Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Sabtu, 12 November 2016

HARUSKAH THESIS SAYA DIGUGURKAN SEMENTARA HILLARY YANG TELAH MEMENANGKAN SUARA RAKYAT AMERIKA? (Elektoral Vote Adalah Sebuah Bencana Demokrasi)





Saat ini demonstrasi anti Trump terus meluas di berbagai kota di Amerika Serikat. Mereka menolak Trump sebagai Presiden Amerika Serikat.

Bahkan negara bagian California (yang memiliki electoral vote terbanyak, yaitu; 55 kursi yang telah dimenangkan Hillary dengan suara 61,6% berbanding 31,1% yang diperoleh Trump) mengancam; “Jika Trump menjadi Presiden maka California ingin memisahkan diri dari Amerika Serikat”. 

Tanggal 7 Desember 2012 Trump menulis di twitternya dengan mengatakan bahwa; “electoral vote is a disaster of a democracy” (elektoral vote adalah sebuah bencana demokrasi). 


Namun ternyata 4 tahun kemudian, justeru “bencana demokrasi” itulah yang telah mennyelamatkan Trump dari kekalahan.

Begitu Trump tahu bahwa “bencana demokrasi” (suara parlamen) telah menyelamatkannya, Trump langsung (buru-buru) menghapus kicauannya tersebut.

 Hillary Clinton dipastikan memenangkan “popular vote” (pemilihan rakyat alias pemilihan langsung). Hingga artikel ini ditulis, perbandingan perolehan suara antara Hillary Clinton dan Donald Trump, memperlihatkan bahwa Hillary sudah unggul jauh dengan marjin yang sangat signifikan, yakni; unggul dengan  "573.650" suara, di mana Hillary memperoleh 60.839,497, sementara Trump mendapatkan 60.265.847 (sumber; http://www.nytimes.com/elections/results/president?). 

Jika Amerika menganut “sistim popular vote” (Presiden dipilih langsung oleh rakyat) sebagaimana “sistim pemilihan langsung” yang dianut Indonesia atau Timor Leste saat ini, maka tentu yang akan menjadi Presiden Amerika adalah Hillary Clinton dan bukan Donald Trump. 

Berdasarkan data dan fakta ini (Hillary yang memenangkan suara rakyat Amerika), maka yang menjadi pertanyaan adalah;

“Apakah thesis saya (suatu saat Timor Leste akan menjadi negara protektorat Amerika) harus digugurkan, sementara sejarah mencatat bahwa Hillary Clinton telah memenangkan suara rakyat Amerika, walau tidak memenangkan suara parlamen?”


 "Mana yang sebenarnya (secara langsung) mewakili suara TUHAN? Apakah suara rakyat atau suara parlamen?"

Salam “Dua Hati” dari “Bukit Sulaiman”. Selamat berakhir pekan bersama Keluarga tercinta. Selamat merayakan Sabat suci bagi mereka yang merayakannya. 

TUHAN YESUS memberkati,
Bunda Maria merestui,
Santo Yosef melindungi kita semua (hitam & putih). Amin.

Tidak ada komentar: