Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Sabtu, 17 Desember 2016

INDONESIA AKAN MENGHADAPI LAGA YANG AMAT BERAT (Timnas Garuda Membutuhkan Doa Yang Membawa Keberuntungan)


Banyak sahabat yang menanyakan hasil laga final AFF; Indonesia vs Kerajaan Thailand di Stadion Rajamangala Thailand sebentar lagi.

Saya ingin sekali meminta maaf karena saya tidak bisa lagi menyuguhkan tulisan-tulisan mengenai hasil-hasil sejumlah laga besar akhir-akhir ini. Termasuk laga final AFF Indonesia vs Kerajaan Thailand.

Sebagaimana sudah beberapa kali saya sampaikan sebelumnya bahwa saya;
bukan peramal,
bukan paranormal,
bukan cenayang,
bukan dukun dan sejenisnya.

Termasuk bukan dukun untuk maramal laga-laga krusial dalam event-event sepak bola. Penggunaan "event" sepak bola sebagai "media kesaksian" untuk menyampaikan FIRMAN TUHAN, sudah berakhir setelah Euro Cup di Perancis.

Sebagaimana sudah saya tulis dalam sejumlah artikel sebelumnya bahwa hasil laga Euro Cup 2016 di Perancis di mana Portugal keluar sebagai juara adalah untuk "menggugurkan thesis Keturunan Matanya".

Artinya kalau pun suatu saat Timor Leste berubah dari "negara republik" menjadi "negara monarki", yang akan menjadi raja adalah tetap dari "Keturunan Daud" namun bukan berasal dari "Keturunan Matanya". Matanya adalah "raja terakhir" "Kerajaan Yehuda".

Kepada sahabat-sahabat yang mengikuti artikel-artikel saya, sebelum, selama dan setelah berlangsungnya Euro Cup 2016 di Perancis, yang saat ini "menuntut" agar saya harus memenuhi janji saya untuk menunjukkan (memperlihatkan) halaman "484" Kitab Suci berbahasa Indonesia, di mana katanya ada tertulis "dua kata" (dua frasa) berbahasa Portugis, yang saya jadikan sebagai "referensi" untuk menuliskan artikel edisi 9 & 10 Mei 2015 mengenai Euro Cup, saya akan berusaha memenuhi janji saya untuk menunjukkan halaman tersebut beberapa hari ke depan.

Karena saya memang tidak sedang berbohong. Tidak ada gunanya melakukan hal itu. Artinya benar-benar bahwa di halaman 484 Kitab Suci berbahasa Indoensia yang saya miliki, memang benar-benar ada "dua kata" (dua frasa) berbahasa Portugis. Sementara semua frasa (kata) yang lain berbahasa Indonesia.

Salah satu frasa atau kata Portugis ini, sering sekali disebut oleh komentator bola sepanjang berlangsungnya Piala AFF 2016 , termasuk nanti, di leg II, Indonesia vs Thailand, frasa ini akan sering disebut.

Nah, berangkat dari "dua frasa" berbahasa Portugis yang tercetak di halaman 484 Kitab Suci itulah, saya gunakan sebagai "referensi induk" untuk melakukan "FALSIFIKASI" (menggugurkan Thesis Keturunan Matanya) di Euro Cup 2016 di Perancis.

Dan buktinya, dua frasa tersebut telah membawa Portugal akhirnya keluar sebagai juara. Itu artinya Kitab Suci (Alkitab) tidak pernah salah mencatat FIRMAN TUHAN.

Saya berjanji, setelah laga final leg II AFF 2016 berakhir, terlepas dari Indonesia juara atau tidak, saya akan harus berusaha untuk memperlihatkan "dua frasa" yang tertulis di halaman 484 yang sering saya sebut sebagai halaman "dokter muda".

Saya akan mem-foto-copy halaman tersebut untuk dipublikasikan di laman ini. Agar dengan demikian rekan-rekan semuanya tidak menganggap saya telah melakukan "kebohongan publik".

INDONESIA AKAN MENGHADAPI LAGA YANG AMAT BERAT

Sebentar lagi laga final AFF akan segera dimulai. Dan menurutku, Indonesia akan melakoni sebuah laga yang amat berat.

Walau hanya butuh hasil seri untuk mencatat sejarah baru, namun bermain di kandang lawan yang memiliki kualitas satu tingkat di atas Indonesia, ditambah dengan tidak mainnya gelandang lincah, Andik Vermansyah yang cedera ACL, ini akan menyebabkan Indonesia mengalami kesulitan besar untuk mengalahkan Thailand.

Zulham yang menggantikan Andik Vermansyah dan bermain sekitar 70-an menit di final leg I, berdasarkan data statistik, hanya sempat melakukan satu kali crossing. Ini benar-benar miris.

Bahkan, jika Anda amati baik-baik, di leg I, Zulham sering sekali melakukan kesalahan-kesalahan elementer. Passing-passingnya sering keliru. Bahkan menurut pengamatanku, Zulham paling banyak melakukan kesalahan (salah passing) dibanding pemain lain.

Saya berharap Coach Alfred Riedel masih memiliki stock untuk mengganti Zulham di final leg II nanti.

Skema permainan Thailand dan Indonesia, terlihat dengan jelas bahwa Thailand bermain lebih skematis (bermain dengan pola yang lebih baik) dibanding Indonesia.

Data statistik menunjukkan bahwa passing-passing Thailand, tingkat keakurasian di atas 75%, sementara Indonesia berada di bawahnya.

Namun walau demikian, Indoensia memiliki peluang besar untuk menjuarai AFF kali ini, karena Indoensia sedang berada dalam trend positif. Dan semoga semangat membara Timnas Garuda membawa hasil yang menggembirakan seluruh rakyat Indonesia.

Untuk itu sebaiknya rakyat Indonesia berdoa dengan tulus dan sungguh-sungguh, agar dengan demikian Timnas Garuda mendapatkan keberuntungan untuk mengalahkan Thailand dan mencatat sejarah baru di "event" AFF 2016.


Hidup Timnas Garuda. Hidup Indonesia...!!!!

Tidak ada komentar: