Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Sabtu, 31 Desember 2016

TAUR MATAN RUAK TINGGAL MEMILIH DI ANTARA TAPAK KAKI SULAIMAN ATAU BANGSA TERKUTUK (bagian: 9/habis)


Semoga Anda masih ingat salah satu artikel saya berjudul; SEJARAH TIMOR LESTE; ANTARA VATICAN - AMERICA & TAHTA DAUD; dengan sub judul; "Taur Matan Ruak Tidak Akan Menduduki Kursi Anak Daud Sampai 1 Januari 2017".

Ketika artikel tersebut memasuki seri ke-11, Kakek Misterius yang pernah menampakkan Diri di Kampus Unpaz, 20 Juni 2011, muncul kembali dalam mimpiku dan meminta saya menghentikan seri tersebut di bilangan karma (11).


Kakek Misterius tersebut melarang saya untuk tidak boleh meneruskan dengan judul yang sama. Saya diminta mengganti judul tersebut dengan judul lain, sebagaimana yang saat ini sedang Anda baca (TAUR MATAN RUAK TINGGAL MEMILIH DI ANTARA TAPAK KAKI SULAIMAN ATAU BANGSA TERKUTUK).

Dan seri ini hanya boleh sampai seri ke-9. Tidak boleh lebih dari 9 seri. Oleh karena itulah, hari ini, 31 Desember 2016, saya menerbitkan seri terakhir ini. Dengan demikian, dua artikel tersebut akan membentuk satu tatanan (formasi) bilangan; "11-9".

Konfigurasi bilangan gabungan ini (11-9), mungkin akan terdengar lebih enak di telinga kita kalau dibaca dengan bunyi; "ELEVEN NINE". Inversus (kebalikan) dari "NINE ELEVEN" (9-11) yang sudah sangat familiar di telinga banyak orang. Anda boleh membacanya menjadi; NINE ELEVENTH. Tidak dilarang kok.

Membaca 11-9 dengan bunyi ELEVEN NINE, itu ada maknanya, khususnya makna "teologis dan makna numerologis".



PRESIDEN TMR TINGGAL MEMILIH BERKAT ATAU KUTUK?

Hari ini, sudah 31 Desember 2016. Hanya dalam hitungan jam kita akan memasuki 1 Januari 2017. Melalui ratusan artikel sebelumnya, saya telah "ingatkan" bahwa "kursi" yang diduduki Presiden TMR (Taur Matan Ruak) adalah "Kursi Anak Daud".

Demikian pula saya telah beberapa kali mewanti-wanti, bahwa jika Presiden TMR memutuskan untuk tidak mundur (lengser) sebelum memasuki 1 Januari dari 2017, maka itu artinya, entah Presiden TMR sadar atau tidak, sengaja atau tidak, Presiden TMR ingin "mendeklarasikan kepada dunia" bahwa Presiden TMR adalah "KETURUNAN DAUD" secara biologis. Makanya tidak mau lengser.

Hari ini sudah memasuki 31 Desember. Itu artinya Presiden TMR tidak mungkin lengser hanya dalam beberapa jam ke depan. Sekali lagi, itu artinya; Presiden TMR telah menyatakan diri sebagai KETURUNAN DAUD (secara biologis), entah sadar atau tidak.

Nah, sebagai KETURUNAN DAUD, maka wajib hukumnya Presiden TMR harus memilih di antara "berkat atau kutuk".

Memilih di antara "berkat atau kutuk", artinya; jika Presiden TMR memilih "berkat" maka Presiden TMR memilih untuk meletakkan bangsa Timor Leste "di bawah tapak kaki Sulaiman".

Namun jika Presiden TMR memutuskan untuk memilih "kutuk", itu artinya Presiden TMR, sebagai Kepala Negara (yang memiliki kekuatan legitimasi dan kekuatan legalitas), menghendaki Timor Leste menjadi "bangsa terkutuk".

Bagaimana caranya kita mengetahui; apakah Presiden TMR memilih "berkat" atau memilih "kutuk?"
Caranya sederhana sekali. Kita akan mengetahuinya ketika Presiden TMR mengakhiri masa jabatannya.

Apakah nantinya, ketika mengakhiri maja jabatannya, Beliau akan melakukan hal yang berbeda dengan dua pendahulunya (Presiden Xanana Gusmão & Presiden Ramos Horta?) Atau seorang TMR lagi-lagi akan melakukan hal yang sama, yakni mengikuti jejak kedua seniornya yang meninggalkan "Kursi Anak Daud" begitu saja dan berlalu "tanpa kata dan cerita".

Jika seorang TMR kembali melakukan hal yang sama dengan dua seniornya, maka itu artinya seorang TMR bukan KETURUNAN DAUD yang asli, namun hanya sebatas (terjebak) pada sebuah utopia di mana merasa diri sebagai; KETURUNAN DAUD.

Dengan demikian setelah "menikmati" Kursi Anak Daud" selama 5 tahun, seorang TMR akan kembali mengulang hal yang sama yang telah dilakukan dua seniornya, yang melenggang pergi begitu saja, karena mereka berpikir bahwa; "Nilai-nilai keutamaan (virtus) yang diajarkan TUHAN kita YESUS KRISTUS adalah DEMOKRASI, bukan DEMO-KASIH".

Namun jika seorang TMR adalah benar-benar KETURUNAN DAUD yang ASLI, maka sudah barang tentu TUHAN kita YESUS KRISTUS telah memberitahukan RAHASIA besar itu kepada Beliau, bagaimana caranya Beliau harus mengakhiri masa jabatannya, dengan meninggalkan sebuah "TUGU KASIH" untuk mengingatkan anak cucu bangsa Timor Leste bahwa; "Virtualitas (keutamaan) dari ajaran TUHAN kita YESUS KRISTUS adalah DEMO-KASIH, bukan DEMOKRASI, apalagi DEMO-CRAZY".

 Semoga catatan ini bermanfaat. Salam "Dua Hati" dari "Bukit Sulaiman".  

Selamat TAHUN BARU 2017, untuk semua sahabat FB'ers, seluruh handai-taulan dan Keluarga di mana pun berada. Semoga TAHUN AYAM API 2017 membawa berkat, berkah, rahmat dan kedamaian untuk kita semua. Damai di bumi, damai di hati. Amin.

TUHAN YESUS memberkati,
Bunda Maria merestui,
Santo Yosef melindungi kita semua (hitam & putih). Amin.


Catatan Kaki;

BELANDA MASIH JAUH

Bagi rekan-rekan yang sangat cemas dan selalu menanyakan; "Kapan AIR LAUT (TSUNAMI) akan datang?, nanti malam jangan lupa kunjungi blog ini; www.darahdaud303.blogspot.co.id.

Sekiranya tidak ada aral melintang, maka saya akan memberikan sedikit informasi (pengumuman) mengenai isu tersebut melalui blog saya nanti malam.

"Non abiatte paura" (jangan takut), karena Belanda masih jauh. TUHAN kita itu Maha KASIH. DIA tidak akan mungkin "tega" merusak kebahagiaan dan keceriaan Anda di TAHUN BARU ini.

Salam kasih dan doa dalam Nama Suci TUHAN YESUS.

Tidak ada komentar: