Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Rabu, 19 Oktober 2016

TEATRUM GLORIAM DEI & KEMUNCULAN HILLARY RODHAM CLINTON SEBAGAI PRESIDEN USA KE-45 (bag: 4)



"Bilangan tidak pernah membohongi manusia. Cepat atau lambat, Timor Leste akan menjadi Negara Protektorat Amerika"

Mereka yang Pro Kemerdekaan maupun mereka yang Pro Otonomi, sama-sama membangkitkan "murka TUHAN". 


Begitu bagian pertama artikel ini diterbitkan, banyak sahabat yang bertanya; "Atas dasar apa anda mengatakan bahwa suatu saat Timor Leste akan menjadi Negara Protektorat Amerika?" Bahkan sampai saat ini, masih saja bermunculan pertanyaan tersebut.
Ada 3 acuan dasar yang saya gunakan (sebagai titik tolak) untuk membangun "hipothesa" ini. Tiga acuan tersebut adalah;

(1). Firman TUHAN yang tertulis dalam Kitab Suci
(2). Pesan tersembunyi yang ada di balik bilangan
(3). Teori Hermeneutika

Untuk sementara, saya belum ingin membahas (membuka) tentang Firman TUHAN yang tertulis dalam Kitab Suci. Kita tunggu dulu Hillary Rodham (Clinton) resmi memenangkan Pemilihan Presiden Amerika 8 November 2016, barulah saya mulai membuka rahasia dalam Kitab Suci secara perlahan-lahan.

Yang saat ini sudah boleh saya buka secara bertahap kepada publik adalah acuan kedua, yaitu; "pesan tersembunyi di balik bilangan" (the hidden message behind the number).


NUMBER RULES THE UNIVERSE

Pythagoras, filsuf dan juga ahli matematika cabang ilmu ukur asal Yunani, yang hidup di antara tahun 572 - 497 SM, satu-satunya ilmuwan yang dikenal sebagai "The Father of Number" (Bapak Bilangan) mengatakan bahwa ajaran yang sangat substansial dari suatu benda adalah bilangan dan seluruh gejala yang terjadi di jagat raya (alam semesta) ini merupakan pengungkapan inderawi dari perbandingan-perbandingan matematis.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa bilangan adalah merupakan intisari dan dasar pokok dari sifat-sifat benda. Bertitik-tolak dari sinilah, para Pythagoreanisme membangun dalil terkenal yang berbunyi; "number rules the universe" alias "bilangan memerintah jagat raya" (Haryono, Filsafat Matematika, 2014, hal: 13).

BILANGAN TIDAK PERNAH MEMBOHONGI MANUSIA

Yang ingin saya perlihatkan berikut ini, hanya sedikit contoh dari ribuan contoh mengenai "pesan tersembuyi" (hidden message) di balik bilangan, untuk memastikan bahwa bilangan tidak pernah bisa membohongi manusia.

Pada kesempatan ini saya memulai dengan mengungkap pesan rahasia di balik bilangan (tanggal) kemerdekaan Amerika; 4 Juli 1776 dan tanggal pengumuman hasil referendum, 4 September 1999, yang mendorong saya untuk tidak ragu membangun "hipothesa" bahwa suatu saat, cepat atau lambat, Timor Leste akan menjadi "Negara Protektorat Amerika".

Amerika lahir (merdeka) pada 4 Juli 1776. Saya mereduksi tanggal Kemerdekaan Amerika menjadi; "473".

Bilangan 4 adalah tanggal (hari)
Bilangan 7 adalah bulan Juli
Bilangan 3 direduksi dari tahun 1776 (1+7+7+6 = 21= 2+1 = 3).

Kemudian dengan metode (cara) yang sama, tanggal pengumuman hasil Referendum "4 September 1999", dapat kita reduksi menjadi; "491" (simbol tuan tanah).

Angka 4 adalah tanggal (hari)
Angka 9 adalah bulan September
Angka 1: derivat dari 1999 (1+9+9+9 = 28 = 2+8 = 10 = 1+0 =1).

Kemudian coba kita lafalkan angka gabungan "473" dengan "491" dengan menggunakan Bahasa Indonesia menjadi; "empat tujuh tiga" dan "empat sembilan satu".

Setelah itu konversikan frasa "empat tujuh tiga" dan "empat sembilan satu" ke dalam bilangan dengan menggunakan sistim konversi "Simple Gematria". Maka hasilnya adalah;

Empat tujuh tiga = 55 + 80 + 37 = 172
Empat sembilan satu = 55 + 75 + 61 = 191
Lalu jumlahkan; 172 + 191 = 363.



Nah, sekarang kita coba melihat, bilangan apa yang muncul pada pengumuman hasil Referendum 4 September 1999?

4 SETEMBRO 1999 & RESULTADO REFERENDO 

A 30 de Agosto de 1999, no final de um processo marcado pela intimidação e violência, os timorenses decidem-se pela independência. De um total de 451.796 eleitores recenseados, votam 446.953, ou seja cerca de 98,9%. Dos votos validamente expressos, 344.580 (78,5%) optam pela independência e 94.388 (21,5%), pela autonomia. Parabens Povo Maubere!


Terjemahan;

4 SEPTEMBER 1999 & HASIL REFERENDUM
Pada 30 Agustus 1999, yang merupakan babak final dalam sebuah proses pemilihan yang diwarnai intimidasi dan kekerasan, rakyat Timor-Timur memutuskan untuk merdeka. Dari jumlah total 451.796 pemilih yang terdaftar, 446.953, atau sekitar 98,9% berhasil memberikan suaranya. Dari perhitungan suara yang sah, 344.580 (78,5%) memilih MERDEKA dan 94.388 (21,5%) memilih OTONOMI. Selamat Rakyat Maubere!
==================================


Nah, kini coba kita lafalkan bilangan yang muncul sebagai hasil persentase kemenangan; 78,5% dengan kembali menggunakan Bahasa Indonesia. Maka bunyi dari bilangan 78,5% adalah: "tujuh puluh delapan koma lima persen".

Setelah itu kita konversikan 6 kata berbunyi; "tujuh puluh delapan koma lima persen" ke dalam bilangan dengan menggunakan sistim konversi "Simple Gematria".

tujuh = 80
puluh = 78
delapan = 53
koma = 40
lima = 35
persen = 77
Jumlahkan; 80 + 78 + 53 + 40 + 35 + 77 = 363.

Apa artinya ini?

Ternyata jumlah nilai konversi dari bilangan "473" (tanggal kemerdekaan Amerika Serikat) dan bilangan "491" (tanggal pengumuman hasil Referendum), hasilnya sama dengan 363.

Ini artinya, terjadi artikulasi yang sempurna antara tanggal kemerdekaan Amerika dan tanggal pengumuman hasil Referendum dengan hasil Referendum itu sendiri, yang sama-sama menghasilkan bilangan (nilai konversi) "363".

(a). Hasil konversi 473 + 491 = 363
(b). Hasil konversi 78,5% = 363


Tiba di titik ini muncul pertanyaan yang sangat menggoda; "Seandainya saja tanggal pengumuman hasil Referendum, tidak dimajukan menjadi "4 September 1999, apakah hasil Referendum akan memunculkan bilangan berbunyi; "78,5%?"

Karena berdasarkan MoU (Memorandum of Understanding) yang ditanda-tangani Portugal, PBB dan Indonesia, di New York, 5 Mei 1999, bahwa hasil Referendum akan diumumkan pada Hari Selasa, 7 September 1999.

Namun entah kenapa hasil pengumuman Referendum harus dimajukan menjadi; "Hari SABAT", 4 September 1999? Kenapa hasil Referendum tidak diumumkan pada 7 September 1999?
Kalau saja diumumkan 7 September 1999, hasilnya akan berupa 78,5% atau tidak?

Namun jika saya ditanya, apa alasan UNAMET (yang merupakan perpanjangan tangan PBB = Perserikatan Bangsa-Bangsa) harus merubah jadwal pengumuman hasil Referendum, dengan memajukannya menjadi Hari Sabat, 4 September 1999?

Alasannya ada 5. Dua di antara 5 alasan tersebut adalah;

(1). Karena berhubungan dengan "Hukum SABAT".
(2). Karena berhubungan erat dengan tanggal Kemerdekaan Amaerika; 4 Juli 1776.

Coba kita simak baik-baik. Amerika merdeka pada 4 Juli. Nah, bulan Juli itu khan adalah bulan ke-7. Hasil pengumuman Referendum 4 September. Bukankah frasa (kata) September itu sendiri, terlepas dari kedudukannya sebagai bulan ke-9, secara hurfiah artinya "tujuh?"

Sapta = 7 (Setembro)
Okta = 8 (Outubro)
Nove = 9 (Novembro)
Dez = 10 (Dezembro)

Pertanyaan lainnya adalah; ketika UNAMET merubah jadwal pengumuman hasil Referendum, dari tanggal 7 September dimajukan menjadi 4 September, mungkinkah di dalam tubuh UNAMET, ada Ahli Bilangan (yang menguasai bahasa Indonesia), yang sengaja melakukan ini semua agar hasil pengumuman Referendum (363) harus "matching" (sesuai) dengan bilangan (tanggal) Kemerdekaan Amerika, yaitu tanggal 4, bulan tujuh (bulan Sapta, jangan dibaca bulan Juli)???

Ataukah data dan fakta ini adalah bukti adanya "Providentia Divina" (Penyelenggaraan Ilahi = adanya campur Tangan TUHAN)??? Tentunya hanya TUHAN Yang Mahatahu.



=========================
Namun ternyata, baik mereka yang Pro Kemerdekaan maupun mereka yang Pro Otonomi, sama-sama membangkitakan "murka TUHAN", karena keduanya sama-sama menolak "pesan tersembunyi" di balik hasil Referendum 4 September 1999.
=========================

Semoga catatan ini bermanfaat bagi kita semua.



TUHAN YESUS memberkati
Bunda Maria merestui
Santo Yosef melindungi kita semua (hitam & putih). Amin.


BERSAMBUNG;


Catatan Kaki;

Jika kita menghitung durasi waktu dari tanggal Kemerdekaan Amerika (4 Juli 1776) sampai tanggal pengumuman hasil Referendum, 4 September 1999 adalah;

(a). 7.042.550.400 detik
(b). 117.375.840 menit
(c). 1.956.264 jam
(d). 81.511 hari
(e). 11.644 minggu dan 3 hari.

UNAMET = United Nations Mission in East Timor.

Tidak ada komentar: