Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Senin, 11 Juli 2016

UNTUK MELACAK "DARAH DINASTI" WAJIB HUKUMNYA HARUS MELIBATKAN PERANCIS

“Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya sendiri kalau tidak dikaruniakan dari sorga”(Yohanes; 3:27).

Akhrinya siklus 12 tahunan kembali terjadi. Muncul juara baru, Portugal berhasil menjuarai Euro Cup edisi ke-16.
Saya ucapkan SELAMAT (PARABENS) untuk Timnas Portugal dan seluruh rakyat Portugal (termasuk di dalamnya rakyat Timor Leste). Katanya Timor Leste hari ini libur nasional. Benar kagak?
 Menyebut nama Portugal, sama artinya menyebut namku baptisku sendiri (Antoninho), karena secara numerologis, antara Portugal dan Antoninho, sama-sama menghasilkan angka “110”.
Banyak sahabat yang setelah membaca artikel-artikelku tentang Euro Cup 2016, bertanya;
“Dengan munculnya Portugal sebagai juara baru Euro Cup 2016, maka mengacu kepada artikel-artikel anda, apakah andalah orang yang mewarisi DARAH DINASTI itu?”
Jawabannya sederhana;
“Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya sendiri kalau tidak dikaruniakan dari sorga”(Yohanes; 3:27).
Untuk memastikan seseorang di TANAH TIMOR sana benar-benar mewarisi “DARAH DINASTI” atau tidak, kita harus masuk ke “bilangan super cantik 195”.
ALLAH telah menetapkan standar itu, yakni melacak DARAH DINASTI, yang mulai dari lapangan sepak bola kemudian barulah kita masuk ke ranah Kitab Suci, tepatnya; KITAB SATU TAWARIKH.
Nilai numerik dari KITAB SATU TAWARIKH itu = 195.
KITAB = 43
SATU = 61
TAWARIKH = 91
Jumlahkan; 43+61+91 = 195.
 Tapi untuk masuk ke KITAB SATU TAWARIKH guna melacak DARAH DINASTI, ada syaratnya, yakni wajib hukumnya, harus ada seseorang menjelaskan lebih dulu bahwa nama TIMOR itu, secara etimologis (akar kata), benar-benar berasal dari Bahasa Ibrani, dengan menunjukkan bukti tertulis yang sahih.
Untuk memastikan secara jelas bahwa nama TIMOR itu benar-benar berasal dari Bahasa Ibarini, kita harus lebih dulu menemukan “Pohon Silsilah” yang mana nama dari “Pohon Silsilah” itu juga menghasilkan nilai numerik “195”.
Tanpa menemukan lebih dulu “Pohon Silsilah”, bagaimana mungkin kita bisa masuk ke KITAB SATU TAWARIKH untuk melacak DARAH DINASTI.
Karena, kalau asal main masuk ke KITAB SATU TAWARIKH, tanpa lebih dulu memastikan (membuktikan) melaui referensi tertulis, bahwa nama TIMOR itu benar-benar berhubungan erat dengan Bangsa Ibrani, bisa-bisa kita diberi stigma sebagai “orang-orang yang tidak tahu malu yang ngaku-ngaku "berdarah Ibrani”.
Dan yang amat krusial adalah; kalau toh dalam diri saya atau dalam diri seseorang di Tanah TIMOR sana, benar-benar mengalir DARAH DINASTI yang tidak lain adalah DARAH DAUD, maka wajib hukumnya, untuk melacaknya, harus melibatkan PERANCIS.
Kalau tidak melibatkan PERANCIS di dalamnya, kita sama sekali tidak akan mungkin menemukan “pintu masuk”.
Atas alasan itulah; ALLAH merancang segala sesutunya, dengan mempertemukan Portugal dan Perancis di final Euro Cup 2016. Tanpa Perancis bagaimana mungkin Portugal sendirian bisa membentuk tatanan bilangan super “195”.
Sekali lagi saya ualng; “Untuk melacak DARAHDINASTI, wajib hukumnya harus menyertakan Perancis di dalamnya. Tanpa melibatkan Perancis, kita tidak akan menemukan jalan ke sana.
Kalau Perancis tidak dilibatkan, untuk apa angka super “195” harus dicantumkan sebanyak 4X di dalam foto “THE LAST SUPPER” (PERJAMUAN TERAKHIR).
Karena sejatinya, ketika Bunda Suci Perawan Maria Lourdes meminta saya menempatkan angka super "195" dalam foto PERJAMUAN TERAKHIR, pada 401 hari yang lalu (6 Juni 2015), sebagaimana Anda lihat dalam gambar, itu karena berhubungan erat dengan Perancis.
Untuk itulah mengapa ALLAH merancang segala sesuatunya sedemikian rupa sehingga Portugal dan Perancis bertemu di final Euro Cup 2016. Jangan menganggap pertemuan Portugal dan Perancis di final adalah karena berlakunya teori co-insidensi.
Silahkan Anda cek 32 timnas yang lolos ke Perancis. Apakah nama timnas lain yang bertemu di babak final atau Perancis dan Portugal bertemu tim lain, bisa membentuk tatanan bilangan super "195"?
Jadi kita wajib mentaati “protap” (prosedur tetap) yang telah ditetapkan ALLAH. Kita tidak boleh asal main serobot. Itu hanya akan malu-maluin diri sendiri.
Langkah-langkah untuk melacak bahwa ada orang TIMOR yang benar-benar MEWARISI DARAH DINASTI, urut-urutannya ialah;
Langkah Pertama;
Pastikan dulu bahwa nama TIMOR itu, secara etimologis (akar kata), benar-benar berasal dari Bahasa Ibrani, dengan menunjukkan bukti-bukti (referensi) tertulis yang sahih.
Untuk memastikannya kita harus menemukan "pohon silsilah" yang dalam "Bahasa Latin" mengandung bilangan super "195" yang berhubungan erat dengan Bahasa Ibrani.
Langkah Kedua;
Baru setelah itu dimulai dari Perancis dengan menemukan referensi untuk isu tersebut. Anda pasti tahu saya sedang bicara ke arah mana?
Langkah Ketiga;
Langkah berikutnya, kita masuk ke KITAB SATU TAWARIKH dan setelah menemukan benang biru di KITAB SATU TAWARIKH, kemudian akan muncul "domino effect" yang akan menggiring kita merambat Kitab-Kitab lainnya.
Langkah Keempat;
Setelah segala sesuatunya beres, langkah terakhir adalah; "Orang itu disembelih sebagai ANAK DOMBA SABAT".
Untuk menyembelihnya, kita akan menggunakan obat bius HALOTAN. Kalau tidak disembelih, bagaimana dunia bisa yakin bahwa orang itu benar-benar MEWARISI DARAH DINASTI?
Kalau sekedar "ngaku-ngaku", orang gila juga bisa mengaku dirinya MEWARISI DARAH DINASTI yang adalah DARAH DAUD.

Mengapa harus menggunakan obat bius HALOTHAN? Karena "orang yang MEWARISI DARAH DINASTI itu berasal dari "Rumpun H". 

Bukankah Kitab Suci (Alkitab) telah menetapkan hukum itu? Bukankah Kitab Suci (Alkitab) telah menetapkan hukum itu?
Semoga catatan singkat ini bermanfaat.
Salam “Dua Hati” dari “Bukit Sulaiman”.
TUHAN YESUS memberkati
Bunda Maria merestui
Santo Yosef melindungi kita semua (hitam & putih). Amin.

Tidak ada komentar: