Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Senin, 01 Agustus 2016

NAMAKU SIMAMORO: "Pesan Dari Bukit Sio(n) Untuk Mantan Perdana Menteri Xanana Gusmão & Rakyat Timor Leste" (bagian 4)




"Kunjungan Air Laut Di Kota Dili Semakin Dekat"


Kilas Balik Singkat;

Artikel yang sedang Anda baca ini adalah sambungan (lanjutan) dari artikel lama (2013) yang mana, judul utamanya masih tetap sama; NAMAKU SIMAMORO, namun sub judulnya ada tambahan frasa; "mantan".

Seri pertama diterbitkan pertama kalinya di laman FB saya (Antoninho Benjamim Monteiro), pada 2 April 2013. Seri kedua saya belum temukan filenya (terbit tanggal berapa ?). Sementara seri ketiga diterbitkan pada 23 Mei 2013. Judul utamanya adalah; NAMAKU SIMAMORO. Sementara sub judulnya adalah; "Pesan Dari Bukit Sio(n) Untuk Perdana Menteri Xanana Gusmão & Rakyat Timor Leste".
Namun karena Pak Xanana sudah lengser dari Kursi Perdana Menteri pada 5 Februari 2015, maka mulai seri ke-4 ini, walau judul utamanya tetap sama (NAMAKU SIMAMORO), namun sub judulnya ada tambahan kata: "mantan".

Dengan demikian sub judulnya menjadi;

"Pesan Dari Bukit Sio(n) Untuk Mantan Perdana Menteri Xanana Gusmão & Rakyat Timor Leste". Saya tetap mempertahankan sub judul ini karena berhubungan erat dengan bilangan "401".

Bilangan "401" ini adalah salah satu bentuk "steganos" yang berhubungan erat dengan kejadian yang akan dialami Pak Xanana. Ini artinya, di balik bilangan 401, ada pesan tersembunyi yang berhubungan erat dengan kejadian fenomenal yang akan dialami Pak Xanana, yang belum saatnya dibuka ke publik karena terlalu sensitif. Jadi kita tunggu saja apa yang akan terjadi (???)

Kalimat judul; NAMAKU SIMAMRO, merupakan "judul surat saya" (tulisan tangan sebanyak 14 halaman) yang saya titipkan kepada salah satu aktivis OETA (Osaka East Timor Association) bernama "Naho Okumura" (asli Jepang) yang mewawancarai saya di Denpasar Bali, selama 3 hari, dari 23 Juli sampai 25 Juli 1998.

Saat itu Nona Naho Okumura (yang belakangan saya dengar telah menikah dengan pria Perancis) diantar oleh salah satu temanku yang merupakan aktivis (pejuang) Kemerdekaan Timor Leste, bernama "Mario Alvaro Canelas" (biasa dipanggil; "Nono Canelas") untuk melakukan wawancara dengan "mahasiswa Timor Leste" di Bali. Entah kenapa, saat itu, sayalah yang diwawancarai. Semoga Companheiro Nono Canelas ikut membaca artikel ini.

Saya menitipkan surat tulisan tangan, setebal 14 halaman, berjudul: NAMAKU SIMAMORO, kepada Naho Okumura, tepat pada Hari Sabat, 25 Juli 1998 di Jl. Pulau Ambon no. 28X Sanglah Denpasar Bali.

Yang masih terekam baik dalam ingatan saya, saat itu, Hari Sabat, 25 Juli 1998, setelah menyerahkan surat tersebut ke tangan Nona Naho Okumura, saya lalu diajak untuk makan malam bersama (Nona Naho Okumura dan Companheiro Nono Canelas), di salah satu rumah makan yang terletak di kawasan Genteng Biru Sanglah Denpasar.

Setelah makan malam, saya bersama Companheiro Nono Canelas mengantar Nona Naho Okumura ke "Hotel Cahaya Dewata" yang terletak di kawasan Ubud.

Jika salah satu Staf Hotel Cahaya Dewata di Ubud ikut membaca artikel ini, coba buka file 18 tahun lalu, tertanggal 25 Juli 1998. Pasti di sana ada tertulis tamu dari Jepang bernama; Miss Naho Okumura. Namun saat ini, bukan lagi "Miss", melainkan "Mrs" (karena berdasarkan informasi terakhir yang saya dapatkan dari Companheiro Nono Canelas, Nona Naho Okumura telah menikah dengan pria Perancis).

Setelah mengantar Nona Naho Okumura ke Ubud, pulang dari sana, saya langsung menelfon Raja Atsabe, Guilherme Maria Goncalves, yang juga merupakan Gubernur Timor-Timur kedua.
Saat itu Raja Guilherme Goncalves masih tinggal di Jakarta. Isi telfona saya dengan Raja Guilherme maupun kisah mengenai wawancara Naho Okumura dengan saya pada 18 tahun lalu tidak usah dibahas lagi karena, secara garis besar, saya sudah membahasnya pada 3 tahun lalu (2013).


APAKAH "SBY" BENAR-BENAR BERDARAH YAHUDI?

Jujur saja, sejatinya saya sudah tidak lagi berminat meneruskan judul artikel ini dengan mempertahankan (dixi) judul utama: NAMAKU SIMAMORO, sebagai bagian dari "kesaksian iman".

Lagian kesaksian saya, melalui internet yang sudah berlangsung selama 6 tahun, ibarat saya sedang menggarami "air laut".

Orang-orang Timor Leste sama sekali tidak percaya pada kesaksian saya. Boro-boro percaya. Yang ada, saya malah dihujat (di-bully) habis-habisan, terutama oleh para "haters".

Tapi saya merasa harus meneruskan lanjutan artikel ini dan tetap mempertahankan kalimat judul; NAMAKU SIMAMORO, gara-gara kejadian berikut, yang menurutku benar-benar aneh.

Tanggal 19 Juli 2016, sekitar jam 9 malam Waktu Denpasar, tiba-tiba ada telfon masuk ke HP saya. Nomor yang muncul tidak terdaftar di "phone list" saya". Maka saya sama sekali tidak mengenali nomor tersebut. Maunya saya reject (tolak) saja, karena sudah merupakan "pantangan" untuk tidak menerima telfon dari nomor dan orang yang tidak saya kenal (unknown caller).

Tapi begitu melihat deretan bilangan yang muncul di sana, seakan-akan ada satu kekuatan besar yang mendorong saya untuk harus menerimanya.

Nomor tersebut seakan-akan hendak berkata; "NAMAKU SIMAMORO". Dengan bahasa yang berbeda, nomor tersebut hendak juga mengatakan begini; "Aku Orang YAHUDI".

Maka saya akhirnya memutuskan untuk menerimanya, walau saya tidak kenal siapa pemilik nomor tersebut. Pertimbanganku untuk menerima telfon orang asing tersebut adalah begini;

Yang mengenal nomorku hanya dua orang. Satu orang sedang berada di Atsabe. Jadi tidak mungkin dialah yang menelfon saya saat itu. Maka kemungkinan kedua adalah; temanku Yahudi SB Yahudi (SBY = Sang Bangsawan Yahudi). Kalau kedunya meleset, maka telfon tersebut pasti adalah telfon salah sambung.

Begitu saya tempelkan HP ke telingaku, dan mengucapkan kata "halo"; , ternyata telfon tersebut berasal dari temanku Yahudi SB Yahudi.

Rupanya saat itu temanku sedang berada di Denpasar. Beliau baru tiba di Denpasar hari itu, 19 Juli 2016. Setelah mampir ke Hotel Atanaya di kawasan Kuta, rupanya temanku itu langsung meluncur ke Rama-Y-ana yang terletak di Sanglah Denpasar.

Di sanalah sahabatku itu membeli nomor aneh, bertajuk; NAMAKU SIMAMORO. Kok bertajuk NAMAKU SIMAMORO?

Coba Anda konversikan sendiri sederetan bilangan berikut ini ke dalam "Bilangan Pythagoras". Bilangan Pythagoras sudah saya sediakan dalam foto Kampus Unpaz terlampir.

Nomor yang muncul di HP saya pada 19 Juli 2016 malam adalah; +6282237924599. Jika ke-13 digit bilangan di atas kita lafalkan dengan Bahasa Indonesia menjadi; ENAM-DUA-DELAPAN-DUA-DUA-TIGA-TUJUH-SEMBILAN-DUA-EMPAT-LIMA-SEMBILAN-SEMBILAN, lalu dikonversikan ke dalam Bilangan Latin, maka hasil konversinya, selain memiliki nilai numerik yang sama dengan frasa: NAMAKU SIMOAMORO, juga memiliki nilai numerik yang sama dengan frasa: YAHUDI, karena sama-sama menghasilkan angka: 622.

(1). Bilangan 6282237924599 dikonversi menghasilkan; 622
(2). NAMAKU SIMAMORO, dikonversi menghasilkan; 622
(3). Frasa YAHUDI, dikonversi (ke Bilangan Pythagoras), juga akan menghasilkan; 622

Saya tidak menganggap kesamaan nilai konversi ini karena sekedar faktor kebetulan, melainkan karena, selain berhubungan erat dengan "Kunjungan Air Laut Di Kota Dili" yang semakin dekat, juga berhubungan erat dengan "Orang kelahiran Timor Leste yang benar-benar berdarah Yahudi (Keturunan Daud).

Mengapa "Air Laut" harus mengunjungi Kota Dili? Alasannya sederhana. Sekali lagi; karena ada orang Timor Leste yang benar-benar adalah "orang yang sungguh-sungguh berdarah YAHUDI" (baca: Keturunan Yahudi). Dan orang tersebut adalah benar-benar; KETURUNAN DAUD.

Pertanyaannya kini adalah; "Siapa orang tersebut? Apakah orang yang berdarah Yahudi itu adalah sahabatku Yahudi SB Yahudi sendiri, yang semenjak 2012, saya beri gelar: SANG BANGSAWAN YAHUDI? Yang pada 19 Juli 2016, entah sengaja atau tidak telah membeli nomor seri bersimbol; YAHUDI alias; NAMAKU SIMAMORO? Ataukah bukan sahabatku Yahudi SB Yahudi? Kita serahkan sepenunya kepada Kuasa Ilahi.

Namun satu hal yang pasti, dengan munculnya bilangan aneh ini (6282237924599), saya sangat yakin bahwa, cepat atau lambat, jika waktunya telah genap, ALLAH sendiri, melalui Penyelenggaraan Ilahi, akan membawa kita semua untuk benar-benar bertemu "orang berdarah Yahudi", yang tidak lain adalah merupakan "Keturunan Daud".

Ada 4 pertanyaan yang bisa dijadikan bahan renungan;

(1). Kalau tidak ada "Orang berdarah Yahudi" kelahiran Timor Leste, mengapa 18 tahun yang lalu (1998), saya harus menuliskan surat berjudul; NAMAKU SIMAMORO, alias YAHUDI untuk dititipkan kepada aktivis OETA bernama; Naho Okumura?

(2). Kalau tidak ada "Orang berdarah Yahudi" kelahiran Timor Leste, mengapa, setelah 18 tahun berlalu, temanku yang semenka 2012 saya beri gelar SBY (Sang Bangsawan Yahudi), bisa-bisanya membeli sederetan bilangan yang berlambang YAHUDI alias; NAMAKU SIMAMORO di Super Market bernama: Rama-Y-ana?

(3). Kalau tidak ada "Orang berdarah Yahudi" kelahiran Timor Leste, mengapa nama Pulau TIMOR harus berasal dari Bahasa IBRANI? (Silahkan baca kembali sejumlah artikel saya sebelumya yang membahas mengenai asal-usul nama Pulau TIMOR).

(4). Kalau tidak ada "Orang berdarah Yahudi" kelahiran Timor Leste,  mengapa hasil Referendum 1999 harus muncul "Bilangan KERAJAAN DAUD" (344580)?

Bahan renungan yang amat penting bagi saya secara pribadi adalah; 
"Mengapa 18 tahun yang lalu (Juli 1998), saya harus menuliskan surat bertajuk; NAMAKU SIMAMORO untuk dititipkan kepada wanita berdarah Jepang yang ikut berjuang untuk Kemerdekaan Timor Leste (melalui wadah bernama: OETA = Osaka East Timor Association)?"

Dan ternyata, genap 18 tahun kemudian, Juli 2016, seorang sahabatku yang bergelar SBY (Sang Bangsawan Yahudi) harus membeli nomor seri berlambang; NAMAKU SIMAMORO?

Apakah ini semua sekedar kebetulan belaka? Dan apa sebenarnya makna di balik frasa; NAMAKU SIMAMORO?


Semoga catatan ini bermanfaat.
Salam "Dua Hati" dari "Bukit Sulaiman".

TUHAN YESUS memberkati
Bunda Maria merestui
Santo Yosef memberkati kita semua (hitam & putih). Amin.

Catatan Kaki;

Pada seri selanjutnya, saya masih akan membahas nomor aneh ini (6282237924599) dan hubungannya dengan "hasil Referendum 1999 serta kedatangan air laut di Kota Dili" yang semakin dekat.

Untuk memastikan segala sesuatnya mengenai nomor seri yang dibeli temanku Yahudi SB Yahudi pada 19 Juli 2016 di Swalayan Rama-Y-ana Denpasar Bali, silahkan Anda tanyakan sendiri ke Beliau.

Mengapa harus nomor itu yang Beliau beli? Saya telah menanyakannya. Dan Beliau cuma bilang begini;

"Saya sendiri juga tidak tahu. Begitu tiba di hotel Atanaya Kuta, setelah mandi, saya bersama dua Staf saya, kami bertiga langsung memanggil taxi untuk meluncur Rama-Y-ana. Tiba di sana, saya membeli nomor seri tersebut di counter dijaga seorang wanita".

Saya percaya, di balik ini semua, ALLAH sedang berusaha keras mengingatkan kita semua, guna mempersiapkan diri menghadapi serangkaian "drama besar" yang akan terjadi.

Dan satu hal yang juga aneh dengan nomor seri tersebut adalah, jika kita tidak menggunakan kode negara Indonesia; "+62", maka nomor seri tersebut akan menjadi; 082237924599.

Ternyata ke-12 digit ini (082237924599), jika dilafalkan dengan Bahasa Indonesia menjadi; NOL-DELAPAN-DUA-DUA-TIGA-TUJUH-SEMBILAN-DUA-EMPAT-LIMA-SEMBILAN-SEMBILAN, lalu dikonversikan ke dalam Bilangan Latin, hasilnya sama persis dengan hasil konversi 13 digit nomor rekening saya di Bank Mandiri; 145-000-986-1200.

Padahal, saya membuka nomor rekening di Bank Mandiri pada 5 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 13 September 2011.

Jika Anda tidak percaya, silahkan Anda konversikan sendiri nomor seri 082237924599 dengan nomor rekening saya; 145-000-986-1200 ke dalam Bilangan Latin. Hasilnya pasti akan sama-sama memunculkan bilangan "604".

Dan ternyata bilangan "604" ini adalah merupakan "Bilangan BUAYA". Karena frasa: BUAYA, jika dikonversikan ke dalam Bilangan Pytahgoras, hasilnya = 604.

Apa arti ini semua? Sambil menunggu lanjutan (seri ke-5) artikel ini, silahkan baca "Kitab Ayub" yang melukiskan mengenai BUAYA dan hubungannya dengan bentuk topografi wilayah Timor Leste yang dijuluki sebagai "BUAYA". Ini semua adalah "Misteri Ilahi" yang sulit kita jelaskan dengan kemampuan logika manusia yang terbatas.

Maka yang bisa kita lakukan hanyalah; merenung dan merenung.

Saya memanfaatkan kesempatan ini untuk menginformasikan bahwa lanjutan (seri ke-8) artikel berjudul; PRESIDEN TAUR MATAN RUAK TINGGAL MEMILIH DI ANTARA: TAPAK KAKI SULAIMAN ATAU BANGSA TERKUTUK, akan diterbitkan pada tanggal 8 Agustus 2016.

Tidak ada komentar: