Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Kamis, 22 Desember 2016

TAUR MATAN RUAK PANGERAN SURYA ASLI ATAU PALSU?


Gempa yang kemarin mengguncang Kota Dili pada 21 Desember 2016, menyebabkan inbox saya penuh dengan pertanyaan mengenai "Air Laut" (tsunami) yang akan mengunjungi Kota Dili di tahun 2017.



Demikian pula HP saya terus berdering. Karena saya tidak menerima panggilan dari mereka yang tidak masuk "top list" (termasuk unknown caller = penelfon yang tidak diketahui), akibatnya SMS terus-menerus masuk untuk menanyakan isu yang sama: "Rama Cristo..! Kapan "Air Laut" mengunjungi Kota Dili?"

TAUR MATAN RUAK PANGERAN SURYA ASLI ATAU PALSU?

Gempa yang kemarin mengguncang Kota Dili, adalah sungguh-sungguh "peringatan keras" dari TUHAN untuk masyarakat Timor Leste, khususnya penghuni Kota Dili, dan terlebih lagi "peringatan keras" untuk Yang Mulia Presiden Taur Matan Ruak, selaku Kepala Negara Timor Leste yang ke-SOL, alias yang ke; 5.

Bukankah berdasarkan susunan "tangga nada", urutan tangga nada yang ke-5 itu bunyinya adalah SOL? (do - re - mi - fa - SOL - la - si).

Dalam Bahasa Latin-Portugis atau Portugis-Latin, SOL artinya SURYA alias MATAHARI. Dengan demikian, Presiden ke-5 Timor Leste bisa disebut sebagai "PANGERAN SURYA".

Dan entah kebetulan atau tidak, jika kita konversikan frasa (nama) TAUR MATAN RUAK dan frasa PANGERAN SURYA ke dalam bilangan berdasarkan sistim konversi "Latin Gematria", ternyata kedua "entitas" ini sama-sama menghasilkan angka; "160".


TAUR MATAN RUAK = 160
PANGERAN SURYA = 160

Tapi pertanyaannya adalah;

"Apakah kesamaan nilai numerik antara nama TAUR MATAN RUAK dan gelar PANGERAN SURYA itu menandakan bahwa TAUR MATAN RUAK adalah PANGERAN SURYA yang ASLI?"

"Ataukah kesamaan nilai numerik tersebut (160) hanya simbol ("pesan dari dunia lain") bahwa PANGERAN SURYA itu memang benar-benar ada dan eksis, namun PANGERAN SURYA yang ASLI itu bukanlah Presiden TAUR MATAN RUAK?"

Pertanyaan selanjutnya adalah;

"Bagaimana untuk memastikan bahwa Presiden TAUR MATAN RUAK adalah benar-benar PANGERAN SURYA ASLI atau PALSU?"

Caranya sangat sederhana. Jika Presiden TAUR MATAN RUAK adalah PANGERAN SURYA ASLI, maka AIR LAUT alias TSUNAMI tidak akan mengunjungi Kota Dili di tahun 2017.

Karena Beliau adalah PANGERAN SURYA yang benar-benar ASLI itulah, maka hingga hari ini, 22 Desember 2016, Beliau "tidak mau lengser" dari "Kursi Anak Daud" yang telah didudukinya sejak 2012.

Tapi jika Presiden TAUR MATAN RUAK adalah PANGERAN SURYA PALSU, mengapa Beliau tidak mau lengser sebelum jarum jam menunjukkan 1 Januari 2017, guna meredakan murka TUHAN, termasuk mencegah datangnya tsunami di tahun 2017?"


Untuk itu saya memberikan wanti-wanti buat masyarakat Kota Dili agar harus sungguh-sungguh melakoni 3B (Berdoa, Bertobat & Bertirakat). Karena jika Presiden TAUR MATAN RUAK adalah PANGERAN SURYA PALSU, maka kedatangan AIR LAUT alias TSUNAMI di tahun 2017, akan benar-benar terjadi dan kemungkinan besar TSUNAMI tersebut akan menimbulkan dampak sangat buruk sebagaimana foto-foto yang saya lampirkan dalam artikel ini.

Dan atas alasan itulah, kemarin, 21 Desember 2016, TUHAN Yang Maha Kuasa, sebelum mendatangkan TSUNAMI di tahun 2017, lebih dulu memberikan "peringatan keras" melalui gempa yang mengguncang Dili agar masyarakat Kota Dili mempersiapkan diri.

Karena dari sisi "dimensi waktu", jika kita konversikan tanggal; "21 Desember 2016", dengan bunyi; DUA PULUH SATU DESEMBER DUA RIBU ENAM BELAS, berdasarkan sistim konversi Latin Gematria, maka kita akan menemukan sebuah rahasia besar yang berkaitan erat dengan keputusan TUHAN mengutus dua Malaikat-Nya untuk memanggilku ke Bukit Sio(n), Kaki Gunung Ramelau, di bulan Februari 1994, guna memberkati Program CATUR MOBILISASI, sebagaimana sudah berkali-kali saya kisahkan.

Karena sejatinya, akar dari semua masalah Timor Leste dari dulu hingga saat ini, mulai dari penjajahan Bangsa Portugis selama 460 tahun (1515 - 1975), hingga keterlibatan Indonesia atas sejarah Timor-Timur yang berdarah-darah selama 24 tahun (1975-1999), berhubungan erat dengan keseluruhan eksistensi PANGERAN SURYA. 

Saya ingin mengakhiri artikel ini dengan sebuah pertanyaan renungan;

 "Jika Presiden TAUR MATAN RUAK adalah PANGERAN SURYA yang ASLI, lalu mengapa TUHAN harus mendatangkan gempa peringatan, saat tahun 2016 tersisa "10" (SEPULUH) hari?"


Semoga catatan ini bermanfaat. Salam "Dua Hati" dari "Bukit Sulaiman".

TUHAN YESUS memberkati,
Bunda Maria merestui,
Santo Yosef melindungi kita semua (hitam & putih). Amin.

Tidak ada komentar: