Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Selasa, 30 Agustus 2016

ALLAH TIDAK MEMILIH NAMA JOSE ALEXANDRE GUSMÃO (JAG) SEBAGAI SIMBOL KEMENANGAN REFERENDUM 1999


============================
Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN (Yesaya: 55: 8)
============================

Hari ini 30 Agustus 2016, rakyat Timor Leste memperingati HUT Referendum ke-17 (30 Agustus 1999 - 30 Agustus 2016).

Dalam rangka ikut merayakan HUT Referendum ke-17 ini, secara "iseng-iseng" saya menulis artikel pendek ini sebagai sebuah "heart storming", untuk mengingatkan banyak fihak bahwa;



"ALLAH tidak memilih nama Jose Alexandre Gusmão (JAG) sebagai simbol kemenangan Referendum 1999.
=============================================

Berdasarkan "Teori Gematria" (teorinya Orang Ibrani), bukan nama JAG yang dipilih ALLAH sebagai "simbol" kemenangan Referendum 1999. Melainkan nama "orang lain" yang bukan "JAG".
"Mengapa bukan nama JAG yang dipilih ALLAH sebagai simbol kemenangan Referendum 1999?"
Jawabannya sangat simple. Karena Referendum 1999 bukanlah "hasil rancangan seorang JAG".

Jika demikian, mengapa harus seorang "JAG" yang merasa paling berkuasa di Timor Leste pasca Referendum?

Mengapa seorang JAG merasa dirinya adalah "Hukum Tertinggi", yang bebas melakukan apa saja di Timor Leste saat ini?

Termasuk yang paling akhir (di tahun 2016 ini) adalah "mendepak" PD (Partido Democratico) dari Koalisi?

Bukankah Pemerintahan saat ini sedang berkuasa (VI Governo), terdiri dari sejumlah Parpol yang membentuk "Koalisi?" Dan salah satu Parpol itu adalah PD.

Jika PD adalah salah satu pilar yang ikut membentuk VI Governo (Kabinet ke-VI), maka pertanyaannya adalah;

"Siapa yang seharunsya memiliki kuasa penuh untuk memecat salah satu pilar yang ikut membentuk sebuah Pemerintahan? Apakah seorang Pemimpin Partai Politik? Atau seorang "Perdana Menteri?"
Jika yang memiliki kuasa untuk melakukan hal itu (memecat salah satu pilar Koalisi) adalah seorang "Perdana Menteri", maka saya, dengan tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada "Maun Bot JAG" harus jujur katakan bahwa; "Maun Bot JAG telah "mengebiri" wewenang dan kekuasaan seorang Perdana Menteri"

"Mengapa 'pengebirian" itu bisa terjadi?" Jawabannya ada lima kemungkinan sebagai causa;

(1). Leadership Perdana Menteri terlalu lemah
(2). Leadership Presiden Republik juga terlalu lemah
(3). Fungsi "Kontrol Civil Society" juga terlalu lemah
(4). Tidak ada kekuatan penyeimbang dari "Oposisi" di Parlamen
(5). Leadership Pemimpin Parpol itu yang terlalu kuat

Menurut Anda, dari 5 kemungkinan di atas, mana yang benar dan mana yang salah? Menurutku, kaya'nya semuanya benar.

Ketika fihak-fihak yang berada di point 1,2,3 & 4 terlalu lemah, maka Maun Bot JAG yang berada di point ke-5 akan merajalela.

Dan sepertinya jika saya (yang menulis artikel ini) berada di posisi Maun Bot JAG, maka sebagai manusia normal yang bukan Malaikat, saya juga akan melakukan hal yang sama (membangun hegemoniku di atas semua golongan yang ada).

Sama halnya dengan saya ingin sekali mengatakan; "Kalau kalian semua "sonto loyo", ya sudah, mumpung saya masih hidup, saya manfaatkan sepenuhnya untuk bertindak semau gue".

Jadi dengan kata lain saya hendak mengatakan bahwa; "Maun Bot JAG tidak selamanya disalahkan kalau seorang JAG bertindak dengan gaya kepemimpinannya yang khas dan "memiliki kelas".

Maka dalam rangka merayakan HUT Referendum ke-17 ini, saya ingin mengucapkan "selamat" buat Maun Bot JAG..!!! Teruslah "merajalela" selama "matahari" masih terbit di atas kepala Maun Bot JAG, walaupun bukan nama Maun Bot JAG yang dipilih ALLAH sebagai "Simbol Kemenangan Referendum 1999".

Kalau bukan nama JAG yang dipilih ALLAH sebagai simbol kemenangan Referendum 1999? Lalu nama siapa?" Jawabannya jelas sekali; yaitu nama; "ABM" Namun antara "JAG" dan "ABM", ibarat bumi dan langit.

JAG berada di titik sentral
ABM berada di titik marjinal
JAG tersentralisasi
ABM termarjinalisasi
JAG dipuji-puji
ABM dicaci-maki
JAG satu hari makan tiga kali
ABM tiga hari makan satu kali

"Benarkan, berdasarkan "Teori Orang Ibrani" (Gematria), Nama ABM dipilih ALLAH sebagai Simbol Kemenangan Referendum?"

Coba simak data dan fakta berikut ini (dikutip dari media online Forum Haksesuk, edisi 4 September 2012), berbahasa Portugis;

===========================================
4 SETEMBRO 1999 & RESULTADO REFERENDO

A 30 de Agosto de 1999, no final de um processo marcado pela intimidação e violência, os timorenses decidem-se pela independência. De um total de 451.796 eleitores recenseados, votam 446.953, ou seja cerca de 98,9%. Dos votos validamente expressos, 344.580 (78,5%) optam pela independência e 94.388 (21,5%), pela autonomia.
Parabens Povo Maubere!
=========================================

Terjemahan;

4 SEPTEMBER 1999 & HASIL REFERENDUM

Pada 30 Agustus 1999, yang merupakan babak final dalam sebuah proses pemilihan yang diwarnai intimidasi dan kekerasan, rakyat Timor Leste memutuskan untuk merdeka. Dari jumlah total 451.796 pemilih yang terdaftar, 446.953, atau sekitar 98,9% berhasil memberikan suaranya. Dari perhitungan suara yang sah, 344.580 (78,5%) memilih dan 94.388 (21,5%) memilih OTONOMI.
Selamat Rakyat Maubere!
=============================================

Dari data yang saya tampilkan di atas, terlihat bahwa;

"Bilangan yang muncul dalam hasil Referendum 1999 adalah; 344580. Dan 6 digit bilangan ini (344580) adalah simbol yang melambangkan KERAJAAN DAUD". Bukan simbol yang melambangkan "Republica Democratica de Timor Leste".

Coba Anda gunakan "Teori Gematria" (milik Orang Ibrani) untuk melakukan konversi frasa KERAJAAN DAUD dan frasa; ReRepublica Democratica de Timor Leste.

Hanya frasa KERAJAAN DAUD yang nilai konversinya matching (terartikualsi) dengan Bilangan 344580. Sementara jika frasa; "Republica Democratica Timor Leste" diukur dengan "Teori Gematria", yang terjadi adalah "disartikulasi".

Mengenai nama ABM yang dipilih ALLAH sebagai simbol Kemenangan Referendum 1999, silahkan buktikan saja dengan melafalkan bilangan; 78,5 (%) dalam Bahasa Indonesia menjadi; TUJUH PULUH DELAPAN KOMA LIMA, lalu konversikan semua huruf dalam kalimat; TUJUH PULUH DELAPAN KOMA LIMA, ke dalam Bilangan Latin (ini yang dinamakan; menganut Sistim Gematria). Hasilnya, dijamin pasti = 286.

Kemudian konversikan juga nama ABM (Antoninho Benjamim Monteiro) dengan cara yang sama. Dijamin hasilnya pasti = 286.

Dengan demikian, antara hasil Referendum 1999, yaitu; TUJUH PULUH DELAPAN KOMA LIMA dan nama ABM (Antoninho Benjamim Monteiro), sama-sama memiliki nilai numerik; 286.

Ini yang saya maksudkan dengan; "ALLAH memilih nama ABM sebagai Simbol Kemenangan Referendum 1999".

Lalu apa artinya nama ABM dipilih ALLAH sebagai "Simbol Kemenangan Referendum 1999?"

Artinya adalah; "Berdasarkan "Perjanjian Camp David", sekiranya saya (ABM) tidak menyerahkan "BATU REFERENDUM" untuk dijadikan sebagai "fondasi" mendirikan "Bilangan 344580" (78,5%), maka Anda boleh percaya, boleh tidak, Republica Democratica Timor Leste itu, cepat atau lambat, akan terus bergerak menuju sebuah "ketiadaan", sebagaimana "kutukan Pak Habibie" yang dimuat Harian Umum Bali Post, edisi 24 Februari 1999.

"Lalu apakah saya harus menyerahkan BATU REFERENDUM untuk orang Timor Leste?"
Jawabannya "kagak". Kenapa? Karena orang Timor Leste sadar atau tidak, telah dan sedang "MENOLAK" mentah-mentah "Bilangan 344580", alias menolak; KERAJAAN DAUD. Dan penolakan ini, cepat atau lambat, akan membawa "Republica Democratica Timor Leste", menuju "titik nol" (sebuah ketiadaan).

Mungkin suatu saat, terutama setelah kekayaan Celah Timor habis, nama "Republica Democratica Timor Leste" hanya bisa ditemukan dalam "buku-buku sejarah", itupun hanya berupa "Catatan Kaki".
 
Moga-moga aja muncul KERAJAAN DAUD sebagai gantinya. Karena hasil Referendum 4 September 1999 sudah jelas sekali bahwa, yang dirancang ALLAH itu adalah KERAJAAN DAUD. Bukan Republica Democratica Timor Leste.

Dalam artikelku, edisi 7 Agustus 2016, berjudul; MENGEMBALIKAN BATU REFERENDUM KE BUKIT SIO(N), saya telah menuliskan di sana bahwa di tahun 2017, saya akan kembali ke Bukit Sio(n) untuk mengembalikan BATU REFERENDUM.

"Apa yang akan terjadi saat saya mengembalikan BATU REFERENDUM ke Bukit Sio(n)?" Kaya'nya akan ada "drama besar" yang terjadi di Timor Leste. Termasuk datangnya AIR LAUT mengunjungi Kota Dili di tahun 2017. Jadi banyak-banyaklah melakoni 3B (Berdoa, Bertobat & Bertirakat). Semoga di tahun 2017, saya tidak jadi mengembalikan BATU REFERENDUM.

Saya mengakhiri catatan "heart storming" ini, dengan memunculkan pertanyaan menggelitik;
"Apakah ABM menikmati hasil Referendum 1999 karena namanya dipilih ALLAH sebagai simbol kemenangan Referendum 1999?"

Boro-boro menikmati hasil Referendum. Makan saja, tiga hari satu kali. Bukan tiga kali satu hari. Rumah dari "alang-alang" saja kagak punya. Gimana mau menikmati hasil Referendum 1999?

==============================================
Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran (1 Yohanes; 2:4).
==============================================

Semoga catatan "heart storming" ini bermanfaat.
Selamat merayakan HUT Referendum ke-17.
Salam "Dua Hati" dari "Bukit Sulaiman".

TUHAN YESUS memberkati
Bunda Maria merestui
Santo Yosef melindungi kita semua (hitam & putih). Amin.

Tidak ada komentar: