Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Rabu, 20 Juli 2016

PRESIDEN TAUR MATAN RUAK TINGGAL MEMILIH DI ANTARA: "TAPAK KAKI SULAIMAN ATAU BANGSA TERKUTUK" (bag: 6)


=============================================
"Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan" (Yohanes; 13:13)
=============================================
Kebohongan tidak mugnkin keluar dari mulut-Nya. Maka ketika DIA tidak menolak disebut sebagai GURU dan TUHAN, bahkan sebaliknya, malah mengafirmasi apa yang disampaikan murid-murid-Nya, karena DIA adalah benar-benar GURU dan benar-benar TUHAN. Bukan sekedar "guru-guruan" atau "tuhan-tuhanan".

Jadi, umat Kristen yang mengimani DIA sebagai TUHAN, bukan karena hasil voting di dalam Konsili Nicea tahun 325, melaikan karena "pengakuan yang keluar dari mulut-Nya sendiri". Dan itu adalah kebenaran hakiki yang wajib menjadi pegangan bagi mereka yang mengimani-Nya sebagai TUHAN, agar jangan sampai murtad.
Pengakuan dari mulut-Nya bahwa DIA adalah benar-benar GURU dan benar-benar TUHAN, itu terjadi pada "Perjamuan Terakhir".
Dan pada "Perjamuan Terakhir" itulah, TUHAN membasuh kaki murid-murid-Nya. Tindakan membasuh kaki murid-murid-Nya yang dilakukan oleh TUHAN sendiri pada "Perjamuan Terakhir", menurut "penafsiranku" ada 3 makna di baliknya. ;
Pertama; Simbol "pelayanan" (yang berbasis; cinta-kasih)
Kedua; Simbol "keredahan hati"
Ketiga; Simbol "futuristik" (akan datangnya "murid terakhir").
Dari 3 simbol di atas, simbol pertama (pelayanan) dan simbol kedua (kerendahan hati), sudah sering kali kita dengar melalui berbagai kotbah para "Pelayan TUHAN", dari denominasi manapun.
Namun khusus untuk simbol ketiga, yakni; "murid terakhir", mungkin Anda yang membaca artikel ini belum pernah mendengarnya.
Pertanyaannya adalah; "Berdasarkan referensi tertulis yang mana, saya menambahkan simbol ketiga ini (murid terakhir)???
Jujur saja, saya menambahkan simbol ketiga (murid terakhir), setelah ALLAH mengutus dua Malaikat-Nya memanggilku ke Bukit Sio(n) pada Februari 1994, ditambah dengan 3X "penampakan KRISTUS" kepadaku, yang kesemuanya selalu jatuh pada Hari Minggu yaitu;
(1). Minggu, 7 Juli 1996
(2). Minggu, 15 Januari 2006
(3). Minggu, 13 April 2008
Pertanyaannya kini adalah; "Siapakah MURID TERAKHIR itu?"
Siapakah "murid terakhir"??? Itu adalah hak prerogatif TUHAN untuk memilihnya. Bukan hak manusia (termasuk bukan hak saya untuk ikut menentukan siapa yang layak menjadi murid terakhir).
Coba simak baik-baik Yohanes; 13:18 berikut ini;
=============================================
"Bukan tentang kamu semua aku berkata. Aku tahu siapa yang telah Ku-pilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan rotiKu, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku".
----------------------------------------------------------------------------
Dalam kutipan Injil Yohanes; 13:18 di atas, ada frasa; "mengangkat tumit". Coba Anda cermati baik-baik foto "Perjamuan Terakhir" yang saya lampirkan dalam artikel ini.
Foto tersebut telah saya pasang sebagai sampul (cover) FB saya semenjak setahun lalu, tepatnya sejak; "6 Juni 2015".
Semenjak saat itu hingga detik ini, saya tidak pernah mengganti cover FB saya.
Untuk membuktikannya, silahkan Anda klik foto sampul FB saya dan perhatikan tanggal yang tertulis di sana. Pasti tertulis; 6 Juni 2015.
Yang menarik adalah; "Ketika sebelum memasang foto tersebut, saya "diperintahkan" untuk lebih dulu harus menambahkan bilangan super cantik "195" ke dalam foto "Perjamuan Terakhir", sebanyak 4X.
Dan satu dari 4X bilangan super cantik "195" itu, harus ditempatkan tepat di "Kaki TUHAN". Coba Anda simak baik-baik. Tepat di "Kaki TUHAN", saya tempatkan bilangan misteri "195".
Saat foto itu pertama kali muncul di FB saya, 6 Juni 2015, saya tidak menuliskan "caption" (komentar) apapun. Begitu foto tersebut muncl di laman FB saya, ada FB'ers yang memberikan komentar bijak. Namun ada juga "haters" yang menghujat saya tanpa ampun.
Ada "penghujat" yang bilang; "Kamu tinggal di mana. Tolong beritahu saya, agar saya mengantar kamu ke Psikiater". Hater ini, di akunnya tertulis sebagai orang "STIKES" (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan).
Saya tidak tahu, kurikulum siapa yang lebih dalam mempelajari Ilmu Kedokteran Jiwa (mempelajari segala sesuatunya mengenai "orang gila")? Apakah kurikulum seorang Mahasiswa Stikes atau kurikulum seorang Mahasiswa Kedokteran (dokter muda?)
Saya mengenal banyak sahabat-sahabat Stikes di senter-senter kesehatan yang pernah saya lalui (terutama ketika saya menjalani praktek sebagai dokter muda), tapi yang saya temui; mereka adalah "orang-orang bijak yang tidak gampang menghujat orang lain".
Mungkin hujatan harus terjadi karena ada alasannya. Kadang-kadang hujatan harus terjadi bukan karena "Bunda salah mengandung", tapi agar "kuasa TUHAN" dapat dinyatakan atas orang-orang kecil.
Kita boleh saja satu ilmu.
Kita boleh saja satu guru.
Kita boleh saja sama-sama Mahasiswa Stikes.
Kita boleh saja sama-sama Mahasiswa Kedokteran.
Tapi TAKDIR kita berbeda.
Karena DARAH yang mengalir dalam daging kita berbeda.
Sebab kita mewarisi DARAH dari Leluhur kita yang berbeda.
Ternyata, setelah "401" hari, polarisasi bilangan cantik "195" yang dibentuk oleh Portugal (110) dan Perancis (85), benar-benar berlaga di Final Euro Cup 2016 di Kota Paris Perancis.
Entah apa yang ada di benak para penghujat setelah fakta ini tersaji di Final Euro Cup 2016? Dan apakah para penghujat yang menghujat saya gara-gara saya menambahkan angka "195" ke dalam foto "Perjamuan Terakhir", leluhurnya berasal dari ATARA?

Jika YA, acungkanlah jarimu ke langit, dan naiklah ke Gunung Ramelau yang tinggi, lalu berteriaklah dengan suaramu yang nyaring, berkatalah kepada dunia bahwa engkaulah "Murid Terakhir" yang telah dipilih TUHAN, ketika TUHAN mengadakan "Perjamuan Terakhir" sebelum menyerahkan Diri-Nya untuk di-SALIB.
Dan setelah waktunya genap, engkau akan menyerahkan dirimu dengan ikhlas, untuk disembelih sebagai; ANAK DOMBA SABAT, guna membebaskan Timor Leste dari statusnya sebagai BANGSA TERKUTUK karena terlalu "tegar tengkuk dan congkak hati".
Jika leluhurmu benar-benar berasal dari ATARA, maka pasti di dalam "dagingmu" telah mengalir DARAH YEHUDA yang diturunkan melalui YERAHMEEL yang menikahi Leluhurmu bernama ATARA, sebagaimana tertulis dalam Kitab berlambang "195".
Dengan demikian genaplah nas Kitab Suci yang berbunyi;
"Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda, ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa" (Kejadian: 49:10).
Aku telah berkali-kali katakan bahwa;
Aku bukan nabi
Aku bukan orang suci
Aku bukan rohaniawan
Aku bukan teolog
Aku bukan Ahli Kitab Suci
Aku bukan peramal
Aku bukan paranormal
Aku bukan dukun
Apalagi dukun cabul
Aku hanya seorang mistikus sederhana yang tidak memiliki nama namun memiliki kewajiban untuk harus bersaksi mengenai rancangan-rancangan TUHAN yang penuh dengan keajaiban.
Namun ketegaran tengkukmu dan kecongkakan hatimu membuat engkau telah menghujat karya TUHAN berkali-kali,
Hingga mulutmu berbusa menggali lubang dosa
Lidahmu berbuih membentuk lidah api
Maka untuk selanjutnya aku akan selalu dan selalu menunggumu hingga waktunya genap, ketika engkau muncul dan mengacungkan jarimu ke Langit Gunung Ramelau yang tinggi, guna membuktikan bahwa engkau benar-benar keturunan YERAHMEEL dan ATARA yang ditetapkan ALLAH sebagai; ANAK DOMBA SABAT, guna memenuhi 3 misimu yang utama, yang salah satunya adalah; "membebaskan Timor Leste dari status: BANGSA TERKUTUK".
Semoga catatan ini bermanfaat.
TUHAN YESUS memberkati
Bunda Maria merestui
Santo Yosef melindungi kita semua (hitam & putih). Amin.

Tidak ada komentar: