Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Jumat, 16 Desember 2016

PANGERAN SURYA AKAN BENAR-BENAR MENGUNJUNGI TANAH JAWA (Masyarakat Jakarta Harus Rajin Melakoni 3B)


Sebagaimana sudah berkali-kali saya sampaikan dalam sejumlah artikel saya sebelumnya bahwa saya bukan peramal, bukan paranormal, bukan cenayang, bukan dukun dan sejenisnya.

Saya adalah seorang "mistikus" yang juga seorang "peneliti bilangan". Saya tertarik dengan "Ilmu Bilangan" semenjak saya masih tercatat sebagai mahasiswa Jenjang S1 "Fakultas Teknik Sipil Universitas Brawijaya" (Unibraw), Malang Jawa Timur, sebelum pindah ke Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (Unud) Bali.


Oleh karena itu, sekiranya Anda menemukan sesuatu dalam artikel ini yang bertentangan dengan logika dan nurani Anda, maka hal tersebut terjadi bukan karena "Bunda kita salah mengandung".




Saya menuliskan artikel ini karena terpanggil oleh;

(1). Tanggung-jawab iman,
(2). Tanggung-jawab moral,
(3). Tanggung-jawab cosmis dan
(4). Tanggung-jawab keilmuan (khususnya Ilmu Bilangan).

Siapa pun yang ikut membaca artikel ini usahakan "share" ke rekan-rekan yang tinggal di "Tanah Jawa", khususnya yang tinggal di Kota Jakarta. Karena "Pangeran Surya" akan benar-benar mengunjungi "Tanah Jawa", dan kelihatannya "Kota Jakarta" lah yang paling merasakan dampak dari kunjungan "Pangeran Surya".

Kemarin sore saya bertemu dengan Companheiro KM, membro Jurado Renetil yang juga kader "Partai Demokrat" Timor Leste, yang saat ini sedang melanjutkan studinya di tingkat Doktoral (S3) Program Pascasarjana Unud.

Atas pertemuan itulah, dalam artikel ini saya memiliki alasan kuat untuk harus (wajib hukumnya) melampirkan foto/gambar "tombak PATAKA Kerajaan Majapahit" yang disebut; "Sang Hyang Baruna".

Sang Hyang Baruna yang fotonya ada dalam artikel ini adalah merupakan "benda pusaka" milik "Kerajaan Majapahit" (Wilwatikta) yang saat ini disimpan di Museum New York Amerika Serikat.
Saya tidak tahu kenapa benda pusaka milik Kerajaan Majapahit harus disimpan di Amerika Serikat? Apakah ini adalah bagian dari apa yang disebut; "Simbol interaksi antar budaya peradaban"?

Jika ada pertanyaan; "Apa hubungan tombak PATAKA Sang Hyang Baruna dengan sahabat saya KM?"

Belum saatnya dibahas di sini. Karena tujuan utama dari tulisan ini bukan untuk membahas hal tersebut. Oleh karena itu belum saatnya saya berkisah. Karena orang bijak bilang; "Setiap kisah ada masanya dan setiap masa ada kisahnya".


DI MANA BUMI DIINJAK DI SITU LANGIT DIJUNJUNG

Pesan sentral dari catatan sederhana ini adalah; "Kunjungan Pangeran Surya" di "Tanah Jawa". Dan berdasarkan data yang saya kumpulkan dari siaran "live" 3 stasiun televisi yang ada di Indonesia, saya tiba pada satu kesimpulan bahwa;

"Kunjungan Pangeran Surya di Tanah Jawa akan menimbulkan masalah yang sangat-sangat serius bagi Kota Jakarta dan seluruh isinya. Benar-benar serius. Saya tidak sedang melakoni lelucon kosong atau komedi basi di akhir tahun. Ini benar-benar serius.

Kalau saya "membohongi dunia" (masyarakat yang hidup di Tanah Jawa), sama halnya saya sedang menimbun bara api di atas kepalaku sendiri dan jika waktunya telah genap, maka TUHAN Yang Maha Kuasa akan melemparkan saya ke dalam neraka, di mana apinya tidak pernah padam dan ulatnya tidak pernah mati.

Saya seorang NASRANI asli kelahiran Timor Leste yang telah "26 tahun" hidup di Indonesia", sebuah negeri besar yang sangat indah.

Orang bijak bilang; "Di mana bumi diinjak di situ langit dijunjung". Oleh karena itulah melalui catatan sederhana ini saya berpesan agar masyarakat yang tinggal di Tanah Jawa, khususnya mereka yang tinggal di Kota Jakarta, rajin melakoni 3B (Berdoa, Bertobat & Bertirakat) dimulai saat ini hingga kedatangan Pangeran Surya.

Tujuan melakoni 3B adalah bukan untuk mencegah agar Pangeran Surya tidak boleh mengunjungi Tanah Jawa. Karena kunjungan Pangeran Surya di Tanah Jawa, hukumnya wajib, sebagai "tanda" yang membawa "pesan dari Surga" bahwa;

(1). Pangeran Surya itu benar-benar ada dan bukan utopia belaka.
(2). Pangeran Surya benar-benar "berdarah Majapahit" tepatnya keturunan "Prabu Brawijaya V".
(3). Pangeran Surya itu memiliki banyak tanda di tubuhnya. Salah duanya adalah tanda fisik berupa "tombak PATAKA Sang Hyang Baruna" yang dapat kita lihat secara kasat mata di "telapak tangan kanan" dan di ujung (bagian atas) tombak PATAKA Sang Hyang Baruna ada terukir CAWAN.

Dengan demikian maka tujuan utama melakoni 3B adalah memohon dengan sungguh-sungguh kepada TUHAN Yang Maha Pengasih agar TUHAN Yang Maha Kuasa bersedia melakukan intervensi, sehingga kedatangan Pangeran Surya di Tanah Jawa tidak menimbulkan dampak yang terlalu serius.



KAPAN PANGERAN SURYA MENGUNJUNGI TANAH JAWA?

Anda bisa membacanya melalui lanjutan artikel berseri berjudul; OOH PANGERAN HATI; "Riwayatmu Dulu Kini & Esok".

Artikel tersebut sudah memasuki seri ke-4. Nanti di seri ke-5 akan saya sampaikan "rentang waktu" mengenai kunjungan Pangeran Surya. Saya belum tahu pasti kapan saya akan menerbitkan seri ke-5 artikel tersebut. Masalahnya, saya orangnya "moody-an".

Kalau "mood" (suasana hati) saya lagi baik, saya akan menulis. Kalau "mood" saya lagi jelek saya tidak akan menulis karena menulis dalam keadaan "mood" yang jelek, maka akibatnya pemilihan "dixi" (kosa kata) atau dalam hal merangkai kata, merangkai kalimat, mengartikulasikan ide, menjadi kacau-balau.

Lagian saya menulis tidak dibayar oleh siapa pun. Dengan demikian saya tidak dikejar-kejar oleh kewajiban "dead line".

Saya menggunakan duit pribadi, kalau lagi ada. Kadang "mood" saya bagus sekali untuk menulis, tapi pada saat yang bersamaan, saya tidak memiliki sepeser pun untuk sewa warnet. Maka "mood" yang bagus tersebut akan berlalu tanpa saya menulis apapun. Harap dimaklumi, namanya juga "jobless" (pengangguran).

Anda, khususnya yang tinggal di Jakarta, ikut doakan, semoga dalam waktu dekat saya menemukan "rezeki" untuk menyewa warnet (barang satu dua jam) buat menulis seri ke-5 artikel tersebut di atas guna menyampaikan segala sesuatunya yang berhubungan erat dengan "Kunjungan Pangeran Surya".
Namun yang terpenting poin utamanya sudah saya sampaikan; melalui artikel ini, yaitu, antara lain;

(1). Pangeran Surya dipastikan akan mengunjungi Tanah Jawa

(2). Kunjungan tersebut tidak bisa dibatalkan karena wajib hukumnya harus terjadi.

(3). Kunjungan tersebut sebagai "pesan dari Surga" bahwa Pangeran Surya itu benar-benar ada (bukan utopia/hayalan) dan benar-benar berdarah Majapahit, yang berasal dari garis "Prabu Brawijaya V" serta di telapak tangan kanan Pangeran Surya, TUHAN telah mengukir tanda fisik berupa tombak pusaka milik Kerajaan Majapahit yang dinamakan; "tombak PATAKA Sang Hyang Baruna" dan tepat di bagian atas (puncak) dari tombak PATAKA Sang Hyang Baruna, saya melihat di sana ada tanda fisik yang lain berupa CAWAN yang sangat jelas dan saking jelasnya, asal Anda tidak buta, Anda akan melihatnya tanpa membutuhkan alat pembesar (mikroskop).

(4). Untuk itu masyarakat yang hidup di Tanah Jawa, khususnya yang tinggal di Kota Jakarta harus rajin melakoni 3B.

Jika TUHAN sudah mulai murka
Maka bumi goncang-ganjing
Langit bergetar
Akhirnya Cawan Majapahit harus tumpah
Untuk membasahi Tanah Nusantara.

=============================================
Eyang Hippocrates (Bapak Kedokteran) asal Yunani berkata;

"Hidup itu pendek, seni itu awet. Eksperimen itu berbahaya, sedangkan penalaran adalah sukar. Oleh karena itu, yang paling perlu diperbuat manusia adalah melakukan sesuatu yang sungguh-sungguh diyakini sebagai hal yang benar".
============================================

Semoga catatan ini bermanfaat. Salam "Dua Hati" dari "Bukit Sulaiman".

TUHAN YESUS memberkati,
Bunda Maria merestui,
Santo Yosef melindungki kita semua (hitam & putih). Amin.

Tidak ada komentar: