Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Sabtu, 05 November 2016

TEATRUM GLORIAM DEI & KEMUNCULAN HILLARY RODHAM CLINTON SEBAGAI PRESIDEN USA KE-45 (bagian: 5)

Bilangan tidak pernah membohongi manusia. Cepat atau lambat, Timor Leste akan menjadi "Negara Protektorat Amerika".
===================
"Jika Donald Trump benar-benar mengalahkan Hillary Rodham, maka di Timor Leste sama sekali tidak ada "Keturunan Yehuda".
===================
Sebuah sistem kecerdasan buatan (crunching artificial intelligence system) yang dinamakan MogiA, telah memastikan bahwa Donald Trump adalah Presiden Amerika berikutnya.
Sistem AI (Artificial Intelligence) alias MogIA, buatan ilmuwan India, memantau 20 juta titik data dari situs seperti Google, Facebook, Twitter dan YouTube untuk memastikan kemenangan buat Donald Trump. Benarkah demikian? Akankah ini benar-benar terbukti?


TIMOR LESTE ADALAH TANAH TERJANJI
Menjelang Piala Dunia 2014 di Brasil, tepatnya tanggal 23 Mei 2014, saya menerbitkan sebuah artikel dan dalam artikel tersebut untuk pertama kalinya saya mengangkat thema sentral; "Timor Leste adalah TANAH TERJANJI".
Dalam daftar 8 negara yang saya umumkan hari itu, 23 Mei 2014, saya dengan sengaja menempatkan GERMANY di urutan ke-4. Sahabat-sahabat yang mengikuti artikel-artikel saya selama perhelatan Piala Dunia 2014, tentu masih ingat dengan baik.
Pertanyaannya adalah; "Atas dasar apakah saya mengangkat the tersebut? Adakah sumber tertulis yang nilainya sahih yang bisa dipertanggung-jawabkan? Ataukah itu sekedar sebuah klaim?
Kalau sekedar klaim bangsa manapun bisa mengklaim seperti itu. Khan tidak sulit kalau kita mengkalim; "tanah kita tanah Surga. Batu dan kayu jadi tanaman" (ini syair sebuah lagu).


REFERENSI SAYA ADALAH KITAB SUCI (ALKITAB)
Ketika saya mengangkat isu; "Timor Leste adalah TANAH TERJANJI", karena saya merujuk kepada Kitab Suci. Sama sekali bukan karena sekedar klaim yang lahir dari hasil menghayal.
Tanggal 23 Mei 2014 ketia saya mengumumkan nama "8 negara", dan saya sengaja menempatkan "GERMANY" (563) di urutan nomor "4" dalam daftar, karena di Timor Leste benar-benar ada "KETURUNAN YEHUDA".
Di Timor Leste ada dua titik (wilayah) yang namanya tertulis dalam Kitab Suci. Yang pertama adalah ATARA. Yang kedua masaih saya rahasiakan dulu. Saya baru akan membuka nama yang kedua ini, jika Hillary Rodham benar-benar memenangkan Pemilihan Presiden Amerika Serikat 8 November 2016 (Waktu Amerika).
Kalau saya buka sekarang dan ternyata Hillary Rodham kalah, itu namanya memalukan diri sendiri saja. Orang Mambae bilang; "Just shaming my self anyway".
Yang sudah boleh saya buka saat ini adalah nama ATARA. Alasannya karena jauh-jauh hari sebelum Hillary Rodham muncul sebagai Calon Presiden Amerika dari Partai Demokrat, saya sudah berkali-kali membahas mengenai isu ATARA.
Di dalam Alkitab, frasa ATARA disebutkan dalam "dua Kitab". Salah satunya adalah Kitab 1Tawarikh. Nilai numerik (Latin Gematria) dari Kitab 1Tawarikh adalah "195".
Kitab = 43
Satu = 61
Tawarikh = 91
Total; 43 + 61 + 91 = 195.
Untuk itu jangan menganggap sekedar satu kebetulan belaka, ketika dua negara yang membentuk bilangan 195 (Portugal & Perancis) lolos ke final Euro Cup 2016.
Portugal = 110
Perancis = 85
Total; 110 + 85 = 195.


Dan itu artinya bertemunya Portugal dan Perancis di final Euro Cup 2016, sama halnya ALLAH sedang memberi pesan sentral bahwa sesuatu (pesan tersembunyi) yang sangat krusial yang tertulis dalam Kitab 1 Tawarikh sedang dan akan digenapi.
Atas alasan itulah, tanggal 6 Juni 2015, 401 hari sebelum Portugal dan Perancis bertemu di final Euro Cup (11 Juli 2016), saya telah memunculkan bilangan "195" melalui cover laman Face Book saya (Antoninho Benjamim Monteiro).
Coba Anda klik foto cover FB saya. Di sana Anda akan menemukan data dan fakta bahwa foto PERJAMUAN TERAKHIR yang di dalamnya sengaja saya bubuhi bilangan 195 (simbol Kitab 1Tawarikh), sudah dimunculkan "401" hari sebelum kick off laga final Euro Cup 2016.
Saya tidak terlalu mementingkan siapa yang keluar sebagai juaranya. Saya hanya lebih mementingkan bahwa dua negara tersebut (Portugal & Perancis) telah membuktikan kebenaran yang ada di baliak "bilangan 195" yang sengaja saya bubuhkan ke dalam foto PERJAMUAN TERAKHIR (The Last Supper), 401 hari sebelum keduany bertemu di final Euro Cup 2016, guna memastikan bahwa di Timor Leste benar-benar ada KETURUNAN YEHUDA, sebagaimana tertulis dalam Kitab 1Tawarikh (195).
Jika Anda di rumah memiliki Kitab Suci (Alkitab), coba baca Kitab 1Tawarikh. Di ayat dan pasal yang mana? Baca di "bilangan 226".
Bilangan "226" ini berhubungan erat dengan artikel saya kemarin berjudul; OOH PANGERAN HATI". Jadi Anda boleh membaca bilangan "226", sebagai; "22 Juni", yaitu tanggal lahir Kota "Jakarta".
Yang saya maksudkan dengan bilangan 226 adalah gabungan dari; pasal 2, ayat 26 Kitab 1Tawarikh. Jika Anda di rumah memiliki Alkitab, maka silahkan membaca Kitab 1 Tawarikh, pasal 2, ayat 26. Di sana Anda akan temukan seorang wanita bernama: ATARA.
Pasal 2 Kitab 1Tawarikh berbicara mengenai; KETURUNAN YEHUDA. Di ayat 26, tertulis begini; "Tetapi YERAHMEEL mempunyai seorang isteri lain, bernama ATARA, ibunya Onam".
Di Kecamatan ATSABE, Timor Leste, ada sebuah desa bernama ATARA. Mengapa di Kecamatan Atsabe ada desa bernama ATARA?
Karena di Atsabe ada "Turunan ATARA". Ada "Turunan ATARA", itu artinya ada "Turunan YERAHMEEL". Ada "Turunan YERAHMEEL", itu artinya di Timor Leste ada "KETURUNAN YEHUDA", karena YERAHMEEL adalah anak sulung "Hezron".
Hezron itu adalah keturunan Peres dan Peres adalah "KETURUNAN YEHUDA", dari wanita bernama TAMAR. Semuanya tertulis dalam pasal 2 Kitab 1Tawarikh. Anda yang memiliki Alkitab, silahkan baca Kitab 1 Tawarikh pasal 2, berjudul; KETURUNAN YEHUDA.


SELAIN NAMA ATARA MASIH ADA NAMA LAIN
Tanggal 27 September 2016, ketika saya mulai menerbitkan artikel berjudul; TEATRUM GLORIAM DEI & KEMUNCULAN HILLARY RODAM CLINTON SEBAGAI PRESIDEN USA KE-45 (seri; 1), sama halnya saya sedang ingin mengatakan bahwa; "Di Timor Leste itu benar-benar ada KETURUNAN YEHUDA".
Karena itulah, saya sangat yakin Hillary Rodham akan benar-benar muncul sebagai Presiden Amerika ke-45.
Selain ada nama ATARA (Desa di mana ada UMA LISAN saya: ACUBEI), juga ada sebuah nama lain, yaitu sebuah dusun di mana saya melewati masa kanak-kanak saya, yang juga terletak di Kecamatan Atsabe, yang sampai saat ini masih saya rahasiakan.
Nama yang masih rahasia ini tertulis dalam Kitab Suci. Dan nama tersebut dimulai dengan huruf "H", yang juga mencerminkan nama HILLARY RODHAM (tanpa menyertakan nama Clinton).
Atas alasan inilah, saya begitu sangat-sangat yakin bahwa HILLARY RODHAM akan benar-benar muncul sebagai Presiden Amerika Serikat ke-45. Nama yang masih rahasia ini dimulai dengan huruf "H". Nama HILLARY juga dimulai dengan huruf "H'.
Nama ini yang masih rahasia ini menghasilkan bilangan "144" jika dilakukan konversi dengan sistim konversi "Gematria Yahudi". Dan faktanya nama Hillary Rodham juga menghasilkan bilangan "144" (berdasarkan sistim konversi; Latin Gematria).
Jadi ketika saya memastikan kemenangan bagi Hillary Rodham, semenjak 27 September, bukan karena isu-isu seperti;
- hasil survey
- hasil polling
- pro Hillary Rodham
- anti Donald Trump
- dan seterusnya.


Dengan demikian, maka jika sampai Donald Trump yang berhasil menduduki Gedung Putih, itu artinya semua "teori" di atas gugur total. Gugur dalam artian bahwa; bukan berarti yang tertulis dalam Kitab Suci itulah yang keliru, melainkan gugur dalam artian bahwa di Timor Leste itu sama sekali tidak ada KETURUNAN YEHUDA.
Jika di Timor Leste benar-benar tidak ada KETURUNAN YEHUDA, maka itu artinya munculnya nama ATARA dan nama lainnya dengan bilangan 144 yang sampai saat ini masih saya rahasiakan, yang berhubungan dengan nama "HILLARY RODHAM", hanyalah sekedar faktor kebetulan belaka. Bukan merupakan sebuah indikasi bahwa di Timor Leste itu benar-benar ada KETURUNAN YEHUDA.
Tapi jika di Timor Leste itu benar-benar ada KETURUNAN YEHUDA, dan nama ATARA serta nama H(144) yang terdapat di Kecamatan Atsabe bukanlah sekedar karena berlakunya teori co-insidensi (teori kebetulan), maka Hillary Rodham (144), akan benar-benar memenangkan Pilpres 8 November 2016 dan berhasil menduduki Gedung Putih sebagai Presiden Amerika Serikat ke-45.


Semoga catatan ini bermanfaat. Selamat berakhir pekan. Selamat merayakan Sabat Suci bagi mereka yang merayakannya.
TUHAN YESUS memberkati
Bunda Maria merestui
Santo Yosef melindungi kita semua (hitam & putih). Amin.
BERSAMBUNG;

Catatan Kaki;

Sahabat-sahabat yang sedang menanti lanjutan (seri ekdua) artikel; OOH PANGERAN HATI; "Riwayatmu Dulu Kini & Esok", yang sabar ya.

Pasti saya akan teruskan. Orang sabar itu selalu dikasihi ALLAH dan disayang Eyang Subur.

Tidak ada komentar: