Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Selasa, 08 November 2016

TEATRUM GLORIAM DEI & KEMUNCULAN HILLARY RODHAM CLINTON SEBAGAI PRESIDEN USA KE-45 (bagian; 6)

"Bilangan tidak pernah membohongi manusia. Suatu saat, Timor Leste akan menjadi "Negara Protektorat Amerika"

Man purpose God dispose. Homo proponit sed Deus disponit. Manusia merencanakan, namun TUHAN lah yang menentukan.
Rencananya, hari ini, 8 Oktober 2016, sejatinya saya akan menerbitkan seri kedua artikel; OOH PANGERAN HATI; "Riwayatmu Dulu Kini & Esok", untuk menjelaskan "misteri" di balik bilangan 380.
Namun tadi, ada kejadian sedikit aneh. Saat saya tertidur sebentar, Kakek Misterius yang selalu muncul dalam mimpiku (kemunculan terakhir, 16 Mei 2016 lalu), kembali muncul dalam mimpiku, dan meminta saya untuk harus menuliskan isu krusial KRYGMA DALAM CINCIN MATAHARI YANG GAIB, di seri ke-6 ini, dengan alasan; hanya tinggal beberapa jam lagi, Pemilihan Presiden Amerika Serikat akan segera berlangsung.
Dengan demikian maka seri kedua artikel; OOH PANGERAN HATI ditunda dan baru akan diterbitkan besok (9 November 2016). Dan sebagai gantinya, saya harus lebih dulu menerbitkan seri ke-6 artikel ini, sebelum Pemilihan Presiden benar-benar berlangsung.
"Jika Anda pergi ke Jogja (dan menyempatkan diri naik delman), maka lazimnya Anda akan menyaksikan kudalah yang seharusnya berada di depan untuk menarik delman yang di dalamnya ada manusia (semoga itu Anda). Bukan sebaliknya, delman yang berada di depan untuk menarik kuda yang di atas punggungnya ada manusia" (semoga itu bukan Anda).
Mudah-mudahan Anda mengerti maksud analog di atas. Kalau Anda tidak mengerti, jangan tanya saya. Soalnya jujur saja, saya hanya "astul" (asal tulis) doank.
Ini serius. Bukannya sedang bercanda. Karena analog tersebut di atas bukan ide saya, melainkan ide (wejangan) Prof. Dr. Lucas Da Costa,SE,MSi (Rektor Unpaz), yang dalam foto terlampir, sedang naik delman di Jogja (19 Februari 2015) bertama "Lucas,Jr"/keduanya, ayah-anak ini, saat ini sedang berada di Jerman).
Prof. Lucas memberikan wejangan tersebut, saat saya mengunjungi Beliau ketika Beliau masih tinggal di Perumahan Babatan Pilang Wuiyung Surabaya, 27 Februari 1998.
Saat itu Beliau baru saja dibebaskan dari "penjara tersembunyi" tanggal 14 Januari 1998, karena dikira ikut terlibat dalam kejadian "bom di Semarang", setelah ditangkap (diciduk) pada 23 Desember 1997 di Surabaya, saat Beliau mengendarai mobilnya dalam perjalanan ke Kampus. Ternyata Beliau tidak terbukti terlibat, makanya dibebaskan, tapi sayangnya mobil Beliau raib.

KRYGMA DALAM CINCIN MATAHARI YANG GAIB
Hari Selasa, 21 November 2006 (10 tahun lalu), saya pergi ke Airport Internasional Ngurah Rai Bali, mengantarkan 4 exemplar makalah. Makalah tersebut setebal "77 halaman" yang terdiri dari 7 bab (semuanya serba 7). Judulnya adalah; KRYGMA DALAM CINCIN MATAHARI YANG GAIB.
Frasa KRYGMA ini diadopsi dari Bahasa Yunani, yaitu KERYGMA, yang artinya; "tindakan mewartakan" atau "pesan yang diwartakan", yakni; Pesan dasar yang menyatakan tindakan ALLAH yang menawarakan dan melaksanakan karya penyelamatan dalam wafat dan kebangkitan YESUS (Roma; 16:25, Korintus 1:21, 15:3-5). Dikutip dari sebuah buku yang diutlis oleh dua orang Romo Jesuit, yaitu buku berjudul; A CONCISE DICTIONARY OF THEOLOGY, karya; Gerald O'Collins,SJ, dan Edward G. Farrugia,SJ, halaman 140.
ALLAH menawarkan keselamatan melalui tindakan-Nya yang penuh misteri. Sementara manusia boleh memilih, menerima tawaran keselamatan dari ALLAH atau menolak tawaran-Nya.
Jika menolak tawaran keselamatan ALLAH dan masuk Neraka, itu bukan "takdir ALLAH", melainkan "pilihan" berdasarkan "kodrat kehendak bebas manusia".
Jadi poinnya; "masuk Surga itu takdir ALLAH". Masuk Neraka itu "pilihan manusia" karena "memanfaatkan kodrat kehendak bebasnya".
Untuk itu kalau Anda dan saya harus masuk Neraka suatu saat, kita jangan menyalahkan ALLAH. Salah kita sendiri. Siapa suruh menolak tawaran keselamatan dari ALLAH.
Bukankah orang bijak bilang;
"Melakukan dosa yang pertama, itu khilaf namanya dan ALLAH mengampuni. Tapi melakukan dosa yang sama untuk yang kedua kali, ketiga kali dan seterusnya, itu sih bukan lagi khilaf, itu namanya pilihan bebas".
Maka masuk Neraka adalah "pilihan bebas manusia", bukan "takdir ALLAH". Karena ALLAH tidak pernah menghendaki satu manusiapun masuk Neraka.

BERTEMU BAPAK CRISTINO GUSMAO DI AIRPORT
Saat mengantarkan makalah tersebut tiba di Airport, saya bertemu Bapak Crisntino Gusmao, asal Maliana/Bobonaro.
Hari itu, Beliau seharusnya berangkat ke Jepang, namun karena Ibundanya meninggal mendadak, Beliau tidak ikut dalam rombongan Parlamen Nasional Timor Leste yang melakukan "kunker" ke Jepang, Beliau harus balik ke Timor Leste.
Kepada Beliaulah saya menitipkan 4 makalah tersebut. Kepada Beliau, saya berpesan, agar salah satu exemplar makalah tersebut diberikan kepada kalangan "Partai Demokrat". Saat itu, saya secara khusus menyebutkan nama salah satu tokoh senior, "Pendiri Partai Demokrat", yaitu Prof. Dr. Lucas Da Costa,SE,MSi.

MISTERI BILANGAN 666 & 888 DI HALAMAN 17
Di halaman 17 makalah tersebut, saya menuliskan dua bilangan triple, yaitu; "666 & 888". Begitu makalah tersebut tiba di Dili dan beredar di kalangan Partai Demokrat, mereka menanyakan;
"Mengapa di halaman 17 ada bilangan triple; 666 & 888?"
Saat itu saya asbun (asal bunyi) menjawab sekenanya saja;
"Mungkin nantinya, di Pilpres tahun mendatang (2007), jumlah kandidatnya ada "8 orang". Dan dua kandidat yang mendapatkan nomor urut "6" dan "8", kedua-duanya akan sama-sama disebut; "Mister President".
Banyak kalangan Partai Demokrat (kecuali Maun Buras Martins) tidak percaya Capresnya akan mencapai 8 orang. Paling-paling ya 3 atau 4 orang". Apalagi dalam makalah tersebut, saya sengaja mencantumkan nama "Ibu Lucia Lobato,SH,M.Hum.
Ketika itu saya ditanya; "Kenapa dalam makalah itu anda mencantumkan juga nama Ibu Lucia?" Saya bilang saja apa adanya; "Nanti Ibu Lucia juga akan menjadi salah satu Capres".
Mereka malah lebih tidak percaya lagi kalau Ibu Lucia Lobato, yang saat itu merupakan kader PSD (Partido Sosial Democratico), akan muncul sebagai salah satu Capres.
Ternyata apa yang terjadi? Setahun kemudian, jumlah Capres benar-benar mencapai 8 orang. Salah satunya adalah Ibu Lucia Lobato (alumnus Pascasarjana Hukum Universitas Airlangga).
Dan tanggal 1 Maret 2007, Maun Buras Martins kirim SMS ke saya dan mengabarkan bahwa nomor urut telah ditarik, dan terjadi fakta yang mengejutkan. Ternyata nomor urut "6" ditempati oleh Capres; Jose Manuel Ramos Horta" dan nomor urut "8", ditempati oleh Saudoso Fernando La Sama de Araujo.
Di kemudian hari, kedua Capres yang mendapatkan nomor urut "6" dan "8", sama-sama menyandang status sebagai "Mr. President".
Nomor urut "6" (Ramos Horta) menjadi "Presiden Republik". Sementara nomor urut "8" (La Sama), menjadi "Presiden Parlamen Nasional".
Di kemudian hari, ketika terjadi tragedi berdarah 11 Februari 2008, Presiden Ramos Horta terluka parah dan harus diterbangkan ke Royal Hospital Darwin Australia untuk menjalani perawatan.
Dan saat itu, Almarhum Fernando La Sama de Araujo, harus mengambil alih dan merangkap jabatan sebagai Presiden Parlamen sekaligus sebagai Presiden Republik. Karena secara normatif, Konstitusi Timor Leste mengatur demikian.
Nah, dengan demikian bukankah kedua angka triple (666 & 888) yang setahun sebelumnya telah saya tuliskan di halaman 17 makalah KRYGMA DALAM CINCIN MATAHARI YANG GAIB, benar-benar tergenapi di kemudian hari?
Ingat...! Bilangan tidak pernah bisa membohongi manusia.
MENGAPA HARUS 8 NOVEMBER 2016?
Tiba di titik ini muncul pertanyaan; "Apa hubungan antara makalah berjudul; KRYGMA DALAM CINCIN MATAHARI YANG GAIB dengan Pemilihan Presiden Amerika Serikat, 8 November 2016?"
Jawabannya adalah berupa pertanyaan balik;
"Mengapa Pemilihan Presiden Amerika Serikat harus dilakukan pada "8 November 2016?" Sekedar kebetulankah?
Coba lafalkan dimensi waktu; 8 NOVEMBER 2016 dengan Bahasa Indonesia menjadi; DELAPAN NOVEMBER DUA RIBU ENAM BELAS. Maka di sini muncul "6 kata yang terdiri dari 31 huruf".
Kita konversikan saja frasa; DELAPAN NOVEMBER DUA RIBU ENAM BELAS ke dalam bilangan berdasarkan sistim konversi 'Latin Gematria". Hasilnya sedikit mengejutkan.
Karena ternyata hasil konversi antara frasa; DELAPAN NOVEMBER DUA RIBU ENAM BELAS dengan makalah berjudul; KRYGMA DALAM CINCIN MATAHARI YANG GAIB, memunculkan 3 digit bilangan yang sama, yaitu; "295".
DELAPAN = 53
NOVEMBER = 94
DUA = 26
RIBU = 50
ENAM = 33
BELAS = 39
Total; 53 + 94 + 26 + 50 + 33 + 39 = 295.
KRYGMA = 75
DALAM = 31
CINCIN = 52
MATAHARI = 71
YANG = 47
GAIB = 19
Total; 75 + 31 + 52 + 71 + 47 + 19 = 295
Pertanyaannya adalah; "Kok kedua item yang berbeda jauh, yang muncul dalam rentang waktu berbeda (10 tahun), bisa-bisanya memunculkan nilai numerik yang sama (295)?
Hanya TUHAN Yang Mahatahu.
Padahal, bulan November 10 tahun yang lalu, ketika saya memilih konstruksi kata-kata untuk merangkai judul makalah itu menjadi; KRYGMA DALAM CINCIN MATAHARI YANG GAIB, saya sama sekali tidak tahu, kalau genap 10 tahun kemudian, 8 November 2016, akan ada Pemilihan Presiden Amerika Serikat?
Mungkin saat itu, 10 tahun yang lalu, saat saya memilih 6 kata itu, saya diinspirasi oleh "ROH KUDUS" (ROH ALLAH). Bisa saja khan? Siapa tahu? Who knows? Nobody knows.
Dan jujur saja, saya ingin sekali membuat pengakuan ini;
"Ketika, November 10 tahun yang lalu, saya dengan sengaja memilih halaman 17 untuk menuliskan dua jenis bilangan triple (666 & 888), sejatinya, saya sedang memikirkan sesuatu yang sangat serius dan fenomenal di tahun (20) 17." Kira-kira apa ya?
===========================================
"Agama dan Ilmu Pengetahuan, jika keduanya sejati, maka akan berupa saudara kembar. Mengucilkan salah satu, berarti menjadi kematian bagi keduanya" (Thomas Henry Huxley; Penulis dan Biolog Inggris, 1825 - 1895).
==========================================
Semoga catatan ini bermanfaat. Salam "Dua Hati" dari "Bukit Sulaiman".
TUHAN YESUS memberkati,
Bunda Maria merestui,
Santo Yosef melindungi kita semua (hitam & putih). Amin.
BERSAMBUNG;

Tidak ada komentar: