Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Jumat, 18 November 2016

DI BALI BENAR-BENAR ADA DARAH DAUD (KETURUNAN YEHUDA)


Artikel ini sudah diterbitkan kemarin di laman FB saya. Maka bagi mereka yang sudah membacanya, bisa langsung di-skip saja.



"Akhirnya Gempa Darah Daud tiba.
Siap-siap mengunjungi TANAH LOT
Siap-siap pulkam (pulang kampung)"



Puluhan tahun yang lalu, ketika saya meninggalkan Fakultas Teknik Sipil Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang, untuk pindah ke Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Bali, ada satu "pantangan" yang tidak boleh saya langgar, yaitu;



"Selama tidak muncul "Gempa Darah Daud" dari TANAH JAWA yang mengguncang Kota Denpasar, maka selama itu pula, saya tidak boleh (haram hukumnya) menapakkan kakiku di "TANAH LOT.


Saya telah tinggal di Bali (Denpasar) selama "puluhan tahun". Namun tidak satu kali pun saya mengunjungi TANAH LOT, padahal hanya berjarak sekitar 30 menit perjalanan dari Denpasar.


Setiap ada teman atau keluarga yang mengajak saya ke TANAH LOT, saya selalu berusaha menghindar.


Seandainya saja sampai tahun 2016 ini berakhir, tidak muncul "Gempa Darah Daud" dari TANAH JAWA, maka seumur hidup saya tidak akan pernah menapakkan kakiku di "TANAH LOT".



Tadinya saya sudah pasrah sekali. Que seraaa...seraa...!!! Tapi kini saya bernafas lega. "Gempa Darah Daud" yang berpusat di Malang telah benar-benar tiba (mengguncang Jawa & Bali).


Ini artinya; munculnya nama TANAH LOT di Bali, menandakan bahwa di Bali benar-benar ada "DARAH DAUD" (Keturunan Yehuda). Dan ini artinya pula, di balik nama TANAH LOT yang ada di Bali, tersimpan "rahasia Ilahi".


Kekuatan gempa sebesar 6,2 SR bukanlah suatu kebetulan belaka.
Jika kita mengkonversikan frasa DARAH DAUD & ANAK DOMBA ke dalam bilangan, berdasarkan sistim konversi "Latin Gematria", maka hasilnya sama dengan 62.


DARAH = 32.
DAUD = 30
Total = 32 + 30 = 62


Betapa sulitnya menunggu munculnya bilangan 62 yang melambangkan DARAH DAUD & ANAK DOMBA.


Sampai-sampai saya harus merancang blog dengan nama; DARAH DAUD dengan harapan sesuatu akan harus terjadi.


Kini semuanya telah benar-benar telah terjadi. Mujizat itu begitu nyata. Sungguh besar Kuasa ALLAH. Benarlah FIRMAN TUHAN yang tertulis dalam Alkitab.


"Segala sesuatu akan indah pada waktunya".


Ini benar-benar rancangan ALLAH yang sungguh-sungguh menakjubkan. Tadinya, saya sudah nyaris kehilangan harapan, karena jika "Gempa Darah Daud" tidak muncul sampai batas waktu 2016 berakhir, maka untuk selamanya saya tidak boleh menapakkan kakiku di TANAH LOT.


Tapi kini "Gempa Darah Daud" (62) telah benar-benar muncul. Dan sekali lagi, ini adalah pertanda pasti bahwa nama TANAH LOT yang ada di Bali menandakan bahwa di Bali memang ada "DARAH DAUD".


Karena "Gempa Darah Daud" telah muncul, maka saya siap-siap untuk mengunjungi TANAH LOT, sebelum meninggalkan Bali.


Saya juga siap-siap untuk pulang ke Timor Leste. Saya ingin sekali merayakan NATAL & TAHUN BARU di Timor Leste.


Terlebih dari itu semua, dengan munculnya "Gempa Darah Daud", maka itu pertanda pasti bahwa ALLAH telah memberkati "Puasa VVV" yang telah berlangsung selama 13 tahun. Dan saya akan harus mengakhiri "Puasa VVV di akhir tahun ini.


TUHAN YESUS memberkati,
Bunda Maria merestui,
Santo Yosef melindungi kita semua (hitam & putih). Amin.



Lampiran


Bagi mereka yang belum sempat membaca artikel berjudul; TANAH LOT MELAMBANGKAN ADANYA KETURUNAN YEHUDA DI BALI ( bagian: 1), sebagaimana saya share kembali di bawah, boleh membaca kembali artikel tersebut.



Yang saya share di bawah adalah seri pertama yang diterbitkan setahun lalu (diterbitkan 27 April 2015. Sementara seri kedua, Anda boleh klik saja di laman FB saya, highlight/edisi 29 April 2015.



Akan lebih bagus kalau Anda baca langsung aslinya di laman FB saya, agar bisa sekalian membaca berbagai komentar yang tertulis di sana setahun lalu, saat artike tersebut diterbitkan.



Selain itu, dua seri artikel tersebut juga diterbitkan di blog lama; http//:ramacristo999.wordpres.com. setahun lalu, (27 April 2015 dan 29 April 2015).

TANAH LOT MELAMBANGKAN ADANYA KETURUNAN YEHUDA DI BALI (bagian: 1)

Pertama-tama perkenankanlah saya menyampaikan rasa turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas tragedi gempa bumi yang menimpa Nepal di mana menelan korban ribuan nyawa dan harta benda.

Semoga mereka yang menjadi korban diterima di sisi TUHAN. Dosa mereka diampuni dan amal bhakti mereka mendapat pahala yang layak dari ALLAH Yang Maha Pengasih. Dan kepada Keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan kesabaran untuk menerima tragedi ini dengan penuh iman dan ketabahan.

SAYA BELUM PERNAH MENAPAKKAN KAKIKU DI TANAH LOT

Thema sentral yang akan diangkat dalam tulisan ini adalah; "Misteri di balik nama TANAH LOT". Banyak di antara Anda yang membaca tulisan ini, khususnya mereka yang berasal dari luar Pulau Bali yang pernah berkunjung ke Bali, kemungkinan besar; pasti sudah pernah menapakkan kakinya di Tanah Lot.

Karena Tanah Lot adalah merupakan salah satu tujuan wisata utama yang sangat penting dan sangat menarik bagi setiap wisatawan (baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara) yang pernah datang ke Bali.

Tapi Anda boleh percaya, boleh tidak, namun ALLAH menjadi Saksi. Bahwa selama "puluhan tahun" tinggal di Bali, saya belum pernah satu kalipun menapakkan kakiku di Tanah Lot.

Dan berdasarkan pesan yang saya terima melalui mimpi aneh pada 29 tahun yang lalu, saya baru akan menapakkan kakiku di Tanah Lot pada tahun 2016, setelah sebuah "gempa" dengan kekuatan yang besar yang akan mengguncang Pulau Bali, namun gempa itu harus muncul dari TANAH JAWA.

Gempa besar yang berpusat di Pulau Jawa itu akan mengguncang Pulau Bali (mungkin termasuk wilayah Nusa Tenggara); paling cepat 1 Mei 2015, paling lambat sebelum tahun 2016 berakhir.
Mengapa saya tidak pernah menapakkan kaki di Tanah Lot? Mengapa harus menunggu gempa? Jawabannya sederhana. Karena saya berpegang teguh (taat dan setia) pada "Kehendak Ilahi".

DARI MANA SEBENARNYA NAMA " LOT" DIADOPSI?

Jika pertanyaan; "Dari mana nama LOT diadopsi?", ditujukan kepada saya, maka sebagai "orang Kristen", saya tanpa sedikitpun ragu akan menjawab; "Bahwa nama LOT diadopsi dari ALKITAB". Karena dalam Alkitab, tertulis nama LOT.

Dan LOT adalah; "Leluhur Raja DAVID (Raja Daud), yang berarti Leluhur Raja SOLOMON, Leluhur Raja REHABEAM dan seterusnya sampai kepada; "Leluhur TUHAN YESUS sendiri" (jika kita menempatkan KRSTUS sebagai "Keturunan Daud"), Raja Besar Bangsa Israel.

Atas dasar itulah; maka dalam catatan ini, saya lampirkan diagram mengenai "silsilah LOT dan keturunannya". Diagram mengenai silsilah Keturunan LOT ini, sumbernya saya copy dari internet: http://www.sarapanpagi.org/yehuda-vt3001.html/27 April 2015 (yang membahas topik mengenai YEHUDA).

Tapi jika pertanyaan; "Dari mana nama TANAH LOT diadopsi?', ditanyakan kepada Umat HINDU di Bali, maka versi jawaban yang akan muncul adalah sebagaimana penggalan kisah berikut yang saya sadur dari sejumlah sumber.

SEJARAH TANAH LOT VERSI UMAT HINDU BALI

Sejarah Tanah Lot berdasarkan legenda, dikisahkan bahwa pada abad ke -15, Bhagawan Dang Hyang Nirartha atau dikenal dengan nama Dang Hyang Dwijendra melakukan misi penyebaran agama Hindu dari pulau Jawa ke pulau Bali.



Pada saat itu yang berkuasa di pulau Bali adalah Raja Dalem Waturenggong. Beliau sangat menyambut baik dengan kedatangan dari Dang Hyang Nirartha dalam menjalankan misinya, sehingga penyebaran agama Hindu berhasil sampai ke pelosok – pelosok desa yang ada di pulau Bali.


Dalam sejarah Tanah Lot, dikisahkan Dang Hyang Nirartha, melihat sinar suci dari arah laut selatan Bali, maka Dang Hyang Nirartha mencari lokasi dari sinar tersebut dan tibalah beliau di sebuah pantai di desa yang bernama desa Beraban Tabanan.

Pada saat itu desa Beraban dipimpin oleh Bendesa Beraban Sakti, yang sangat menentang ajaran dari Dang Hyang Nirartha dalam menyebarkan agama Hindu. Bendesa Beraban Sakti, menganut aliran monotheisme.

Dang Hyang Nirartha melakukan meditasi diatas batu karang yang menyerupai bentuk burung beo yang pada awalnya berada di daratan.



Dengan berbagai cara Bendesa Beraban ingin mengusir keberadaan Dang Hyang Nirartha dari tempat meditasinya.


Menurut sejarah Tanah Lot berdasarkan legenda Dang Hyang Nirartha memindahkan batu karang (tempat bermeditasinya) ke tengah pantai dengan kekuatan spiritual. Batu karang tersebut diberi nama Tanah Lot yang artinya batukarang yang berada di tengah lautan.

Semenjak peristiwa itu Bendesa Beraban Sakti mengakui kesaktian yang dimiliki Dang Hyang Nirartha dengan menjadi pengikutnya untuk memeluk agama Hindu bersama dengan seluruh penduduk setempat.

Dikisahkan di sejarah Tanah Lot, sebelum meninggalkan desa Beraban, Dang Hyang Nirartha memberikan sebuah keris kepada bendesa Beraban. Keris tersebut memiliki kekuatan untuk menghilangkan segala penyakit yang menyerang tanaman.

Keris tersebut disimpan di Puri Kediri dan dibuatkan upacara keagamaan di Pura Tanah Lot setiap enam bulan sekali. Semenjak hal ini rutin dilakukan oleh penduduk desa Beraban, kesejahteraan penduduk sangat meningkat pesat dengan hasil panen pertanian yang melimpah dan mereka hidup dengan saling menghormati.

Pura Tanah Lot yang terletak di sisi pantai pedesaan Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Tanah Lot yang terdiri dari dua kata, yang kata Tanah ditafsirkan sebagai karang tampak seperti gili atau pulau. Lot atau kata Lod memiliki makna laut. Jadi Tanah Lot yang berarti pulau kecil mengambang di laut.

Lokasi yang sekarang disebut sebagai Tanah Lot telah digunakan pada periode Megalitik sebagai tempat suci, terbukti dari adanya menhir. Berdasarkan kondisi lingkungan, maka struktur Pura Tanah Lot dibangun di dataran karang teratur sudutnya yang hanya terdiri dari satu halaman polos sebagai Jeroan.

Pura Tanah Lot terletak di 30 Km di sisi barat Denpasar kota dan sekitar 11 Km di sebelah selatan kota Tabanan. Candi ini dibangun di atas batu dengan ukuran 3 hektar dan dapat dijangkau dalam beberapa menit dengan berjalan kaki, karena hanya 20 meter dari bibir pantai.

Candi ini sangat terkenal di antara tujuan wisata di Bali dengan pemandangan spektakuler matahari terbenam. Di beberapa sudut dari terumbu karang di sekitar Pura Tanah Lot terdapat ular jinak yang dipercaya sebagai makhluk yang di keramatkan dan disucikan, ular yang berwarna hitam dan putih di mana menurut masyarakat setempat percaya bahwa sebagai properti dewa dan sebagai penjaga candi dari pengaruh buruk.

Pura yang dibangun oleh Danghyang Nirartha yang berhasil menguatkan kepercayaan penduduk Bali akan ajaran Hindu dan membangun Sad Kahyangan tersebut pada abad ke-16.

Odalan atau hari raya di Pura ini diperingati setiap 210 hari sekali, sama seperti pura-pura yang lain. Jatuhnya dekat dengan perayaan Galungan dan Kuningan yaitu tepatnya pada Hari Suci Buda Cemeng Langkir. Saat itu, orang yang sembahyang akan ramai bersembahyang di Pura Ini.

Fungsi candi ini dapat direalisasikan dari fungsi bangunan candi utama yang terletak di daerah candi utama. Di tempat ini, ada sebuah kuil utama untuk menyembah dewa dalam bentuk Dewa Baruna atau Bhatara Segara, kekuatan laut.

Media ibadah untuk dewa ini adalah bangunan candi dengan 5 bertingkat sedangkan bangunan candi bertingkat 3 di bagian utara daerah ini pemaknaan untuk menyembah kepada Dang Hyang Nirartha.
Candi Tanah Lot dalam rangka untuk mengetahui status Pura Tanah Lot dapat direalisasikan dari sejarah candi, fungsi dan keberadaan pemuja juga masuk berdoa saat upacara di pura ini diselenggarakan. Dalam hal ini dapat diwujudkan sebagai berikut:

Candi Tanah Lot sebagai dang Kahyangan (Kuil Suci besar di Bali), karena sejarah dan Penyiwi (Orang-orang merawat candi) adalah dari orang-orang lokal dari Kabupaten Tabanan dan sekitarnya.
Pura Tanah Lot Temple sebagai Segara, karena yang berfungsi sebagai tempat suci untuk menyembah Segara Bhatara, Tuhan dengan manifestasi sebagai Dewa Daya laut.

Hewan yang unik dapat dilihat di daerah candi Tanah Lot ni, adalah ular yang umumnya dapat ditemui di pantai, bagian dari perutnya tidak ada kulit melintang, ular air laut ini sangat berbahaya, tapi kasus gigitan ular sangat jarang terjadi, karena ular air laut umumnya sangat pasif.

Salam DUA HATI dari BUKIT SULAIMAN. Semoga DUA HATI senantiasa melindungi Nusantara dan memberkati kita semua (hitam & putih). Amin.

Tidak ada komentar: