Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Kamis, 23 Juni 2016

TANGAN SABAT & KEKAYAAN SALOMO 666 (bagian: 2)

 

Mimpi Menerima Segel Salomo Dari Tanah Liat

Pengantar Singkat;
Pengunjung Darah Daud 303 yang dimuliakan ALLAH...!!!
Atas berkat TUHAN YESUS Yang Maha Pengasih, kita masih bisa bertemu kembali melalui seri kedua artikel ini.
Saya ingin jujur mengatakan bahwa konten (isi) dari seri kedua ini, sebagaimana Anda baca di sini, sama sekali tidak ada dalam naskah yang telah saya siapkan sebelumnya.
Termasuk foto/gambar berupa "Segel Salomo" dari "tanah liat" sebagaimana dapat Anda liat dalam artikel ini (saya dapatkan dari google), juga tidak pernah terlintas dalam benak saya untuk harus ditampilkan dalam naskah dengan thema sentral; TANGAN SABAT & KEKAYAAN SALOMO 666.
Tapi gara-gara mimpi aneh tadi siang, akhirnya saya harus merubah format (setting-an) naskah sebelumnya dengan menampilkan konten seri kedua seperti ini.
Walau format naskahnya berubah, namun esensinya tidak berubah, karena masih berkaitan erat dengan "kekayaan Salomo" dan hubungannya dengan simbol (bilangan) misteri; "666".
Dengan demikian, seri kedua artikel ini terdiri dari dua bagian. Bagian pertama berkisah mengenai mimpi aneh tadi siang. Bagian kedua berupa lampiran mengenai; "Segel Salomo dari tanah liat".
MIMPI ANEH DI SIANG BOLONG
Semalam saya begadang sampai pagi menonton bola. Termasuk harus sekian jam menunggu tertundanya babak kedua laga semi final Chile vs Colombia yang ditunda gara-gara hujan.
Setelah laga itu berakhir, Colombia tersingkir, saya langsung tidur. Nah, dalam tidur sing itulah saya bermimpi aneh. Mimpinya panjang sekali. Jadi saya singkat saja. Kalau harus diceritakan semuanya, "kelamaan". Anda jadi boring membacanya.
Ringkasan mimpi aneh itu begini;
"Di sebuah negeri (antah-berantah/karena saya tidak mengidentifikasi negeri tersebut), terjadi bencana besar.
Saya berusaha menyelamatkan diri. Saya berlarian menelusuri jalanan kota itu yang penuh dengan mayat-mayat bergelimpangan di mana-mana. Ada yang tertimbun lumpur. Ada yang tertimpa balok-balok kayu berukuran besar. Pemandangan yang mengerikan.
Saya terus berlari sejauh mungkin dan akhirnya saya tiba di sebuah bukit yang berada di hutan. Di situ sepi sekali. Tidak ada satu manusiapun. Saya memutuskan untuk berisitirahat. Sambil duduk di bukit yang sepi itu, saya mulai berdoa menatap ke langit.
Tiba-tiba langit terbuka dan banyak sekali Malaikat bermunculan dari langit kemudian Malaikat-Malaikat itu mulai menjatuhkan benda-benda aneh dari langit.
Begitu benda-benda itu berjatuhan di sekitar saya, sebagian menimpuk kepala saya dan sebagian lagi mengenai badan saya (tapi anehnya saya tidak merasakan sakit sedikitpun), saya perhatikan, kok benda-benda aneh yang dijatuhkan ribuan Malaikat dari langit itu ternyata adalah "TANAH LIAT" (???).
Saya memungut bongkahan-bongkahan "tanah liat" itu. Sambil mengamatinya, saya bergumam; "Kok Malaikat jatuhkan tanah liat dari langit? Apa karena diperintahkan ALLAH?"
Dari sekian banyak bongkahan tanah liat yang dijatuhkan Malaikat dari langit, ada satu bongkahan yang bentuknya aneh sekali. Saya mengamati bongkahan yang bentuknya aneh tersebut begitu lama.
Di saat saya sedang mengamat-amati bongkahan aneh itu, tiba-tiba saya melihat seseorang dari kejauhan membawa sebuah karung yang isinya penuh. Orang itu terus berjalan mendekati saya.
Begitu tiba di depanku, ternyata orang itu adalah adikku; "Nando".
CATATAN SELA (KILAS BALIK SINGKAT)
Nando ini adalah adikku yang pada 19 Maret 2004, saya mintai tolong mengantarkan sebuah surat ke Kementerian Kesehatan Timor Leste. Isi surat tersebut adalah "permohonan bantuan dana".
Saat itu saya dan seniorku dr. Domingos Alves, dikirim Pemerintah Timor Leste (Kementerian Kesehatan) untuk melanjutkan studi kami di Fakultas Kedokteran Unud (Universitas Udayana) Bali.

Tapi entah kenapa, living cost (beaya hidup) yang dianggaran untuk kami berdua, nominalnya; 2000 USD/tahun (dua ribu dollar Amerika tiap tahun). Tidak ada lagi tambahan dana yang lain.

Bayangkan saja. Hidup di kota metropolitan Denpasar dengan status sebagai "dokter muda", bermodalkan "living cost" dua ribu dollar per tahun (???). Sadly...!!! (menyedihkan...!!!).
Karena kesulitan dengan anggaran yang minim seperti itu, saya kembali ke Dili dan mengajukan "permohonan bantuan dana tambahan" kepada Pemerintah Timor Leste (Kementerian Kesehatan).
Tapi tanggapan (verbal) yang diberikan Staf Kementerian Kesehatan hari itu (19 Maret 2004) sebagaimana yang diterima adikku Nando, membuat saya merasa tidak nyaman.
Hari itu, saat kembali dari mengantar surat ke Kantor Kementerian Kesehatan, Nando sampaikan keluhan begini;
===============================================
"Keta maun Anton ho ema sira servisu iha Ministerio Saude ne iha problema karik? Ema sira ne kulia aat maun Anton hanesan lolos maun Anton debe hela sira nia riku soi ruma, kleur los ona la selu?"
===============================================
Saya merasa tidak perlu harus menerjemahkannya ke dalam Bahasa Indonesia karena kurang penting. Tapi intinya adalah; "Saya dikata-kata(in) oleh Staf Kementerian Kesehatan saat itu dengan kemasan bahasa yang tidak layak". Entah atas alasan apa mereka mengatai saya, hanya ALLAH Yang Mahatahu.
Karena Kementerian Kesehatan Timor Leste tidak menanggapi permohonan saya, akhirnya pada tanggal 22 April 2004, saya meninggalkan Dili, kembali ke Bali lewat jalur darat (mau naik pesawat, modal kagak cukup).
Umumnya, yang namanya perjalanan darat yang jauh (lintas batas antar negara), sangat lama dan membosankan. Saya memutuskan untuk tidur saja. Nah, ketika tidur dalam mobil itulah saya mendapatkan "mimpi aneh" mengenai "KEKAYAAN SALOMO".
Sumpah, mimpi hari itu, 22 April 2004, sungguh aneh. Sekiranya hari itu, saya naik pesawat, mungkin tidak akan mendapatkan mimpi aneh dengan durasi waktu berjam-jam lamanya. Karena waktu tempuh (pesawat) Dili-Denpasar hanya 1 jam 40 menit.
Karena mimpi aneh itulah, genap 12 tahun kemudian, tepatnya pada 22 April 2016, untuk pertama kalinya saya mengangkat isu KEKAYAAN SALOMO dalam artikel saya. Sebelumnya, saya tidak pernah satu kalipun menyinggung isu KEKAYAAN SALOMO.
Jadi ketika saya memilih bilangan 22 April 2016, untuk mengangkat isu KEKAYAAN SALOMO, bukan asal memilih tanggal. Tapi antara 22 April 2004 dan 22 April 2016, berhubungan erat.
Sekiranya ada Staf di Imigrasi perbatasan Timor Leste - NTT ikut membaca artikel ini dan kemudian memeriksa file edisi 22 April 2004, pasti namaku; Antoninho Benjamin Monteiro, tertulis di sana sebagai salah satu orang asing pelintas batas pada hari itu.
Kita kembali ke jalur utama (mimpi aneh tadi siang)
Saat adikku Nando tiba di depanku, dia langsung membuka isi karung yang dibawanya. Ternyata isinya adalah uang kertas yang sangat-sangat banyak. Dengan bahasa Tetun, adikku mengajak;
"Kakak...! Bantu saya kita hitung dulu uang ini karena saya sendirian sulit menghitungnya, saking banyaknya".
Mendengar Nando mengajak saya untuk menghitung uang dalam karung, saya merasa gembira sekali. Kami berdua mulai menghitungnya.
Di saat kami berdua sedang keasyikan menghitung bergumpal-gumpal uang kertas dalam karung, tiba-tiba saja muncul salah satu tokoh nasional(is) yang namanya masuk dalam daftar "to five list" (Anda boleh membaca kembali artikel-artikel sebelumnya).
Saya merasa tidak nyaman untuk menyebutkan nama tokoh itu di sini karena khawatir akan menambah "beban psikologis" bagi tokoh itu, jika beliau mengetahui kisah ini.
Saat saya toleh, tokoh itu sudah berdiri dekat sekali denganku. Saya melihat tokoh itu mengenakan pakaian serba "hitam".
Warna "hitam" ini, menurut tradisi - kepercayaan "ORANG IBRANI (boleh dibaca: ORANG TIMOR), adalah alamat tidak baik. Artinya, jika kita bermimpi melihat seseorang mengenakan pakaian serba hitam, orang itu akan segera pergi meninggalkan dunia ini.
Anda tidak percaya, silahkan baca kembali artikel edisi 2 Mei 2014 (di laman Face Book saya), ketika salah satu sahabat FB'er yang tinggal di Inggris saat ini, bermimpi mengenai mantan Wakil Perdana Menteri Xanana Gusmao (Companheiro Fernando La Sama de Araujo) yang mengenakan setelan serba hitam ketika menghadiri satu acara bersama sejumlah pejabat negara Timor Leste.
Atau Anda boleh membaca kembali artikel edisi 13 November 2014 di laman Face Book saya (Antoninho Benjamin Monteiro). Di sana saya menyisipkan kalimat;
"Salah satu tokoh yang masuk dalam "Daftar 7 Capres" yang saya umumkan pada Desember 2011, akan meninggalkan kita semua sebelum....??????" Akhirnya sudah terbukti terjadi.
Kita kembali ke mimpi aneh tadi siang.
Saya mengamati tokoh itu. Beliau terlihat mengenakan sepatu hitam, celana hitam, baju hitam. Kemudian ditambah dengan sweater yang juga hitam. Sweater tersebut ada penutup kepala, sehingga kepala dan sebagian besar wajah tokoh itu tertutup oleh sweater tersebut. Hanya sebagian kecil wajahnya yang terlihat.
Yang juga agak aneh, tokoh itu membawa sebuah ransel (tas punggung) berwarna merah yang tergantung di punggung tokoh itu. Tali-tali ransel tersebut melilit terikat erat di sekujur tubuhnya.
Saya bertanya; "Mau kemana?" Beliau, sambil tersenyum menjawab; "Saya sudah siap-siap mau pergi".
Saya kembali bertanya; "Mau pergi ke mana?" Beliau kembali menjawab; "Pokoknya pergi jauh sekali".
Kemudian saya tersadar dari mimpi. Begitu sadar dari mimpi, saya langsung mengambil HP di dekatku. Menyalakan HP murahan tersebut untuk melihat waktu. Saat itu, jam menunjukkan pukul; 13:47 (pukul satu siang lewat 47 menit Waktu Bali).
Saya langsung bangun, turun dari tempat tidur, mndi dan kemudian mulai berdoa. Memanjat penggalan-penggalan doa, memohon dengan sangat kusyuk kepada ALLAH, semoga ALLAH memanjangkan usia tokoh itu.
ALLAH menjadi saksi atas permohonanku, melalui penggalan-penggalan doa spontanku tadi siang. Semoga ALLAH mengabulkan doa-doaku. Karena jika sampai tokoh ini pergi dalam waktu dekat, ini akan meninggalkan "beban" yang merepotkan banyak orang.
Setelah selesai berdoa, saya masih memiliki tugas lain untuk diselesaikan sesuai dengan petunjuk dalam mimpi.
Berdasarkan sejumlah "visualisasi" yang diperlihatkan dalam mimpi, saya langsung online, melakukan browsing untuk mencari "Segel Sulaiman" yang berhubungan erat dengan "TANAH LIAT".
Begitu saya memasukkan "kata kunci" (Segel Salomo dari tanah liat), banyak bermunculan artikel-artiel mengenai "Segel Sualomo". Akhirnya saya memilih "Segel Salomo" yang berkaitan dengan "TANAH LIAT", sebagaimana saya sampaikan dalam lampiran berikut ini;
LAMPIRAN;
===========================================
Segel Tanah Liat Ini Bukti Raja Daud dan Salomo Nyata
===========================================
Temuan segel dari tanah liat di Israel ini mengungkap keberadaan Raja Daud dan Salomo.
Kisah Raja Daud dan Salomo dalam Kitab Suci menjadi legenda. Ada yang berpikir bahwa kisah tersebut hanya isapan jempol belaka. Namun, catatan arkeologi menyebutkan bahwa kedua tokoh itu mungkin benar-benar ada.
Dalam penggaliannya tim arkeologi dari Mississipi State University menemukan segel dari tanah liat wilayah di Israel.
Dilaporkan oleh Science Daily bahwa pada temuan segel dari tanah liat itu mendukung adanya bukti adanya pemerintahan di wilayah tersebut sekitar 10 abad SM. Pada waktu itu disebutkan bahwa sistem kerajaan belumlah ada.
Temuan ini juga membuktikan adanya hubungan antara segel dan Raja Daud. Pemerintahan diduga pernah beroperasi pada Zaman Besi di wilayah yang kini adalah Gaza.
"Hasil awal kami menunjukkan bahwa situs ini terintegrasi pada sebuah politik kaum elite pada zamannya. Ini menunjukkan adanya negara sejak 10 abad SM," ujar Hardin, salah satu anggota penelitian, yang dilansir dari Science Daily.
Ia menyatakan keyakinannya bahwa temuan ini berhubungan dengan Zaman Besi, sekitar 10 abad SM, dan adanya hubungan tentang kebenaran sejarah Raja Daud dan Salomo.
Sumber;
Semoga catatan ini bermanfaat.
Salam "Dua Hati" dari "Bukit Sulaiman".
TUHAN YESUS memberkati
Bunda Maria merestui
Santo Yosef memberkati kita semua (hitam & putih). Amin.
BERSAMBUNG;

Tidak ada komentar: