulu memberitahukannya kepadaku bahwa Maria akan tergusur oleh angka karma CATUR, sehingga saya tidak ragu untuk menuliskan thema sentral CATUR?

Mungkin kita sama-sama menanyakan hal ini kepada "anjingnya" Pai Zee. Karena "indera penciuman anjing" lebih tajam dari indera penciuman manusia. Makanya jasa anjing digunakan oleh fihak manusia (Kepolisian) untuk melacak tindakan kejahatan.

Siapa tahu, begitu kita tanyakan, anjing itu malah berkata; "KONSTITUSI BUKAN KITAB SUCI".
Namun satu hal yang bisa saya pastikan adalah, terhentinya langkah Maria di 4 besar, sebagai "pesan dari Surga" untuk memastikan bahwa TSUNAMI dahsyat akan benar-benar terjadi.

Coba simak fakta (bilangan) berikut ini;

Nilai numerik nama Maria sama dengan nilai numerik Gempa = 42. Maria juara 4 (empat). Frasa empat, nilai numeriknya = 55.

Dengan demikian maka; Maria + empat = 42 + 55 = 97.

Ternyata frasa TSUNAMI, nilai numerik Latinnya juga = 97. Dari fakta bilangan inilah, saya sangat yakin, akan ada TSUNAMI besar akan benar-benar terjadi di saat-saat mendatang.

Pertanyaannya kini adalah; "TSUNAMI besar tersebut akan terjadi di Indonesia atau di Timor Leste?"

Untuk menemukan jawaban atas pertanyaan ini, tunggu saja seri kedua artikel ini. Saya mengakhiri artikel ini dengan menyarankan Anda membaca kembali salah satu artikel saya sebelumnya berjudul; ANJING TIMOR LESTE IKUT MEMBERIKAN KOEMNTAR.

Anjing tersebut milik "Pai Zee" (Juri Timor Leste), sempat menggonggong di beberapa waktu lalu dan gonggongan anjing tersebut disiarkan secara langsung melalui Indosiar.

Saat itu anjing tersebut "berebutan memberikan komentar" bersamaan dengan komentarnya Pai Zee. Seakan-akan anjing tersebut hendak mengatakan bahwa langkah Maria akan terhenti di 4 besar.

TUHAN menggunakan anjing yang tidak berakal budi, untuk mengingatkan manusia yang memiliki akal-budi...!!!

ANJING = 55
EMPAT = 55
XANANA = 55

Kenapa nama Pak XANANA ikut-ikutan menghasilkan numerik 55? Apakah karena Pak XANANA lahirnya di tahun anjing (1946)?

MARIA + XANANA = 42 + 55 = TSUNAMI = 97.

Karena Maria telah tersingkir, maka saya ingin sekali menyanyikan lagu DARI SABANG SAMPAI MERAUKE (versi sahabatku; dr. Ida Bagus Kurniawan), berikut ini;

"Dari Sabang sampai Merauke
Kecuali Timor Leste
Sambung menyambung menjadi satu
Terpotong Timor Leste
Indonesia Tanah Airku
Tapi tanpa Timor Leste
Menjunjung Tanah Airku
Melepas Timor Leste"


Semoga catatan ini bermanfaat. Salam "Dua Hati" dari "Bukit Sulaiman".

TUHAN YESUS memberkati,
Bunda Maria merestui,
Santo Yosef melindungi kita semua (hitam dan putih). Amin.

Tidak ada komentar: