Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Senin, 06 Juni 2016

NAMA "TIMOR" BUKAN BERASAL DARI BAHASA LATIN


Hari ini tanggal 6 Juni 2016. Genap setahun yang lalu, tepatnya 6 Juni 2015, hanya beberapa jam sebelum kick off laga final Liga Champions edisi ke-60 di Jerman, untuk pertama kalinya, saya memposting foto "Perjamuan Terakhir" (The Last Supper), sebagaimana saya lampirkan dalam catatan pendek ini. Saya mempostingnya di laman FB saya (Antoninho Benjamim Monteiro).

Saya memposting foto tersebut tanpa caption apapun (tanpa menuliskan apapun). Anda bisa klik foto tersebut di cover (sampul) laman FB saya dan membaca sejumlah komentar yang ada di sana.
Ada yang menanyakan; "Apa maksud dari gambar ini?" Tapi ada pula "haters" yang berkomentar dengan nada-nada "hujatan".
Ada hater yang bilang saya "orang geger". Ada yang menanyakan alamat saya. Katanya mau membawa saya ke "Rumah Sakit Jiwa".
Padahal saya memposting foto tersebut karena "diperintahkan" oleh "Yang Di Atas", untuk harus menuliskan bilangan "195" dalam foto tersebut karena berhubungan erat dengan "Liga Champions edisi ke-61" di San Siro Kota Milan, terlebih lagi berkaitan erat dengan pertanyaan krusial; "Kata TIMOR itu, secara etimologis berasal dari bahasa apa?"
Semenjak saya munculkan pertanyaan tersebut (kata TIMOR berasal dari bahasa apa), ada yang bilang, kata TIMOR berasal dari Bahasa Portugis. Ada juga yang bilang; "Kata TIMOR berasal dari Bahasa Latin" (Timore).
Melalui catatan pendek ini saya ingin memastikan bahwa; "Kata TIMOR, secara etimologis (akar kata); bukan berasal dari Bahasa Latin". Temukan lebih dulu etimologis (akar kata) TIMOR itu berasal dari bahasa apa? Baru setelah itu secara etimologis (akar kata) TIMOR akan mengantarkan kita menuju "Dunia Latin".
Nah, nanti di "Dunia Latin", ALLAH akan memperkenalkan sebuah pohon. Pohon tersebut, nilai numeriknya = 195. Nah, setelah itu kita akan memanjat "Pohon 195" tersebut sampai ke puncaknya.
Dari atas puncak "Pohon 195", kita akan menyeberang ke "KITAB SATU TAWARIKH", yang juga memiliki nilai numerik "195".
Nanti di sana, di dalam KITAB SATU TAWARIKH, kita akan diantarkan menuju "pasal 3", untuk menelusuri 'Pohon silsilah", yang berhubungan erat dengan "Keturunan Daud".
Di luar itu, gambar The Last Supper", sebagaimana dapt Anda lihat dalam foto terlampir (yang sudah setahun saya pasang sebagai foto cover laman FB saya"), Anda akan menemukan kalimat; YESUS TIDAK MENIKAH.
Bukankah; tiga kata ini (YESUS TIDAK MENIKAH), memiliki nilai numerik = KITAB SATU TAWARIKH = "195"?
Kalau cuma dua kata; TIDAK MENIKAH, nilainya numerinya =106 (sama dengan nilai numerik REAL). Tapi jika ditambahkan nama suci; YESUS, maka nilai numeriknya akan menjadi "195".
Dengan demikian, maka para haters yang menghujat saya sebagai "orang gila" (geger), ketika saya menuliskan bilangan "195" dalam gambar "The Last Supper", dengan tujuan untuk menyatakan bahwa: "YESUS TIDAK MENIKAH", mereka (para haters) seakan-akan hendak mengatakan kepada saya bahwa; hanya orang geger yang menyatakan; YESUS TIDAK MENIKAH".
Mungkin mereka (para haters) memiliki hubungan pertalian darah dengan "Mr. Dan Brown" yang terkenal dengan karya fenomenalnya; THE DA VINCI CODE, yang membangun "thesis spekulaitf" bahwa YESUS MENIKAH dengan Maria Magdalena.
Semoga catatan pendek ini bermanfaat. 
Salam "Dua Hati" dari "Bukit Sulaiman"
TUHAN YESUS memberkati
Bunda Maria merestui
Santo Yosef melindngi kita semua (hitam & putih). Amin.

Tidak ada komentar: