Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Rabu, 13 Juli 2016

PRESIDEN TAUR MATAN RUAK TINGGAL MEMILIH DI ANTARA: "TAPAK KAKI SULAIMAN ATAU BANGSA TERKUTUK" (bag: 1)

"Katakanlah kepada raja dan kepada ibu suri: "Duduklah di tempat yang rendah sekali, sebab mahkota kemuliaanmu sudah turun dari kepalamu" (Yeremia; 13:18. Saya mengutipnya dari sebuah Kitab rahasia, dan ayat ini tertulis di halaman: 844).

Bilangan 844 ini simbol numerik warisan Eyang Pythagoras;
(1). TAUR MATAN RUAK = 844
(2). SUMPAH REFERENDUM = 844
===============================================
Hari ini Rabu, 13 Juli 2016, genap 39 tahun says dibaptis di Gereja Tua Santo Yosef Atsabe Timor-Timur, pada Hari Rabu, 13 Juli 1977. Saya dibaptis oleh Pastor; Rev. Pe. Jose Maria De Sousa Barbosa (untuk selanjutnya kalau saya tulis: Pe. dibaca: Padre = Pastor).
Pastor Jose Barbosa adalah orang asli Portugis. Benar-benar asli (totok). Hidungnya mancung sekali, ujung hidungnya sangat runcing. Kalau ujung hidungnya terkena balon, balonnya bisa pecah.
Hari itu, saya yang berada di antara barisan antrian, melangkah perlahan maju ke depan Altar. Anak-anak yang lain didampingi "orang tua baptis" masing-masing. Sementara saya tidak didampingi orang tua baptis, karena memang tidak memiliki "orang tua baptis".
Begitu tiba giliranku berdiri di depan Pastor Jose Barbosa dan Pak Angelino Monteiro (Guru Agama), Pe. Jose Barbosa bertanya;
"O nia inan aman sarani mak nebee?" (Orang tua baptismu yang mana?")
"La iha", jawabku. (La iha artinya; tidak ada).
Begitu mendengar jawabanku, Pe. Barbosa menoleh ke arah Mestre Angelino Monteiro. Suasana sedikit hening. Lalu terjadi diskusi singkat antara Pe. Barbosa dengan Mestre Angelino.
Puji TUHAN YESUS. Akhirnya keduanya mencapai kesepakatan;. Mestre Angelino dan Isterinya, Dona Esmeralda Soares diminta Pe. Barbosa untuk bersedia menjadi "orang tua baptis saya".
Mestre Angelino memberi tanda kepada Dona Esmeralda yang saat itu berdiri agak jauh dari Altar untuk maju mendampingi saya.
Lalu kepalaku dimiringkan Mestre Angelino Monteiro, kemudian Pe Jose mengambil air dari baskom membasahi dahiku.
Akhirnya, terhitung sejak hari itu, Rabu 13 Juli 1977, sayapun sah dan sahih menjadi "pengikut KRISTUS".
Begitu selesai dibaptis dan keluar dari Gereja langsung pergi main bola plastik bersama anak-anak yang lain. Tidak ada pesta apun. Maklum, dibaptis pada situasi "perang". Boro-boro mikirin pesta. Makan aja susah. Masih hidup aja udah untung banget.
Jadi nama "MONTEIRO" yang ada di belakang namaku adalah "nama warisan" dari orang tua baptisku.
Ketika gol semata wayang Portugal tercipta di laga final Euro Cup 2016, dan saat host RCTI, mas Ibnu Jamil berkomentar bahwa gol Portugal tercipta di menit ke-109, saya sedikit kaget.
"Kok bisa ya gol itu tercipta di menit ke-109?"
Karena nama "Monteiro", jika dikonversikan ke dalam "Bilangan Latin", akan menghasilkan nilai numerik: 109. Kalau kagak percaya, coba putar ulang video dan mendengarkan baik-baik, bilangan apa yang terucap dari mulut bang Ibnu Jamil?
 Mungkin ada yang tidak setuju, terutama para "haters" (penghujat). Mereka tidak terima, lalu mau menaikkan satu digit dan mengatakan bahwa gol itu, sejatinya tercipta di menit ke-110.
Kalau ternyata gol itu tercipta di menit ke-110, itu juga tidak apa-apa, karena bilangan "110" adalah bilangan namaku; "Antoninho", yang juga adalah bilangan nama: Portugal.
Bagaimana kalau ada haters yang tidak ikhlas menerima fakta ini, lalu mau menurunkannya menjadi satu digit, bahwa gol itu tercipta di menit ke-108?
Juga tidak apa-apa, karena angka "108" selain melambangkan; JANJI TUHAN (108), juga melambangkan; "ORANG IBRANI" (108).
Masih juga ada haters yang tidak ikhlas menerima? Lalu mau naikkan menjadi dua digit, bahwa gol itu tercipta di menit ke-111. Juga tidak apa-apa. Karena angka triple cantik; "111" adalah simbol;
(1). Sabat Yahudi
(2). Darah Majapahit 
(3)........???? (rahasia).
Mungkin ada yang tetap tidak ridho menerimanya, lalu mau menaikkan lagi satu digit menjadi; "112". Malah bagus. Itu adalah simbol nama; "Rama" (berdasarkan Bilangan Pythagoras).
Mungkin ada haters yang tetap tidak ikhlas menerima fakta ini, lalu mau menurunkannya sebanyak dua digit dengan mengatakan bahwa sejatinya gol semata wayang itu tercipta di menit ke-107.
Tetap tidak masalah. Karena bilangan "107" adalah simbol; "DARAH SALOMO". Terminologi "Darah Salomo" ini boleh dibaca; Anak Kandung Salomo (secara biologis).

Poin terpenting yang ingin saya sampaikan adalah bahwa;
"Hasil Euro Cup 2016 di Perancis, terikat pada sebuah "hukum Ilahi". Dan "hukum Ilahi" tersebut berada di balik bilangan super cantik: 195.
Yang memiliki mata hendaklah ia melihat
Yang memiliki telinga hendaklah ia mendnegar
Yang memiliki hati hendaklah ia merenung
===============================================
SIAPAKAH YANG HARUS DUDUK DI ATAS "TAKHTA DAUD?"
===============================================
Dua belas bulan sebelum laga final Euro Cup 2016 digelar, saya telah menerbitkan satu artikel dengan judul; JUARA EURO CUP 2016 DI PERANCIS ADALAH NEGARA KERAJAAN. Artikel tersebut diterbitkan pada 9 Mei 2015. Silahkan klik tangga tersebut kalau mau membacanya kembali di laman Fce Book saya (Antoninho Benjamim Monteiro).
Dalam artikel tersebut, saya mengumumkan satu daftar nominasi yang berisi 4 nama "negara kerajaan", sebagai berikut;
(1). Spanyol
(2). Inggris
(3). Swedia
(5). Belanda
Saat itu saya diminta untuk menyusun daftar seperti di atas, dan dengan sengaja tidak boleh mencantumkan nomor urut "4". Karena kata-Nya, nomor urut 4 adalah "Simbol TAKHTA DAUD".
Maka hanya ALLAH yang memiliki kuasa absolut untuk memilih siapa yang berkenan kepada-Nya untuk dudukkan di atas TAKHTA DAUD.
Maka kini daftar itu berubah menjadi;
(1). Spanyol
(2). Inggris
(3). Swedia
(4). TAKHTA DAUD 
(5). Belanda
Ternyata juara Euro Cup 2016 di Perancis adalah; PORTUGAL. Tapi faktanya, Portugal adalah "negara republik". Bukan "negara kerajaan". Lalu apakah Portugal yang harus duduk didudukkan ALAH di atas TAKHTA DAUD? Tentu tidak.
 Lalu bagaimana menyelesaikan kasus ini?
Sederhana sekali. Kata kuncinya ada di bilangan "429".
BERSAMBUNG;
Catatan Kaki;
Orang bijak bilang: "Janji adalah hutang. Dan yang namanya hutang kudu dilunasi".
Sementara saya hentikan dulu artikel ini hingga di sini dulu. Maaf, nanggung amat. Saya buru-buru mau ke Kantor Pos.
Mau memenuhi janji saya untuk mengirimkan buku berjudul; "JEJAK LANGKAH PEMIKIRAN PLATO", karya: David Melling, kepada salah satu pembaca setia artikelku, Mas Monet Meang Meong, yang telah berhasil mengerjakan PR (Pekerjaan Rumah) yang pernah saya berikan. Dan saya berjanji, nanti malam, saya akan meneruskan bagian kedua (bagian terakhir) dari artikel ini.
Oya, bagi mereka yang mencak-mencak dan menyampaikan protes bahwa NKRI tidak dilahirkan pada tahun AYAM (1945), silahkan tanyakan sendiri kebenaranynya kepada rumput-rumput yang bergoyang di ladang-ladang Nusantara.
Kali-kali aja rumput-rumput yang tidak memiliki akal budi lebih tahu banyak rahasia Ilahi ketimbang kita-kita yang adalah manusia.
Lagian Kitab Suci mencatat pesan Ilahi, bahwa; 
 "Amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah" (Yakobus: 1:20). 

Semoga artikel ini bermanfaat.
Salam "Dua Hati" dari "Bukit Sulaiman".
TUHAN YESUS memberkati
Bunda Maria merestui
Santo Yosef melindungi kita semua (hitam & putih). Amin.

1 komentar:

Bello mengatakan...

Apakah anda tidak malu, menyebut bangsa terkutuk ke tanah kelahiran anda ? Andalah yang terkutuk