Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Jumat, 02 Desember 2016

ANJING DARI TIMOR LESTE IKUT "MEMBERIKAN KOMENTAR" DALAM ACARA SIARAN LANGSUNG D'AKADEMI ASIA 2


"Apakah Ini Adalah Pertanda Bahwa Antara Dili Dan Atau Jakarta Akan Harus Tenggelam Suatu Saat????"
Tadi malam ada kejadian "unik & lucu", kalau tidak dibilang "aneh", di mana tiba-tiba ada "anjing Timor Leste" yang menggonggong dengan suara yang keras sekali melalui siaran live (siaran langsung) "D'Akademi Asia 2".
Sepanjang kehidupan saya, selama saya menyaksikan acara siaran langsung melalui saluran televisi, entah itu siaran langsung olahraga (lebih sering bola kaki), siaran lansgung konser musik atau apapun itu, termasuk siaran langsung "D'Akademi Asia 2", untuk pertama kalinya saya menyaksikan (mendengar) "anjing ikut "memberikan komentar" (menggonggong secara langsung) di televisi. Tentunya ini tidak ada dalam "script".
Jika Anda yang membaca catatan ini ikut menyaksikan siaran langsung "D'Akademi Asia 2" tadi malam, saat juri dari Timor Leste (biasa dipanggil dengan nama; Pai Zé), akan memulai memberikan komentarnya, tiba-tiba saja ada anjing yang menggonggong dengan suara yang keras sekali.
Sampai-sampai orang-orang di Studio 5 Indosiar, entah itu penonton, komentator maupun host, kaget dan kemudian tertawa terkekeh-kekeh (lebih tepatnya mentertawakan Pai Zé & anjing kesayangannya), di mana terlihat (melalui skype) seakan-akan Pai Zé dan anjing kesayangannya berebutan untuk memberikan komentar.
Melalui skype, saya melihat Pai Zé kelabakan dan mencoba menenangkan anjing kesayangannya yang tidak terlihat di televisi yang menggonggong beberapa kali, walau Pai Zé sudah berusaha keras mencegahnya, namun lagi-lagi anjing itu kembali menggonggong, seakan-akan dia ingin berkata; "Saya juga berhak untuk ikut memberikan komentar".
APAKAH KARENA BERLAKUNYA TEORI CO-INSIDENSI?
Ketika kejadian unik tersebut terjadi, saya mencoba melirik jam di HP saya. Ternyata sudah hampir jam satu lewat WITA (Waktu Indonesia Bagian Tengah). Itu artinya di Timor Leste sudah memasuki jam dua dini hari.
Saya sebenarnya tidak akan menuliskan catatan ini. Namun saya harus menuliskannya karena sekitar 7 jam sebelum kejadian unik tersebut, saya telah menerbitkan seri ketiga artikel berjudul; PD DI DADAKU TAPI SUPERMI & NASI BUNGKUS DI PERUTKU.
Dan dalam artikel tersebut saya mengangkat isu sentral mengenai "ANJING" dan hubungannya dengan misteri keberadaan; "THE SEAL OF SOLOMON (CAP SULAIMAN).
Maka ketika mendengar anjing Timor Leste menggonggong melalui event akbar D'Akademi Asia 2, gema dari kejadian unik tersebut, seakan-akan anjing kesayangan Pai Zé ingin menyampaikan 3 pesan berikut ini;
(1). Jakarta dan atau Dili, salah satunya atau bahkan dua-duanya, suatu saat, cepat atau lambat akan harus tenggelam oleh berbagai sebab, entah bencana alam atau bahkan bom nuklir.
(2). Keberadaan CAP SULAIMAN bukan sebuah lelucon belaka. Karena tanpa menemukan CAP SULAIMAN, di masa depan, Timor Leste akan benar-benar memasuki masa-masa sangat suram.
(3). Anjing kesayangan Pai Zé seakan-akan 7 jam sebelumnya telah ikut membaca artikel saya dan kemudian memanfaatkan siaran langsung "D'Akademi Asia 2" untuk mewanti-wanti (memberian peringatan) kepadaku begini;
"Hooeee..Rama Cristo...!!! Aku baru saja selesai membaca artikelmu yang diterbitkan 7 jam lalu yang membahas mengenai diriku. Dan aku tahu kamu lagi menyeksikan acara ini. Saranku; sebaiknya kamu jangan dulu keburu pulang ke Dili. Karena sebentar lagi akan memasuki tahun 2017 dan Kota Dili akan benar-benar tenggelam oleh AIR LAUT, sebab ALLAH telah benar-benar MURKA akan "ketegaran tengkuk dan kecongkakan hati manusia Timor Leste" yang meremehkan kesaksian kamu".
Orang bijak berkata; "Tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini. Setiap kejadian niscaya memiliki alasannya masing-masing".
Maka pertanyaannya kini adalah;
"Apakah kejadian; ANJING TIMOR LESTE MENGGONGGONG MELALUI SIRAN LANGSUNG D'AKADEMI ASIA 2 yang terjadi hanya berselang sekitar 7 jam setelah saya menerbitkan artikel yang membahas isu sentral mengenai ANJING, apakah ini harus terjadi karena berlakunya "teori co-insidensi? (teori kebetulan?").
Atau pertanyaan di atas dapat dibuat terbalik begini;
"Seandainya saja 7 jam sebelumnya saya tidak menerbitkan artikel yang isu sentralnya membahas mengenai ANJING, apakah akan ada ANJING yang menggonggong di Indosiar? Padahal sebelumnya, tiap kali Pai Zé memberikan komentar, tidak ada ANJING yang menggonggong? Tapi kenapa semalam tiba-tiba saja ANJING itu harus muncul dan menggonggong???"
Hanya TUHAN Yang Maha mengetahui segala rahasia.
Saran saya, rakyat Timor Leste secara umum, dan terutama para Pendiri RENETIL & Kalangan Partai Demokrat secara khusus, sebaiknya merenungkan "pesanku" dalam artikel; "PD DI DADAKU TAPI SUPERMI & NASI BUNGKUS DI PERUTKU", khususnya seri ketiga yang diterbitkan hanya berselang sekitar 7 jam sebelum anjing kesayangan Pai Zé ikut "memberikan komentarnya" di "event" akbar "D'Akademi Asia 2" yang disiarkan secara "live" melalui Indosiar.
Kali-kali aja "roh anjing gaib" yang dikirim "Santo Yosef" untuk mengantarkan saya ke Bukit Sio(n), pada bulan Februari 1994, yang telah "merasuki" anjing kesayangan Pai Zé, agar harus berteriak melalui siaran langsung Indosiar, guna mengingatkan semua orang bahwa "bahaya besar" sedang mengintai.
Semoga catatan ini bermanfaat. Salam "Dua Hati" dari "Bukit Sulaiman".
TUHAN YESUS memberkati,
Bunda Maria merestui,
Santo Yosef melindungi kita semua (hitam & putih). Amin.

Tidak ada komentar: