Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Rabu, 13 Juli 2016

PRESIDEN TAUR MATAN RUAK TINGGAL MEMILIH DI ANTARA: "TAPAK KAKI SULAIMAN ATAU BANGSA TERKUTUK" (bag: 2)

"Saya telah memainkan angka "4" itu semenjak tahun 1993"


Ada banyak sekali Pembaca yang mengalami "missing link". Mereka hanya membaca sepotong-sepotong "kesaksian saya" tentang Euro Cup 2016, lalu "muncrat" tidak karuan (menghujat saya habis-habisan), setelah tidak satupun negara kerajaan yang ada dalam daftar nominasi, lolos ke final Euro Cup 2016 di Perancis.

Bahkan ada sebagian Pembaca yang menganggap "saya mencari pembenaran" mengenai "angka 4" yang tidak muncul di daftar nominasi. Mereka mengira, setelah semua negara kerajaan yang ada dalam daftar nominasi gugur, baru kemudian saya merubah daftar nominasi dengan merubah angka 4 menjadi 5, agar dengan demikian ada celah untuk mencari "pembenaran".
Padahal dari awal, angka "4" itu sudah tidak dimasukkan dalam daftar nominasi sebagai "nomor urut". Karena itulah ada sebagian FB'ers yangsejak setahun lalu menanyakan; "Mengapa nomor urut 4 tidak ada?"
Angka "4" sengaja tidak dimunculkan dalam daftar nominasi karena "Perintah dari Yang Di Atas" memang seperti itu. Angka 4 tidak boleh disertakan dulu dalam daftar nominasi yang berisi 4 negara kerajaan.
Nah, nanti, setelah hasil Euro Cup benar-benar defenitif, baru kemudian angka nomor urut 4 muncul dalam daftar nominasi, dan yang berada di angka nomor urut 4 adalah; "TAKHTA DAUD".
Yang sama sekali tidak diketahui oleh banyak Pembaca adalah; "Bahwa bukan baru di Euro Cup 2016 di Perancis inilah saya memainkan bilangan 4.
Saya sudah memainkan bilangan 4 ini semenjak tahun 1993 melalui Program CATUR MOBILISASI, sebagai mana sudah saya jelaskan berulang-kali sebelumnya, maka tidak usah saya jelaskan kembali saat ini.
Namun yang pasti gara-gara mempertahankan dan memperjuangkan angka 4 ini melalui Program CATUR MOBILISASI itulah, ALLAH mengutus dua Malaikat-Nya memanggil saya ke Bukit Sio(n) untuk memberkati CATUR MOBILISASI pada Februari 1994 (dan saya tidak perlu kembali berkisah karena sudah berkisah berkali-kali).
Tadi pagi, begitu muncul daftar lengkap di mana nomor urut 4 ditempati TAKHTA DAUD, banyak orang bertanya; "Kok TAKHTA DAUD ditempatkan di nomor urut 4?
Karena tujuan akhir dari kesaksian saya menggunakan sepak bola sebagai media kesaksian" adalah hanya satu, yaitu; "
"Untuk memastikan, siapakah "Keturunan Daud secara biologis" (Anak Kandung Daud) yang harus duduk di atas TAKHTA DAUD?"
Bukankah dalam Kitab Suci, ALLAH "telah berjanji" bahwa akan mendudukkan "Anak Kandung Daud" di atas "TAKHTA DAUD?"
Dan KRISTUS YESUS bukanlah "Anak Kandung Daud", karena KRISTUS dikandung secara ilahi oleh Bunda Suci Perawan Maria dari 'Kuasa Roh Kudus", tanpa intervensi "daging biologis" ayah manusia Yusuf (Santo Yosef).
Jika demikian adanya; "Siapakah Keturunan Daud" secara biologis yang harus didudukkan di atas TAKHTA DAUD, agar dengan demikian, JANJI TUHAN tergenapi?"
Ataukah "Keturunan Daud" secara biologis, tidak ada lagi di bumi saat ini, sehingga tidak ada lagi "keturunan yang berasal dari Darah Daud", yang memenuhi syarat untuk menggenapi JANJI TUHAN?"
Nah, atas alasan (pokok) itulah saya menggunakan sepak bola sebagai media untuk bersaksi. Dan kini, melalui Euro Cup 2016, segala seuatunya telah menjadi sangat jelas.
Dengan berkahirnya Euro Cup 2016, untuk selanjutnya saya tidak akan pernah lagi menggunakan sepak bola sebagai media untuk bersaksi. Karena segala seustunya telah dibuka ALLAH melalui Euro Cup 2016 dengan sangat-sangat jelas. Jadi untuk apa lagi saya bersaksi menggunakan sepak bola sebagai "media kesaksian"?
MEMILIH TAPAK KAKI SULAIMAN ATAU BANGSA TERKUTUK?

Banyak yang tidak tahu bahwa saya menggunakan event "sepak bola" sebagai "media kesaksian", semenjak Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Jadi sudah 6 tahun saya bersaksi.
Tapi apakah "orang-orang besar" percaya pada kesaksian saya? Sama sekali tidak. Yang ada, saya malah dicaci maki habis-habisan, diolok-olok tanpa rasa kemanusiaan sama sekali.
Sama sekali tidak. Yang ada, saya malah dicaci maki habis-habisan, diolok-olok tanpa rasa kemanusiaan sama sekali.
Oleh karena itulah, setelah segala sesuatunya menjadi jelas melalui Euro Cup 2016 di Perancis, saya meneruskan "Pesan Ilahi", untuk memberikan pilihan kepada Presiden Taur Matan Ruak (TMR).
"Mau memilih TAPAK KAKI SULAIMAN atau BANGSA TERKUTUK?"
Jika Presiden TMR lebih suka memilih Timor Leste harus menyandang status sebagai: "BANGSA TERKUTUK", maka tetaplah menduduki "TAKHTA DAUD" sampai memasuki Januari 2017.
Tapi jika Presiden TMR tidak menghendaki Timor Leste jatuh ke dalam status; BANGSA TERKUTUK, maka saran saya, sebaiknya Presiden TMR "turun dari TAKHTA DAUD" sebelum memasuki 1 Januari 2017. Ini adalah opsi terbaik demi kebaikan semua orang.
Saran ini sifatnya "opsional" dan tidak bersifat mengikat. Artinya Presiden TMR bebas memilih yang mana saja sesuai seleranya.
Saya hanya menunaikan kewajiban saya untuk menyampaikan "pesan Ilahi". Opsi manapun yang dipilih Presiden TMR, saya tetaplah "orang kecil", yang merupakan bagian integral dari kaum marjinal (kaum pinggiran).
Angka "429" juga baru akan dibahas pada seri ke-3.
Semoga catatan ini bermanfaat
Salam "Dua Hati" dari "Bukit Sulaiman"
TUHAN YESUS memberkati
Bunda Maria merestui
Santo Yosef melindungi kita semua (hitam & putih). Amin.
BERSAMBUNG;

1 komentar:

Bello mengatakan...

Orang gilaaaaa TMR mana mungkin mau menuruti orang gila