Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Selasa, 23 Agustus 2016

MATAKU MATA LANGIT-MULUTKU MULUT BUMI


MATAKU MATA LANGIT-MULUTKU MULUT BUMI
Walau rupaku rupa purba
Meski tulangku tulang budak
Namun mataku mata langit
Mulutku mulut bumi

Aku menumpuk mimpiku melebihi beratnya bumi
Aku menggantungkan asaku melampaui tingginya langit
Kini perut bumi mulai berlubang
Atap langit pun mulai bocor
Di balik gedung-gedung pencakar kaki langit 
Kulihat kepalsuan peradaban dunia sedang menjulang
Di balik kemilaunya batu nisan insani
Kulihat daging dan tulang sedang mengguncang
Di balik mengkilapnya dasi mahal para kaum moralis
Kulihat jiwa-jiwa hipokrit sedang bersulang
Di balik jubah putih para pengkotbah Surgawi
Kulihat iman dunia sedang meradang
Burung memiliki sarang
Serigala memiliki lubang
Anak Domba Sabat sedang tersesat di ladang
Mencari jalan untuk pulang
Bercita mendirikan talang
Dalam kandang yang penuh palang
Demi si Gembel yang sedang meradang
Di hadapan si kaya yang bertampang garang
=======================================
Bukit Sulaiman, 23 Agustus 2016
Karya; Alamasi Rafael Rama Cristo

Catatan Kaki;
Besok, 24 Agustus 2016, saya akan menerbitkan seri ke-3 artikel berjudul;
PARTIDO DEMOCRÁTICO MAU MEMPERTAHANKAN STATUS SEBAGAI “PUTERI DUYUNG” ATAU MAU BERUBAH MENJADI “PUTERA DAUD".
Dalam seri ke-3 tersebut saya akan mengangkat thema sentral; PERJAMUAN TUNAS DAUD.
Thema tersebut berkaitan erat dengan AIR LAUT yang akan mengunjungi Kota Dili di tahun 2017. Karena AIR LAUT harus datang untuk memastikan bahwa TUNAS DAUD itu memang ada.
Melalui thema tersebut saya juga akan menyinggung beberapa figur yang menurutku layak menggantikan posisi Maun Bot Fernando La Sama de Araujo sebagai Presidente Partido Democratico.
Maka bagi mereka (para politikus) yang berminat maju "memperebutkan KURSI ULAR Partai Demokrat", sebaiknya ikut membaca seri ke-3 tersebut, agar Anda bisa bertahan lama menduduki Kursi Keramat Partai Demokrat.
Saya menamai "Kursi Presiden Partai Demkorat" dengan sebutan "KURSI ULAR", karena Partai Demokrat didirikan pada tahun Ular (2001). Tepatnya tanggal 10 Juni 2001.
Ada adigum mengatakan;
Jika seekor Ular yang panjangnya 555 Cm sedang tidur melingkar dan kita hanya melihat bagian tubuhnya dari lubang sebesar 5 Cm, maka kita tidak tahu, di mana letak kepala Ular dan di mana letak ekor Ular.
Maka siapa yang berminat naik ke atas punggung Ular tersebut, untuk bermain-main di sana, hanya ada dua jalan baginya untuk turun, yaitu memilih turun melalui kepala Ular atau memilih turun melalui ekor Ular.
Kedua pilihan tersebut sama-sama memiliki resiko tinggi. Memilih turun melalui kepala Ular, ada kemungkinan dipatuk. Memilih turun melalui ekor Ular, ada kemungkinan dililit.
Saya sangat berharap Companheiro Caeiro S Domingos (sebagai salah satu Kader Partai Demokrat), ikut membaca seri ke-3 tersebut.
Alasannya karena inspirasi seri ke-3 yang mengangkat thema sentral; PERJAMUAN TUNAS DAUD, muncul dari pertemuanku dengan Comp.Caeiro S Domingos, tepatnya pertemuan yang terjadi pada 6 Juni 2009 di sebuah rumah makan yang terletak di Jl. Teuku Umar Denpasar Bali.
Malam itu, 6 Juni 2009, ada 5 orang yang menghadiri "PERJAMUAN TUNAS DAUD".
Ke-5 orang yang saya maksudkan adalah;
(1). Companheiro Caeiro S Domingos (Lahir 21 November)
(2). Companheiro Horacio Canto (Lahir 3 Oktober)
(3). Mana Puspa Rini (Lahir 17 Juli)
(4). Brother Fabio Magalhaes (Lahir 31 Mei)
(5). Antoninho Benjamim Monteiro
Jika ditilik dari semua tanggal dan bulan lahir ke-4 teman yang sengaja saya munculkan di atas, maka dari segi "numerologis", saya menamakan perjamuan tersebut sebagai; "PERJAMUAN TUNAS DAUD".
Nomeklatur (penamaan) "PERJAMUAN TUNAS DAUD", ini hanya jika ditinjau dari segi "numerologis". Bukan dari aspek Teologis. Anggap saja ini sekedar kreativitas. Bukankah kreativiats itu adalah bagian dari "seni kehidupan?"
Karena itulah thema sentral yang akan saya angkat dalam seri ke-3 besok 24 Agustus 2016 adalah; ""PERJAMUAN TUNAS DAUD".
Frasa "TUNAS DAUD" muncul dari semua tanggal dan bulan lahir ke-4 teman saya sebagaimana telah saya sebutkan di atas.
Frasa "TUNAS DAUD" jika dikonversika ke dalam "Bilangan Latin", nilai konversinya = 105.
Dan entah kebetulan atau tidak, semua tanggal dan bulan lahir ke-4 teman saya, yang ikut hadir dalam acara "Perjamuan TUNAS DAUD", 6 Juni 2009, jika dijumlahkan, semuanya menghasilkan; "105".
Coba simak bukti berikut ini;
(21+ 11) + (3+10) + (17+7) + (31+5) = 32+13+24+36 = 105.
Secara pribadi, saya menganggap "PERJAMUAN TUNAS DAUD", yang berlangsung pada 6 Juni 2009", berkaitan erat dengan kedatangan AIR LAUT di Kota Dili di tahun 2017.
Jika tanggal 6 Juni 2009, Bung Karno (Proklamator NKRI) masih hidup, maka Beliau akan berusia "108" tahun.
Bilangan "108" adalah bilangan yang melambangkan; JANJI TUHAN mengenai DAVID NIA ABUT.
Bung Karno lahir pada 6 Juni 1901.
Setelah PERJAMUAN TUNAS DAUD genap berusia 6 tahun pada tanggal 6 Juni 2015, saya memunculkan foto "PERJAMUAN TERAKHIR", di mana saya diminta wajib meletakkan "Bilangan 195" di bawah Kaki TUHAN sebanyak 4X.
Gambar PERJAMUAN TERAKHIR yang di dalamnya ada Bilangan 195, untuk pertama kalinya saya pasang sebagai cover (sampul) Laman FB saya, pada 6 Juni 2015. Anda boleh klik cover FB saya untuk membaca komentar-komentar "aneh" di sana.
Dan berselang "401" hari munculnya foto PERJAMUAN TERAKHIR beserta Bilangan 195 di laman FB saya , dua negara yang membentuk pola(risasi) Bilangan 195 (Portugal & Perancis), berlaga di Final Euro Cup 2016 di Perancis.

Tidak ada komentar: