Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Sabtu, 03 Desember 2016

SAYA SEORANG MISTIKUS - BUKAN PERAMAL


Banyak sahabat yang menanyakan via inbox mengenai hasil "Laga El Clasico" (Real Madrid vs Barcelona) nanti malam.

Melalui catatan ini saya ingin mengulang kembali apa yang telah selama ini sudah berulang kali saya sampaikan bahwa saya seorang "mistikus", tapi bukan peramal atau paranormal.

Kalau selama ini saya membicarakan masalah bola KAKI, itu saya sampaikan dalam konteks "kesaksian iman". Tapi bukan untuk menunjukkan kepada publik bahwa saya "peramal hebat".
Saya memulai kesaksian saya dengan menggunakan BOLA KAKI sebagai "materi kesaksian iman", semenjak Piala Dunia edisi ke-19 tahun 2010 yang berlangsung di Afrika Selatan, dengan thesis "Timor Leste adalah Negara Kerajaan" dan seterusnya.


VERIFIKASI vs FALSIFIKASI

Jika rekan-rekan sekalian di luar(an) sana teliti baik-baik, maka sebenarnya, kesaksian saya yang tujuannya adalah untuk VERIFIKASI dengan hasil yang berbanding lurus dengan THESIS, telah berakhir pada "Laga El-Clasico" edisi ke-263, yang berlangsung di kandang Real Madrid, tanggal 22 November 2015 (coba baca kembali artikel saya edisi 22 November 2015).

Saat itu saya menerbitkan dua artikel untuk memastikan bahwa Barcelona akan benar-benar mengalahkan Real Madrid di kandang Real Madrid sendiri. Bahkan tanpa ragu, saya menuliskan di sana bahwa saya akan menutup akun Rama Cristo, jika Barcelona hanya bermain seri apalagi kalah dari Real Madrid.

Banyak fans Real Madrid yang mencaci maki saya "habis-habisan". Padahal mereka tidak tahu bahwa saya juga fans berat Real Madrid (hingga detik ini). Kalau bukan karena "kepentingan kesaksian iman", maka saya tidak akan menulis seperti itu.

Kalau bukan karena "kepentingan kesaksian iman", kalau sekedar selera pribadi, maka mau kalah, mau menang, sebagai fans berat Real Madrid, saya akan tetap mendukung Real Madrid.

Namun karena saya sangat berkepentingan dengan isu sentral TAPAK KAKI dan isu sentral TAPAK KAKI ini ada hubungan erat dengan bilangan "263", maka khusus untuk "Laga El Clasico edisi ke-263, walaupun berlangsung di kandang Real Madrid, saya harus tetap memberikan kemenangan mutlak untuk BARCELONA.

Dan hasilnya sungguh mengejutkan. Real Madrid benar-benar dibantai di kandangnya sendiri dengan skor 4:0. Hasil 4:0 ini untuk memastikan bahwa antara isu sentral TAPAK KAKI dan bilangan misteri 263 itu memiliki "hubungan teologis" yang sangat kuat.

Lalu kenapa laga El Clascio ke-263, harus BARCELONA yang menang? Kenapa bukan Real Madrid? Padahal laga itu berlangsung di Santiago Bernabeu, kandang Real Madrid?

Jawabannya sangat sederhana. Karena hanya BARCELONA yang nilai numeriknya "matching" (cocok dan berjodoh) dengan TAPAK KAKI, sama-sama memunculkan bilangan "202". Sementara REAL MADRID tidak berjodoh dengan TAPAK KAKI.

Coba Anda konversikan frasa TAPAK KAKI dan frasa BARCELONA ke dalam bilangan dengan menggunakan sistim konversi "Gematria Yahudi". Hasilnya, pasti antara frasa TAPAK KAKI dan BARCELONA, akan sama-sama menghasilkan bilangan "202".


TAPAK KAKI = 202
BARCELONA = 202

Nah, bilangan "202" ini sangat berhubungan erat dengan bilangan; "263". Atas alasan itulah, maka saat akan berlangsungnya laga El Clasico edisi ke-263, 22 November 2015, saya menerbitkan dua artikel untuk memastikan kemenangan mutlak bagi BARCELONA. Dan itu adalah artikel terakhir saya melakukan VERIFIKASI.

Setelah itu semua artikel saya selalu berakhir dengan keadaan terbalik, karena yang sedang saya lakukan saat itu adalah bukan lagi bertujuan VERIFIKASI (hasil akhir berbanding lurus dengan THESIS), melainkan FALSIFIKASI, dengan tujuan utama untuk menggugurkan sejumlah THESIS yang tidak memiliki nilai kebenaran (hasil akhir berbanding terbalik dengan THESIS).

Misalnya saja, ketika akan berlangsungnya laga El Clasico edisi ke- 264, tanggal 3 April 2016, saya letakkan hasil laga "secara terbalik (inversus). Saya menuliskan bahwa yang menang adalah Barcelona, namun ternyata yang menang adalah Real Madrid dengan skor "2:1".

Hasil ini hasil harus terjadi untuk memastikan bahwa "tokoh yang akan memenangkan Pilpres Timor Leste 2017 untuk kemudian menduduki Kursi Presiden Timor Leste ke-6" adalah "bukan tokoh yang namanya saat itu sengaja saya munculkan dalam artikel tersebut".

Termasuk laga final Liga Champions yang berlangsung di Kota Milan, 29 Mei 2016, saya memberikan kemenangan untuk Atletico Madrid, namun yang menang adalah Real Madrid, ini juga untuk menggugurkan THESIS yang tidak memiliki kebenaran.

Contoh lainnya dari penggunaan kesengajaan saya menggunakan "metode FALSIFIKASI" untuk menggugurkan THESIS yang tidak memiliki keberana, misalnya; saya menuliskan artikel mengenai "hasil Pemilihan Presiden Amerika Serikat".

Di sana, di dalam artikel tersebut, saya menuliskan bahwa Hillary Clinton yang akan menjadi Presiden Amerika Serikat yang ke-45, sambil juga dalam artikel yang sama saya dengan sengaja memunculkan THESIS bahwa; suatu saat Timor Leste akan menjadi "Negara Protektorat Amerika Serikat".

Ternyata walau Hillary Clinton berhasil memenangkan Popular Vote, bahkan dengan keunggulan suara yang sudah melebihi dua juta orang, namun yang justeru menjadi Presiden Amerika Serikat ke-45 adalah Donald Trump.

Ini harus terjadi untuk menggugurkan THESIS saya; bahwa suatu saat Timor Leste akan menjadi Negara Protektorat Amerika.

Artinya dengan kegagalan Hilary Clinton menjadi Presiden Amerika Serikat ke-45, maka dengan sendirinya THESIS saya (Timor Leste akan menjadi Negara Protekrorat Amerika), gugur.

Pertanyaannya adalah; "Mengapa Timor Leste tidak bisa menjadi negara protektorat Amerika?" Jawabannya ada 3 alasan, sebagaimana telah saya sampaikan dalam artikel sebelumnya.

Salah satu dari ketiga alasan tersebut adalah karena suatu saat, entah 50 tahun lagi atau 100 tahun lagi, Amerika "akan benar-benar runtuh" (bukan lagi menjadi negara adi daya).


KESAKSIAN MENGGUNAKAN BOLA TELAH BERAKHIR

Saya ingin mengatakan bahwa, saya "bersaksi" bukan sekedar menuruti kemauan saya sendiri alias "bersaksi seenaknya" dengan menulis seenaknya, tanpa terikat dan tunduk total (taat total) kepada aturan main (rambu-rambu) yang ditetapkan ALLAH.

Yang ingin sebenarnya saya sampaikan dalam kesempatan ini adalah bahwa "kesaksian saya" dengan menggunakan "bola KAKI" sebagai "bahan kesaksian iman", telah berakhir pada "Euro Cup" 2016 di Perancis, yang tujuan utamanya adalah untuk menggugurkan THESIS yang berbunyi; KETURUNAN MATANYA.

Artinya, kalaupun suatu saat Timor Leste berubah dari Negara Republik menjadi "Negara Monarki", maka yang akan menjadi Raja saat itu adalah tetap "DARAH DAUD" (303), namun "DARAH DAUD"(303) itu bukan berasal dari KETURUNAN MATANYA.

MATANYA yang dimaksudkan di sini adalah; "Raja terakhir Kerajaan Yehuda. Anda bisa membaca mengenai Raja MATANYA, (yang kemudian menukar namanya menjadi ZEDEKIA), dalam kitab-kitab berikut ini;

(a). Kitab II Raja-Raja; 24: 18-25.
(b). Kitab 2 Tawarikh; 36: 11-21.
(c). Kitab Yeremia; 39: 1-10, 52: 1-30.


Dengan demikian, maka setelah Euro Cup 2016 di Perancis, saya tidak akan pernah lagi menggunakan "event sepak bola", sebagai media untuk bersaksi.

Itu artinya saya juga tidak akan menggunakan "event" akbar Piala Dunia 2018 di Rusia untuk bersaksi mengenai "TAPAK KAKI", yang saya lihat tercetak sangat jelas di "telapak tangan kanan Anak Domba".

Untuk itu saya memohon dengan segala rasa hormat kepada rekan dan sahabat sekalian yang selama ini senantiasa mengikuti artikel-artikel saya, jika ada "event akbar bola kaki", termasuk laga "El Clasico" yang sebentar lagi akan berlangsung, tolong jangan lagi bertanya kepada saya tentang hasil laga-laga termaksud.

"Masalahnya saya ini hanyalah seorang "mistikus". Bukan peramal, bukan paranormal, bukan cenayang, bukan dukun dan sejenisnya.


Selamat menikmati laga El-Clasico edisi ke-265 nanti malam. Sebagai fans berat Real Madrid, saya berharap Real Madrid menang. Namun karena laga tersebut berlangsung di kandang Barcelona (apalagi Gareth Bale tidak main karena cedera), maka tentu laga itu sangat tidak mudah bagi Real Madrid.

Semoga catatan ini bermanfaat. Selamat berakhir pekan bersama Keluarga tercinta. Selamat menikmat SABAT Suci bagi mereka yang merayakannya. Salam "Dua Hati" dari "Bukit Sulaiman".

TUHAN YESUS memberkati,
Bunda Maria merestui,
Santo Yosef melindungi kita semua (hitam & putih). Amin.

Tidak ada komentar: