Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Minggu, 17 Juli 2016

PRESIDEN TAUR MATAN RUAK TINGGAL MEMILIH DI ANTARA: "TAPAK KAKI SULAIMAN ATAU BANGSA TERKUTUK" (bag: 5)

Saat itu, di Bukit Sio(n), Minggu dini hari, 20 Februari 1994, saya melihat ALLAH mengacungkan lengan-Nya teracung tinggi dari balik Takjta-Nya, sambil memperlihatkan satu bencana besar yang sangat mengerikan.

Saking mengerikannya bencana tersebut, saya tidak sanggup melihatnya. Saya jatuh tersungkur menelungkupkan wajahku.
Setelah bencana itu reda, saya mencoba mengangkat wajahku melihat ke atas. Tatapan mataku tertuju kepada "Takhta ALLAH" yang bentuknya sulit dijelaskan dengan "bahasa manusia".
Kemudian saya mendengar Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II, bertanya kepada ALLAH;
"Ya ALLAH Yang Mahakuasa, kapankah bencana besar itu terjadi?"
ALLAH tidak menjawab pertanyaan Bapa Suci dengan kata-kata. Namun dari balik "Takhta-Nya" yang terlihat sangat megah itu, saya melihat ALLAH memperlihatkan "telapak tangan kanan-Nya".
Saat itu saya mencoba mengamat-amati telapak tangan kanan ALLAH. Saya melihat "sejumlah rahasia besar" yang muncul dari balik "telapak tangan kanan ALLAH".

Setelah sekitar satu menit lamanya ALLAH memperlihatkan "telapak tangan kanan-Nya, kemudian ALLAH menggunakan "telapak tangan kanan-Nya untuk memberkati sebuah batu yang warnanya putih kemilau bagaikan salju".
Tak berselang lama, entah bagaimana caranya, batu putih yang diberkati ALLAH itu tiba-tiba saja telah berada dalam genggamanku. Saya memeluk erat-erat batu ajaib tersebut.

Akhirnya saya meninggalkan Bukit Sio(n) untuk kembali ke Kota Atsabe. Saya tiba di Kota Atsabe sudah tengah malam dengan tubuh yang nyaris kaku, karena kedinginan yang amat sangat.
Sepanjang perjalanan dari Bukit Sio(n) menuju Kota Atsabe, saya diguyur hujan yang amat deras disertai sambaran petir yang menggelegar.
Saya tiba di Kota Atsabe tanpa "anjing gaib" kiriman Santo Yosef yang telah berjasa menjadi "guide" (penunjuk jalan) mengantarkan saya ke Bukit Sio(n) yng terletak di tengah hutan belantara, di bawah Kaki Gunung Ramelau, gunung tertinggi di Timor-Timur (saat itu, Februari 1994, belum bernama resmi: Timor Leste).
Yang saya khawatirkan saat ini adalah; "Jika ALLAH tiba-tiba saja benar-benar "mengeksekusi" bencana besar yang telah ALLAH perlihatkan kepadaku di Bukit Sio(n) pada 20 Februari 1994.
Semua orang Timor Leste, terutama yang tinggal di Kota Dili, sebaiknya rajin melakoni 3B (Berdoa, Bertobat dan Bertirakat).
Sedia payung sebelum hujan, adalah jauh lebih baik. Karena tidak ada yang tahu pasti apa yang bakalan terjadi???
Setelah kembali berada di Kota Atsabe, saya sempat berkunjung ke Desa Laclo. Di sana, di sebuah dusun bernama "Talici", saya bertemu dengan Anggota Pasukan dari Batalyon Infanteri "515" (Kodam V Brawijaya) yang berpusat di Jawa Timur.
Batalyon 515 (LIMA LIMA BELAS) datang ke dusun itu dan mendirikan pos mereka, tepat berdampingan dengan rumah orang tua saya untuk melakukan waskat (pengawasan ketat). Jadi setiap saat, Batalyon TNI 515 tinggal bersama orang tuaku.
Alasan Batalyon 515 mendirikan pos yang berdampingan dengan rumah orang tuaku karena konon, banyak Anggota FALINTIL (Tentara Pejuang Kemerdekaan Timor Leste) yang datang "ngumpet" di rumah orang tuaku, untuk "minta makan".
Dalam seri ke-5 ini, saya sengaja menyinggung frasa "515" ini, karena berhubungan erat dengan artikel saya yang diterbitkan pada 9 Mei 2015 (tahun lalu), berjudul; JUARA EURO CUP 2016 DI PERANCIS ADALAH NEGARA KERAJAAN.
Ternyata, setelah artikel tersebut genap berusia "429" hari (9 Mei 2015 - 11 Juli 2016), yang muncul sebagai Juara Euro Cup 2016, bukan negara kerajaan, tapi malah PORTUGAL, yang kebetulan memiliki nilai numerik (Latin) sama dengan; ANTONINHO.
PORTUGAL = 110
ANTONINHO = 110.
Apa hubungannya antara Batalyon "515" dengan Euro Cup 2016 di Perancis?
Coba Anda lafalkan tanggal "9 Mei 2015" menjadi; SEMBILAN MEI DUA RIBU LIMA BELAS. Lalu konversikan semua huruf yang ada di dalamnya ke dalam "bilangan Latin". Pasti hasilnya = 252.
SEMBILAN = 75
MEI = 27
DUA RIBU LIMA BELAS = 150
Jumlahkan; 75+27+150 = 252.
Kemudian lafalkan tanggal; 11 Juli 2016 (saat berlangsungnya laga final Euro Cup), menjadi; SEBELAS JULI DUA RIBU ENAM BELAS. Lalu konversikan semua huruf yang ada di dalamnya ke dalam "Bilangan Latin". Hasilnya pasti = 263.
SEBELAS = 63
JULI = 52
DUA RIBU LIMA BELAS = 148
Jumlahkan; 63+52+148 = 263.
Setelah itu jumlahkan seluruhnya; SEMBILAN MEI DUA RIBU LIMA BELAS + SEBELAS JULI DUA RIBU ENAM BELAS = (75+27+150) + (63+52+148) = 252 + 263 = 515 (lima lima belas).
Ajaib bukan? Dan ini hanya bisa terjadi, jika ALLAH yang merancangnya. Belum cukup hanya di situ. Masih ada lagi keajaiban lainnya.
Gol Portugal terjadi di menit ke-109. Coba Anda lafalkan frasa bilangan "515" menjadi; LIMA LIMA BELAS. Lalu konversikan semua huruf yang ada di dalamnya ke dalam Bilangan Latin. Pasti hasilnya juga sama dengan "109".
Dengan demikian, adakah di antara Anda yang menganggap lahirnya gol semata wayang Portugal di laga final Euro Cup 2016 adalah sekedar satu kebetulan? Bukan rancangan ALLAH?
Anda bebas beropini. Mlaikat ALLAH akan mencatat opini Anda.
Esensi yang sebenarnya terletak di mana? Jawabannya sederhana. Ada rahasia besar di balik bilangan "429" yang merupakan simbol "TAKHTA DAUD", yang sengaja saya letakkan di antara dua dimensi waktu, yaitu; 9 MEI 2015 dan 11 JULI 2016.

Bilangan yang melambangkan "TAKHTA DAUD" yaitu "429" ini benar-benar menyimpan sejuta makna.
Coba Anda gunakan Bahasa Portugis untuk melafalkan bilangan TAKHTA DAUD, dengan bunyi; QUATRO(4), DOIS(2), NOVE(9).
Setelah itu konversikan semua huruf yang ada di dalam frasa; QUATRO DOIS NOVE ke dalam "Bilangan Latin". Pasti hasilnya, Anda akan bertemu dengan bilangan super cantik: "195".
QUATRO = 92
DOIS = 47
NOVE = 56
Jumlahkan; 92+47+56 = 195.
Pertanyaannya adalah; "Sekiranya Perancis yang muncul sebagai Juara Euro Cup 2016, kira-kira bisa kagak, kalau Bahasa Perancis digunakan untuk melafalkan bilangan TAKHTA DAUD (429). Mampukah menghasilkan bilangan super cantik "195" (???).
Mereka yang bisa berbahasa Perancis, silahkan coba buktikan.
Pesan sentral (yang menjadi poin krusial) adalah;
Jangan sekali-kali menganggap remeh ketika saya memilih tanggal 5 Mei 2015 untuk menerbitkan artikel berjudul; JUARA EURO CUP 2016 DI PERANCIS ADALAH NEGARA KERAJAAN, dan tepat pada bilangan TAKHTA DAUD (429), muncullah juara baru.
MARI KITA SAMA-SAMA MERENUNGKAN FIRMAN TUHAN
Di bawah ini saya mengutip "Pesan Ilahi" yang disampaikan Nabi Yeremia, sebagaimana tertulis dalam satu Kitab rahasia, tepatnya di halaman "844", yang saya sebut halaman; Taur Matan Ruak dan halaman "Referendum".
Disebut demikian, karena berdasarkan warisan eyang Pythagoras, baik frasa; "Taur Matan Ruak" maupun frasa "Referendum", akan menghasilkan nilai numerik; "844".
Silahkan disimak dan direnungkan baik-baik.
=========================================
Buyung anggur yang dipecahkan (Yeremia; 13: 12-14)
=========================================
(12) Katakanlah kepada mereka firman ini: Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Setiap buyung harus dipenuhi dengan anggur! Dan jika mereka berkata kepadamu: Masakan kami tidak tahu betul, bahwa setiap buyung harus dipenuhi dengan anggur?
(13) maka katakanlah kepada mereka: Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, seluruh penduduk negeri ini akan Kupenuhi dengan kemabukan: para raja yang duduk di atas takhta Daud, para imam, para nabi dan seluruh penduduk Yerusalem.
(14) Aku akan membantingkan seorang kepada yang lain sampai mereka hancur, bapa-bapa dengan anak-anaknya, demikianlah firman TUHAN. Aku akan membinasakan mereka tanpa belas kasihan, tanpa merasa sayang dan tanpa ampun."
========================================
Peringatan dan ancaman (Yeremia; 13:15-17)
========================================
(15) Dengarlah, pasanglah telingamu, janganlah kamu tinggi hati, sebab TUHAN telah berfirman.
(16) Permuliakanlah TUHAN, Allahmu, sebelum Ia membuat hari menjadi gelap, sebelum kakimu tersandung di atas bukit-bukit yang diliputi senja, sementara kamu menanti-nantikan terang, tetapi Ia menjadikan hari kelam pekat dan mengubahnya menjadi gelap gulita.
(17) Jika kamu tidak mau mendengarkannya, aku akan menangis di tempat yang tersembunyi oleh karena kesombonganmu, air mataku akan berlinang-linang, bahkan akan bercucuran, oleh sebab kawanan domba TUHAN diangkut tertawan.
----------------------------------------------------------------------------
Semoga catatan ini bermanfaat. Selamat berhari Minggu.
TUHAN YESUS memberkati
Bunda Maria merestui
Santo Yosef melindungi kita semua (hitam dan putih). Amin.
BERSAMBUNG;

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Portugal dan antoninho sama-sama layak menjadi raja, portugal = raja sepakbola eropa, antoninho = raja tapi di zaman dinosaurus, rakyatnya juga dinosaurus semua hahahaha. Wong edaaan.