Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Kamis, 25 Agustus 2016

DOKTER JUGA MANUSIA: "Jika Salah Memilih Presiden Partai Demokrat, Maka Siapkan Saja Peti Mati"


 Pengunjung Darah Daud yang dimuliakan ALLAH....!!!
Saya sengaja share video, lagu berjudul; ROCKER JUGA MANUSIA di laman FB saya (Antoninho Benjamim Monteiro), karena saya sedang menyiapkan seri ketiga artikel berjudul;
ADA PESAN ILAHI DIBALIK KEMATIAN PRESIDEN PARTAI DEMOKRAT: Suatu Kajian Dari Perspektif Ilmu Bilangan

Saya sengaja memilih kalimat judul tersebut, karena ada kejadian "unik" yang terjadi hari ini, 25 Agustus 2016, di Rumah Sakit Nasional Guido Valadares Bidau Dili Timor Leste, mana ada keponakanku (cewek, lahir 10 Juni 1994) yang sama sekali tidak menderita penyakit EPILEPSI (sama sekali tidak ada gejala klinis kejang-kejang)", tapi diberi obat ANTIKONVULSAN (Anti Kejang).
Nama obatnya, untuk sementara saya rahasiakan saja dulu, tapi akan saya sebutkan dalam artikel yang saya sedang siapkan saat ini.
Begitu keponakanku dan sepupuku meninggalkan Rumah Sakit Bidau, masih dalam perjalanan pulang, saya telfon dan bertanya; "Obat apa yang diberikan dokter?"
Sepupuku yang mengantarkan keponakanku ke Rumah Sakit Bidau menyebutkan nama obat tersebut.
Lho? Saya sedikit kaget, lalu bertanya;
"Apakah kalian berdua tadi bilang ke dokter bahwa ada gejala kejang-kejang?"
Sepupu menjawab; "Kami sama sekali tidak bilang kejang-kejang".
Pertanyaannya adalah; "Kenapa seorang Dokter Ahli bisa memberikan obat ANTI KONVULSAN kepada pasien yang tidak pernah menderita kejang?"
Penyebabnya adalah "multifaktorial" (banyak faktor). Di antara banyak faktor tersebut, salah satunya adalah karena; "Dokter Ahli tersebut telah salah menegakkan diagnosa".
Kenapa seorang "Dokter Ahli" bisa salah menegakkan diagnosa?"
Penyebabnya juga "multifaktorial". Tapi khusus untuk kasus yang dialami keponakanku ini, KESALAHAN DIAGNOSA itu terjadi bukan karena semata-mata Dokter AHli telah SALAH MENEGAKKAN DIAGNOSA, melaikan karena ada hubungan erat dengan "pernyataan nyeleneh" berikut ini;
"JIKA PARTIDO DEMOCRATICO SALAH MEMILIH SUKSESOR MAUN BOT FERNANDO LA SAMA DE ARAUJO, MAKA SIAPKAN SAJA PETI MATI".
Ini serius. Bukan lelucon. Pertanyaannya adalah;
"Apa hubungan antara KESALAHAN DIAGNOSA DOKTER AHLI dengan PEMILIHAN PRESIDEN PARTAI DEMOKRAT?"
Karena tanggal kelahiran "keponakanku" sama dengan tanggal didirikannya Partai Demokrat, yaitu sama-sama "10 Juni".
Semenjak dua hari belakangan ini, yaitu sejak kemarin, 24 Agustus 2016, dan hari ini, 25 Agustus 2016, saya yang sedang bergelut dengan artikel mengenai Partai Demokrat, sengaja pmengarahkan keponakanku untuk berkonsultasi dengan "Dokter Ahli" di Rumah Sakit Nasional Guido Valadares Dili Timor Leste.
Dan terjadilah "kasus unik" ini. Maka tanpa sedikitpun ragu, saya mau menjadikan "kejaian aneh" yang dialami keponakanku hari ini sebagai satu studi kasus (case study), sekaligus sebagai referensi (rujukan) untuk memberikan "peringatan keras" kepada seluruh Kader Partai Demokrat, bahwa jika Sukseor Maun Bot La Sama bukanlah orang yang memenuhi "3 kriteria" yang telah saya sampaikan sebelumnya, maka siapkan saja peti mati.
Gara-gara kejadian unik yang dialami keponakanku yang telah bertemu dengan dua orang "Dokter Ahli" di Rumah Sakit Bidau, kemarin dan hari ini, dengan mendapatkan therapy yang "unik", saya harus merubah judul utama artikel saya sebelumnya, menjadi;
" ADA PESAN ILAHI DI BALIK KEMATIAN PRESIDEN PARTAI DEMOKRAT".
Padahal sebelumnya artikel berseri itu judul utamanya adalah;
PARTIDO DEMOCRATICO MAU MEMPERTAHANKAN STATUS "PUTRI DUYUNG ATAU MAU BERUBAH MENAJDI "PTERA DAUD".
Tapi hanya gara-gara keponakanku yang tidak sedikitpun menderita kejang-kejang diberi obat ANTI KEJANG (Anti Konvulsan), memaksa saya harus merubah judul utama artikel berseri tersebut.
TIDAK SEMUA AJAL MANUSIA DITENTUKAN OLEH ALLAH
KARENA MANUSIA BISA MENGGUNAKAN KODRAT KEHENDAK BEBASNYA UNTUK MENENTUKAN AJALNYA SENDIRI
Dengan meminjam ucapan; Prof. dr. J. Alex Pangkahila, Sp. And. (salah satu Ahli Sexologi Inadonesia, yang juga merupakan salah satu Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana), saya ingin mengatakan bahwa;
"Ajal manusia itu, tidak semata-mata berada di Tangan ALLAH", melainkan manusia juga ikut menentukan ajalnya sendiri, dengan mengimbil contoh kasus "orang bunuh diri" atau "kasus orang meninggal karena dibunuh orang lain, maka saya sengaja memunculkan pertanyaan renungan berikut ini;
"Apakah menurut Anda, orang yang bunuh diri itu atau orang yang membunuh orang lain itu, karena diperintahkan ALLAH?"
Contoh paling bagus dan faktual saat ini adalah; "Apakah ALLAH yang memerintahkan seseorang untuk "membubuhkan racun sianida ke dalam kopi Mirna?"
Jika ALLAH tidak pernah memerintahkan seseorang untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri, atau jika ALLAH tidak memerintahkan seseorang untuk harus mengakhiri hidup orang lain, lalu apakah "ajal manusia" itu semuanya ada di tangan ALLAH?
Jika "ajal manusia" tidak melulu ada di tangan ALLAH, maka itu artinya; jika "Suksesor" Maun Bot Fernando La Sama harus menemui ajalnya terlalu cepat setelah terpilih menjadi Presiden Partai Demokrat, maka itu artinya;
Siapapun yang mau maju menjadi Presiden Partai Demokrat, maupun mereka yang mengusulkan dan mereka yang memilih "Suksesor" Maun Bot La Sama, kudu hati-hati untuk berkomentar; "Ema hotu nia destinho iha Nai MAROMAK Nia Liman".
Karena sebelumnya saya sudah memberikan pesan bahwa siapapun yang mau menjadi "Suksesor" Maun Bot La Sama, wajib hukumnya, secara absolut harus memenuhi tiga kriteria berikut;
(1). Harus merupakan "Membro Renetil Jurado"
(2). Harus "Laki-laki". Tidak boleh Perempuan.
(3). Harus merupakan "Keturunan Daud".
Salah satu saja dari tiga syarat absolut di atas tidak terpenuhi, maka siapkan saja "peti mati". Karena manusia bisa menggunakan kodrat kehendka bebasnya untuk menentukan "ajalnya" sendiri.
Semoga renungan ini bermanfaat.
Selamat menikmati lagu Seurieus; ROCKER JUGA MANUSIA.
Salam "Dua Hati" dari "Bukit Sulaiman".
TUHAN YESUS memberkati
Bunda Maria merestui
Santo Yosef melindungi kita semua (hitam & putih). Amin.

Tidak ada komentar: