Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Minggu, 24 Juli 2016

"SE MAK TENKI TUR IHA DAVID NIA KADUNAN LETEN?"

"Siapa Yang Harus Duduk Di Atas Tahta Daud?"

Tadi sekitar jam 11.00 Waktu Denpasar, saya bermimpi sedikit "unik". Saya tidak menggolongkan mimpiku kali ini sebagai mimpi yang "aneh". Tapi mimpi yang tergolong "unik" karena thema sentral mimpiku adalah kotbah Romo Martinho mengenai; "YEHUDA & AIR LAUT".

Dixi (kosa kata) terbanyak yang digunakan Romo Martinho G.S. Gusmao dalam kotbahnya adalah; YEHUDA & AIR LAUT.
Alasan satu-satunya yang mendorong saya wajib menceritakan mimpi unik tersebut kepada publik adalah;
Karena dalam mimpi unik tersebut, saat saya sedang menonton lautan manusia (semuanya wanita), sedang antusias mendengrakan "homili" (kotbah) yang disampaikan Yang Mulia Romo Martinho G. S. Gusmao (Romo yang tulisan-tulisannya sangat saya sukai), tiba-tiba saja, gempa yang sangat dahsyat terjadi.
Lalu saya melihat salah satu adikku (Filha Beruno) berlari kencang ke arahku sambil berteriak menggunakan Bahasa Tetun;
"Aai... maun doutor, tasi sae ema mate barak" (aaii.. kakak dokter, air laut naik, banyak orang meninggal).
Saya yang saat itu sedang berdiri di sebuah bukit yang agak jauh dari kerumunan manusia yang sedang mendengarkan kotbah Romo Martinho, setelah mendapat berita dari adikku, mencoba melihat ke bawah.
Di sana saya melihat pemandangan yang mengerikan. Saya melihat AIR LAUT dengan gelombang yang sangat tinggi, menenggelamkan banyak orang. Menenggelamkan gedung-gedung, mobil-mobil. Terdengar teriakan manusia yang menggema di mana-mana.
Ada yang berteriak tapi hanya terlihat tangannya yang muncul, menggapai-gapai, minta tolong dari dalam laut. Saya kemudian menggandeng tangan adikku, kami berlarian bersama banyak orang (anehnya lagi, semuanya wanita), menuju sebuah bukit yang tinggi.
Yang mengherankan, begitu kami tiba di bukit tersebut, kok saya kembali melihat Romo Martinho sedang berkotbah berapi-api di hadapan banyak orang, yang lagi-lagi, semuanya wanita. Saya sama sekali tidak melihat adanya pria.
Saat sedang asyik mendengarkan kotbah Romo Martinho, tiba-tiba Hp saya berdering. Dan saya pun tersadar dari mimpi unik tersebut.
Begitu saya angkat Hp, ternyata telfon dari Atsabe. Saat saya melihat angka yang tertera di Hp, waktu menujukkan pukul 11 lewat 26 menit, Waktu Denpasar. Berarti di Timor Leste, waktu menunjukkan pukul; 12 lewat 26 menit.
Semoga mimpi tersebut hanyalah sekedar "bunga tidur". Namun walau demikian, saya tetap memberikan saran "klasik", agar sebaiknya masyarakat Kota Dili sedia payung sebelum hujan. Jangan lupa melakoni 3B (Berdoa, Bertobat & Bertirakat).
Siapa tahu, mimpi unik tersebut adalah "pesan dari dunia lain" bahwa AIR LAUT akan benar-benar mengunjungi Kota Dili.
Soalnya, ada sebagian kotbah Romo Martinho yang ada hubungannya dengan isi artikel saya, edisi; 30 September 2012.
Artikel tersebut masih ada di laman FB saya. Saat itu, 30 September 2012, saya menerbitkan artikel tersebut dan memastikan bahwa "paus baru" akan muncul di tahun 2013.
Begitu artikel tersebut terbit, saya menuai badai (hujatan, cacian, makian yang bertubi-tubi). Hujatan-hujatan yang muncul penuh dengan caci-maki. Maka saya hapus semua, kecuali yang dikirim langsung ke inbox saya, tidak saya hapus.
Ternyata hanya berselang 151 artikel tersebut terbit (30 September 2012), pada tanggal 28 Februari 2013, Bapa Suci Paus Benediktus XVI secara resmi mengundurkan diri.
Orang-orang yang menghujatku tidak percaya pada pesan yang saya sampaikan mengenai kemunculan Paus Baru di tahun 2013. Padahal saya menyampaikan pesan tersebut, referensi sentralnya adalah; "karena JANJI TUHAN", di Bukit Sio(n) pada Minggu, 20 Februari 1994.
Saat itu saya melihat satu barisan yang isinya adalah "para paus". Makanya dalam sejumlah artikel sebelumnya, saya menemakan barisan tersebut sebagai "barisan para paus".
Saat itu, saya melihat Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II, berdiri di ujung barisan "paling timur", lalu diikuti oleh paus-paus lainnya, berdiri berderet ke arah barat.
Kemudian Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II mengajukan banyak pertanyaan kepada ALLAH, sebagaimana sudah berkali-kali saya kisahkan sebelumnya melalui sejumlah artikel.
Lalu dari atas "Takhta-Nya" yang sulit saya gambarkan dengan kata-kata, ALLAH memberikan "perintah secara langsung", agar saya harus "bersaksi mengenai kemunculan paus baru di tahun 2013".
Saat itu saya tidak melihat "Wajah ALLAH". Saya hanya melihat sebuah "Lengan raksasa" yang muncul dari balik Takhta. Lengan kanan tersebut teracung ke atas, sambil berbicara dengan suara-Nya menggelegar bagaikan suara petir yang menyambar. Kadang terdengar sedikit lembut seperti desau air bah.
Karena ALLAH memerintahkan untuk harus "bersaksi" itulah, makanya saya menuliskan artikel edisi 30 September 2012, walau saya harus menuai "badai" besar. Kalau ALLAH tidak memperlihatkan rahasia besar itu, bagaimana mungkin saya bisa tahu kalau paus baru akan muncul di tahun 2013.

Lagian, kalau tidak diperintahkan ALLAH untuk harus "bersaksi", ngapain juga saya buang-buang waktu, tenaga, pikiran, juga dana, untuk bersaksi. Toh kagak ada yang bayar saya untuk capai-capai menulis artikel.
Ketika Bapa Suci Paus Benediktus XVI benar-benar mengundurkan diri pada 28 Februari 2013, orang pertama yang mengabarkan kepada saya melali SMS (sambil menyinggung artikel 30 September 2012), adalah dr.Mika Sarmento.
Setelah membaca SMS dr. Mika Sarmento, saya hanya bisa bergumam dalam hati; "Terima-kasih TUHAN Yang Mahakuasa. Engkau telah memenuhi "Janji-MU" kepada hamba Bukit Sio(n).

HATI-HATI DENGAN TSUNAMI
Yang kudu diperhatikan, adalah isu berikut ini;
Berdasarkan buku yang saya miliki, berjudul; GENGGAMAN VATIKAN: Rahasia Supremasi "Kekaisaran Suci"; halaman 226, di sana tertulis bahwa Paus Gregorius XII (1406-1417) mengundurkan diri.
Itu artinya; Paus terakhir yang mengundurkan diri sebelum Paus Benediktus XVI adalah Paus Gregorius XII. Setelah berselang "598 tahun", baru kembali terjadi "pengunduran diri seorang Paus".
Dalam buku yang ditulis oleh; Libertus Jehani dan Simon Untara (terbitan; PT Penebar Swadaya, April 2010), halaman 226, ada teks berbunyi begini;
==========================================
205. Gregorius XII (1406-1417)
Pada masa kepausannya, ia berniat menyatukan Gereja, namun, ia sangat lamban dalam bertindak sehingga memunculkan paus tandingan. Ia mengundurkan diri demi keutuhan gereja.
---------------------------------------------------------------------------
Saya melihat ada hal yang agak unik di sini, yang berkaitan erat dengan "isu TSUNAMI".
Paus Gregorius XII adalah Paus Katolik Roma yang berada di urutan ke-205. Sementara Paus Benediktus XVI adalah Paus yang berada di urutan ke-265. Jika kedua bilangan (urutan) ini dijumlahkan (205+265), hasilnya adalah; "470".
Uniknya, kalau tidak bisa dibilang anehnya, bilangan "470" ini, adalah merupakan nilai numerik (Pythagoras) tentang TSUNAMI.
Coba Anda konversikan frasa TSUNAMI ke dalam Bilangan Pythagoras. Pasti hasilnya; TSUNAMI = 470. Kagak percaya??
T=100, S=90, U=200, N=40, A=1, M=30, I=9. Total = 470.
Berdasarkan data "numerologis" di atas, maka tidaklah berlebihan, jika saya selalu ingatkan masyarakat Kota Dili untuk terus melakoni 3B. "Who knows, TSUNAMI comes true? Nobody knows".
Menyediakan payung sebelum hujan, adalah jauh lebih bijak. Semoga catatan sederhana ini bermanfaat. Selamat berhari Minggu bersama Keluarga tercinta.

SE MAK TENKI TUR IHA DAVID NIA KADUNAN LETEN?
Banyak yang menanyakan lanjutan (seri ke-7) artikel berjudul; PRESIDEN TAUR MATAN RUAK TINGGAL MEMILIH DI ANTARA: "TAPAK KAKI SULAIMAN ATAU BANGSA TERKUTUK".
Rencananya, jika tidak ada aral melintang, seri ke-7 artikel tersebut akan diterbitkan besok, tanggal 25 Juli 2016. Semoga terlaksana.
Jika diterbitkan besok, tanggal 25 Juli 2016, maka saya akan membahas sebuah surat yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Timor Leste, tertanggal 25 Juli 2007, bernomor “263”.
Surat tersebut ditanda-tangani DG Kementerian Kesehatan saat itu, Bapak Feliciano da Costa. Isi surat tersebut, yang terdiri dari 4 alinea, salah satu poinnya, katanya saya akan diberi SANG SI, sebegaimana tertera di alinea ke-4. Besok saya akan melampirkan copy surat tersebut.
Maksudnya, saya akan diberi SANKSI (hukuman) oleh Kementerian Kesehatan Timor Leste. Tapi entah kenapa, yang tertulis di sana, bukan frasa SANKSI, namun malah SANG SI alias SANG TUJUH.
Bukankah menurut urutan “tangga nada”, SI itu artinya 7? (1=do, 2=re, 3=mi, 4=fa, 5=sol, 6=la, 7=si). Makanya saya sengaja memilih seri ke-7 artikel berseri tersebut untuk membahas isu SANG SI.
Anehnya lagi surat itu bernomor “263”. Saat membaca surat tersebut, saya merasa sedikit heran. Kagak banyak herannya. Kenapa saya yang harus dikambing-hitamkan untuk kemudian harus dihukum?
Saat itu saya benar-benar memohon “Keadilan ALLAH”. Masalahnya, saya dikeluarkan dari Rumah Sakit gara-gara Pemerintah Timor Leste menunggak SPP saya.
Saat itu, saya sedang sibuk menangani pasien di Polly Mata RSUP Sanglah Denpasar. Tiba-tiba saya dipanggil untuk menghadap Bagian Ilmu Kedokteran Bedah. Kirain mau diberi hadiah. Eeh gak tahunya, malah disuruh meninggalkan Rumah Sakit gara-gara Kementerian Kesehatan Timor Leste menunggak SPP saya sebesar $3,500 USD (tiga ribu lima ratus dollar Amerika). Kok sekarang saya malah menerima surat yang isinya, saya akan dihukum?
Ini benar-benar tidak adil. Saya membutuhkan “Keadilan ALLAH”. Maka saya membawa surat itu menuju Gereja Santo Yosef di Jl. Kepundung Denpasar.
Di sana, di dalam Gereja Santo Yosef, saya meletakkan surat itu di dekat ALtar. Saya kemudian berdoa memohon “Keadilan ALLAH”.
Setelah berdoa sangat kusyuk, hingga saya jatuh tertidur di dekat Altar. Lalu muncul lah Santo Yosef (ANAK DAUD).
Santo Yosef hanya muncul sekejap, melafalkan kalimat dalam Bahasa Tetun, dengan bunyi; “263 ne katak; TUR IHA DAVID NIA KADUNAN LETEN” (263 itu artinya; DUDU DI ATAS TAHTA DAUD).
Saya kaget sekali mendengar pesan Santo Yosef. Begitu tersadar, saya langsung mengeluarkan Hp dari kantong dan menggunakan fasilitas kalkulator di dalamnya untuk mulai mengutak-atik nilai numeric dari kalimat; TUR IHA DAVID NIA KADUNAN LETEN.

Ternyata kalimat berbunyi; TUR IHA DAVID NIA KADUNAN LETEN, nilai numeriknya dalam Bilangan Latin = 263.
TUR = 59
IHA = 18
DAVID = 40 
NIA= 24 
KADUNAN = 66
LETEN = 56
Jika kalimat; TUR IHA DAVID NIA KADUNAN LETEN diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menajdi; DUDUK DI ATAS TAHTA DAUD, di mana frasa TAHTA ditulis tanpa huruf “k”, maka nilai numeriknya adalah “ 195”.
Bilangan “263” ini benar-benar ajaib. Ketika Barcelona akan bertanding di kandang Real Madrid, dalam laga ke “263”, sehari sebelum laga ke-263 tersebut digelar, saya menerbitkan artikel yang memastikan kemenangan Barcelona di laga ke-263 tersebut.
Banyak yang menghujat saya habis-habisan. Kamu “orang gila ya. Ini Real Madrid bung. Apalagi main di kandang Madrid, Santiago Bernabeu. Kagak mungkin kalah. Paling apes ya draw”.

Eeh gak tahunya, Maddrid kalah di kandang dengan skor telak; 4:0. Orang-orang tidak tahu di mana rahasianya yang membuat saya yakin, menuliskan artikel edisi 22 November 2015. Artikel tersebut masih ada di laman FB saya.
Rahasianya ada di kalimat kunci yang dihasilkan bilangan “263”, yakni; TUR IHA DAVID NIA KADUNAN LETEN.
Bukankah laga tersebut adalah laga ke-263 antara Barca vs Real Madrid di semua ajang?
Final laga Euro Cup di Perancis, diselenggarakan pada tanggal berapa? Bukankah kita-kita yang tinggal di Nusantara menyaksikan laga final Euro Cup 2016 pada tanggal 11 Juli 2016?
Coba Anda lafalkan tanggal 11 Juli 2016 menjadi; SEBELAS JULI DUA RIBU ENAM BELAS. Lalu konversikan semua huruf yang ada di dalam kalimat; SEBELAS JULIA DUA RIBU ENAM BELAS ke dalam Bilangan Latin. Pasti hasilnya = 263.
Itu artinya melalui “Juara Euro Cup 2016, ALLAH telah memastikan siapakah (yang secara biologis), harus TUR IHA DAVID NIA KADUNAN LETEN, untuk menggenapi JANJI TUHAN yang disampaikan kepada Raja Daud bahwa ALLAH akan mendudukkan ANAK KANDUNG DAUD di atas “TAKHTA DAUD”.
Pertanyaannya kini adalah;
“Jika TUHAN YESUS yang harus TUR IHA DAVID NIA KADUNAN LETEN, apakah TUHAN YESUS adalah “ANAK KANDUNG DAUD?”
Jika jawabannya YA, maka apakah Injil harus dirombak total? Termasuk teks yang berikut ini;
Coba baca baik-baik Injil St. Markus, pasal 12, ayat 35-37 berikut;
===============================================
HUBUNGAN (TUHAN) YESUS & (RAJA) DAUD
Pada suatu kali ketika Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berkata: "Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah anak Daud? Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu. Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?" Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat.
=============================================
Bukankah menurut Injil, TUHAN YESUS dikandung (secara ajaib) oleh Bunda Suci Perawan Maria, atas Kuasa ROH KUDUS. Sama sekali tidak ada intervensi "daging biologis" ayah manusia Santo Yosef??
Lalu siapakah ANAK KANDUNG DAUD (secara biologis) yang harus TUR IHA DAVID NIA KADUNAN LETEN? Apakah PORTUGAL? Karena PORTUGAL yang menjuarai Euro Cup 2016.

PERTANYAAN TOKOH MUSLIM DARI AFRIKA SELATAN
Coba Anda simak juga komentar salah satu tokoh Muslim, Tuan Ahmad Deedat, yang tinggal di Afrika Selatan, mengenai; Siapakah yang harus TUR IHA DAVID NIA KADUNAN LETEN berikut ini (dikutip dari buku berjudul; THE REAL TRUTH; Kebenaran Yang Tak Terbantahkan, karya; Ahmad Deedat, halaman 244).
=========================================
MEMENUHI RAMALAN?
Matius dan Lukas terlalu bersemangat untuk menjadikan Raja Daud sebagai nenek moyang pertama Yesus karena dugaan yang salah bahwa Tuhan akan mendudukkan seorang keturunan Daud sendiri di atas tahtanya (Kisah Para Rasul; 2:30).
Injil mengingkari ramalan ini, karena mereka mengatakan bahwa bukannya Yesus yang duduk di atas Tahta Daud, tetapi Pontius Pilatus, gubernur Romawi, seorang penyembah berhala yang menghukum mati Yesus.
“Tidak masalah”, kata para penginjil. “Jika tidak pada kedatangan pertama, lalu pada kedatangannya yang kedua dia akan memenuhi ramalan ini”.
Matius 1:6 mengatakan bahwa Yesus adalah anak Daud melalui Sulaiman, tetapi Lukas 3:31 mengatakan bahwa Yesus adalah anak Daud melalui Natan. Seseorang tidak perlu jadi ahli kebidanan untuk mengetahui bahwa tidak akan mungkin Daud bisa memberi keturunan pada ibu Yesus melalui Sulaiman dan Natan pada waktu yang bersamaan!
Kita tahu bahwa kedua penulis Injil ini adalah pembohong yang mengacau karena Yesus dikandung ibunya secara ajaib tanpa adanya campur tangan laki-laki. Bahkan jika kita mengakui bahwa secara fisik Daud adalah leluhur Yesus, kedua penulis Injil ini tetap harus membuktikan alasannya dengan benar .
============================================

Besok, melalui artikel seri ke-7, saya akan melampirkan copy surat aneh bernomor; TUR IHA DAVID NIA KADUNAN LETEN (263), tertanggal 25 Juli 2007.
Saya menerima surat tersebut langsung dari tangan Pimpinan Konsulat saat itu, Bapak Manuel Serano yang saat ini menjabat sebagai Duta Besar Timor Leste untuk Indonesia.
Esensi dari kalimat; TUR IHA DAVID NIA KADUNAN LETEN inilah, yang saya angkat sebagai salah satau bahasan dalam artikel edisi; 30 September 2012, ketika saya memastikan bahwa “Paus baru akan benar-benar muncul di tahun 2013” yang kemudian menuai badai.
=====================================
Timor sira hurlele hau rahun didiak;
Atsabe naok teen
Atsabe hatais lipa
Atsabe la hariss
Atsabe bulak
Atsabe stress
Atsabe eskola la hotu
O mak Maromak be O dehan papa foun atu mosu iha 2013?
O nia papa foun ne kal mosu mai husi Atsabe hatais lipa
O ne se fali? Ba Atsabe haris tiha lai. Etc etc etc.....
Mas afinal ate que em fim, istoria prova pelo contrario. 
-------------------------------------------------------------------------

Tidak ada komentar: