Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Senin, 28 November 2016

PD DI DADAKU TAPI SUPERMI & NASI BUNGKUS DI PERUTKU (Kejuaraan La Sama Cup Untuk Menyelamatkan PD/bagian: 2)

"Menteri Pekerjaan Umum tidak maju dalam pemilihan Presiden PD (Partai Demokrat) bukan karena artikel saya 19 Agustus 2016, melainkan karena ada "Maun Bot" tertentu di Timor Leste yang tidak merestui Beliau untuk maju dalam pemilihan Presiden PD" (?)


DIRGAHAYU REPUBLICA DEMOCRATICA TIMOR LESTE
Berdasarkan (hukum) Konstitusi Timor Leste, hari ini, 28 November 2016, Timor Leste yang menganut Sistim REPUBLICA DEMOCRATICA merayakan HUT Kemerdekaan yang ke-41.
Konstitusi Timor Leste mencantumkan bahwa Kemerdekaan Timor Leste itu jatuh pada 28 November 1975. Berarti hari ini adalah dirgahayu Timor Leste yang ke-41.
Jika "hukum konstitusi" Timor Leste yang diadopsi (sebagai alat ukur yang sahih), bukan 20 Mei 2002 yang dianut, maka itu artinya ketika "Otoritas Jakarta (saya tidak mengatakan Rakyat Indonesia) melakukan "invasi" dengan menerjunkan ratusan hingga ribuan pasukan TNI (Tentara Nasional Indonesia) yang diangkut dengan pesawat (Hercules) dari Lapangan Terbang Iswahyudi Madiun Jawa Timur untuk diterjunkan di Kota Dili, Minggu pagi, 7 Desember 1975, itu adalah sebuah "invasi" atau "anexasi" terhadap sebuah negara "berdaulat", terlepas dari apakah secara hukum internasional, kedaulatan tersebut memiliki kekuatan legitimasi dan kekuatan legalitas atau tidak.
Untuk itu ijinkan saya (dari Bukit Sulaiman) mengucapkan DIRGAHAYU untuk Timor Leste. Semoga di usia yang ke-41 ini, Timor Leste semakin lebih baik, lebih damai, lebih sejahtera, lebih makmur dan seterusnya dan sebagainya.
BERBANDING TERBALIK - BUKAN BERBANDING LURUS
Meskipun harus jujur saya katakan, berdasarkan data dan fakta yang ada, makin tua usia Timor Leste, tingkat kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Timor Leste bukannya "berbanding lurus", melainkan "berbanding terbalik" dengan usia Timor Leste.
- Kemiskinan makin meningkat
- Disparitas kemakmuran antara kaya & miskin makin melebar
- Pengangguran makin meningkat
- Laju pertumbuhan penduduk sulit dikendalikan
- Kekayaan alam (Celah Timor) makin menipis 
- Penggunaan anggaran negara yang tidak tepat sasaran
- Jika masih ada silahkan ditambahkan saja
Satu fenomena sosial yang harus saya garis bawahi di sini, yang saat ini tumbuh subur di Timor Leste adalah "kelahiran anak di luar perninikahan resmi (pernikahan sacramentalis)" yang marak dan kondisi ini, 5 atau 10 tahun lagi, akan menjadi "masalah nasional" yang sangat serius, karena negara dihadapkan pada beban populasi penduduk yang tinggi sebagai akibat dari "kegagalan negara" mengendalikan laju pertumbuhan penduduk.
Data statistik (demografi) menunjukkan bahwa ada hubungan timbal-balik (hubungan causalitas) antara "laju pertumbuhan penduduk" yang sulit dikendalikan dengan "tingkat pengangguran di kalangan generasi muda (khususnya usia produktif).
Berdasarkan pengamatanku pribadi, di negara-negara tertentu, khususnya di negara-negara berkembang, jika pengangguran (generasi muda) tinggi, maka imbasnya sering terjadi "unwanted pregnancy" (kehamilan yang tidak diinginkan).
Unwanted pregnancy (termasuk pernikahan dini) harus terjadi karena banyak generasi muda tidak memiliki pekerjaan untuk "killing time" (menghabiskan waktu) selain "making love" sebagai satu-satunya hiburan dan ujung-ujungnya berlaku ungkapan; "nikmat membawa sengsara" (bagi keluarga, bangsa dan negara).
Jadi menurutku (ABM), ketika kaum pengangguran "making love" (apalagi "making love" itu terjadi di luar ikatan resmi sebuah pernikahan), maka bisa dipastikan bahwa "making love" itu bukan didasari "TUJUAN PROKREASI" (mencari keturunan), melainkan dilandasi "TUJUAN REKREASI" (alias hiburan alias have fun).
Sehingga jika terjadi "kehamilan" itu bukan karena direncanakan, melainkan sering dianggap sebagai "desastre" (kecelakaan).
Tentu saja bukan hanya itu sebagai satu-satunya causa terjadinya "unwanted pregnancy". Masih ada penyebab lainnya, seperti;
(a). Terjadinya degradasi iman dan moral generasi muda
(b). Hancurnya keluarga, misalnya karena perceraian 
(c). Kelonggaran atau lemahnya fungsi kontrol sosial
(d). Life style westerniasi (kebarat-baratan) yang kebablasan 
(e). Faktor lain bisa Anda tambahkan sendiri

 THE SEAL OF SOLOMON (CAP SULAIMAN)
Isu-isu di atas saya sampaikan sebagai "point entry" seri kedua artikel ini, sekedar sebagai "bahan refleksi" untuk ikut merayakan dirgahayu Timor Leste yang ke-41 hari ini.
Isu sentral yang sejatinya ingin saya angkat dalam seri kedua ini adalah THE SEAL OF SOLOMON (CAP SULAIMAN).
Saya sengaja mengangkat isu sentral; THE SEAL OF SOLOMON, karena 3 alasan. Salah satu dari 3 alasan tersebut, berkaitan erat dengan misteri di balik bilangan "666".
Timor Leste menganut sistim (model) negara; "666" (baca: Republica Democratica), sebagaimana sudah berkali-kali saya singgung di sejumlah artikel sebelumnya.
Nah, apakah model negara "666" ini berhubungan erat dengan isu ANTI KRISTUS sebagaimana tertulis dalam Kitab Wahyu; 13:18?
Ataukah bilangan triple "666" ini berhubungan erat dengan isu KEKAYAAN SALOMO, sebagaimana tertera dalam Kitab 1 Raja-Raja; 10:14 dan Kitab 2 Tawarikh; 9:13?
Karena umumnya, banyak orang (mungkin termasuk Anda), jika sudah berhadapan dengan angka "666" ini, yang langsung muncul di hati dan benak adalah; ANTI KRISTUS (Wahyu; 13:18).
Padahal di Kitab 1 Raja-Raja (10:14) dan Kitab 2 Tawarikh (9:13), juga disebutkan angka "666" yang bukan menyangkut isu ANTI KRISTUS, melainkan menyangkut; KEKAYAAN SALOMO.
Tapi entah kenapa, banyak orang lebih senang dan bahkan heboh, untuk mengaitkan angka "666" dengan isu ANTI KRISTUS, bukan dengan KEKAYAAN SALOMO?
BAGAIMANA NASIB TIMOR LESTE SETELAH KEKAYAAN CELAH TIMOR TERKURAS HABIS?
Sekedar kilas balik; di tahun 2015, saya tidak tahu persis tanggal dan bulannya, saya pernah menulis sebuah artikel. Saya lupa judulnya. Dalam artikel tersebut, saya menuliskan di sana, 4 kemungkinan yang akan dialami TL (Timor Leste) setelah kekayaan Celah Timor terkuras habis. Ke-4 kemungkinan tersebut adalah;
(1). TL hidup segan tapi mati tak mau (alias sekarat)
(2). TL menjadi negara protektorat salah satu negara adi daya
(3). TL kembali menjadi bagian (provincia ultra marino) Portugal
(4). TL kembali ke pangkuan NKRI
Namun hari ini, bertepatan dengan dirgahayu Timor Leste ke-41, saya tambahkan "kemungkinan ke-5", yaitu; KEKAYAAN SALOMO.
Dengan demikian, setelah kekayaan Timor Gap terkuras habis, Timor Leste akan mengalami salah satu dari 5 kemungkinan, yaitu;
(1). TL hidup segan tapi mati tak mau (alias sekarat)
(2). TL menjadi negara protektorat salah satu negara adi daya
(3). TL kembali menjadi bagian (provincia ultra marino) Portugal
(4). TL kembali ke pangkuan NKRI
(5). TL akan bertahan dengan KEKAYAAN SALOMO
Saya sengaja meletakkan KEKAYAAN SALOMO di bagian paling buncit (urutan terakhir), karena "kemungkinannya sangat kecil".
Artinya; Mungkinkah ALLAH menyediakan KEKAYAAN SOLOMO untuk kelangsungan Timor Leste di masa depan?
Jika KEKAYAAN SALOMO itu benar-benar ada, maka bagaimana caranya menemukan KEKAYAAN SALOMO tersebut?
Untuk mengira-ngira (melakukan kajian), apakah KEKAYAAN SALOMO itu benar-benar ada atau tidak, saya sengaja mengangkat isu; THE SEAL OF SOLOMON, yang akan mengantarkan kita untuk memecahkan misteri ("hidden message" = pesan tersembunyi) yang ada di balik foto Companheiro "Fernando La Sama De Araujo", sebagaimana telah saya tampilkan di seri pertama artikel ini, khususnya yang berhubungan erat dengan "tatanan formasi jari La Sama" dan 6 digit bilangan misteri; "561 & 259".

IDEALISME OTAK vs IDOLISME HATI
Saya hentikan dulu artikel ini hingga di sini karena sudah "ngantuk". Sejatinya, saya ingin sekali menyampaikan "proposal" yang saya maksudkan untuk kalangan (kader) Partai Demokrat.
Tapi untuk sementara saya masih pikir-pikir dulu, karena berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, tampaknya kalaupun saya sampaikan, proposalku tidak akan diindahkan.
Karena ada orang-orang di dalam tubuh Partai Demokrat yang merasa bahwa usulan-usulan saya tidak ada gunanya bagi mereka.
===============================================
Hau rona "lia anin husi balada fuik" to mai hau nia tilun hateten;
Maun Bot sira iha Partido Demoaratico comenta fali dehan hau nia proposta ne LA FAKE liu. LA FAKE mos la buat ida. Ema "jobless" ne khan ativiades la iha. Ne be naran hakerek deit passa tempo".

==============================================
Padahal berdasarkan "insting kemanusiaan" saya, di Pemilu (Legislatif) 2017, Partai Demokrat, jika tidak hati-hati, akan benar-benar berada di "ujung tanduk".
Alasannya sederhana sekali. Karena menurut saya, rakyat Timor Leste itu, sebagian besar, jika sudah memasuki bilik suara, hati kecil mereka memutuskan untuk memilih, bukan berdasarkan IDEALISME OTAK, melainkan berdasarkan IDOLISME HATI.
Antara IDEALISME dan IDOLISME, adalah dua substansi yang sangat jauh berbeda, walau kedengarannya rada mirip (homophone).
IDEASLISME berhubungan dengan isi OTAK, sementara IDOLISME berurusan dengan isi HATI.
Untuk itu, saran saya, sebaiknya kalangan Partai Demokrat "kudu" hati-hati. Kalau tidak, maka kemungkinan besar Partai Demokrat akan benar-benar "gulung tikar" (tidak mendapatkan kursi di Parlamen) dalam "event" Pemilu (Legislatif) 2017.


Karena sekali lagi, ini berhubungan erat dengan isu; IDEALISME vs IDOLISME. Pertanyaan sebagai bahan renungan adalah;
"Jika rakyat Timor Leste memilih berdasarkan "IDOLISME HATI", dan bukan berdasarkan "IDEALISME OTAK", maka setelah ketiadaan Companheiro Fernando La Sama De Araujo, sebagai "tokoh sentral" (maskot) Partai Demokrat, kira-kira apa yang akan dijadikan sebagai modal IDOLISME HATI bagi Partai Demokrat untuk mendulang suara di Pemilu (Legislatif) 2017?"
==================================================
Partai Demokrat belum teruji tanpa keberadaan seorang La Sama.
==================================================
Lanjutan artikel akan saya teruskan beberapa hari ke depan. 
Semoga catatan ini bermanfaat.
TUHAN YESUS memberkati,
Bunda Maria merestui,
Santo Yosef melindungi kita semua (hitam dan putih). Amin.
BERSAMBUNG;
Catatan Kaki;
Salah satu gambar yang saya tampilkan dalam artikel ini adalah; "The Seal of Salomo (Cap Salomo) yang terbuat dari "tanah liat" yang saya ambil dari google.
Menurut Anda, jika Cap Salomo itu melambangkan jejak kaki seekor binatang, kira-kira jejak kaki binatang apakah itu?

Tidak ada komentar: