Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Jumat, 23 September 2016

ANTARA IMAN & AKAL BUDI ADA "PEDANG" DI DALAMNYA (Identitas Manusia Sabat Ada Dalam Buku "The Da Vinci Code")


"Tunjukkan kepada saya, hal baru apa yang dibawa Muhammad? Bukankah di sana Anda hanya akan menemukan hal-hal jahat dan tidak manusiawi? Seperti perintahnya untuk menyebarkan iman dengan pedang sebagaimana yang ia khotbahkan?" (Manuel Palaelogus II, Kaisar Bizantium, abad 14).
Anda bertetangga dengan tuan "Dan Brown?" (orang Amrik itu)?Jawabannya; mungkin ya, mungkin juga tidak. Kebanyakan mungkin tidak. Karena Anda (dan juga saya) tinggalnya di Nusantara. Bukan di negeri Uncle Sam (Paman Sam).
Tapi Anda mengenal tuan Dan Brown khan? Kemungkinan besar jawabannya "ya" (walaupun sebaliknya, tuan Dan Brown tidak mengenal Anda, juga termasuk tidak mengenal saya).
Anda dan saya mengenal Mr. Dan Brown melalui karya-karyanya yang fenomenal. Salah satunya adalah "The Da Vinci Code", yang konon memukau akal dan mengguncang iman (Kristen). Sampul buku tersebut saya lampirkan dalam salah satu foto terlampir.
Coba Anda simak baik-baik foto tersebut. Dalam foto sampul buku tersebut saya letakkan uang Rp 100.000 dengan nomor seri "RHL003555", di mana ada angka triple; 555. Angka 5 adalah "Simbol Matahari".
Coba lafalkan 7 tangga nada; do-re-mi-fa-SOL-la-si. Bukankah tangga nada ke-5 itu bunyinya; SOL, yang artinya MATAHARI?
Uang yang saya letakkan di cover buku The Da Vinci Code itu uang asli lho. Bukan uang palsu. Yang menjadi pertanyaan adalah; "Mengapa uang dengan nomor seri "RHL003555" harus mampir ke tangan saya?" Sekedar kebetulankah?
Anda boleh check ke Bank (Sentral) Indonesia. Betulkah Bank Sentral pernah mencetak uang lembaran seratus ribu dengan nomor seri tersebut? Kalau ternyata saya bohong, boleh potong jari ke-5 saya (jari kelingking). Tapi jangan memotong semuanya.
Saya mendapatkan uang dengan nomor seri; "RHL003555" dari "Bangsawan Atara" yang saat ini tinggal di negeri Ratu Elizabeth II, pada tanggal 8 September 2016, melalui SMS dengan kode notifikasi; "7587162385". Rakyat Timor Leste, terutama "Renetil", jangan meremehkan kode ini (7587162385).
Sebagai seorang penggemar berat "Ilmu Bilangan", saya ingin sekali mengatakan bahwa kode ini (7587162385) sangat krusial. Secara "retrospektif" (dibawa ke masa lalu), salah satu makna dari kode ini berhubungan erat dengan "Perjanjian Camp David (153)" (ketika Presiden Soeharto dan Presiden Gerald Ford bertemu di Camp David, Maryland USA, untuk membahas sejumlah isu, dan salah satunya adalah mengenai nasib Timor Portugis).
Tapi secara "prospektif" (dibawa ke masa depan), maka salah satu makna lain dari kode ini berhubungan erat dengan "Manusia Sabat" dan kedatangan AIR LAUT di Kota Dili tahun 2017.
Dan saya menerima kode ini (7587162385) tepat tanggal 8 September 2016 melalui pesan singkat (SMS); antara Inggris dan Indonesia/Bali.
Sebagaimana diketahui, berdasarkan Kalender Liturgis Gereja Katolik Roma, tanggal 8 September dirayakan sebagai "Hari Kelahiran Bunda Suci Perawan Maria".
Dengan demikian, maka ketika Bangsawan Atara di Inggris, memutuskan mengirimkan kode ini ke saya, pada tanggal 8 September 2016 (berdasarkan dimensi "hukum ruang dan waktu"), tentunya kejadian ini bukan sekedar satu kebetulan belaka.
Untuk itu saya ingatkan masyarakat Kota Dili untuk terus melakoni 3B (Berdoa, Bertobat & Bertirakat). Bagi yang bersiap-siap mau meninggalkan Kota Dili, saya tidak menganjurkan, juga tidak melarang. Anda bisa putuskan sendiri mana yang terbaik.
Hanya sekitar 3 bulan lagi kita akan memasuki tahun 2017. Mereka yang tidak bisa berenang, sebaiknya latihan berenang. Sedia payung sebelum hujan, adalah tindakan yang bijak.

ID MANUSIA SABAT ADA DALAM BUKU THE DA VINCI CODE
Semenjak munculnya artikel saya yang terakhir, banyak sekali yang bertanya pada saya; "Apakah belun adalah "Manusia Sabat" yang saya maksudkan selama ini?"
Saya ingin tegas mengatakan bahwa; "Kita baru bisa mengenal Manusia Sabat jika Timor Leste berubah statusnya dari "negara republik" menjadi "negara monarki".
Karena hasil Referendum 1999 itu yang muncul adalah "Simbol Bilangan KERAJAAN DAUD. Bukan bilangan RePublik Demokratik.
Selama Timor Leste masih menyandang status sebagai "negara republik", maka tidak ada gunanya dunia (Timor Leste) mengenal "Manusia Sabat". Karena antara "Manusia Sabat" dan "KERAJAAN DAUD", adalah ibarat dua sisi mata uang.
Itu artinya; jika Timor Leste tidak pernah berubah statusnya menjadi KERAJAAN DAUD, maka "Manusia Sabat" tidak akan pernah muncul.
Dengan demikian, maka jika saat ini Anda bertanya; "Apakah Saudara Gregorius Seran adalah Manusia Sabat atau bukan?" Akan lebih baik Anda tanyakan sendiri kepada sahabatku itu.
Jika Anda bertanya pada saya, saya hanya ingin mengatakan; "Selama AIR LAUT tidak naik untuk menggenangi Kota Dili dan mengasinkan isinya, maka membicarakan Manusia Sabat, terasa "boring" habis. Maka belum saatnya berkisah tentang Manusia Sabat.
Orang bijak bilang; "Setiap kisah ada masanya. Setiap masa ada kisahnya". Maka belum saatnya saya berkisah. Untuk itu kita tunggu saja dulu kunjungan AIR LAUT di Kota Dili tahun 2017.
Yang sabar yaa...! Orang sabar itu disayang Eyang Subur.
Jika saat ini saya menghadirkan Manusia Sabat di hadapan orang Timor Leste, maka tindakan saya ini adalah ibarat saya "menyodorkan mutiara yang amat mahal kepada tikus-tikus got".
Karena yang namanya tikus got itu senangnya "roti basi". Tapi bukan mutiara. Kalau kagak percaya, buktikan aja sendiri. Letakkanlah mutiara dan roti busuk di mulut got secara berdampingan. Anda percaya atau tidak, saya jamin, tikus-tikus kotor akan bermunculan untuk melahap habis roti busuk dan mengabaikan keberadaan mutiara.
Jika Anda benar-benar berniat menggali ID(entitas) Manusia Sabat, coba gali di dalam buku "The Da Vinci Code". Karena setelah penampakan KRISTUS, Minggu, 7 Juli 1996, saya tidak sedikitpun ragu, untuk mengatakan bahwa ID(entitas) Manusia Sabat disebutkan di dalam buku Dan Brown, "The Da Vinci Code".
Saya ingin mengatakan begini;
Setelah KRISTUS menampakkan Diri-Nya kepadaku untuk yang pertama kalinya, Minggu, 7 Juli 1996, maka saya tidak ragu sedikitpun untuk memastikan bahwa; melalui kode-kodenya rahasinya, sebenarnya Eyang Leonardo Da Vinci ("visioner" ulung Italia) ingin sekali mengatakan kepada generasi di jamannya (melalui kode-kode tersembunyi), bahwa suatu saat di masa depan akan muncul "Manusia Sabat" yang memiliki sejumlah tanda-tanda lahir di tubuhnya (sebagaimana sebagian telah disebutkan belun Gregorius Seran dalam kesaksiannya).
Dan Manusia Sabat tersebut telah dinubuatkan dalam Kitab Suci. Tapi sayangnya, ada ribuan "decoder" (pemecah sandi) yang di kemudian hari menerjemahkan kode-kode (termasuk lukisan) Da Vinci, dengan cara membangun hipothesa-hipothesa yang penuh spekulatif, kalau tidak dikatakan; sporadis dan serampangan.
Saya tidak tahu, apakah mereka adalah orang-orang atheis? (tidak percaya adanya TUHAN)? Atau mungkin karena mereka adalah Anti KRISTUS? Atau mungkin juga ada alasan lainnya?
Misalnya, mungkin saja mereka melakukan itu dengan tujuan agar buku-buku yang mereka tulis bisa bertahan lama di rak-rak buku "best seller", agar dengan demikian, bisa mendongkrak popularitas mereka, termasuk status keuangan mereka, dan seterusnya.
Kalau tidak dengan sengaja membangun "kebohongan" melalui hipothes spekulatif semacam itu, termasuk memasukkan thema sentral tentang TUHAN yang "menikah", bagaimana mungkin, buku yang mereka tulis bisa masuk kategori "best seller".

ANTARA IMAN & AKAL BUDI ADA "PEDANG" DI DALAMNYA
Bagi mereka yang mengerti Bahasa Inggris, bisa membaca teks berbahasa Inggris yang saya share di laman FB saya (Antoninho Benjamim Monteiro).

Atau Anda bisa langsung mengunjungi situs ini; https://w2.vatican.va/content/benedict-xvi/en/speeches/2006/september/documents/hf_ben-xvi_spe_20060912_university-regensburg.html

Teks tersebut membicarakan isu krusial, yaitu; IMAN & AKAL BUDI, yang merupakan thema sentral dari Kuliah Umum yang disampaikan Bapa Suci Paus Benedictus XVI di Universitas Resenberg Jerman, pada 12 September 2006, yang mana, dalam teks tersebut, khususnya di paragraf ketiga, Bapa Suci mengutip ucapan Manuel Palaelogus II, Kaisar Bizantium abad 14.
Kutipan yang dimaksud adalah;
"Show me just what Mohammed brought that was new, and there you will find things only evil and inhuman, such as his command to spread by the sword the faith he preached.
Terjemahannya;
"Tunjukkan kepada saya, hal baru apa yang dibawa Muhammad? Bukankah di sana Anda hanya akan menemukan hal-hal jahat dan tidak manusiawi? Seperti perintahnya untuk menyebarkan iman dengan pedang sebagaimana yang ia khotbahkan?".
Gara-gara kutipan tersebutlah, kemudian memunculkan "kemarahan besar Umat Muslim" yang dengan merebaknya gelombang demosntrasi besar-besaran di berbagai negara.
Mengapa saya sengaja menampilkan teks tersebut?
Karena berkaitan dengan isu PEDANG yang disebutkan dalam buku The Da Vinci Code. Dan ini ada hubungan erat dengan isu Manusia Sabat dengan sejumlah tanda lahir di tubuhnya, yang salah satunya adalah PEDANG, sebagaimana disebutkan oleh belun Gregorius Seran dalam kesaksiannya.
Saya akan membahas isu PEDANG ini dalam salah satu artikel yang sedang saya siapan saat ini. Artikel ini berkaitan erat dengan kejadian di mana saya meminta tolong kepada Suster YN (Anggota Kongregasi RVM = Religious of the Virgin Mary), untuk menghitung berapa jumlah kata "pedang" yang tertulis dalam 4 Injil pertama Perjanjian Baru (Injil: Matius, Markus, Lukas & Yohanes).
Saat itu, Minggu, 30 Juli 2006, di Gereja St. Yosef Kepundung, Suster YN bertanya; "Untuk apa menghitung pedang?"
Saya saat itu menjawab asbun (asal bunyi);
"Karena tidak lama lagi kata "pedang" akan meuncur dari mulut Bapa Suci Paus Benedictus XVI".
Saat itu, Suster YN mengira Beliau telah berhubungan dengan orang gila. Tapi apa yang kemudian terjadi?
Begitu Umat Muslim melancarkan demosntrasi besar-besaran di berbagai belahan bumi, gara-gara kata "pedang" yang diucapkan Bapa Suci Paus Benedictus XVI dalam Kuliah Umum di Universitas Regensburg Jerman, 12 September 2006, barulah tanggal 17 September 2006, Suster YN tergopoh-gopoh mengantarkan hasil hitungan mengenai jumlah frasa pedang, ke kos saya.
Saat itu ketika Suster YN mengetok-ngetok berulang-ulang pintu kamar kos saya, namun saya tidak membukakan pintu untuk Beliau. Setelah menunggu sekitar 40 menit, Suster YN menuliskan sebuah nota dan menyelipkan di bawah (celah) pintu, sambil sekaligus mengembalikan buku The Da Vinci Code yang telah dipinjamnya. Hari itu Beliau meletakkan buku The Da Vinci Code di meja kecil yang ada di depan kamar kos saya dan kemudian Beliau berlalu dengan perasaan yang mungkin sangat kecewa.
Nota (tulisan tangan Suster YN), akan saya lampirkan dalam artikel yang sedang saya siapkan, untuk dijadikan bukti, agar saya tidak dituduh sedang melakukan "kebohongan publik".
Jika Suster YN ikut membaca artikel ini, untuk yang kesekian kalinya saya meminta MAAF karena saat itu, 17 September 2006, tidak membukakan pintu. Jika saat itu saya membukakan pintu, maka tidak ada nota tertulis dari Suster YN sebagai bukti untuk memperkuat kisah nyata ini. Dan tulisan saya tidak memiliki nuansa karena berwarna hitam-putih doang.
Pertanyaannya kini adalah;
"Dari mana saya tahu kalau Bapa Suci Paus Benedictus XVI akan mengucapkan kata "pedang" di Jerman?"
Jawabannya ada hubungan erat dengan artikel saya edisi 30 September 2012 yang masih ada di laman FB saya (Antoninho Benjamim Monteiro).
Saat itu, ketika saya menerbitkan artikel tersebut dan memastikan bahwa Paus baru akan muncul di tahun 2013, "sonde" ada orang percaya sama "beta".
Banyak orang menghujat; "beta" dengan berkata bahwa "beta ini orang gila". Eeh tidak tahunya, hanya besrelang "151" hari, yaitu 28 Februari 2013, sejarah mencatat fakta yang berbanding terbalik dengan hujatan mereka, namun berbanding lurus dengan "tulisan beta", di mana Bapa Suci Paus Benedictus XVI, secara resmi mengundurkan diri.
Sekali lagi; "Rahasianya ada di mana sebenarnya?"
Jawabannya sederhana saa. ALLAH adalah segala rahasia. Semua Ilmu Pengetahuan di bumi ini, sumbernya ada di ALLAH.
Bukalah buku The Da Vinci Code. Sebelum membaca buku itu, berdoalah lebih dulu dengan kusyuk, mintalah ROH KUDUS untuk membimbing Anda. Maka dijamin, ALLAH akan memberikan "pencerahan", di mana mata hati Anda akan tebruka untuk menemukan banyak rahasia di balik "kode-kode Eyang Leonardo Da Vinci" yang telah disalah-tafsirkan banyak "decoder".
Jika Anda suatu saat pergi ke Kota Milan, dan di sana Anda menemukan lukisan asli Eyang Leonardo Da Vinci tentang "The Last Supper" (Perjamuan Terakhir), bukalah mata Anda lebar-lebar, dan temukanlah "rahasia besar' yang diumpetin dalam lukisan tersebut, dan kemudian berkatalah dengan jujur kepada dunia.
=====================================================================
"Tak ada kebohongan yang lebih jahat dari pada kebenaran yang disalah-artikan oleh mereka yang telah mendengar dan melihatnya" (William James; Filsuf dan Psikolog Amerika Serikat; 1842-1910).
=====================================================================
Semoga catatan ini bermanfaat. 
Salam "Dua Hati" dari "Bukit Sulaiman".
TUHAN YESUS memberkati
Bunda Maria merestui
Santo Yosef melindungi kita semua (hitam & putih). Amin.

Tidak ada komentar: