Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Rabu, 06 Juli 2016

CATUR MOBILISASI & PERJANJIAN CAMP DAVID 444 (bagian: 2)

Mengapa Muncul Bilangan 601 Di Semifinal Euro Cup 2016?

Semalam bermimpi melihat pelangi indah 7 warna
Yang tiba-tiba muncul menghiasi langit biru
Banyak di antara kita yang akan merana
Menyaksikan drama yang akan tersaji dari benua biru
===============================================
"Mengapa muncul bilangan 601 di Semifinal Euro Cup 2016?"
===============================================
Judul utama artikel ini ada frasa CATUR MOBILISASI. Dalam sejumlah artikel yang telah saya terbitkan sebelumnya, saya telah menjelaskan mengenai program CATUR MOBILISASI.
Sekedar kilas balik singkat; CATUR MOBILISASI adalah nama dari program yang saya canangkan saat maju dalam Pemilihan Ketua Umum Impettu Bali pada Hari Minggu, 18 April 1993.
Jadi sekali lagi, pertama-kalinya saya perkenalkan nama program CATUR MOBILISASI di hadapan Anggota Impettu Bali, bersama Pembina Impettu Bali (fihak Militer), dilakukan dalam acara Pemilihan Ketua Umum Impettu Bali pada Hari Minggu, 18 April 1993.
Namun setelah saya memenangkan pemilihan itu dengan suara 57,7777% (ada 4 kandidat yang maju saat itu), saya ditolak fihak Pembina. Ada dua alasan penolakan.
Alasan pertama;
Saya di-"black list" karena berstatus membro jurado Renetil
Alasan kedua;
Saya menolak usulan Pembina Impettu Bali untuk merubah CATUR MOBILISASI menjadi PANCA MOBILISASI. Saat itu Pembina mengusulkan satu program tambahan (yang disebut; WAWASAN KEBANGSAAN).
Namun saya menolaknya. Jika saya menerima program tambahan itu, maka dengan sendirinya nama program saya bukan lagi CATUR MOBILISASI, melainkan berubah menjadi PANCA MOBILISASI.
Saya "ngotot" mempertahankan kata "CATUR", karena sejumlah alasan. Satu di antara sejumlah alasan tersebut adalah; "Mempertahankan Hukum SABAT" (pengudusan Hari SABTU).

Ketika saya mempertahankan frasa CATUR, sejatinya saya sedang mempertahankan "Hukum SABAT". Kata CATUR, secara etimologis (akar kata), berasal dari Bahasa Sanskerta, yang artinya; EMPAT.
Bukankah 10 Perintah ALLAH yang diterima Nabi Musa di Gunung Sinai, ALLAH menuliskan Hukum SABAT di nomor urut ke-4?
Dan manusia, atas alasan apapun, tidak memiliki kuasa sedikit pun untuk merubah "hukum-hukum Ilahi", termasuk merubah "Hukum SABAT", dengan cara, menggantikannya menjadi "Hari MINGGU".
Saya dipaksa berkali-kali, dengan berbagai cara, agar saya mau merubah CATUR MOBILISASI menjadi PANCA MOBILISASI.
Tapi saya tetap kukuh mempertahankan nama CATUR MOBILISASI, sampai akhirnya ALLAH mengutus "dua Malaikat-Nya", menemui saya dalam mimpi pada 3 Februari 1994, karena ALLAH berkenan memberkati Program CATUR MOBILISASI. Dan saat itu kedua Malaikat meminta saya harus datang ke Bukit Sio(n) karena saya dipanggil ALLAH.
Sebagaimana saya telah berkisah berkali-kali sebelumnya, bahwa saat itu 3 Februari 1994, dini hari, saya yang ketika itu berstatus sebagai "dokter muda" (484), sedang tertidur lelap di ruang HCU (High Care Unit) RSUP Sanglah Denpasar Bali, ketika ditugaskan untuk melakukan observasi ketat terhadap seorang pasien (pria paruh baya) asal Perancis yang menjalani "operasi laparatomy" di RSUP Sanglah karena menderita "peritonitis akut".
Singkat kata, akhirnya , setelah mendapatkan sejumlah uang dari Almarhum Bapak Manuel Viegas Carrascalao, tanggal 7 Februari 1994 di Swalayan Tiara Dewata, keesokan harinya, tanggal 8 Februari 1994, saya meninggalkan Denpasar menumpang pesawat menuju Dili.
Tanggal 14 Februari 1994, saya meninggalkan Dili menuju Atsabe (sebuah kota kecil di sebelah barat daya Kota Dili, berjarak sekitar 94 KM).
DIANTARKAN PRIA MUSLIM BERNAMA MUHAMMAD
Kamis, tanggal 17 Februari 1994, saya gagal mencapai Bukit Sio(n), karena jarak yang akan kami (saya dan 4 orang pria) lalui, sedang terjadi kontak senjata antara Falintil dan TNI.
Barulah pada keesokan harinya, Jum'at, 18 Februari 1994, saya diantarkan oleh seorang pria Muslim, bernama "Muhammad".
Beliau menggunakan motornya membonceng saya menemui Eyang Buyut saya bernama "Abraham Talo Mali" di Kisarobu. Dan saya sangat-sangat percaya, saya harus diantar pria Muslim bernama "Muhammad" untuk menemui Eyang Buyutku yang bernama "Abraham" (Umat Muslim menyebutnya "Ibrahim"), bukan karena satu kebetulan. Pasti ini semua adalah "rancangan ALLAH", dan di baliknya ada muatan yang mengandung "Pesan Ilahi".
Di Kisarobu, saya bertemu Eyangku Abraham, yang hari itu sedang duduk di dekat "tungku api" yang dikelilingi tiga batu.
Di situlah saya diberkati Eyang Abraham. Setelah acara pemberkatan selesai, saya diberi sebuah "Rosario berwarna putih". Saya meninggalkan Kisarobu dan akhirnya hari itu, Jum'at, 18 Februari 1994, menjelang petang hari, saya berhasil mencapai Bukit Sio(n) yang terletak di hutan belantara, di bawah kaki Gunung Ramelau (gunung tertinggi di Timor-Timur).
Saya sendirian pergi ke Bukit Sio(n) atas bimbingan seekor "anjing gaib", yang diberikan oleh Santo Yosef. Sementara orang-orang yang sebelumnya sudah bersedia mengantar saya, mengurungkan niat mereka karena trauma atas kejadian sehari sebelumnya.
AKHIRNYA CATUR MOBILISASI DIBERKATI ALLAH
Pada Minggu dini hari, 20 Februari 1994, ALLAH memberkati CATUR MOBILISASI. Pada malam harinya, saya meninggalkan Bukit Sio(n), kembali ke Kota Atsabe tanpa "anjing gaib" yang dihadiahkan Santo Yosef yang telah berjasa menunaikan tugasnya sebagai "penunjuk jalan" ke Bukit Sio(n).
Saya tiba di Atsabe tengah malam, dengan tubuh yang nyaris kaku karena kedinginan yang amat sangat. Sepanjang perjalanan menuju Atsabe, saya diguyur hujan yang amat deras, yang disertai petir yang terus menyambar berkali-kali.
Setelah ALLAH memberkati CATUR MOBILISASI di Bukit Sio(n), barulah akhirnya saya benar-benar dilantik secara resmi menjadi Ketua Impettu Bali yang ke-4.
Ketua Impettu Bali pertama; Lucas da Costa (Rektor Unpaz)
Ketua Impettu Bali kedua; Jose Pompeia
Ketua Impettu Bali ketiga: Adolfo Fontes 
Ketua Impettu Bali keempat; Antoninho Benjamim Monteiro
Ketua Impettu Bali kelima; Sergio Hornay (Pengacara)
Saya dilantik Kolonel "Sontoro" yang berhati Malaikat. Beliau, saat itu berstatus sebagai Danrem 163/Wira Satya Denpasar, melantik saya pada Hari SABAT, 10 Desember 1994, di Aula Makorem 163/Wira Satya Denpasar Bali.
Dengan demikian, jika kita menghitung dari tanggal di mana saya terpilih sebagai Ketua Impettu Bali, 18 April 1993, sampai saya dilantik secara resmi pada tanggal 10 Desember 1994, rentang waktunya adalah tepat berdurasi: "601" hari.
Dan anehnya, kini angka "601" ini kembali muncul, setelah Euro Cup memasuki babak semifinal. Saya sangat-sangat percaya bahwa ini semua adalah "rancangan ALLAH", yang sulit difahami oleh kemampuan logika manusia yang sangat terbatas.
=================================
SIAPA YANG AKAN LOLOS KE BABAK PARTAI FINAL? 
APAKAH PORTUGAL ATAU WALES?
=================================
Dini hari nanti, kita akan menyaksikan laga hidup mati antara Portugal dan Wales. Banyak sahabat yang bertanya pada saya;
"Siapa yang akan lolos ke final? Portugal atau Wales???
Jujur saja, silahkan Anda-Anda di luaran sana memihak tim kesayangan Anda. Sementara saya, walau sangat bersimpati terhadap CR7 dan kawan-kawan, namun saya tidak berani memihak saat ini, dan khusus hanya untuk kali ini saja.
Alasannya sederhana. Saya takut ALLAH murka pada saya. Masalahnya, ke-4 negara yang telah berada di semifinal, ikut membentuk "tantanan bilangan 316", di mana bilangan "316" ini merupakan simbol (lambang) "Leluhur Orang Ibrani".
Belum lagi, ternyata selian ke-4 negara ikut membentuk "tatanan bilangan 316" simbol "Leluhur Orang Ibrani", juga ke-4 negara yang telah berada di semifinal saat ini, ikut memunculkan bilangan "601".
Sebagaimana telah saya kisahkan sebelumnya, bahwa setahun lalu, tepatnya 9 Mei 2015, ketika saya memasuki bilik doa untuk memohon ALLAH memberkati 3 negara yang saya unggulkan di Euro Cup 2016 (Perancis, Jerman, & Italia), yang terjadi, saya malah diminta mengumumkan hari itu juga, bahwa; "Juara Euro Cup 2016 adalah negara kerajaan" alias "negara monarki".
Dan hari itu juga saya diminta untuk mengumumkan daftar 4 negara kerajaan yang masuk nominasi Euro Cup 2016, dan yang juga "rada aneh" adalah, saya "dilarang keras", untuk tidak boleh mencantumkan "bilangan 4" sebagai "nomor urut dalam daftar".
Maka hari itu, 9 Mei 2015, daftar ke-4 negara kerajaan yang saya umumkan adalah sebagai-berikut;
(1). Spanyol
(2). Inggris
(3). Swedia
(5). Belanda
Jujur, saat itu saya bingung. Namun di tengah kebingungan saya, saya tetap mentaati "Perintah Ilahi" untuk mengumumkan bahwa juara Euro Cup 2016 adalah "negara kerajaan" sebagaimana tampak dalam daftar di atas, di mana "bilangan 4" tidak muncul.
Dan saya lebih bingung lagi, pada keesokan harinya, 10 Mei 2015, saat kembali memasuki bilik doa untuk berdoa, saya "disodori" thema sentral (thesis) Euro Cup 2016, yakni; "KETURUNAN MATANYA".

SEJAK DAHULU KALA ALLAH ITU BERSIKAP IMPARSIAL
ALLAH tidak pernah bersikap memihak fihak manapun yang berperang. Ketika ALLAH harus menenggelamkan ribuan Laskar Firaun di Laut Merah, itu bukan karena ALLAH memihak Umat Israel dan membenci Raja Firaun dan Bangsa Mesir.
Melainkan ALLAH melakukan itu hanya karena ingin "menepati "Janji-Nya kepada Umat Israel". Karena itulah ketika ribuan Laskar Firaun dengan kuda-kudanya mulai tenggelam ke dalam Laut Merah dan saat itu ada Malaikat muncul dari langit dan bertepuk tangan, ALLAH menegur Malaikat-Nya dengan berkata;
"Haruskah kamu bergembira meyaksikan AKU harus tenggelamkan sebagian ciptaan-Ku sendiri hanya karena AKU harus setia pada "Janji-Ku kepada Umat Israel?"
Di Euro Cup kali ini, ALLAH kembali memperlihatkan sifat-Nya yang "imparsial (tidak memihak). Coba simak data dan fakta 4 tim yang lolos ke babak semifinal.
Di sana ada dua negara yang sudah pernah menjuarai Euro Cup sebelumnya, yaitu Jerman sebanyak 3X (1972, 1980 dan 1986) serta Peracis telah juara sebanyak 2X (1984 dan 2000).
Sementara ada dua negara yaitu Portugal dan Wales, yang belum pernah menjuarai Euro Cup sebelumnya. Bagi Wales, ini adalah kali 
pertama, negara KERAJAAN (MONARKI) itu masuk semifinal.
Sementara prestasi terbaik Portugal di Euro Cup adalah di Euro Cup 2004, saat Portugal bertindak sebagai tuan rumah dan berhasil melenggang ke partai final, dan di final dikalahkan Yunani dengan skor tipis 1:0. Bola hasil tendangan sudut, kemudian disundul masuk dan jebol lah gawang Portugal.
Data dan fakta lain yang juga menarik untuk disimak adalah; dari 4 negara yang telah berada di babak semifinal kali ini, nampaknya ALLAH bersikap adil terhadap isu "gender" (kesetaraan hak antara pria dan wanita).
Di antara 4 negara tersebut, dua kepala negara, berstatus pria, yaitu; Portugal dan Perancis, sementara ada dua kepala negara berjenis kelamin wanita, yakni; Jerman (Angela Merker) dan Wales yang berstatus sebagai "negara monarki" (kerajaan), dengan kepala negaranya adalah "Ratu Elizabeth II".
Salah satu alasan krusial yang membuat saya tidak berani memihak antara Portugal dan Wales adalah, karena jika jumlah bilangan nama dari ke-4 negara yang telah berada di semifinal (316), ditempatkan di urutan nomor 4, maka jika dijumlahkan dengan nama bilangan dari 4 negara kerajaan yang saya umumkan pada 9 Mei 2015, akan menghasilkan bilangan "601", yang bukan hanya melambangkan durasi waktu antara tanggal di mana saya terpilih sebagai Ketua Umum Impettu Bali (Minggu, 18 April1993), sampai saya dilantik secara resmi pada Hari SABAT, 10 Desember 1994, tapi bilangan "601" ini juga melambangkan nama dari "BATSYEBA", yang tidak lain adalah; Isteri Raja Daud, Ibunda Raja Salomo".
Coba Anda simak daftar (aneh) berikut ini;
(1). Spanyol = 102 
(2). Inggris = 83
(3). Swedia = 61
(4). Ke-empat tim semifinalis = 316
(5). Belanda = 39
Jumlah semuanya; 102+83+61+316+39 = 601.
Coba Anda konversikan nama "BATSYEBA" ke dalam Bilangan Pythagoras. Hasilnya pasti = 601.
BATSYEBA; B=2, A=1, T=100, S=90, Y=400, E=5, B=2, A-1. Jumlahkan; 2+1+100+90+400+5+2+1 = 601.
Dengan munculnya bilangan yang melambangkan nama "Ratu BATSYEBA" (601) ini, membuat saya mulai menyadari satu hal.
Tampaknya, secara perlahan namun pasti, ALLAH mulai menjelaskan "rancangan-Nya", termasuk mengapa, setahun lalu saya diminta untuk tidak boleh memunculkan "bilangan 4" dalam daftar nominasi.
Apalagi jika ALLAH tiba-tiba memerintahkan kedua bintang Real Madrid itu (CR7 dan Gareth Frank Bale) berdiri berdampingan, dengna formasi; Gareth Frank Bale di sebelah kanannya CR7, maka nomor punggung keduanya (11 & 7) akan membentuk "tatanan bilangan 117" yang merupakan simbol "Hukum SABAT".
Hukum Sabat, nilai numerik dalam Bilangan Latin = 117. Dan kaya'nya laga dini hari nanti, adalah "laga yang sangat mahal, karena bukan sekedar  pertandingan antara dua negara, melainkan pertarungan antara dua bintang termahal dunia saat ini, CR7 dan Gareth Frank Bale.
Atas alasan inilah, mengapa saya tidak berani memihak, antara Portugal (negara republik) dan Wales (negara monarki-kerajaan) yang akan bertarung hidup mati dini hari nanti.
Saya takut ALLAH murka kalau saya harus memihak salah satu di antara keduanya. Tapi jika Anda yang memihak, silahkan saja karena Anda tidak terikat kepada kewajiban apapun.
Semoga catatan ini bermanfaat untuk kita semua
Salam "Dua Hati" dari "Bukit Sulaiman"
TUHAN YESUS memberkati
Bunda Maria merestui
Santo Yosef melindungi kita semua (hitam & putih). Amin.
BERSAMBUNG;

Catatan Kaki;
Sekilas info;
Wales adalah negara dengan status "monarki" (kerajaan). Wales bersama 3 negara lainnya, yaitu; Inggris, Irlandia Utara dan Skotlandia, tergabung dalam "Britania Raya" alias United Kingdom, dengan kepala negaranya adalah "Ratu Elizabeth II".

Tidak ada komentar: