Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Kamis, 10 November 2016

HARUSKAH KEMENANGAN "TSUNAMI" ATAS HILLARY MENGGUGURKAN THESIS SAYA? (Timor Leste Tidak Akan Pernah Jadi Negara Protektorat Amerika)


Dengan asumsi bahwa kemenangan "Tsunami" (baca: Trump) atas Hillary Clinton dalam pemilihan presiden Amerika benar-benar mencerminkan "rancangan ALLAH", bukan sekedar rancangan manusia, termasuk bukan karena ulah ribuan hackers Rusia, maka dengan sendirinya, thesis yang sebelumnya saya sampaikan melalui artikel berseri berjudul; TEATRUM GLORIAM DEI, "gugur total". Benar-benar gugur total karena Hillary Clinton telah dikalahkan "Tsunami".



Gugur total artinya, di masa depan, hingga dunia ini kiamat, Timor Leste tidak akan  pernah menjadi "negara protektorat Amerika".

Sebagai negara kecil, mungkin hubungan Timor Leste dengan Amerika Serikat hanya berada pada level; "sekedar sahabat" yang saling memahami, namun sekali lagi; Timor Leste tidak akan pernah menjadi negara protektorat Amerika hingga dunia ini kiamat.

Ini adalah salah satu (namun bukan satu-satunya) "pesan sentral" yang ada di balik kemenangan "Tsunami" atas Hillary Clinton.

Pertanyaannya; "Mengapa Timor Leste tidak bisa menjadi negara protektorat Amerika?"

Ada tiga alasan (kemungkinan), yaitu;

(1). ALLAH tidak mentakdirkan Timor Leste untuk menjadi negara protektorat Amerika.
(2). Amerika Serikat, walau negara adi daya, namun tanahnya bukanlah "Tanah Terjanji".
(3). Amerika Serikat akan benar-benar runtuh sebagai negara adi daya di masa depan.

Tidak ada yang abadi di dunia ini. Demikian juga dengan kedigdayaan Amerika. Maka jika suatu saat Amerika benar-benar runtuh, bagaimana mungkin Amerika akan memiliki kemampuan untuk melindungi Timor Leste?


Sekali lagi, dengan mengasumsikan bahwa kemenangan "Tsunami" atas Hillary benar-benar mencerminkan "kehendak ALLAH", maka kesimpulan utama dari artikel ini adalah;

"Kemenangan 'Tsunami' atas Hillary untuk "menggugurkan thesis" saya yang sebelumnya menyatakan bahwa di masa depan Timor Leste akan menjadi negara protektorat Amerika".

Semoga catatan ini bermanfaat. Salam "Dua Hati" dari "Bukit Sulaiman".


TUHAN YESUS memberkati,
Bunda Maria merestui,
Santo Yosef melindungi kita semua (hitam & putih). Amin.


Catatan Kaki;

Saya sengaja mensubstitusikan nama "Trump" menjadi "Tsunami" karena jika nama "Trump" dikonversikan ke dalam bilangan berdasarkan sistim konversi "Gematria Yahudi", maka keduanya, baik frasa "Trump" maupun "Tsunami", akan sama-sama menghasilkan bilangan "470".

TRUMP; T=100, R=80, U=200, M=30, P=60.
Total; 100 + 80 + 200 + 30 + 60 = 470.

TSUNAMI; T=100, S=90, U= 200, N=40, A=1, M=30, I= 9
Total; 100 + 90 + 200 + 40 + 1 + 30 + 9 = 470.

Dengan demikian; TRUMP = TSUNAMI = 470

Apakah dengan demikian munculnya TSUNAMI sebagai presiden Amerika, adalah sebagai pertanda dari ALLAH dan alam, bahwa TSUNAMI akan benar-benar membawa AIR LAUT mengunjungi sebuah kota di tahun -tahun mendatang? Hanya TUHAN Yang Mahatahu. 




Tidak ada komentar: