Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Sabtu, 17 September 2016

ADA PESAN ILAHI DI BALIK KEMATIAN PRESIDEN PARTAI DEMOKRAT; "Suatu Kajian Dalam Perspektif Ilmu Bilangan" (bagian: 3)



Tujuh Roti Yang Penuh Misteri Dari Timor Leste 
(Pak Xanana dan Prof. Lucas Sebaiknya Segera Berdamai)
Hari ini 17 September 2016, genap 2 tahun saya mendaptkan "7 roti" dari Timor Leste yang dikirim oleh sahabatku SBY (Sang Bangsawan Yahudi =Yahudi SB Yahudi).
Ke-7 roti tersebut dibawa oleh Bangsawan Luca bersama "Simbol Pangeran Surya" (SPS) dari Portugal. SPS dibawa dari Fatima Portugal menuju Inggris, kemudian dibawa keluar dari Inggris mampir di sejumlah negara, lalu tiba di Indonesia (Bali).

Saat SPS tiba di Bali, saya seharusnya menerima SPS di Bali. Namun saat SPS tiba di Bali, saya diberitahu dalam mimpi bahwa SPS harus dibawa dulu ke Dili, diterima oleh SBY lebih dulu. Baru kemudian SBY mengirim kembali SPS ke Bali bersama "7 roti". Dan ke-7 roti tersebut harus dibuat di Timor Leste.
Anda bisa melihat gambar ke-7 roti tersebut dalam salah satu gambar terlampir.
Akhirnya dua tahun lalu, tanggal 17 September 2014, Bangsawan Luca (adik kandung Menteri Sosial Timor Leste saat ini), membawa kembali SPS bersama 7 roti, uang bersimbol "212" ditambah CAFE LETEFOHO (kiriman SBY), tiba di Bali.
Setelah menerima semua item di atas, saya mendokumentasikannya dengan cara yang sedikit unik (bahkan terkesan aneh), karena demikianlah petunjuk yang saya dapatkan melalui mimpi. Maka terbentuklah (wujud) dokumentasi ke-7 roti sebagaimana dapat Anda lihat dalam salah satu foto terlampir.
Ke-7 roti tersebut masing-masing saya beri simbol. Simbol-simbol yang ada di sana berdasarkan "7 nama" tokoh nasional, yang masuk dalam daftar "top seven" yang saya umumkan di bulan Desember 2011 melalui artikel berseri berjudul; PANGERAN MATAHARI DARI NEGERI AYAM - PANGERAN AYAM DARI NEGERI MATAHARI.
Artikel tersebut sempat diterbitkan sampai 10 seri. Namun ke-10 seri artikel tersebut ditarik kembali dari peredaran karena alasan tertentu. Bagi mereka yang sudah sempat menyimpannya ke file pribadi, ya syukurlah. Anggaplah itu bonus dari saya.

ROTI FERNANDO DE ARAUJO TIDAK BISA DIMAKAN
Tanggal 17 September 2014, Bangsawan Luca tiba di Sanglah sudah malam (sekitar jam 8 malam). Biasanya tiba sore hari. Keterlambatan itu terjadi, katanya gara-gara pesawat delay di Dili.
Dan malam itu, setelah menerima ke-7 roti tersebut dari Bangsawan Luca, saya lalu memberikan masing-masing nomenklatur (penamaan) kepada 7 roti tersebut sebagai-berikut;

(1). Roti I = JAG = Jose Alexandre Gusmao 
(2). Roti II = JMRH = Jose Manuel Ramos Horta 
(3). Roti III = JLG = Jose Luis Guterres 
(4). Roti IV = LDC = Lucas Da Costa 
(5). Roti V = JMV = Jose Maria Vasconcelos 
(6). Roti VI = FG = Francisco Guterres 
(7). Roti VII = FDA = Fernando De Araujo
Urutan ke-7 nama tokoh nasionalis di atas disusun berdasarkan nama 7 nasionalis tersebut yang saya telah umumkan pada bulan Desember 2011.
Setelah memberi simbol masing-masing kepada 7 roti tersebut, saya mulai makan roti-roti tersebut. Aturannya saya harus memakan roti-roti tersebut, harus dimulai roti pertama berlambang JAG, kemudian roti kedua berlambang; JMRH dan seterusnya.
Namun kemudian terjadi keanehan. Setelah selesai makan 6 roti yang lain, ketika saya akan memakan roti ke-7 yang melambangkan nama FDA, saya melihat roti itu tiba-tiba berubah wujud.
Bukna hanya bentuk dan warnanya berubah. Tapi roti ke-7 itu mengeluarkan aroma yang juga aneh. Bukan bau yang menyengat hidung, melainkan tercium aroma bunga "kamboja".
Akhirnya saya tidak jadi memakan roti ke-7. Saya memutuskan menyimpan dulu roti ke-7. Dan ternyata saya mendapatkan mimpi bahwa roti yang ke-7 tidak boleh saya makan, melainkan dibakar saja. Makanya saya memutuskan untuk membakar roti ke-7.
Selain itu, dalam mimpi saya juga diberi pesan agar saat memasuki hari ke-57 (bilangan 57 adalah simbol ANAK DAUD), yang dihitung dari 17 September saat 7 roti tersebut dibawa dari Dili tiba di Bali, saya harus menuliskan artikel untuk memastikan bahwa salah satu dari 7 nama yang diperlihatkan dalam 7 roti tersebut, tidak akan bertahan sampai tahun 2017, dan dalam artikel tersebut, saya harus melampirkan foto (dokumentasi) mengenai 7 roti tersebut yang telah saya buat.
Oleh karena itulah begitu memasuki hari ke-57, yang jatuh tepat pada tanggal 13 November 2014, saya menuliskan artikel dengan thema sentral; "TIMOR LESTE TIDAK AKAN SAH MENYANDANG STATUS TANAH PERJANJIAN JIKA TIDAK MENYEMBELIH GALLUS BANKIVA".
Dan yang mengagetkan, tepat memasuki hari ke; 201, yaitu; 2 Juni 2015, Maun Bot Fernando De Araujo (FDA) yang namanya melambangkan roti ke-7 (yang tidak bisa saya makan), menghembuskan nafas terakhir.
Ini adalah fakta (empiris) yang tidak bisa kita jelaskan dengan bahasa yang berlogika (manusia), kecuali hanya bisa kita renungkan (melalui kontemplasi mendalam dengan hati).
PAK XANANA & PROF. LUCAS SBEIKNYA BERDAMAI
Berdasarkan fakta (serangkaian kejadian nyata) di atas, ada satu kekuatan yang mendorong saya untuk harus memberikan saran ini kepada Pak Xanana dan Prof. Lucas untuk sebaiknya berdamai.
Kenapa harus ada usulan kepada kedua tokoh tersebut untuk berdamai? Mungkin jawaban yang paling simple adalah; "Bukankah damai itu indah?" Kedengarannya klise namun bernilai di Mata TUHAN. Damai itu sangat berkenan di hadapan ALLAH.
===============================================
Enquanto hau sujere para tenke dame ne quer dizer que hau iha razoens nebe forte tebes. Tamba maske sira nain rua ne ita hare ba la iha problema ba malu, mas tuir hau nia ponto da vista, hau hatene muito bem katak sira nain rua iha buat FUKUN ruma ba malu. Tamba ne mak hau iha obrigasaun sujere ba sira nain rua tenke dame. Diak liu dame sedu, antes que buat hotu atraza.
===============================================
Tanggal 17 September 2014, Prof. Lucas ikut terbang dari Dili, berada dalam satu pesawat yang ditumpangi Bangsawan Luca yang saat itu membawa serta ke-7 roti bersama SPS.
Saya tidak menganggap satu kebetulan belaka, ketika Prof. Lucas harus terbang pada hari yang sama, di mana saat itu, SPS dari Portugal dan 7 roti yang juga berada dalam pesawat yang sama.
Hidup kita ini penuh dengan misteri dan kejutan. Eyang Gabriel Marcel yang merupakan eksistensialis Perancis berkata bahwa;
"Eksistensi manusia berada dalam dua kutub; antara berada dan tidak berada. Memiliki tubuh tidak dapat dipastikan bahwa manusia berada, karena itu hanyalah sisi materi manusia belaka. Manusia memiliki tubuh (to have) bukan berarti ia berada dalam dirinya sendiri (to be). Semakin manusia ingin memiliki, semakin ia tidak akan menjadi dirinya sendiri".
Dengan kata lain, memiliki tubuh bukan berarti pasti memahami namun malah terasing dengan dirinya karena manusia akan terus menuruti nafsu yang mengarahkannya pada dunia materi yang tidak abadi. .
Kehadiran manusia (présence) bukan hanya dipandang dari sisi fisik, namun juga melampaui itu. Kehadiran hanya ada bila yang satu mengarahkan diri pada yang lain bukan sebagai objek yang dimiliki, namun sebagai subjek pula. Manusia memiliki tubuh namun juga berjarak dengan itu dengan pikiran yang melampauinya (https://www.facebook.com/groups/Ikabeo/).
 
MUJIZAT TUHAN YESUS TENTANG TUJUH ROTI 
Karena topik artikel ini mengangkat thema sentral mengenai TUJUH ROTI DARI TIMOR LESTE, maka saya ingin mengajak pembaca budiman untuk merenungkan mujizat TUHAN yang menduplikasi "TUJUH ROTI" guna memberi makan "4000" (empat ribu) manusia, dan kemudian setelah semuanya kenyang, saat sisa roti hasil duplikasi dikumpulkan, ternyata tersisa; "TUJUH BAKUL".

YESUS memberi makan empat ribu orang (Markus; 8:1-10)
(1) Pada waktu itu ada pula orang banyak di situ yang besar jumlahnya, dan karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata:
(2) Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan.
(3) Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh."
(4) Murid-murid-Nya menjawab: "Bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?"
(5) Yesus bertanya kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" Jawab mereka: "Tujuh."
(6) Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak.
(7) Mereka juga mempunyai beberapa ikan, dan sesudah mengucap berkat atasnya, Ia menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan.
(8) Dan mereka makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul.
(9) Mereka itu ada kira-kira empat ribu orang. Lalu Yesus menyuruh mereka pulang.
(10) Ia segera naik ke perahu dengan murid-murid-Nya dan bertolak ke daerah Dalmanuta.
=============================================
Hanya TUHAN YESUS yang sanggup melakukan ini. Di luar DIA, tidak ada dan tidak akan pernah ada. Karena DIA adalah MESIAS, Anak ALLAH yang penuh dengan segala kuasa.
Dalam rangka ikut mengenang PERJANJIAN CAMP DAVID yang ke-38 (17 September 1978 - 17 September 2016), saya ingin sekali mengakhiri artikel ini dengan mengutip ucapan Eyang Claude G. Bowers, Ahli Sejarah & Diplomat Amerika, yang pernah hidup antara; 1878-1958, yang meninggalkan wasiat berbunyi;
============================================
"Sejarah adalah obor untuk menerangi masa silam dan membimbing kita memerangi pengulangan kekeliruan di masa mendatang. Sejarah tak bisa ditulis kembali hanya sekadar untuk menyenangkan atau memuaskan diri kita sendiri"
===========================================
Semoga catatan ini bermanfaat. Selamat berakhir pekan bersama Keluarga tercinta. Selamat merayakan Sabat suci bagi mereka yang merayakannya. Salam "Dua Hati" dari "Bukit Sulaiman".
TUHAN YESUS memberkati
Bunda Maria merestui
Santo Yosef melindungi kita semua (hitam & putih). Amin.


Tidak ada komentar: