Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Minggu, 04 September 2016

APAKAH DENGAN MENGEMBALIKAN "BATU REFERENDUM" MAKA HASIL REFERENDUM AKAN DIBATALKAN ALLAH?


"Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu." (Matius: 7:6) 
Gara-gara artikel edisi 7 Agustus 2016, berjudul; MENGEMBALIKAN BATU REFERENDUM KE BUKIT SIO(N), sejumah sahabat bertanya;
"Apakah dengan mengembalikan "Batu Referendum" ke Bukit Sio(n) maka hasil Referendum akan dibatalkan ALLAH?"
Istilah "Batu Referendum", untuk pertama kalinya saya gunakan dalam tulsian saya; edisi 7 Agustus 2016.
Itu artinya, sebelum 7 Agustus 2016, saya tidak pernah satu kalipun menggunakan istilah ini (Batu Referendum).
"Apa defenisi dari Batu Referendum?" Alias; "Apa itu Batu Referendum?"
Untuk membuat defenisi mengenai "Batu Referendum", kita harus mengetahui lebih dulu, bagaimana bentuk atau wujud nyata dari "Batu Referendum?"
Apakah "Batu Referendum" adalah sebuah benda (material) yang bentuknya benar-benar berupa sebuah batu (secara harfiah)?
Ataukah "Batu Referendum" hanyalah sebuah "ungkapan metaforik" atau sekedar satu "istiah teknis" untuk menggambarkan sesuatu "entitas" yang bentuknya bukan berupa batu?
Saya merasa belum saatnya membahas secara lebih detai mengenai "Batu Referendum". Kita tunggu saja dulu, setelah AIR LAUT menggenangi Kota Dili dan mengasinkan isinya, barulah saya membicarakan segala sesuatunya mengenai "Batu Referendum".
Orang bijak bilang; "Setiap kisah ada masanya. Setiap masa ada kisahnya". Jadi tunggu saja dulu, setelah AIR LAUT mengunjungi Kota Dili, barulah saya berkisah mengenai "Batu Referendum".
Karena tanpa kunjungan AIR LAUT, membahas "Batu Referendum", terasa "boring" habis.

JANGAN MEMBERI BARANG KUDUS KEPADA ANJING
Hari ini tanggal 4 September 2016, genap 17 tahun usia "Pengumuman Hasil Referendum". Sebagaimana diketahui, hasil Referendum diumumkan pada Hari Sabat, tanggal September 1999. Jadi hari ini, 4 September 1999, genap berusia 17 tahun.
Dalam rangka ikut mengenang 17 tahun usia "Pengumuman Referendum", saya hanya ingin sekedar menjawab pertanyaan;
================================================
"Apakah dengan mengembalikan Batu Referendum ke Bukit Sio(n), ALLAH akan membatalkan hasil Referedum 1999?"
================================================
Pertanyaan ini lumayan bagus. Dan saya ingin menjawabnya kira-kira seperti di bawah;
Tanggal 3 Februari 1994, dini hari, saya yang saat itu sedang menjalani observasi ketat terhadap seorang pasien dari Perancis, bermimpi sangat aneh.
Saat itu dua Malaikat yang menemuiku dalam mimpi, mengatakan bahwa ALLAH memanggilu ke Bukit Sio(n), karena ALLAH berkenan memberkati program saya, yang dinamakan; CATUR MOBILSIASI.
Karena gara-garaku Program CATUR MOBILISASI, saya yang telah memenangkan Pemilihan Umum Ketua Impettu Bali secara resmi, pada Hari Minggu, 18 April 1993, kemenanganku itu tidak diterima oleh fihak Militer. Karena itulah fihak Militer tidak mau melantik saya.
Ada dua alasan; mengapa fihak Militer selaku Pembina Impettu Bali tidak mau melantik saya. Salah satunya hanya gara-gara saya menolak usulan fihak Militer merubah CATUR menjadi PANCA. Dengan demikian, nama programku; bukan CATUR MOBILISASI, melainkan PANCA MOBILISASI.
Saat itu fihak Militer mengusulkan satu program tambahan yang dinamakan; WAWASAN KEBANGSAAN. Dengan demikian ada 5 program kerja saya sebagai Ketua Impettu Bali.
Namun karena saya menolak, maka fihak Militer tidak mau melantik saya. Akibatnya status saya sebagai Ketua Terpilih terkatung-katung, hingga tibalah saatnya di mana ALLAH mengutus dua Malaikatnya menemuiku dalam mimpi, 3 Februari 1994.
Berdasarkan mimpi tersebut, tanggal 7 Februari 1994 saya membeli ticket pesawat. Tanggal 8 Februari 1994, saya meninggalkan Denpasar menuju Dili.
Tanggal 14 Februari 1994, saya meninggalkan Dili menuju Atsabe, sebuah kota kecil yang terletak sekitar 94 KM barat daya Kota Dli.
Kamis, tanggal 17 Februari 1994, saya ditemani 4 orang pria berangkat menuju Bukit Sio(n). Tapi di tengah perjalanan, kami berlima lari kocar-kacir, karena ternyata jalur yang kami lalui hari itu, sedang terjadi kontak senjata antara TNI dan Falintil (Geriliawan Pejuang Kemerdekaan Timor Leste).
Kami berlima kembali ke Atsabe. Barulah keesokan harinya, Jumat, 18 Februari 1994, saya sendirian, ditemani seekor "Anjing Gaib" kiriman Santo Yosef berhasil mencapai Bukit Sio(n).
Saya berada di sana sendirian selama 3 hari. Pada Minggu dini hari, 20 Februari 1994, ketika ALLAH berbicara dari atas Takhta-Nya yang terlihat begitu amat sangat agung dan megah, bentuknya juga aneh, sambil mengacungkah "Lengan Kanan-Nya" menjulang tinggi dari balik Takhta-Nya.
Saat itu ALLAH berbicara menggunakan "Suaran-Nya yang menggelegar bagaikan suara petir yang menyambar, sampai-sampai saya jatuh tersungkur ", dan ALLAH sama sekali tidak mengeluarkan pernyataan; "Akan membatalkan hasil Referendum 1999".
Jika ALLAH tidak satu kalipun mengucapkan kalimat; "membatalkan hasil referendum 1999", lalu saya "ngaur", mengarang-ngarang sendiri apa yang tidak pernah diucapkan ALLAH, bukankah ini sama saja dengan saya telah dan sedang menimbuni bara api di atas kepalaku sendiri, dan jika waktunya telah genap, seluruh tubuh saya akan terpanggang dalam api abadi?
Oleh karena ALLAH tidak membicarakan "pembatalan hasil referendum", maka saya tidak ingin digiring Pembaca untuk terjebak dalam pola pertanyaan; "Apakah ALLAH akan membatalkan hasil Referendum?"
Sekali lagi, saya tidak ingin terjebak dan masuk ke sebuah "polarisasi" yang bisa membuat saya "tersesat" di dalamnya.
Oleh karena itu, saran saya, sebaiknya Pembaca ganti saja "teknis bertanya". Gunakan konstruksi kata-kata yang memberi saya ruang yang lebih nyaman agar saya tidak tersesat di dalamnya.
Maka dalam menanggapi pertanyaan tersebut, saya hanya mau mengutip Firman TUHAN yang tertulis dalam Injil St. Matius; 7:6;
===============================================
"Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu." (Matius: 7:6) 
==============================================

ALLAH MEMBERI MUTIARA NAMUN ORANG TIMOR LESTE MENOLAKNYA DAN LEBIH SENANG MEMILIH ) PERUNGGU

"Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN" (Yesaya: 558)

Nama Pulau TIMOR yang berasal dari Bahasa IBRANI, beserta isinya adalah ciptaan ALLAH. Bukan ciptaan manusia. Demikian juga hasil Referendum Timor-Timur 1999 adalah "rancangan ALLAH". Bukan rancangan manusia.
Kalau hasil Referendum Tim-Tim 1999 adalah rancangan manusia, maka kagak mungkin namaku ABM (Antoninho Benjamim Monteiro) dipilih sebagai "BRAND" (mark) Kemenangan Referendum 1999.
Hasil Referendum yang diumumkan pada Hari Sabat, 4 September 1994 adalah; KERAJAAN DAUD. Tapi sayangnya, orang Timor Leste menolak Negara KERAJAAN DAUD dan lebih suka mendirikan Negara "REPUBLICA DEMOCRATICA".
Minggu dini hari, 20 Februari 1994, ALLAH memperlihatkan dari atas Langit Gunung Ramelau sebuah KERAJAAN yang bentuknya sangat-sangat megah, agung dan mulia.
Selain ALLAH memperlihatkan bentuk KERAJAAN agung tersebut, ALLAH juga memperlihatkan seorang "Raja Besar" masa lalu dan semua turunannya secara turun-temurun hingga Raja Terakhir.
Tapi orang Timor Leste menolak KERAJAAN DAUD dan lebih senang mendirikan REPUBLICA DEMOCRATICA.
Nah, di antara dua entitas ini; KERAJAAN DAUD dan REPUBLICA DEMOCRATICA, mana yang cocok dengan hasil Referendum 1999? Bukankah jumlah manusia yang memberikan suaranya sebagaimana diumumkan melalui hasi Referendum 1999 adalah; "344580"?
Silahkan Anda konversikan antara dua entitas (dua sistim negara), yaitu; KERAJAAN DAUD & REPUBLICA DEMOCRATICA, ke dalam "Bilangan Pythagoras.
Entitas yang manakah yang "matching" (cocok) dengan hasil Referendum 1999, 344580? Apakah KERAJAAN DAUD? Ataukah REPUBLICA DEMOCRATICA?
Ternyata hanya KERAJAAN DAUD, yang nilai konversinya = 344580. Sementara nilai konversi REPUBLICA DEMOCRATICA, memunculkan "Bilangan 666" (Simbol ANTI KRISTUS).
Oleh karena itu, entah orang Timor Leste sadar atau tidak, orang Timor Leste telah dan sedang menolak "Hasil Referendum 1999 yaitu KERAJAAN DAUD (344580) dan lebih suka mendirikan "Bilangan ANTI KRISTUS; 666".

Ini artinya, entah orang Timor Leste sadar atau tidak, negara yang didirikan orang Timor Leste adalah; "Negara ANTI KRISTUS" (666). Bayangkan saja, ketika saya membaca Konstitusi Negara REPUBLICA DEMOCRATICA Timor Leste dari ujung ke ujung, tidak satu kalipun saya menemukan Nama Suci ALLAH tertulis di sana.

Selama saya tidak menyerahkan "Batu Referendum" untuk dijadikan sebagai "Fondasi" guna mendirikan Negara KERAJAAN DAUD, maka "Bilangan 666" ditempatkan dalam koridor; ANTI KRISTUS, sebagaimana tertulis dalam "Kitab WAHYU", 13:18.
Bilangan "666" baru bisa dianggap sebagai "Simbol Kekayaan SALOMO", sebagaimana tertulis dalam "Kitab 1Raja-raja", 10:14 atau dalam "Kitab 2Tawarikh; 9:13", jika saya menyerahkan "Batu Referendum" untuk orang Timor Leste.
Selama saya tidak menyerahkan "Batu Referendum", maka Bilangan 666 yang merupakan hasil konversi dari frasa REPUBLICA DEMOCRATICA adalah "SImbol ANTI KRISTUS".
Karena orang Timor Leste telah menolak KERAJAAN DAUD, maka saya tidak menemukan adanya alaan untuk harus menyerahkan "Batu Referendum". Dan lebih baik saya kembalikan saja "Batu Referendum" ke Bukit Sio(n).
ALLAH Yang Maha Pengasih memberi orang Timor "mutiara mahal", namun orang Timor, dengan segela ketegaran tengkuk dan kecongkakan hatinya, telah menolak mutiara yang sangat mahal dari ALLAH, dan lebih suka memilih "perunggu murahan". Jika demikian, ya sudah, saya kembalikan saja "Batu Referendum" ke Bukit Sio(n).
=================================================
Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran (1 Yohanes; 2:4).
================================================
Semoga catatan ini bermanfaat.
Salam "Dua Hati" dari "Bukit Sulaiman"
TUHAN YESUS memberkati
Bunda Maria merestui
Santo Yosef melindungi kita semua (hitam & putih). Amin.

Tidak ada komentar: