Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Minggu, 20 November 2016

"OOH PANGERAN HATI: "Riwayatmu Dulu Kini & Esok" (bagian: 2)



"Simbol-simbol Jakarta diukir ALLAH di telapak tangan kanan Anak Domba kelahiran Nusantara, beragama Nasrani & turunan Yahudi".
Artikel ini sudah memasuki seri kedua. Seri pertama diterbitkan pada tanggal 4 November 2016". Yang belum membaca seri pertama sebaiknya baca dulu seri pertama, baru kemudian membaca seri kedua ini. Agar tidak mengalami "missing link".
Di seri pertama artikel ini, saya menyampaikan "pesan" yang ditujukan untuk 3 Cagub (Calon Gubernur) Jakarta untuk memeriksa "telapak tangan kanannya" masing-masing, guna memastikan;
"Apakah di sana, ada tanda khusus berupa "TUNAS KELAPA" yang diukir ALLAH di telapak tangan kanan salah satu Cagub?"
Namun setelah saya melakukan browsing di internet dan menemukan sejumlah foto 3 Cagub di di google, sebagaimana 3 di antara foto mereka saya share dalam artikel seri kedua ini, maka saya bisa memastikan bahwa di telapak tangan ketiga Cagub, tidak satupun yang memiliki simbol Jakarta yang dimaksudkan.
Apa maknanya; ketiga Cagub Jakarta tidak memiliki simbol tersebut?" Ada dua makna, yaitu;
Makna pertama;
Siapapun yang akan terpilih jadi Gubernur Jakarta dalam Pilkada mendatang (2017), ada kemungkinan besar tidak akan mampu menduduki kursi Gubernur Jakarta selama 5 tahun. Kemungkinan besar akan lengser dan digantikan Wakil Gubernur.
Makna kedua;
Jakarta dan isinya berada dalam "masalah besar". Mungkin suatu saat, Ibu Kota NKRI akan dipindahkan ke wilayah lain karena cepat atau lambat, Jakarta akan harus mengalami "masalah besar" tersebut untuk "menggenapi" simbol-simbol Jakarta yang telah diukir ALLAH di telapak tangan kanan Anak Domba tersebut.
Jika masyarakat yang hidup di Nusantara tercinta ini ingin sekali melihat dan megenali rupa "Anak Domba" tersebut, yang di telapak tangan kanannya ALLAH telah mengukir "simbol-simbol Jakarta", maka boleh-boleh saja. Kapan dan di manapun saya bersedia memperkenalkan "Anak Domba" tersebut tapi ada syaratnya.


Apa syaratnya? Ada 5 syarat. Dua di antara 5 syarat tersebut yaitu;
(1). Kita butuh Ahli Anasthesi
(2). Kita butuh "halotan" sebagai "drug of choice" (obat pilihan).
Syarat di atas berhubungan erat dengan artikel berbahasa Inggris berjudul; HOW POOR THE PATIENTS & HOW LUCKY THE INTERNISTS, yang diterbitkan di laman ini, kemarin, 19 November 2016.
Dalam artikel berbahasa Inggris tersebut, saya sengaja menyisipkan frasa "bibi atan", Bahasa Nasional Trtun yang artinya "gembala domba".
Dan kesengajaan saya menyisipkan frasa "bibi atan" dalam artikel berbahasa Inggris tersbeut, selain ada hubungan dengan Donald John Trump yang telah memenangkan Elektoral Vote, juga berhubungan erat dengan "bilangan 142" sebagaimana bisa Anda di bagian LAMPIRAN (ada di bagian akhir artikel ini).
Sebagai seorang "bibi atan", tentunya saya mengenal dengan sangat baik "Anak Domba" yang memiliki simbol-simbol Jakarta yang telah diukir ALLAH di telapak tangan kanannya.
Sementara ini saja dulu yang bisa saya sampaikan. Kiranya saya wajib mengingatkan bahwa artikel yang ada di bawah (LAMPIRAN), adalah artikel lama. Saya copy-paste dari artikel lama, yang telah saya terbitkan lebih dari dua tahun lalu, tepatnya artikel tersebut pertama kalinya diterbitkan di laman ini tanggal 11 Juni 2014.
Dalam artikel tersebuat, saya tuliskan di sana bahwa, jika Yang Mulia Presiden Jokowi tidak memiliki "Darah Majapahit" dalam tubuhnya, maka Beliau tidak akan berkuasa hingga 1 Januari 2019.

Kalau selama ini saya hanya memberi pesan bagi masyarakat Kota Dili untuk melakoni 3B (Bedoa, Bertobat & Bertirakat), namun setelah Donald John Trump memenangkan "Electoral Vote", maka kini masyarakat Jakarta juga mendapat pesan yang sama.
Semoga catatan ini bermanfaat. Salam "Dua Hati" dari "Bukit Sulaiman". Happy Sunday dear all.
TUHAN YESUS memberkati,
Bunda Maria merestui,
Santo Yosef melindungi kita semua (hitam & putih). Amin.
Bersambung;


LAMPIRAN;
Di-copy-paste dari artikel edisi 11 Juni 2014. Artikel tersebut masih ada di laman Face Book saya (Antoninho Benjamim Monteiro). Saran saya sebaiknya Anda membaca langsung aslinya agar bisa membaca juga komentar-komentar yang ada di sana dua tahun lalu.
===============================================
MENGAPA HARUS BERJUMLAH "142". APA MAKNA DI BALIK "142" (???) (Capres Manapun Yang Terpilih Akan Tetap Lengser Di Tengah Jalan).
--------------------------------------------------------------------------------
Seorang teman FB'ers, yang saat ini tinggal di Polandia (Eropa) yang berasal dari Indonesia, berprofesi sebagai seorang Suster, berinisial FL, telah mengerjakan PR yang saya berikan di artikel berjudul; DIALOG DUA SAHABAT TENTANG HUKUM SABAT, TAHTA DAUD & MUJIZAT TUHAN DI DANAU TIBERIAS, telah mengirimkan hasil utak-atiknya kepada saya via inbox.
Ternyata bilangan yang diperoleh dari tanggal & bulan kelahiran ke-6 Presiden terdahulu, dan ditambahkan dengan bilangan yang diperoleh dari salah satu 2 Capres saat ini, menghasilkan angka yang sama, yakni sama-sama "142". Kok bisa sama ya?
Di bawah ini buktinya;
Presiden RI ke-1, Bung Karno lahir pada tgl; 6 - 6 (1901).
Presiden RI ke-2, Pak Harto, lahir pada tgl; 8 - 6 (1921).
Presiden RI ke-3, Pak Habibie, lahir pada tgl; 25 - 6 (1936).
Presiden RI ke-4, Gus Dur, lahir pada tgl ; 7- 9 (1940).
Persiden RI ke-5, Bu Mega, lahir pada tgl; 23 - 1 (1947).
Presiden RI ke-6, Pak SBY, lahir pada tgl; 9 -9 (1949).
Maka bilangan yang diperoleh dari tanggal & bulan kelahiran ke-6 Presiden terdahulu jika ditambah dengan tanggal dan bulan kelahiran dari salah satu dari dua Capres saat ini, jika dijumlahkan, hasilnya adalah; "142".
Capres nomor urut 1, Pak Prabowo, lahir pada tanggal 17- 10 (1951). Jika ditambahkan dengan tanggal & bulan kelahiran dari 6 Presiden terdahulu, hasilnya pasti "142".
Ini buktinya; (6+6)+(8+6)+(25+6)+(7+9)+(23+1)+(9+9)+(17+10) = 142.
Dengan cara yang sama, jika dilakukan terhadap Capres nomor urut 2, yakni Pak Jokowi yang lahir pada; 21 Juni (1961), pasti hasil yang diperoleh sama, yaitu; "142".
Bilangan misteri "142" inilah, yang menjadi salah satu referensi (tapi bukan satu-satunya referensi), yang mendorong saya untuk menuliskan artikel berseri berjudul;
"JIKA PRESIDEN RI KE-7 BUKAN TURUNAN MAJAPAHIT, MAKA TIDAK AKAN BERKUASA SAMPAI 1 JANUARI 2019.
Artikel tersebut pertama kali saya terbitkan pada bulan Desember 2013 di laman FB saya (Antoninho Benjamim Monteiro).
Tapi kemudian, saya mengeditnya menjadi artikel berseri. Artikel berseri tersebut kini sudah memasuki seri ke-3.
Apa yang sebenarnya hendak saya sampaikan melalui artikel tersebut adalah;
==========================================
"Siapapun yang terpilih, entah Pak Prabowo atau Pak Jokowi, tidak akan berkuasa selama 5 tahun, karena kedua-duanya “bukan berdarah biru” (bukan Keturunan Hayam Wuruk)".
==========================================
Mengapa Presiden RI ke-7 yang “bukan keturunan Hayam Wuruk”, tidak bisa berkuasa sampai 5 tahun? Karena ada hubungan dengan Pesan ALLAH di balik "142". Pertanyaannya adalah; "Apa Pesan ALLAH di balik "142?"
Belum saatnya dibuka kepada publik. Orang bijak berkata;
"Setiap kisah ada masanya. Setiap masa, ada kisahnya. Maka belum saatnya saya berkisah kepada publik pada hari ini, 11 Juni 2014".
Dua Capres ini, dua-duanya memiliki “bilangan karma” dalam ID(entitas) mereka.
Dengan demikian, siapapun di antara keduanya terpilih menjadi Presiden RI ke-7, jika tidak memenuhi "tuntutan di balik angka mistik 142, maka tidak akan mampu berkuasa sampai 1 Januari 2019.
Bagaimana mengetahui bilangan karma? Saya merekomendasikan Anda membaca buku Bahasa Inggris berjudul; "THE SECRET OF NUMEROLOGY", karangan Prof. Ravindra Kumar, Ahli Matematika, Guru Besar pada Universitas South of Pacific, Suva Fiji, yg juga sekaligus Pendiri INI (Institut Numerologi India).
Saya menganggap Prof. Ravindra Kumar adalah Ahli Bilangan Abad 20. Prof. Ravindra Kumar mendirikan Institut Numerologi India, setelah melakukan penelitian dalam Bidang Numerologi (Ilmu Bilangan) selama lebih dari 25 tahun di sejumlah negara yg tersebar di 5 benua. Anda bisa baca tentang penelitian ini, pada Kata Pengantar buku itu.
Atau Anda bisa juga membaca salah satu buku Beliau yg lain yg sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia berjudul; "NASIB, ILMU PENGETAHUAN & TUHAN".
Salam kasih dan doa dalam Nama TUHAN YESUS Yang Mahasuci.

Tidak ada komentar: