Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Sabtu, 31 Desember 2016

JAWABAN TUHAN TERHADAP PERTANYAAN PAUS



Tanggal 30 September 2012, saya menerbitkan sebuah artikel di laman Face Book saya (Antoninho Benjamim Monteiro).

Artikel tersebut masih ada di sana. Jika Anda mau membacanya kembali, klik saja edisi 30 September 2012.

Dalam artikel tersebut saya menyatakan bahwa "Paus baru" akan muncul di tahun 2013. Begitu artikel tersebut diterbitkan, saya benar-benar menuai "badai". Saya di-bully (dicaci-maki) habis-habisan. Bulu kudukku merinding membaca caci-maki haters.

Hujatan yang paling ringan berkata begini;

"Kamu itu siapa? Kamu pikir kamu itu Tuhan sehingga tahu kapan paus baru akan muncul? Dasar orang gila".

Dalam hati saya cuma bisa bergumam; "Saya memang bukan TUHAN. Tapi kalau TUHAN bermurah hati untuk berbagi rahasia itu kepada "orang gila", emangnya tidak boleh?"


Sejumlah sahabat menyarankan agar saya hapus saja segala caci maki tersebut, karena sangat mengganggu kalau dibiarkan di sana.

Akhirnya saya menuruti saran para sahabat, menghapus segala macam bentuk caci-maki terebut.
Dan ternyata apa yang terjadi? Tanggal 11 Februari 2013, tiba-tiba saja Otoritas Takhta Suci Vatican, secara resmi mengumumkan rencana pengunduran Bapa Suci Paus Benedictus XVI. Dunia terhenyak atas berita tersebut.

Dan akhirnya tanggal 28 Februari 2013, secara resmi Paus ke-8 dari Jerman itu benar-benar mengundurkan diri. 

Banyak yang mengirimkan inbox dan berkomentar; "Rama Cristo, anda benar-benar peramal hebat".
Saya membalas semua inbox tersebut dengan mengatakan;

Saya bukan peramal, bukan paranormal, bukan cenayang, bukan dukun, dan sejenisnya. Saya seorang "mistikus" yang sedang bersakasi mengenai "Firman TUHAN".

Jika Pembaca menyimak baik-baik artikel edisi 30 September 2012, maka di sana ada dua isu sentral yang sedang saya angkat, yang berkaitan erat dengan pengunduran Paus Benedictus XVI.
Kedua isu tersebut adalah;

Pertama;

Saya sedang bersaksi mengenai Firman TUHAN, yang telah TUHAN perlihatkan kepadaku, pada Minggu dini hari, 20 Februari 1994 ketika saya berada di Bukit Sio(n) Gunung Ramelau Timor-Timur.

Saat itu saya melihat sebuah barisan yang saya namakan "Barisan Para Paus". Dalam barisan tersebut, saya melihat Paus Yohanes Paulus II berdiri di ujung barisan paling timur.

Kemudian langit tebruka dan tampaklah "Takhta TUHAN", yang sangat megah yang sulit saya lukiskan dengan kata-kata (bahasa manusia). Dan dari balik Takhta TUHAN, muncul lah sebuah "lengan raksasa" yang mengacung tinggi ke atas. Kemudian terdengarlah suara TUHAN yang berbicara bagaikan desau air bah.


Dari sini lah saya tahu kalau Paus Baru akan muncul di tahun 2013. Kalau TUHAN tidak memperlihatkan rahasia tersebut, maka tidak mungkinlah orang awam semacam saya tahu "tahun kemunculan Paus baru".

Jadi poinnya adalah; "saya bukan peramal, bukan paranormal, bukan cenayang atau dukun, apalagi dukun cabul". Melainkan ini adalah saya seorang "mistikus".

Kedua;

Jika Anda baca baik-baik redaksional artikel edisi 30 September 2012, maka di sana terlihat bahwa saya sedang "membangsun sebuah dalil". Dan dalil tersebut berkaitan erat dengan dua isu di bawah ini;

(a). JANJI TUHAN mengenai siapa yang harus duduk di atas TAKHTA DAUD
(b). Dan hubungannya dengan rumusan (redaksional) Konsili Nicea pertama yang berlangsung tahun 325 (1691 tahun lalu).
==========================================

Dua poin di atas hendaknya menjadi "titik sorot" (sekaligus bahan renungan), jika kita mau membahas semua hal yang berhubungan dengan "pengunduran diri" Paus Benedictus XVI.


MENGENAI KEDATANGAN AIR LAUT (TSUNAMI)

Selain TUHAN berbicara mengenai "kemunculan Paus Baru" di tahun 2013, ada satu isu penting yang juga saat itu (Minggu, 20 Februari 1994), diperlihatkan TUHAN, yaitu; sebuah "bencana raksasa" yang terlihat sangat mengerikan.

Setelah TUHAN memperlihatkan bencana raksasa tersebut, Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II bertanya kepada TUHAN; "Kapan bencana besar tersebut akan terjadi?"

Saat itu saya melihat, TUHAN tidak menjawab pertanyaan Bapa Suci Yohanes Paus Yohanes Paulus II dengan menyebutkan "tahun sebagai dimensi waktu".

Melainkan TUHAN menjawab pertanyaan Paus ke-264 itu dengan sebuah kalimat dalam Bahasa Tetun (bahasa nasional Timor Leste), di mana, kalimat ini terdiri dari "6 kata" dna kata terakhir adalah "4" (empat), yang dalam Bahasa Tetun berbunyi; "HAAT".

Jika kalimat ini kita konversikan ke dalam bilangan dengan menggunakan sistim konversi "Latin Gematria", maka hasil konversi akan memunculkan bilangan "153".

Bilangan 153 ini menarik perhatian saya, karena selain berhubungan dengan "mujizat TUHAN YESUS di Pantai Danau Tiberias ketika yang memunculkan 153 ikan besar (Yohanes; 21: 1-14) juga bilangan "153" ini adalah hasil penjumlahan dari angka 1 sampai 17.

Coba Anda menghitung dari angka 1 hingga 17. Hasilnya pasti "153" (1+2+3+4+5+6+7+8+9+10+11+12+13+14+15+16+17 = 153).

Jika angka 1 kita anggap sebagai simbol yang mewakili tahun 2001, maka angka 17 kita anggap sebagai simbol yang mewakili tahun 2017. Oleh karena itu hati-hatilah di tahun 2017.

Dan yang harus saya sampaikan adalah bahwa;

"TUHAN memulai dan mengakhiri Sabda-Nya dengan mengucapkan kalimat yang sama, yang menghasilkan bilangan "153" tersebut di atas. Berarti TUHAN mengucapkan kalimat (153) tersebut sebanyak 2X.


TUHAN MEMPERLIHATKAN TELAPAK TANGAN KANAN-NYA

Ada satu hal yang sangat misteri dan juga menurutku sangat aneh. Saat itu, TUHAN menjawab pertanyaan Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II, sambil mengucapkan kalimat (153) di atas, sambil memperlihatkan TELAPAK TANGAN KANAN-NYA, kemudian mengakhiri semuanya dengan "memberkati sebuah BATU, yang dinamakan sebagai "BATU REFERENDUM".

Nah, ketika TUHAN memperlihatkan TELAPAK TANGAN KANAN-NYA, saya melihat sejumlah "tanda ajaib di sana".

Ternyata "tanda-tanda ajaib" yang ada di TELAPAK TANGAN KANAN TUHAN inilah yang di kemudian hari, ketika KRISTUS menampakkan Diri-Nya kepadaku, tanggal 7 Juli 1996, TUHAN meletakkan tanda-tanda ajaib tersebut di "telapak tangan kanan" tokoh misteri yang bergelar; "PANGERAN SURYA".

MELAKONI 3B AGAR TUHAN MEREDUKSI HUKUMAN-NYA

Satu hal yang harus kita sadari adalah bahwa TUHAN itu sangat amat "Maha PENGASIH" dan Maha PENGAMPUN.

TUHAN tidak asal menjatuhkan hukuman atas manusia, apalagi menjatuhkan hukuman berat untuk sebuah bangsa yang kecil dan miskin seperti Timor Leste.

Berdasarkan "pesan Suster M.G" dari Api Penyucian, sebagaimana tertulis dalam buku berbahasa Inggris berjudul; AN UNPUBLISHED MANUSCRIP ON PURGATORY, halaman 34, sebagaimana saya kutip di bawah, bahwa jika TUHAN berencana (merancang) hukuman untuk menghukum sebuah bangsa, atau menghukum sebuah Kerajaan, atau menghukum sebuah Propinsi atau TUHAN merancang hukuman untuk menghukum seseorang secara pribadi, maka sebelum TUHAN benar-benar memutuskan untuk "mengeksekusi" hukuman-Nya, TUHAN akan terlebih dahulu memberikan sejumlah tanda (kejadian) sebagai peringatan.

Atau TUHAN akan menginspirasi (memberikan pengetahuan) kepada orang-orang tertentu, agar orang-orang yang mendapat inspirasi (pengetahuan) dari TUHAN, berkewajiban mengingatkan fihak-fihak yang lain.

Agar dengan demikian, jika manusia mau melakukan usaha-usaha tertentu, termasuk mau bertobat atau melakukan apa saja untuk meredakan "murka TUHAN".

Dengan demikian TUHAN mungkin akan mereduksi hukuman tersebut atau bahkan mungkin "menundanya". Karena TUHAN itu sangat Maha KASIH. DIA hanya mau benar-benar menghukum manusia, jika manusia tegar tengkuk dan congkak hati, tidak mau bertobat atau jika perilaku manusia sudah benar-benar melampaui ambang batas kepatutan.

Anda bisa membaca teks dalam Bahasa Inggris berikut;

Does not God Himself sometimes seem to change the order of His plans? For example, it may happen that God wishes to chastise a kingdom, a province or person. That is the intention He seems to manifest. But by prayers or other means taken by that country, province or person to disarm God's anger, He may grant full forgiveness or a partial remission of His designs according to His infinite wisdom. Often He also allows events to be foretold, or He gives knowledge of them to some soul so that they may warn others and appease His vengeance. His mercy is so great that He only punishes in the last extremity.
=========================================

BELANDA MASIH JAUH

Tadi dalam artikel berjudul; TAUR MATAN RUAK TINGGAL MEMILIH DI ANTARA TAPAK KAKI SULAIMAN ATAU BANGSA TERKUTUK (seri ke-9/seri penghabisan), saya menuliskan frasa; BELANDA MASIH JAUH.

Yang saya maksudkan adalah;  "Kalau pun TUHAN memutuskan untuk mendatangkan AIR LAUT (TSUNAMI) di Kota Dili di tahun 2017, maka hal itu akan terjadi setelah Presiden Taur Matan Ruak secara resmi menyerahkan kekuasaan kepada suksesornya (Presiden Timor Leste ke-6).

Untuk itu, santai saja dulu. Jangan takut. Karena Belanda masih jauh. Rajin-rajinlah melakoni 3B (Berdoa, Bertobat & Bertirakat).


Semoga catatan ini bermanfaat.

Salam "Dua Hati" dari "Bukit Sulaiman".

SELAMAT TAHUN BARU 2017 untuk semuanya. Semoga Tahun Baru 2017 membawa banyak berkah untuk kita semua. Amin.

TUHAN YESUS memberkati,
Bunda Maria merestui,
Santo Yosef melindungi kita semua (hitam & putih). Amin.

Tidak ada komentar: