Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Selasa, 28 Juni 2016

ORANG-ORANG TIMOR WAJIB BERSYUKUR KEPADA ALLAH SETELAH THESIS "KETURUNAN MATANYA" GUGUR

Sepertinya "keguncangan besar" akan melanda bangsa Eropa

Dari serangkaian thema sentral (thesis) yang saya usung semenjak Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, sampai Euro Cup 2016, baru kali ini, thesis itu gugur dan bahkan gugur terlalu cepat (gugur di babak 16 besar).
Ada sejumlah pesan Ilahi di balik gugurnya thesis KETURUNAN MATANYA yang begitu cepat. Sejumlah "Pesan Ilahi" tersebut adalah, antara lain;
Pertama;
Tampaknya akan ada "guncangan besar" di benua Eropa yang dimulai dengan keluarnya Inggris dari Uni Eropa.
Saya sengaja menggunakan frasa (terminologi) "guncangan", berdasarkan jawaban ALLAH terhadap salah satu pertanyaan Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II.
Saat itu, Minggu, 20 Februari 1994, ALLAH memperlihatkan (memvisulisasikan) "guncangan besar" yang membuat saya tidak tahan melihatnya. Saya kemudian jatuh tersungkur, menelungkupkan wajahku karena tidak tahan melihat guncangan hebat itu.
Setelah guncangan besar itu reda, Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II yang berdiri di ujung paling timur dari barisan yang saya sebut; "barisan para Paus", mengajukan pertanyaan sangat penting.
Dari visualisasi yang diperlihatkan ALLAH, nampaknya, jika "proses pemurnian" di bumi ini dimulai, akan terjadi kepunahan manusia yang massal dan massif. Dan kepunahan itu akan bermula dari keguncangan besar yang dimulai dari benua biru Eropa.
Kedua;
Setelah thesis "Keturunan Matanya" gugur cepat di fase 16 besar, yang berarti juara Euro Cup 2016 bukan 4 negara kerajaan yang telah saya umumkan pada 9 Mei 2015, maka orang-orang wajib bersyukur kepada ALLAH karena orang-orang Timor tidak memiliki kewajiban iman maupun kewajiban moral, untuk harus "menyembelih keturunan Matanya" seperti telah saya sampaikan sebelumnya.
Ketiga;
Apa yang bertentangan dengan pesan tertulis dalam Kitab Suci, cepat atau lambat, harus runtuh (gugur).
Maka gugurnya thesis "Keturunan Matanya" yang begitu cepat, adalah untuk memastikan bahwa thesis "Keturunan Matanya", bertentangan dengan apa yang telah tertulis dalam Kitab Suci.
Bagaimana mungkin "Keturunan Matanya" ditetapkan ALLAH untuk suatu saat menjadi "Raja Timor", sementara dalam Kitab Suci, sudah dijelaskan secara eksplisit bahwa anak-anak (keturunan) "Raja Matanya" (alias Raja Zedekia), telah dibantai di depn Raja Matanya.
Coba Anda simak kutipan Kitab Suci berikut ini;
==============================================
"Mereka menangkap raja dan membawa dia ke raja Babel di Ribla, yang menjatuhkan hukuman atas dia. Orang menyembelih anak-anak Zedekia di depan matanya, kemudian dibutakannyalah mata Zedekia, lalu dibelenggu dengan rantai tembaga dan dibawa ke Babel" (dikutip dari Kitab II Raja-raja, pasal 25, ayat 6-7).
===============================================
Setelah membaca kutipan di atas, mungkin muncul pertanyaan;
"Jika thesis "Keturunan Matanya" bertentangan dengan "pesan Ilahi" yang telah tertulis dalam Kitab Suci, mengapa harus diangkat sebagai thema sentral (thesis) pada Euro Cup 2016 ini?"
Jawabannya sederhana sekali. Sebagaimana sudah saya tulis sebelumnya, bahwa saya hanya menunaikan "Perintah dari Yang Di Atas". Padahal saat itu, 9 Mei 2015, ketika memasuki bilik doa, saya ajukan 3 negara yang bukan negara kerajaan, yakni; Perancis, Jerman dan Italia, untuk minta diberkati ALLAH.
Namun ternyata, saya diminta harus mengumumkan 4 negara kerajaan berikut ini;

(1). Espanyol
(2). Inggris
(3). Swedia 
(5). Belanda)
Karena itulah saat itu juga, 9 Mei 2015, saya mengumumkan 4 negara kerajaan tersebut, sebagaimana dapat Anda baca dalam artikel saya, edisi 9 Mei 2015.
Dan pada keesokan harinya, saya diberi thema sentral "KETURUNAN MATANYA" untuk dijadikan sebagai "thesis". Ternyata thesis itu gugur terlalu cepat di babak 16 besar.
Saya hanya temukan satu alasan krusial di balik gugurnya thesis KETURUNAN MATANYA yang begitu cepat. Yaitu ALLAH hendak mengingatkan (mamastikan) kepada kita semua bahwa KETURUNAN MATANYA sudah tidak ada lagi di bumi saat ini.
Maka jika suatu saat Timor Leste harus berubah menjadi sebuah negara monarki, rajanya jelas bukan dari Keturunan Matanya, yang merupakan "raja terakhir Kerajaan Yehuda".
Karena Raja Matanya dan keturunannya sudah berada di negeri antah-berantah alias berada di "dunia baka".
Oleh karena itulah dalam artikel saya kemarin (TANGAN SABAT & KEKAYAAN SALOMO 666, bagian 3), saya sengaja lampirkan pertanyaan yang diajukan sejumlah sahabat FB'ers;
"Di manakah Keturunan Matanya berada saat ini?"
Dan jawaban yang saya berikan di sana adalah;
"Keturunan Matanya saat ini mungkin berada di negeri antah-berantah. Hanya ALLAH Yang Maha Mengetahui".
Jadi sekali lagi, kesimpulan penting yang dapat kita tarik dari fakta gugurnya thema sentral (thesis) KETURUNAN MATANYA adalah;
"Jika suatu saat Timor Leste berubah menjadi negara kerajaan, yang akan menjadi raja, bukan Keturunan Matanya.
Karena Kitab Suci sudah dengan sangat jelas mencatat bahwa; keturunan Raja Matanya telah dibantai habis".
Untuk itu, hendaknya kita tidak boleh sekali-kali bersikap mengabaikan, apalagi menganggap remeh setiap pesan Ilahi dalam Kitab Suci, karena semuanya mengandung "kebenaran hakiki".
Maka tujuan diangkatnya thema sentral KETURUNAN MATANYA dan kemudian digugurkan dengan sangat cepat, dikarenakan ALLAH hendak mengingatkan kita semua, untuk tidak menganggap remeh setiap pesan Ilahi yang tertulis dalam Kitab Suci.

Kejadian gugurnya thesis KETURUNAN MATANYA, memperlihatkan sisi lain ALLAH yang senantiasa bersikap "zero toleransi" terhadap apa saja yang bertentangan dengan Kitab Suci.
Bagi rekan-rekan FB'ers yang menghujat saya, silahkan saja. Yang terpenting saya sudah menunaikan kewajiban saya untuk bersaksi.
Semoga catatan pendek ini bermanfaat.
Salam "Dua Hati" dari "Bukit Sulaiman".
TUHAN YESUS memberkati
Bunda Maria merestui
Santo Yosef melindungi kita semua (hitam & putih). Amin.

Tidak ada komentar: