Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Jumat, 03 Juni 2016

NAMA "TIMOR" BUKAN BERASAL DARI BAHASA PORTUGIS

 

Munculnya Salib Dari Atas Langit Pulau Timor 374 Tahun Lalu

Pada tanggal 31 Mei 2016, saya menerbitkan artikel berjudul; "Nama Pulau TIMOR itu berasal dari bahasa apa?"
Di dalam artikel tersebut, saya memberikan PR (3 pertanyaan) untuk 5 tokoh nasionalis Timor Leste, yaitu;
(1). Yang Mulia Presiden Taur Matan Ruak 
(2). Yang Mulia Perdana Menteri Rui Maria de Araujo 
(3). Yang Mulia Lere Anan Timor (Panglima F-FDTL)
(4). Yang Mulia Maun Bot Jose Alexandre Xanana Gusmao 
(5). Yang Mulia Porf. Dr. Lucas da Costa,SE,MSi (Rektor Unpaz)

Dalam artikel tersebut, saya mengingatkan bahwa jika sampai 30 Juni 2016, tidak satu pun dari ke-5 tokoh tersebut, menjawab 3 pertanyaan tersebut, minimal, satu orang akan dipanggil ALLAH sebelum kita memasuki 1 Januari 2017.
Setelah artikel tersebut terbit, banyak sahabat yang mengatakan bahwa nama Pulau "TIMOR" itu berasal dari Bahasa Portugis.
Benarkah demikian? Jika benar demikian, adakah referensi tertulis yang menjelaskan bahwa nama (Pulau) TIMOR itu benar-benar berasal dari Bahasa Portugis?
Mengacu kepada catatan sejarah, Bangsa Portugis mulai menapakkan kakinya di Tanah TIMOR pada tahun 1515.
Apakah sebelum tahun 1515, pulau berbentuk BUAYA itu belum bernama TIMOR?



NAMA "TIMOR" BUKAN BERASAL DARI BAHASA PORTUGIS
Sekedar berbagai info. Berdasarkan buku yang ada pada saya saat ini, nama TIMOR itu, secara etimologis (akar kata), benar-benar bukan berasal dari Bahasa Portugis.
Buku yang mencantumkan nama TIMOR tersebut ditulis oleh seseorang, yang memiliki dua nama.
Dari dua nama sang penulis, saya menduga beliau sepertinya adalah ras kaukasian (kaukaoisd) alias ras Eropa (Jerman). Namanya sulit dieja. Kebanyakan huruf konsonan (huruf mati).
Jika dua nama sang penulis buku tersebut dikonversikan ke dalam Bilangan Latin, nilai numeriknya paralel dengan frasa; SALIB, dengan catatan; frasa SALIB dikonversikan ke dalam Bilangan Pythagoras.
SALIB; S=90, A=1, L=20, I=9, B= 2. Total; 90+1+20+9+2= 122.
Ketika saya melakukan konversi nama author buku tersebut, dan menemukan nilai numerik yang paralel (sama) dengan "Salib", saya teringat tulisan berseri Yang Mulia; Uskup Mgr. Dom Carlos Filipe Ximenes Belo,SDB (Pemenang Novel Perdamaian 1996), yang diterbitkan di media online "Forum Haksesuk", 1 Juli 2015.
Artikel Uskup Belo berjudul; "TINAN ATUS LIMA Emar Timor Ho Malae Mutin Hasoru Malu (Kapitulu 6: TIMOR, TERRA DE SANTA CRUZ). Isu krusial munculnya Salib dari Langit TIMOR ada pada seri ke-6, yang diterbitkan pada 1 Juli 2015.
Secara lengkap sudah saya copy-paste dan ditempatkan di bagian akhir artikel ini. Dapat Anda baca pada lampiran. Sayangnya menggunakan Bahasa Tetun (Bahasa Persatuan Timor Leste).

MIMPI ANEH 14 TAHUN LALU (4 JUNI 2002)
Besok, 4 Juni 2016. Genap 14 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 4 Juni 2002, seorang Wanita paruh baya di Desa Laclo Atsabe/Timor Leste bermimpi aneh. Eyang buyutku yang bernama "Maubere Leloubu", datang menemui Wanita itu melalui mimpi.
Dalam mimpi, Eyangku sampaikan pesan rahasia yang sangat panjang. Sebagian penggalan pesan Eyangku, sebagai-berikut;
"TUHAN YESUS telah menyelamatkan saya masuk Surga. Oleh karena itu, TUHAN YESUS menyuruh saya datang untuk meminta CAWAN kepada antoninho. Segera mengirim utusan ke Dili, sampaikan pesan kepada "antoninho", agar segera kembali ke Bali untuk menjalani puasa, guna memenuhi "janjinya" kepada TUHAN. Antoninho telah mengucapkan SUMPAH di hadapan banyak orang. Setelah antoninho taat dan tekun menjalani puasa hingga tuntas, maka TUHAN akan membuka rahasia besar tentang TIMOR kepadanya. Jika dia tidak balik ke Bali untuk menjalani puasa, maka saya akan kembali membawanya dari dunia ini".
Jujur saja, setelah mendapat cerita mengenai mimpi aneh tersebut, saya yang sebelumnya "ogah-ogahan" untuk kembali ke Bali, menjadi takut.
Saya takut, kalau tiba-tiba Eyang Buyutku muncul kembali dan membawa saya dari dunia fana ini. Padahal saya belum siap mati.
Akhirnya pada Hari Sabat, 16 Agustus 2003, saya meninggalkan Dili, kembali ke Bali untuk memulai "Puasa VVV" hingga detik ini.
Ketaatan dan ketekunanku menjalani Puasa VVV selama bertahun-tahun, akhirnya ALLAH memenuhi Janji-Nya. ALLAH mulai membuka "rahasia besar" mengenai (takdir) "TIMOR" kepadaku.
Pada tanggal 6 Februari 2015, sekitar pukul 9 pagi Waktu Denpasar, saya menerima satu kiriman paket dari Jakarta. Begitu saya buka, ternyata sebuah buku yang sangat tebal.
Dan di sana, di halaman 364, tertulis nama TIMOR yang ada hubungannya dengan; KITAB SATU RAJA-RAJA (salah satu pasal dalam KITAB SATU RAJA-RAJA yang menjelaskan makna nama TIMOR, juga tertulis di halaman 364 buku tersebut).


Atas alasan itulah, mengapa saya menjadikan KITAB SATU RAJA-RAJA sebagai referensi sentral guna mengusung thesis (thema sentral); SATRIA PININGIT & KEKAYAAN SALOMO, untuk Liga Champions edisi ke-61 ini.
KEKAYAAN SALOMO disinggung di KITAB SATU RAJA-RAJA. Pada sub judul yang berbunyi; PENGHASILAN dan KEKAYAAN SALOMO, di sana tertulis dengan jelas, teks; enam ratus enam puluh enam (666).
Bukan hanya itu. Di pasal 11, KITAB SATU RAJA-RAJA juga terdapat Pesan Ilahi mengenai "murka TUHAN" yang akan "mengoyakkan" semua Kerajaan Yehuda, karena ketidak-taatan Salomo kepada ALLAH.
Tapi ALLAH tidak akan melakukan itu pada masa hidup Raja Salomo, karena janji ALLAH kepada Raja Daud. Dan tidak semua Kerajaan akan dikoyakkan ALLAH. ALLAH berjanji akan menyerahkan "Satu Kerajaan" kepada "Anak Salomo".
Mengapa kebanyakan angka 11? Bukankah KITAB SATU RAJA-RAJA itu adalah kitab yang berada di urutan ke-11 dalam Perjanjian Lama? Bukankah isu mengenai "koyak-mengoyak", ada di pasal 11? Dan bukankah SANG REAL benar-benar mengangkat trophy Liga Champions ke-11 di Kota San Siro Milan?
Pertanyaan yang lumayan menggoda adalah;
"ANAK SALOMO yang manakah yang akan mendapat WARISAN KERAJAAN yang dijanjikan TUHAN kepada Raja Salomo?"
Hanya ALLAH Yang Mahatahu. Namun satu hal yang pasti, CR 7 telah mengoyakkan bajunya ketika berhasil melesakkan gol ke-5 dalam drama adu penalti.
Saya belum pernah melihat CR7 mengekspresikan kegembiraannya dengan "mengoyakkan bajunya".
Jadi jika saya tidak salah, inilah untuk pertama kalinya CR7 melakukan itu. Apakah tindakan tersebut berhubungan erat dengan "Pesan Ilahi" yang tertulis di Kitab ke-11 dalam Perjanjian Lama (KITAB SATU RAJA-RAJA)???
Dari semua pemain yang bertarung di Kota San Siro Milan di final Liga Champions edisi ke-61 ini, hanya CR7 yang pernah menapakkan kakinya di Tanah TIMOR. Jangan-jangan, SATU KERAJAAN yang akan diberikan kepada ANAK SALOMO, sebagaimana tertulis dalam pasal 11 KITAB SATU RAJA-RAJA ada di TIMOR? Sekali lagi; Hanya ALLAH Yang Mahatahu.
Tapi satu hal yang pasti, sehari sebelum CR7 mengekspresikan kegembiraannya dengan mengoyak bajunya, saya telah menyinggung isu terkoyaknya celana Zinedine Zidane, dalam artikel berjudul; UNPAZ TELAH MENYEMBELIH ANAK DOMBA SABAT: "Prof. Lucas Telah Memilih Nasib Timor Leste" (bag: 4).
Adakah ini semua terjadi karena berlakunya teori co-insidensi? Apakah sebelum main, seorang CR7 ikut membaca artikelku lalu mengoyak bajunya setelah memastikan gelar LA UNDECIMA?
"Lagi-lagi hanya ALLAH Yang Mahatahu".

Semoga catatan pendek ini bermanfaat.
Salam Dua Hati dari Bukit Sulaiman.
TUHAN YESUS memberkati
Bunda Maria merestui
Santo Yosef melindungi kita semua (hitam dan putih). Amin.
==============================================
LAMPIRAN;
TINAN ATUS LIMA Emar Timor Ho Malae Mutin Hasoru Malu (Kapitulu 6: TIMOR, TERRA DE SANTA CRUZ)
Dom Carlos Filipe Ximenes Belo
KAPÍTULU 6.º - TIMOR, TERRA DE SANTA CRUZ (Timor, rai cruz santu nian).  

Iha tinan 1641/1642, bainhira liurai Makasar ho ema rihun ba rihun ba invade reinu sira iha Timor loro monu, hosi taci feto ba taci mane , no fahe xapeu meta ba liurai balu hanesan liurai We-Hali ho Survian (Servião) no seluk tan, amo lulik dominkanus ho sira funu hasoru atu duni sai invazór hosi liur. Tuir istoriador dominikanu, reinu nebé néon metin no laran metin ba amo lulik no malae mutin portugés, sira manan funu ne’ebá, la’ós deit sira nia kbiit, maibé sira hetan tulun hosi Na’i Maromak.
Iha tinan nebá, kalan ida, bainhira lalehan mós hosi rohan ba roha, ho fitun nabilan, mosu ilas kruz boot ida iha lalehan, nabilan hanesan loron. Kruz ne’e nia ain hamriik iha tasi mane, nia ulun iha tasi feto, nia liman los sadere ba loro sa’e; nia liman karuk sadere ba lo monu. Ema wa’in mak kalan nee haree kruz nee mosu iha lalehan no doku iha rai timur nia leten.
Tuir dominikanus sira, ida nee, hanesan sinal ida ne’ebe, Nai Maromak hatudu, katak Nain, lalehan no rai nia Liurai hakarak atu ema Timor tama relijiaun kristaun. Hahú tinan 1642, reinu barak mak sai sarani no liurai no dato sira atu hametin loro-san ho Liurai portugés. Tanba sinal kruz ne’e, mak amo lulik dominikanu sira temi rai Timor “Terra de Santa Cruz”.
Ai-kanoik seluk ne’ebé dominkanu sira konta mos mak ida tuir mai ne’e: loron ida, iha loro monu, bainhira amo lulik hamutuk ho ema timor hosi reinu funu hasoru batallaun boot olandés, mosu frade ida hatais ábitu dominikanu lori ai-tonka ida hodi funu maka’as hasoru inimigu olandés no sira nia aliadus hosi Servião. Tuir Istoriador dominikau Frei Lucas de Santa Catarina, frade ida ne’ebé hosoru inimigu sira, la’ós amo lulik baibain, maibé saun Domingo de Gusmão rasik. Saun Domingos de Gusmão mak harii orden dominikana, naran “Ordem dos Pregadortes (O.P.), ou, iha lian Latín, “Ordo Praedicatorum”.
==========================================================================

Sumber kutipan;  http://forum-haksesuk.blogspot.co.uk/

1 komentar:

boby michael mengatakan...

Sepengatahuan saya, bukan opini saya, bahwa Timor, zaman nabi Salomon dikenal dgn nama ofir/ophir, yang merupakan daerah penghasil cendana, emas dan permata.ZAman dahulu kala, cendana cuma terdapat di pulau timor(ofir)dan tidak terdapat di daerah lain di belahan dunia manapun.
Asal nama timor itu berasal dari bahasa ibrani/hebrew. Yaitu ETMOR, yang terdiri dari dua suku kata ET dan MOR. ET itu;YANG atau dalam bhs inggris;THE. Sementara MOR sendiri terdiri dari M dan OR.OR artinya cahaya, jika digabungkan menjadi MOR maka artinya asal cahaya. Jika TIMOR dalam Bahasa Ibrani/hebrew artinya yang cahaya berasal atau berasal dari cahaya.