Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Rabu, 22 Juni 2016

TANGAN SABAT & KEKAYAAN SALOMO 666 (bagian: 1)



  Pengadilan Gereja Katolik Roma Terhadap Galileo Galilei 383 Tahun Lalu (Galileo Sayang-Galileo Malang)


Pengantar Singkat;

Artikel ini dibagi dalam 3 seri. Pada seri pertama ini, isu utama yang diangkat adalah menyangkut Galileo Galilei. Alasannya karena hari ini, 22 Juni 2016, adalah genap “383” tahun Galileo Galilei diadili di Roma Italia.


Tepatnya ilmuwan besar Italia tersebut diadili pada tanggal 22 Juni 1633, gara-gara mendukung (dan menganut) faham Heliosentris (matahari menjadi pusat tatat surya) yang merupakan “oposan” dari faham “Geosentris” (bumi menjadi pusat tata surya).

Di bagian akhir seri pertama artikel ini, Anda bisa membaca kutipan “sumpah & janji” Galielo Galilei di hadapan “Dewan Inkuisisi Suci Kepausan”. Kutipan tersebut saya sadur langsung dari buku berjudul; Puteri Sang Galileo, terjemahan Eni Purwaningsih, yang diterbitkan oleh Penerbit Mizan, tahun 2004, halaman 283. 

Buku tersebut hasil karya; Duva Sobel. Bagi mereka yang di rumah memiliki buku tersebut, silahkan langsung saja membuka halaman 283.

Kemudian untuk seri kedua artikel ini, barulah saya akan fokus membahas isu sentral bilangan “666”, yang berkaitan erat dengan “penolakan Bapa Suci Paus Fransiskus” terhadap dana dari  Argentina, gara-gara di dalamnya ada bilangan “666”. Termasuk membahas PR (Pekerjaan Rumah) yang kemarin saya berikan.

Mengenai isi dari seri ketiga artikel ini, nanti Anda bisa membacanya sendiri. Mengapa artikel ini diberi judul utama; TANGAN SABAT & KEKAYAAN SALOMO, karena sejumlah alasan, antara lain; 

Alasan pertama;

Artikel ini masih berhubungan erat dengan thesis saya di final Liga Chamions edisi ke-61 (SATRIA PININGIT & KEKAYAAN SALOMO).

Alasan kedua; 

Jika frasa TANGAN SABAT dikonversikan ke dalam “Bilangan Pythagoras, nilai konversinya memunculkan bilangan “383”. Nah, bilangan “383” ini selain merupakan simbol TANGAN SABAT, juga merupakan nilai numeric dari nama; XANANA. 

Coba Anda konversikan nama XANANA ke dalam Bilangan Pythagoras. Pasti hasilnya = 383 (XANANA; X=300, A=1, N=40, A=1, N=40, A=1). 

Karena itulah, dalam rangka mengenang gena 383 tahun Galileo Galilei diadili, saya menerbitkan artikel ini dengan menyisipkan frasa; SI TANGAN SABAT. Hukuman bagi Galileo Galilei tentu bukanlah suatu kebetulan. Pasti ada makna besar di baliknya.

Anda percaya atau tidak, pengadilan terhadap seorang Galileo Galilei berhubungan erat dengan kehadiran manusia yang bergelar; SI TANGAN SABAT. 

“Lalu siapakah SI TANGAN SABAT itu? Di manakah dia saat ini berada? Apa hubungannya dengan pengadilan Galileo Galilei?” 

Belum masanya membahas kisah tentang SI TANGAN SABAT dan hubungannya dengan pengadilan terhadap Galieleo Galieli 383 tahun yang lalu. 

Karena orang bijak bilang; “Setiap kisah ada masanya. Setiap masa ada kisahnya”.
Kita langsung saja menyimak kisah mengenai “the great man” (manusia besar) bernama; Galileo Galilei” yang dirangkum dari sejumlah sumber. 

BIOGRAFI SINGKAT GALILEO GALILEI

Galileo Galilei, dilahirkan di Pisa, Toscana, Italia, 15 Februari 1564 – meninggal di Arcetri, Toscana, 8 Januari 1642,  pada umur 77 tahun. Dia adalah seorang astronom, filsuf, dan fisikawan Italia yang memiliki peran besar dalam revolusi ilmiah

Sumbangannya dalam keilmuan antara lain adalah penyempurnaan teleskop, berbagai pengamatan astronomi, dan hukum gerak pertama dan kedua (dinamika).

Selain itu, Galileo juga dikenal sebagai seorang pendukung Copernicus mengenai peredaran bumi adalah bulat mengelilingi matahari dan matahari sebagai sistem tatasurya.
 
Akibat pandangannya yang disebut itu ia dianggap merusak iman dan diajukan ke pengadilan gereja Italia tanggal 22 Juni 1633. Pemikirannya tentang bumi adalah bulat dan matahari sebagai pusat tata surya bertentangan dengan ajaran Aristoteles maupun keyakinan gereja bahwa bumi adalah datar dan pusat alam semesta. Ia dihukum dengan pengucilan (tahanan rumah) sampai meninggalnya. 

Baru pada tahun 1992 Paus Yohanes Paulus II menyatakan secara resmi bahwa keputusan penghukuman itu adalah salah, dan dalam pidato 21 Desember 2008 Paus Benediktus XVI menyatakan bahwa Gereja Katolik Roma merehabilitasi namanya sebagai ilmuwan.

Dalam Missa Agung, Minggu, 12 Maret 2000, yang berlangsung di Basilika St. Petrus Vatican, Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II, melalui homilinya, menyampaikan “permintaan maaf”, atas sejumlah isu yang berhubungan erat dengan sejumlah kebijakan Otoritas Gereja Katolik Roma di masa lalu, yang oleh tokoh Polandia itu dikategorikan sebagai; “melampaui batas-batas kepatutan”. 

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Gereja Katolik Roma, seorang Paus meminta maaf secara “public”. Karena paus-paus sebelumnya tidak pernah melakukan ini. Dan barang kali saja “permintaan maaf” tersebut, sudah “meng-cover” hukuman yang dijatuhkan Gereja Katolik Roma (Dewan Inkuisisi Suci Kepausan) terhadap seorang Galileo Galilei pada  “383” tahun yang lalu (22 Juni 1633). 

Ada referensi tertulis di sebuah buku yang judulnya dan sisinya sangat sensitif untuk disebutkan, maka saya tidak ingin menyebutknanya di sini, di halaman 147 buku tersebut, menyatakan bahwa; 

“Begitu selesai mengucapkan sumpah dan janjinya dalam posisi berlutut di hadapan Otoritas Dewan Inkuisisi Suci Kepausan pada hari ini, 22 Juni, 383 tahun yang lalu, begitu berdiri kembali, mulut Galileo Galilei berkomat-kamit dalam Bahasa Italia, mengucapkan 3 kata berikut; “EPPUR SI MUOVE”, yang artinya; “namun bumi masih bergerak” (saya sengaja menyebutkan bilangan “147” di sini, karena ada maksudnya). 

Menurut Stephen Hawking, Galileo dapat dianggap sebagai penyumbang terbesar bagi dunia sains modern. Ia juga sering disebut-sebut sebagai "bapak astronomi modern", "bapak fisika modern", dan "bapak sains". 

Hasil usahanya bisa dikatakan sebagai terobosan besar dari Aristoteles. Konfliknya dengan Gereja Katolik Roma (Peristiwa Galileo) adalah sebuah contoh awal konflik antara otoritas agama dengan kebebasan berpikir (terutama dalam sains) pada masyarakat Barat.

Masuk Universitas

Dalam salah satu fase hidupnya,  Galileo pernah mampir  di Universitas Pisa jurusan Kedokteran, akan tetapi Galileo tidak sreg masuk kedokteran, ia lebih senang mengutak atik rumus matematika. Baginya belajar kedokteran sangatlah monoton dan amat membosankan.

Galileo lalu memutuskan untuk tetap mendalami matematika dan astronomi walau ia masih menjadi mahasiswa kedokteran. Galileo belajar matematika dari seorang guru istanah Tuscan yang bernama Cosimo de Midici.

Galileo mengamati benda-benda di sekitarnya, Galileo mengamati lampu yang bergoyang. Ia juga mengamati benda lain yang bergoyang. Dari situ ia menyimpulkan bahwa waktu yang diperlukan sebuah benda yang bergoyang adalah tetap.

Dari sini dapat dirumuskan konsep pendulum dan akhirnya dapat digunakan untuk membuat alat untuk mengukur denyut nadi. Karena kuliahnya terbengkalai, Galileo memutuskan untuk keluar dari Kedokteran. 

Galileo kemudian kembali ke Florence yaitu tempat yang sama saat ia kecil menerima pendidikan di biara.

Ia kemudian merintis karir sebagai penulis ilmiah. Salah satu tulisannya yang membuat dirinya terkenal di seluruh Eropa adalah karya ilmiahnya tentang Neraca Hidrostatik yang diterbitkan tahun 1586 dan tentang Pusat Gaya Berat Benda yang diterbitkan tahun 1589.

Karena hal itu akhirnya Galileo dipanggil oleh pihak Universitas Pisa dan ditawari untuk menjadi dosen disana dan tak berselang lama yaitu tahun 1952 ia juga diangkat sebagai Guru Besar Matematika di Universitas Purdue.

Sembari mengajar di universitas, Galileo juga mengadakan berbagai penelitian ilmiah. Ia meneliti dan mempelajari kembali karya-karya Archimedes dan Euclid. Ia menemukan suatu kesalahan teori Archimedes tentang berat jenis.

Galileo menciptakan suatu teori tentang keseimbangan hidrostatis yaitu alat untuk mengukur berat jenis benda. Ia kemudian menerbitkan tulisan ilmiah yang mengungkapkan bahwa benda yang dimasukkan ke air memiliki gaya gravitasi tertentu. Hal ini membuat teori Archimedes tentang berat jenis suatu benda bisa dipatahkan oleh Galileo.

Galileo juga mengkritisi teori yang diungkapkan Aristoteles yang menyebutkan bahwa dua benda yang beratnya berbeda jika dijatuhkan bersamaan maka yang tercepat sampai ditanah adalah benda yang paling berat. Galileo kemudian bereksperimen dengan menjatuhkan dua benda yang beratnya berbeda dari atas menara Pisa.

Percobaan itu disaksikan oleh masyarakat banyak termasuk kalangan ilmuwan. Dari situ terlihat bahwa benda yang beratnya berbeda jatuhnya tetap bersamaan. Hal ini langsung mematahkan teori Aristoteles. Nama Galileo semakin diperhitungkan dibelantara keilmuwan.

Galileo adalah tipe ilmuwan yang tidak suka banyak berdebat. Ia lebih suka bereksperimen yang hasilnya menunjukkan hasil yang akurat ketimbang hanya berdebat.


Mengembangkan Astronomi

Galileo juga bereksperimen di bidang astronomi. Ia bergabung dengan Accademia Dei Lincei yaitu suatu grup yang sedang mempelajari bintik matahari. Galileo ikut dalam club tersebut. Untuk lebih melancarkan eksperimennya, Galileo kemudian memodifikasi teleskop yang saat itu baru saja ditemukan.

Ia memodifikasi teleskop itu sehingga lebih canggih dan lebih jelas dalam mengamati benda angkasa. Hal ini yang membuat Galileo dianggap sebagai penemu teleskop padahal ia hanya menyempurnakan saja.

Saat mengamati itu ia mengetahui bahwa permukaan bulan serta planet-planet lain adalah tidak rata layaknya permukaan bumi yang terdiri dari gunung dan lembah.

Hal ini juga telah mematahkan teori Aristoteles yang mengungkapkan bahwa bulan dan planet adalah bola sempurna dan halus. Galileo juga menemukan bahwa Saturnus adalah planet yang dikelilingi oleh cincin raksasa dan Yupiter dikelilingi oleh satelit seperti bulan lebih dari satu.

Ia juga menemukan suatu penemuan yang membuat geger seluruh Eropa. Ia menemukan bahwa bumi bukanlah pusat tata surya seperti keyakinan ilmuwan saat itu.

Pihak gereja pun (saat itu otoritas gereja adalah mutlak) menentangnya dengan berpegang pada Kitab Suci. Kira-kira pasal dan ayat dari Kitab yang mana yang menjadi pegangan Gereja Katolik Roma saat itu?

Yang jelas ada di pasal "104". Mengenai Kitab itu, silahkan Anda mencarinya sendiri. Yang terpenting saya sudah membantu memberikan "bocoran" (pasal: 104).

Ilmuwan yang menyatakan bahwa bumi merupakan pusat tata surya adalah Aristoteles yang waktu itu teori-teorinya banyak dianut oleh para ilmuwan. Lagi-lagi Galileo harus bertugas menguji teori bapak filsafat ini.

Namun Galileo tetap pada keyakinannya bahwa bumi bukan pusat tata surya. Mataharilah pusat tata surya yang sebenarnya dan planet-planet termasuk bumi berputar mengelilinginya, ini terkenal dengan teori matahari sentris.

Sebenarnya teori matahari sentris ini awalnya diungkapkann oleh ilmuwan Copernicus namun kemudian ditentang habis-habisan oleh pihak gereja.

Galileo pun disidang oleh gereja pada 22 Juni 1633. Ia kemudian dijatuhi hukuman tahanan rumah. Dengan demikian, Galileo Galilei bukan dibakar, sebagaimana tertulis dalam sejumlah referensi oleh mereka yang sangat membenci Otoritas Gereja Katolik Roma.

Hukuman ini tak menjadikan Galileo patah arang. Ia semakin semangat dalam mengembangkan penemuan-penemuannya.

Selain terkenal karena telah membuktikan bahwa matahari sentris adalah benar dan telah berhasil memodernisasi teropong, Galileo juga terkenal dengan berbagai penemuan lain seperti penemuan hukum kelembaman dan pengamatannya di bidang astronomi.

Ia juga telah berhasil membelokkan kebiasaan umum para ilmuawan kala itu yang selalu berpegangan pada teori-teori Aristoteles seakan –akan teori Aristoteles tidak pernah salah padahal setelah dibuktikan oleh Galileo, banyak dari teori Aristoteles justru keliru.

Hal ini membuat para ilmuawan tidak lagi terlalu percaya dengan ajaran Aristoteles, ilmuwan harus melakukan eksperimen dahulu baru melakukan penarikan kesimpulan.

Sejak itu penekanan yang cermat terhadap perhitungan secara kuantitatif menjadi dasar bagi penyelidikan pengetahuan, bukan lagi percaya buta pada teori ilmuwan tertentu.

Galileo termasuk ilmuwan yang berani dan memiliki tanggung jawab besar terhadap terbuktinya suatu kebenaran. Galileo lah ilmuwan Eropa yang pertama kali menekankan pentingnya eksperimen dan pengamatan serta perhitungan yang cermat dalam menarik kesimpulan atas fenomena pengetahuan.

Galileo dianggap sebagai lambang pemberontak terhadap dogma dan kekuasaan otoriter yang membelenggu kebebasan berpikir terutama dalam meletakkan dasar-dasar metode ilmu pengetahuan modern.


Kematian Galileo Galilei

Pada tanggal 8 Januari 1642 sang ilmuwan pemberani Galileo Galilei menghembuskan nafasnya yang terakhir di Arcetri, Italia. Ia meninggal karena menderita demam dan dalam keadaan buta. Ia meninggal hanya ditemani oleh muridnya yang bernama Vincenzo Viviani. Ia kemudian dimakamkan di Florence Italia.



PENGADILAN GALILEO GALILEI 22 JUNI 1633

Berikut ini adalah "sumpah dan janji" Galileo Galilei yang dibacakan di depan Sidang
Pengadilan, 383 tahun lalu, tertanggal 22 Juni 1633. Silahlan disimak.

 ================================================================
 “Saya Galileo, putera almarhum Vicenzio Galilei, orang Fiorentina, berusia 70 tahun, menghadap langsung ke muka  pengadilan ini dan bersujud di hadapanmu, Yang Mulia Paduka Kardinal, Jenderal Inkuisitor melawan keburukan bida’ah di seluruh persemakmuran orang-orang Kristiani. 

Di hadapan mata saya dan dengan tangan saya menyentuh ajaran suci, bersumpah bahwa saya selalu percaya, saat ini saya yakin, dan dengan pertolongan Tuhan saya akan mempercayai pada masa datang, semua yang dipegang, disebarkan, dan diajarkan oleh Gereja Apostolik dan Katolik Suci.

Akan tetapi setelah diperingatkan oleh Dinas Suci ini supaya melepaskan pemikiran yang salah yang menyatakan bahwa matahari merupakan pusat dunia dan tidak bergerak, serta diperingatkan agar saya tidak memegang, mempertahankan, atau mengajarkan dengan cara apapun, baik secara lisan maupun tertulis, doktrin yang salah tersebut. 

Setelah diberitahukan kepada saya bahwa doktrin tersebut bertentangan dengan Kitab Suci, saya telah menulis dan menyebarkan sebuah buku yang dicetak yang di dalamnya saya membicarakan doktrin terlarang itu. Dan mengemukakan argumen-argumen yang kuat, tetapi tanpa pernah sampai pada solusinya.  

Saya diadili, dengan sungguh-sungguh dianggap bida’ah, yaitu telah memegang dan meyakini bahwa matahari adalah pusat dunia dan tidak bergerak, serta bumi bukanlah pusat dunia dan bergerak.

Dengan harapan untuk menghilangkan kecurigaan dari pikiran Yang Mulia serta seluruh umat Kristiani yang beriman, dengan ketulusan hati dan kesungguhan iman, saya tunduk, mengutuk, dan membenci kesalahan-kesalahan serta bida’ah tersebut serta semua dan tiap kesalahan, juga sekte yang bertentangan dengan Gereja Katolik Suci. 

Saya bersumpah demi masa mendatang, saya tidak akan pernah lagi menyatakan dalam pembicaraan atau tulisan-tulisan hal-hal semacam itu yang dapat membawa saya pada kecurigaan-kecurigaan yang sama. Apabila saya tahu ada bida’ah, saya akan melaporkannya kepada Dinas Suci ini atau pada Inkuisitor atau gereja tempat saya berada. 

Saya juga bersumpah dan berjanji untuk menyetujui dan menjalankan seluruh penebusan dosa yang telah atau dibebankan oleh aturan Gereja dan doktrin-doktrin lainnya, yang umum maupun yang khusus, terhadap para pelanggar. 

Tuhan, tolonglah saya dan ajaran-ajaran suci-Mu ini, yang kusentuh dengan tanganku sendiri. 

Saya, tersebut Galileo Galilei, bersungguh-sungguh bersumpah, berjanji, dan membatasi diri sebagaimana hal di atas dan dalam kesaksian kebenaran, dengan tanganku sendiri mentaati dokumen kesungguhan saya saat ini, dan telah membacakan kata demi kata di Roma, di Biara Minerva, pada 22 Juni 1633 M.”  
 ===============================================================

Sumber kutipan; Sobel, Dava, Puteri Sang Galileo, terjemahan Eni Purwaningsih. Penerbit Mizan, 2004, halaman 283. 

Semoga catatan ini bermanfaat.
Salam “Dua Hati” dari “Bukit Sulaiman”.

TUHAN YESUS memberkati
Bunda Maria merestui
Santo Yosef melindungi kita semua (hitam & putih). Amin.

BERSAMBUNG;

Catatan Kaki;

Semua gambar yang saya lampirkan dalam artikel ini diambil dari google 

Tidak ada komentar: