Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Minggu, 10 Juli 2016

GEMPA PANGERAN MATA-RAM

"Munculnya Tatanan Bilangan Super 195 Di Final Euro Cup 2016 di Perancis Karena Penyelenggaraan Ilahi Yang Penuh Misteri"


Sahabat sekalian yang dimuliakan ALLAH. Semoga Anda sekalian (beserta Keluarga) dalam keadaan sehat dan sejahtera berkat kemurahan ALLAH Yang Maha Pengasih.

Melalui artikel ini, saya hanya ingin mematuhi “pesan Bunda Suci Perawan Maria Lourdes” (Concevida Sem Pecado = Dikandung Tanpa Noda) melalui mimpiku tadi siang, untuk harus mempublikasikan kepada khalayak, tentang copy surat yang dikeluarkan oleh V Gabinete (Kabinet V) Pemerintah Timor Leste pimpinan Perdana Menteri Jose Alexandre Xanana Gusmão, tertanggal 27 Agustus 2012 (boleh dilhat pada foto terlampir).
Sekedar kilas balik singkat, bahwa pada tanggal 9 Agustus 2012, saya pergi ke Bandara Internasional Ngurah Rai Tuban Bali untuk membeli ticket pesawat dengan tujuan Dili.
Saat itu (2012) saya ingin pulang dulu ke Dili untuk mengurus passport baru, karena paspor yang lama, walau masa berlakunya masih agak lama, namun space (ruang) untuk diberi cap sudah tidak ada lagi.
Di sana, di bandara, saat membeli ticket pesawat Batavia, ada kejadian yang sedikit aneh. Saya tidak perlu berkisah kembali mengenai kejadian aneh tersebut, karena saya sudah beberapa kali berkisah sebelumnya.
Dimulai dari kejadian aneh di bandara itulah, berlanjut dengan saya harus mengajukan “proposal” kepada Pemerintah Timor Leste untuk memohon bantuan dana guna melanjutkan studi saya di tingkat Pasacasarjana Universitas Udayana (Unud) Bali.
Kebetulan saat itu saya lulus testing di Magister Fisiologi Olahraga. Ceritanya saya bercita-cita menjadi seorang “AFO” (Ahli Fisiologi Olahraga).
Surat proposal tersebut, tertanggal 12 Agustus 2012, saya tujukan langsung kepada Perdana Menteri Timor Leste, H.E. Senhor Jose Alexandre Xanana Gusmão.
Saat tiba di Dili, saya menitipkan surat tersebut melalui sahabat saya, Sdr. Jacinto Rigoberto Gomes de Deus,SE, yang saat itu menjabat sebagai Wakil Menteri Sosial.
Sahabatku ini kemudian berhasil menemui Perdana Menteri Xanana Gusmão pada tanggal 24 Agustus 2012 dan atas bantuannya, Pak Xanana akhirnya menyetujui (acc) dan menurunkan “disposisi” yang ditujukan langsung kepada Menteri Pendidikan Timor Leste, H.E. Senhor Bendito Freitas.
Kemudian disposisi Pak Xanana ditindak-lanjuti oleh Staf V Gabinete. Maka “lahirlah surat sakti” dengan nomor surat; “0067” (NOL-NOL-ENAM-TUJUH), tertanggal; 27 Agustus 2012. Sekali lagi, copy “surat sakti” tersebut, boleh Anda baca pada foto terlampir.
Tanggal 2 September 2012, saya menerima telfon dari seorang sahabat, tapi bukan dari Wakil Menteri Sosial Timor Leste, yang mengabarkan bahwa Pak Xanana telah menyetujui proposal saya.
Puji TUHAN YESUS. Saat itu saya merasa girang sekali.
Benar-benar “happy” habis. Berkali-kali saya bersujud mengucapkan syukur kepada ALLAH, karena pada akhirnya proposal saya disetujui.
Karena semenjak Pimpinan Unpaz memecat saya sebagai “dosen tetap” pada tahun 2011 (padahal saat itu saya sedang melanjutkan studi di MIKMUNUD 3 Unud), saya berkali-kali meminta bantuan dana kepada Pemerintah Timor Leste, baik Kementerian Kesehatan maupun Kementerian Pendidikan, namun hasilnya nihil.
Jangankan mendapat dana, menerima tanggapan saja kagak.
Maka wajar jika saya merasa sangat girang ketika Pak Xanana akhirnya menyetujui proposal saya. Dan pada tanggal 3 September 2012, saya bersama temanku SBY (Sang Bangsawan Yahudi) mengunjungi Kantor Perdana Menteri Timor Leste untuk mengambil copy “surat sakti” tersebut.

Hari itu, sebelum menuju Kantor Perdana Menteri, saya dan SBY lebih dulu menemui Wakil Menteri Sosial di kantornya, Kaikoli Dili. Saat itu, Wakil Menteri Sosial langsung menelfon Staf pribadi Pak Xanana, bernama Ibu Sonia.
Setelah memastikan bahwa saya bisa mengambil copy “surat sakti” tersebut, maka saat itu juga saya dan temanku SBY meluncur ke Kantor Perdana Menteri (Palacio Governo), yang pada jaman “pendudukan Indonesia” dijadikan sebagai Kantor Gubernur Timor-Timur.
Tiba di sana, kami dilayani dengan sangat baik. Orang-orangnya sangat ramah (friendly). Dan akhirnya “surat sakti” tersebut” berhasil berada di tangan saya.
Berdasarkan “surat sakti” tersebut, saya mencoba beberapa kali menemui Menteri Pendidikan, namun gagal karena katanya Beliau sedang berada di luar negeri.
Maka saya pun kembali ke Bali untuk melanjutkan studi saya, sambil terus berusaha melakukan kontak dengan fihak-fihak di Kementerian Pendidikan Timor Leste untuk memastikan sejauh mana tindak lanjut terhadap “surat sakti Pak Xanana”.
Tapi setelah sekian lama, dana tidak juga kunjung turun. Saya mencoba melakukan kontak langsung dengan Menteri Pendidikan, dan sempat mendapat tanggapan melalui SMS.

SMS dari Menteri Pendidikan Timor Leste saat itu, masih saya “save” hingga saat ini. SMS tersebut berasal dari nomor; +67077045008. Isi SMS tersebut masuk ke HP saya dengan catatan waktu, berupa “tatanan bilangan” yang unik, yaitu; tanggal 16 Oktober 2012, pukul: 15:51:55.
Isi SMS tersebut menggunakan “Bahasa Tetun” (yang sudah mengalami asimilasi dengan Bahasa Portugis). Teks lengkapnya sebaga-berikut;
=============================================
“Ami sei iha discusaun OGE Rectificativo iha PN to fim da semana. Depois hau buka tuir e fo resposta ba. Desejos de sucessos”. 
==============================================
Saya sengaja mempublikasikan isi SMS tersebut secara lengkap di sini, karena ternyata, isi teks SMS tersebut, jumlah hurufnya = 99 yang melambangkan nilai numerik dari 3 item krusial; yaitu
EURO CUP
ANAK KANDUNG 
KUTUKAN
Coba Anda konversikan 3 frasa tersebut di atas ke dalam “Bilangan Latin”. Pasti 3 item tersebut masing-masing akan memunculkan nilai numerik = 99.
EURO CUP = 99
ANAK KANDUNG = 99
KUTUKAN = 99
Sekiranya Yang Mulia Menteri V Governo Timor Leste ikut membaca artikel ini dan masih menyimpan SMS tersebut, boleh hitung sendiri jumlah huruf dari teks SMS edisi 16 Oktober 2012, yang ditujukan ke nomor HP; +6282XXX660623. Pasti jumlah hurufnya = 99, persis dengan yang saya sampaikan di sini.
Jika Anda melafalkan bilangan “99” dalam Bahasa Portugis, dengan bunyi; “NOVENTA – NOVE”, akan mengahsilkan bilangan “147”, yang merupakan nilai numerik dari dua isu krusial berikut ini;
(1). FATIMA (konversi ke dalam Bilangan Pythagoras). 
(2). PANGERAN MATAHARI (konversi ke dalam Bilangan Latin).

Pertanyaannya kini adalah;
“Apakah dengan munculnya frasa FATIMA di sini, maka Portugal akan mengalahkan Perancis di Euro Cup 2016 di Perancis? Atau justeru sebaliknya, dari FATIMA akan muncul KUTUKAN???”
Kita tunggu saja bagaimana hasil laga dini hari nanti (???). Saya tidak ingin menyimpulkan apapun dari data dan fakta tersebut di atas karena tadi siang saya sudah diperingatkan “Bunda Suci Perawan Maria LOURDES (Concevida Sem Pecado), untuk harus total “imparsial” (tidak boleh memihak salah satu di antara kedua timnas yang berhasil lolos ke final).
Keduanya sama-sama penting, karena berkat keduanyalah, kini muncul “tatanan” (polarisasi) bilangan ajaib’ “195”. Hanya Perancis, tanpa Portugal, tidak akan mungkin muncul bilangan “195”. Demikian pula sebaliknya, hanya Portugal tanpa Perancis, bagaimana mungkin tatanan bilangan “195” bisa muncul?
Masalah siapa di antara keduanya ayang akan muncul sebagai juara Euro Cup 2016, biarlah kita serahkan sepenuhnya kepada “Penyelenggaran Ilahi”.
Apalagi, saya telah menjadikan Euro Cup 2016 di Perancis, sebagai media “kesaksian iman” guna melacak “DARAH DINASTI”.
MENGAPA NOMOR SURAT SAKTI “0067” MENGHASILKAN NILAI NUMERIK “195?”
Sebenarnya saya belum akan membahas “surat sakti” terlampir, apalagi nomor sakti; “0067” saat ini. Saya berencana akan membahasnya setelah hasil laga final Euro Cup dipastikan.
Tapi gara-gara tadi pagi, saya mengalami mimpi yang sangat aneh, setelah menerbitkan satu artikel pendek dengan isi yang secara terang-terangan “memastikan kemenangan” untuk timnas Perancis. Setelah memposting artikel tersebut, saya lantas tidur kembali dan dalam tidur itulah saya bermimpi aneh.
“Bunda Suci Perawan Maria Lourdes (Concevida Sem Pecado), menampakkan diri dalam mimpi dan memberikan pesan sebagaimana sudah saya tuliskan melalui artikel; PENGUMUMAN PENGUMUMAN PENGUMUMAN (baca di bagian lain laman FB saya).
Berdasarkan “pesan ajaib” itulah saya kemudian memutuskan untuk “bersikap imparsial”, tidak boleh, dalam cara apapun, memihak salah satu dari kedua timnas secara terang-terangan.
Kalau pun saya telah tahu, tim mana yang akan keluar sebagai juara, maka biarlah hal itu bersifat; “Inpectoris” (hanya tersimpan di dada saya dan hanya ALLAH Yang Mahatahu).
Namun jangan lantas menafsirkan bahwa; dengan menarik kembali “dukungan kemenangan” kepada timnas Perancis, maka dengan demikian, Portugal secara otomatis akan menjuarai Euro Cup 2016 di Perancis. Sama sekali bukan itu maksudnya.
Kalaupun ada di antara Anda yang berasumsi seperti itu, maka itu adalah kesimpulan Anda sendiri. Yang terpenting itu bukan “opini saya”.
Poin terpenting yang ingin saya sampaikan di sini adalah; “Mengapa surat sakti yang dikeluarkan Kantor Perdana Menteri Timor Leste, dengan nomor sakti; “0067” (NOL-NOL ENAM TUJUH), tertangga; 27 Agustus 2012, harus menghasilkan nilai numerik; “195?”
Karena ternyata; frasa NOL-NOL-ENAM-TUJUH, jika dikonversikan ke dalam “bilangan Latin”, memunculkan nilai numeric; “195”.
NOL = 41
NOL = 41
ENAM = 33
TUJUH = 80
Jumlahkan; 41+41+33+80 = 195.
Dengan munculnya “bilangan sakti 195”, saya sarankan masyarakat Kota Dili untuk membaca kembali artikel yang saya terbitkan dua hari lalu, berjudul; DARI FINAL EURO CUP DI PERANCIS ALLAH TELAH MEMASTIKAN KUNJUNGAN AIR LAUT DI KOTA DILI PADA TAHUN 2017.

MENGAPA KEMENTERIAN TIMOR LESTE TIDAK MEMBERI SAYA BEASISWA?
Pada tanggal 1 Desember 2012, saya sempat bertemu Menteri Pendidikan Timor Leste di Konsulat Timor Leste di Bali. Saat itu saya menyerahkan sebuah surat langsung ke Pak Menteri dan ketika itu Beliau menyarankan saya harus ke Dili untuk membicarakan “proposal” saya yang telah di-acc Pak Xanana.
Maka tanggal 3 Desember 2012, saya meninggalkan Denpasar menumpang pesawat menuju Dili, dan tanggal “6 Desember 2012” saya berhasil bertemu Menteri Pendidikan di kantornya di SKB Vila Verde Dili.
Saat itu Beliau mengatakan bahwa sebenarnya dana beasiswa hanya diprioritaskan untuk mahasiswa Timor Leste yang melanjutkan pendidikan mereka BUKAN di INDONESIA. Sementara untuk mereka yang melanjutkan studi mereka di Indonesia, tidak ada dana.
Akhirnya tanggal 14 Desember 2012 saya meninggalkan Dili kembali ke Bali dengan hati yang sangat sedih. Uangku habis hanya untuk bolak-balik Denpasar-Dili, buat mengejar beasiswa yang ternyata hasilnya "nihil".
Tiba di Bali, saya tidak bisa ikut Ujian Semester dan kemudian memutuskan untuk mengundurkan diri.
Saya sempat beberapa kali dikontak fihak Kampus untuk mengikuti ujian. Saya kemudian menghadap KAPRODI (Kepala Program Studi) FISIOLOGI OLAHRAGA; Prof. dr. J. Alex Pangkahila, PhD, Sp. And (salah satu Dokter Spesialis Sexologi Indoensia, kakak kandung Prof. Wimpie Pangkahila/Ketua Ikatan Ahli Sexologi Indonesia).
Dalam pembicaraan dengan Prof. Alex (demikian Beliau biasa dipanggil), Beliau menanyakan; “Kenapa Pemerintah Timor Leste tidak mendukung kamu memberikan bantuan dana? Padahal belum ada orang Timor Leste yang mengambil bidang ini?”
Saat itu saya sulit menjawab pertanyaan Prof. Alex. Saya kemudian meninggalkan ruang kerja Beliau (nyaris meneteskan air mata, tapi saya mencoba menahan sebisa mungkin). Beliau begitu sangat bersimpati (bahkan empati) pada nasib saya. Tapi apa mau dikata? Mungkin ini sudah jalan hidup. Saya harus “ikhlas” menerimanya.
Hari itu setelah bertemu Prof. Alex, saya langsung balik ke kos. Tiba di kos, saya berdoa dengan sangat kusyuk, meminta “Keadilan ALLAH”. 
Saya terus berdoa dan berdoa, dengan harapan ALLAH memberikan saya “Keadilan-Nya”.

Akhirnya pada suatu malam, Bunda Suci Perawan Maria Lourdes (Concevida Sem Pecado) menampakkan diri dalam mimpi dan meminta saya mencari gambar; PERJAMUAN TERAKHIR (THE LAST SUPPER).
Kemudain saya harus menuliskan “bilangan sakti 195” ke dalam gambar tersebut sebanyak 4X. Dan foto PERJAMUAN TERAKHIR yang telah ditambahkan “bilangan sakti 195” tersebut, harus dipasang sebagai “cover” (sampul) laman Face Book saya, tepat pada Hari SABAT Suci, “6 Juni 2015”.
Karena itulah saya kemudian mentaati pesan tersebut dan untuk pertama kalinya saya memasang foto PERJAMUAN TERAKHIR, sebagaimana terlihat dalam foto terlampir.
Dan akhirnya, “pesan Bunda Suci Perawan Maria Lourdes (Concevida Sem Pecado), kini benar-benar telah bertuah”. Tatanan (polarisasi) bilangan 195” benar-benar telah muncul di Final Euro Cup 2016 di Perancis.
Portugal = 110
Perancis = 85
Jumlahkan; 110 + 85 = 195.
Besok hari, 11 Juli 2016, ketika dunia memastikan siapa yang akan muncul sebagai “Juara Euro Cup 2016”, saya akan menghitung rentang waktu, dari tanggal 6 Juni 2015 sampai 11 Juli 2016. Ternyata hasilnya adalah “401 hari”.
Anehnya, bilangan durasi waktu ini (401), jika saya lafalkan dengan bunyi; “EMPAT RATUS SATU”, lagi-lagi akan muncul kembali “Bilangan Sakti 195”.
EMPAT = 55
RATUS = 79
SATU = 61.
Jumlahkan; 55+ 79+ 61 = “195”. Kok bisa begini ya? Apakah ini terjadi karena berlakunya “teori co-insidensi?” Hanya orang-orang tidak beriman yang menjawabnya; YA.
Pada bulan Februari 2016, dalam rangka mengenang genap “158 tahun” Penampakan Bunda Suci Perawan Maria (Concevida Sem Pecado) di Lourdes Perancis, saya memberikan “pesan special” kepada Prof. PERANCIS untuk menuliskan “bilangan sakti 600” di sehelai kertas putih dan kemudian mengirimkan “bilangan sakti 600” tersebut bersama “seekor ayam jantan merah” (MANU-MEAN), ke Atsabe, guna disembelih tepat pada “11 Fberuari 2016”.
Dan entah karena kuasa Roh KUDUS, akhirnya Prof. PERANCIS menindak-lanjuti pesan tersebut. Dengan menuliskan “angka 600” di sehelai kertas putih dan mengirimkannya bersama seekor “ayam jantan merah” ke Atsabe.
Dan di sana di Dusun Raeudu, Desa Laclo, Kecamatan Atsabe, manu-mean tersebut telah disembelih, yang kemudian disambung dengan melakukan “lemparan koin berlambang Ratu Elizabeth II sebanyak “171 kali”.
Anehnya, entah kebetulan atau tidak, ROH dari “ayam jantan” (manu-mean) yang telah disembelih pada 11 Februari 2016, telah mengantarkan tim ayam jantan Perancis ke final Euro Cup 2016.

Saat laga Jerman kontra Perancis, saya benar-benar “sport jantung” menyaksikan gawang Perancis terus dibombardir. Tapi “Puji TUHAN YESUS”. Bunda Suci Perawan Maria Lourdes (Concevida Sem Pecado) benar-benar memenuhi “janjinya”. Maka tim “ayam jantan” berhasil lolos ke final, dengan menyingkirkan Jerman, dua gol tanpa balas.
Dan muncul lah tatanan “bilangan sakti 195” di final Euro Cup 2016. Pertanyaannya kini adalah;
“Apakah ROH Ayam Jantan yang disembelih pada 11 Februari 2016 di Atsabe, hanya sekedar mengantarkan “tim Ayam Jantan Perancis” ke final kemduian dikalahkan Portugal?”
Atau “Roh Ayam Jantan” yang darahnya “menetesi bilangan sakti 600” di Dusun Raeudu, Desa Laclo, Atsabe, akan harus mengantarkan “Tim Ayam Jantan Perancis”, menjuarai Euro Cup 2016 yang ketiga kalinya?”
Ataukah akan terulang "siklus 12 tahunan", di mana setiap 12 tahun sekali, akan lahir juara baru.
Tahun 1992 lahir juara baru; Denmark.
Tahun 2004 lahir juara baru; Yunani
Tahun 2016 lahir juara baru: Portugal (???)
Apapun yang akan terjadi di “Stade De France” Paris Perancis, kita serahkan sepenuhnya kepada “Kuasa Ilahi”. Que seraaa…sera…!!! Apa yang akan terjadi, biarlah terjadi. Karena bagi saya, siapun yang muncul sebagai juaranya, di sana ada “ID”(entitas)ku. Terima-kasih TUHAN YESUS atas semua berkat-Mu.
Yang kiranya perlu direnungkan adalah;
“Mengapa angka sakti 600” juga menghasilkan “bilang super 195?” Coba Anda lafalkan “bilangan sakti 600” dengan bunyi; ENAM-KOSONG – KOSONG. Lalu jumlahkan semua huruf yang ada dalam frasa; ENAM-KOSONG-KOSONG ke dalam “Bilangan Latin”.
Di jamin, hasilnya pasti, lagi-lagi muncul “bilangan super sakti 195”.
ENAM = 33
KOSONG = 81
KOSONG = 81
Jumlahkan; 33+81+81 = 195.
Dan anehnya lagi, jika “angka super sakti 195” ini dibuka sampulnya, ternyata di dalamnya terdapat angka sakti lainnya; “171”.
Dan yang lebih aneh lagi, jika “bilangan sakti 195’ dibuka, ternyata di dalamnya dijumpai “bilangan sakti lainnya: “171”.
Coba lafalkan “195” menjadi: “SATU SEMBILAN LIMA” lalu konversikan ke dalam “Bilangan Latin”. Pasti hasilnya = “171”, yang merupakan simbol numeric dari; CATUR MOBILISASI, PERJANJIAN CUMP DAVID & UMA LULIK AILISU, dan seterusnya.
CATUR MOBILISASI = 171
PERJANJIAN CAMP DAVID = 171
UMA LULIK AILISU = 171
Selamat menyaksikan laga hidup mati final Euro Cup 2016. Semoga tim kesayangan Anda lah yang keluar sebagai Kampiaun Euro Cup 2016. Saya hanya ingin “duduk dengan manis” dan menonton laga final Euro Cup 2016 dengan ucapana syukur;
Terpujilah TUHAN YESUS Yang Maha Kuasa….!!!
Terpujilah Bunda Suci Perawan Maria Lourdes (Concevida Sem Pecado)…!!!
Terpujilah Santo Yosef, Keturunan Daud Yang Termashyur…!!!
Dan semoga Anda-Anda menontonnya dengan rasa suka cita mendalam. Kalau PORTUGAL mencetak gol, tolong jangan berteriak terlalu kencang. Dijamin, saya bakalan ikut kaget.
Karena ketika Anda meneriakkan nama PORTUGAL, sama saja dengan Anda telah meneriakkan nama ANTONINHO. 
Bukankah antara nama PORTUGAL dengan nama ANTONINHO, sama-sama menghasilkan bilangan; “110?”
PORTUGAL = 110
ANTONINHO = 110
Demikian pula sebaliknya, jika Tim Ayam Jantan Perancis mencetak gol, tolong jangan berteriak terlalu kencang.
Jika Anda teriak terlalu kencang, dijamin, saya pasti ikut kaget. Karena ketika Anda meneriakkan “Ayam Jantan”, sama saja dengan Anda meneriakkan namaku sendiri; “MANU-MEAN”.
Mungkin atas alasan itulah, Bunda Suci Perawan Maria Lourdes (Concevida Sem Pecado) muncul dalam mimpiku tadi siang dan memintaku untuk tidak boleh memihak tim manapun.
Karena jika saya memihak “Tim Ayam Jantan Perancis”, sama saja dengan saya melawan diriku sendiri (ANTONINHO).
Demikian pula jika saya memihak “Portugal” dan menentang “Tim Ayam Jantan”, sama saja dengan saya menentang diriku sendiri (MANU-MEAN).
Bagi saya, Final Euro Cup 2016 di mana munculnya “tatanan super cantik 195”, adalah merupakan “Keadilan ALLAH’, yang nyata, yang dihadiahkan ALLAH hanya khusus buat saya, tapi disampaikan dengan cara; diletakkan di hadapan umat manusia (Timor Leste), untuk ikut menjadi saksinya.
Portugal = 110
Perancis = 85
Jumlahkan; 110 + 85 = 195.
Saya ingin mengakhiri artikel ini dengan bertanya-tanya dalam hati;
“Jika suatu saat, saya kembali mengajukan “proposal” kepada Pemerintah Timor Leste, buat meminta bantuan dana guna melanjutkan studiku di “BUKIT SIO(N), yang terletak di Kaki Gunung Ramelau Timor Leste, dikabulkan atau kagak?”
Buat melanjutkan studi di “Negeri Sejuta Pura” saja kagak dikasih, apalagi buat melanjutkan studi di “Bukit Sio(n)”. Mimpi di siang bolong kali???
Tiba di titik ini, kira-kira ada yang tahu; 
“Mengapa saya memilih; “GEMPA PANGERAN MATA-RAM, sebagai judul utama artikel ini?”
Semoga Anda bisa menemukan jawabannya di luar sana. Semoga pula catatan ini bermanfaat. Selamat menikmati “Final Euro Cup 2016”, yang akan mempertemukan antara; ANTONINHO kontra MANU-MEAN.
Nontonnya yang tertib yaa..!! Kalau pun harus berteriak, berteriaklah dengan cara-cara beradab. Jangan mengacak-acak “keadaban publik”. Karena “dunia ini’ milik kita bersama.
Salam “Dua Hati” dari “Bukit Sulaiman”.
TUHAN YESUS memberkati
Bunda Maria merestui
Santo Yosef melindungi kita semua (hitam & putih). Amin.
Catatan Kaki;
MIKMUNUD = Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat. Saya sempat tercatat di sana sebagai “Mahasiswa MIKMUNUD 3”. Mikmunud 3, artinya; Angkatan 3.
Jangan lupa melakukan “substitusi” (ganti membaca) “Prof. PERANCIS” dengan nama “Prof. RAMA METAN”. Karena di mata Eyang Pythagoras, antara PERANCIS dan RAMA METAN, sama-sama menghasilkan nilai “288”.

Tidak ada komentar: