Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Rabu, 01 Juni 2016

JIKA PRESIDEN RI KE-7 BUKAN KETURUNAN HAYAM WURUK MAKA TIDAK AKAN BERKUASA SAMPAI 1 JANUARI 2019


Serangkaian drama besar akan menghiasi Nusantara tercinta

Pengantar Singkat;
Artikel ini sekedar mengenang kembali kejadian unik dua tahun lalu, tepatnya 1 Juni 2014, ketika acara penarikan nomor undian Capres-Cawapres yang maju pada Pilpres 2014.

Jika Anda ikut menonton acara penarikan nomor undian saat itu, (saya menyaksikannya melalui TV One), Anda pasti masih ingat jalannya penarikan nomor urut Capres-Cawapres.
Saat itu saya menyaksikan acara penarikan nomor undian dengan jantung yang berdegup kencang. Karena sebulan sebelum penarikan nomor undian dilakukan, saya telah mengetahui bilangan yang akan diambil Presiden Jokowi, melalui kejadian yang sungguh aneh, sebagaimana dapat Anda baca di bawah.
Kisah aneh berikut ini sudah pernah diposting sebelumnya, tepatnya Juni dua tahun lalu. Maka bagi mereka yang sudah membacanya, bisa langsung di-skip (dilewati) saja, jika tidak tertarik membaca ulang.
Sebulan sebelum acara penarikan nomor undian, tepatnya pada tanggal 30 April 2014, malam hari, saya membaca sebuah buku yang berkisah mengenai kematian tokoh NAZI, Adolf Hitler.
Menurut referensi tertulis yang ada, Adolf Hitler meninggal pada 30 April 1945, bersama teman wanitanya yang bernama Eva.
Adolf Hitler meninggal tepat 109 hari sebelum Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya.
Adolf Hitler kelahiran Austria, yang berambisi membangun kebesaran Bangsa Aria, dengan doktrin-doktrinnya yang fenomenal, menyebabkan kematian lebih dari “6 juta Kaum Yahudi” (malalui apa yang dikenal dengan istilah HOLOCAUST, Bahasa Ibrani yang artinya; terbakar habis).
Sayangnya, di akhir hidupnya, tokoh kelahiran Austria 20 April 1889 itu, meninggal dengan cara yg sangat tragis di bawah tanah (bunker).

Saat ditemukan, sebutir peluru bersarang di kepalanya (entah ditembak orang lain atau bunuh diri???). Ditemukan sedang terkapar di sebuah bunker bersama pacranya bernama Eva.
Saya membaca buku itu dari jam 9 malam. Memasuki jam 11 malam saya mulai diserang kantuk. Akhirnya saya tertidur dengan buku tersebut terletak di dada dan masih terpegang tanganku.
Dalam tiduritulah saya bermimpi aneh.
Muncul sosok yang pernah menampakkan diri pada malam hari, 20 Juni 2011, di Kmapus Unpaz Dili Timor Leste.
Penampilan Kakek Misterius itu tetap sama. Berpakaian putih-putih, dengan rambut dan jenggot panjang yang berwarna putih seperti salju. Tubuh sosok itu penuh sinar.
Kakek Misterius itu lalu berbicara dengan suara yang sangat-sangat lembut, meminta saya bangun dan pergi mengambil sebuh angka yg katanya angka itu terletak di bawah sebuah kendaraan. Kakek Misterius itu memberikan gambaran mengenai tempat angka itu sedang berada.
Saya terbangun setelah sosok dengan warna serba putih itu (jubah putih, rambut putih, jenggot putih) menghilang.
Saya keluar dari kos, berjalan kaki menuju tempat yang diperlihatkan dalam mimpiku. Tak berapa lama saya tiba di tempat tersebut, yang tidak lain adalah “perempatan” (pintu gerbang) RSUP Sanglah Denpasar.
Dari tempat kosku saat itu, Jl. Pulau Seribu 15, membutuhkan waktu sekitar 20 menit berjalan kaki (karena memang dekat sekali). Begitu tiba di sana, saya melihat jam di tanganku, pukul “2” dini hari.
Saat tiba di sana, saya melihat ada sejumlah taxi yang sedang parkir. Sementara di sekitar jalan masuk Kampus Fakultas Hukum Unud (Universitas Udayana) yang berhadapan dengan UGD RSUP Sanglah, banyak parkir kendaraan roda dua.
Karena tempatnya agak remang-remang, saya menggunakan fasilitas senter di HP-ku untuk mencari sebuah angka yang diperlihatkan melalui mimpiku beberapa jam sebelumnya.
Ternyata di sana saya menemukan satu pack kartu remi yang jatuh berserakan tepat di dekat sebuah taxi dengan nomor plat; 195 dan nomor body; 175.
Warna taxi itu abu-abu. Saya lalu memperhatikan kartu remi yang jatuh berserakan. Dari seluruh kartu remi yang jatuh berserakan, hanya ada satu kartu yang terbuka, yaitu DUA HATI yang masih saya simpan saat ini (gambar kartu "dua hati" tersebut saya lampirkan dalam artikel ini).
Saya lalu memutuskan mengambil saja kartu "dua hati" yang terbuka sesuai petunjuk dalam mimpi. Sementara kartu lainnya yang tertutup, tidak saya ambil.
Saat saya membungkuk untuk mengambil kartu dua hati itu, saya melihat ada uang lembaran Rp 5000 sedang tergeletak berdampingan kartu remi yang akan saya ambil.
Saya memutuskan memungut kartu remi itu sekaligus juga memungut uang Rp 5000 tersebut.
“Asyiik ada uang Rp 5000, modal buat beli kopi untuk begadang nonton Piala Dunia”, gumamku dalam hati.
Saya langsung pulang ke kos. Tiba di kos saya mengamat-amati angka yang ada dlm kartu remi itu beserta 3 huruf dan 6 digit angka yg merupakan nomor seri yang tertera pada uang lembaran Rp 5.000 itu. Anda bisa melihat nomor seri yang tertera dalam uang Rp 5000 tersebut. Ada angka triple 666 dan angka 402.

Kartu dua hati dan uang Rp 5000 ini saya buka kepada publik, pada 7 Juli 2014, tepat dua hari sebelum Pilpres dilangsungkan (9 Juli 2014).
Jangan salah sangka dulu mengenai angka "666" ini. Angka ini bukan simbol "Anti Kristus", sebagaimana tertulis pada Kitab Wahyu; 13:18.
Tapi angka "666" ini adalah "simbol KEKAYAAN SALOMO". Angka triple cantik "66" yang tertera dalam lembaran uang Rp 5000 inilah yang jadikan sebagai thesis (thema sentral) Liga Champions edisi ke-61 2016. Angka cantik 666 tersebut juga tertulis dalam KITAB SATU RAJA-RAJA; 10:14.
Berapa gol yang diciptakan Real Madrid saat mengalahkan Ateltico Madrid di final Liga Champions tahun ini? Bukankah 5 gol? Anda menganggap 5 gol Real Madrid itu sekedar kebetulan? Boleh juga.
Kita kembali kisah dua tahun lalu;
Setelah mengambil kartu remi dua hati dan uang Rp 5.000 tersebut, akhirnya saya tiba pada satu kesimpulan bahwa Cpares yg akan maju pada Pilpres 2014 hanya ada dua.
Karena itulah pada tanggal 6 Mei 2014 saya menerbitkan artikel yang menyampaikan pesan bahwa; “Saya hanya mengunggulkan Pak Prabowo & Pak Jokowi dalam Pilpres 2014”.
Sementara untuk Pak ARB, bukannya saya anti Pak ARB, namun berdasarkan realitas saat ini, tampaknya Masyarakat Indonesia belum siap untuk memiliki seorang Presiden yg berasal dari luar Jawa.
Artikel itu diterbitkan pada tgl 6 Mei 2014. Saya memutuskan menerbitkan artikel tersebut pada tanggal 6 Mei (hari ulang tahun dr. Sigmund Freud). Saya sangat menghormati dokter kenamaan asal Austria ini (kompatriotnya Adolf Hitler), yang terkenal dengan "Teori Psikoanalisanya".
Salah satu karya profesional dokter terkenal asal Austria tersebut adalah buku berjudul; “THE INTERPRETATION of DREAM (penafsiran mimpi), yang diterbitkan pada tahun 1900.
Tapi karyanya yang ini dibolong-bolongi (dikritik habis-habisan) oleh tokoh Psikonalisa Sosial asal Jerman, Prof. Eric Fromm (meninggal di Swiss pada 18 Maret 1980).
Sambil menyimpan kartu remi dua hati tersebut, saya sangat-sangat penasaran, tidak sabar menunggu penarikan nomor undian.
Karena berdasarkan pesan yang saya terima melalui mimpiku tanggal 1 Mei 2014, bahwa Capres yang akan memenangkan Pilpres 2014 adalah Capres yang berhasil mengambil nomor undian yang tertera pada kartu remi tersebut.
Maka pada tanggal 1 Juni 2014, saya sudah “stand by” di depan TV (chanel TV One), menunggu acara penarikan nomor undian, dengan jantung berdegup kencang, nyaris terjadi fibrilasi.
Saat acara penarikan nomor undian tiba, yang pertama-tama diminta Panitia untuk maju mengambil nomor undian adalah “dua Cawapres”, Pak Hatta Rajasa & Pak JK”.
Kedua Cawapres dipersilahkan mengambil nomor undian secara bersamaan. Kedua Cawapres lalu memasukkan tangan mereka ke dalam kotak untuk mengambil nomor undian. Setelah nomor diambil, Panitia meminta agar jangan dibuka dulu.
Panitia menjelaskan bahwa Cawapres yang mengambil nomor undian lebih besar, akan memberikan kesempatan kepada Capres pasangannya untuk mendapat kesempatan lebih dulu mengambil nomor undian.
Lalu Panitia memberi aba-aba untuk membuka nomor yang telah diambil secara bersamaan. Kedua Cawapres bersamaan membuka nomor yg mereka ambil.
Ternyata setelah dibuka, Pak Hatta Rajasa mengambil nomor “4” dan Pak JK mengambil nomor “8”. Sesuai dengan ketentuan, maka dengan sendirinya pasangan Pak JK yakni Pak Jokowi mendapat kesempatan untuk mengambil lebih dulu nomor undian.
Saya menunggu detik-detik yang sangat menegangkan. Ketika Pak Prabowo dan Pak Jokowi maju berdiri di dekat kotak yg berisi nomor undian, detak jantungku benar-benar tidak lagi teratur.
Sambil memegang erat kartu remi dua hati di tanganku yang satu, sementara tangan yang lain memegang sebuah Ijasah yang dikeluarkan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (Unud), dengan nomor; 82, mataku terus “pelototin” layar TV One.
Rasanya mau pingsan menunggu kedua Capres membuka nomor undian mereka.
Begitu mendapat aba-aba dari Panitia untuk dibuka bersamaan, ternyata angka yang diambil Pak Pak Jokowi adalah “2”. Sementara angka yang diambil Pak Prabowo adalah “1”.
Begitu melihat “angka” itu jatuh ke tangan “Capres itu”, saya tanpa sadar, secara spontan menempelkan kartu remi dua hati di dahiku, sambil memeluk Ijasahku, saya menjatuhkan diri di tempat tidur, menatap plafon kamar sambil bergumam;
“Rupanya Beliau ini orangnya yang akan memenangkan Pilpres 9 Juli 2014 dan akan tercatat dalam sejarah peradaban Indonesia sebagai Presiden RI Ke-7”.

Semenjak itulah, setiap kali mengakhiri artikel saya, saya selalu menutupnya dengan kata-kata (brand); Salam Dua Hati dari Bukit Sulaiman.
Menurut Anda, apa makna dari tatanan (formasi) angka "82" dan angka "41", yang dimbal kedua pasangan Capres-Cawapres hari itu?
Jawabannya sederhana saja.
Rahasia di balik tatanan angka “82” dan “41”, memberikan pesan pasti kepada kita semua bahwa; jika Presiden RI ke-7 bukan keturunan Hayam Wuruk, maka tidak akan berkuasa selama 5 tahun penuh (tidak akan berkuasa sampai 1 Januari 2019.
Anda boleh percaya, boleh tidak. Tapi kita akan sama-sama menyaksikan serangkaian “drama besar” yang akan terjadi di Nusantara tercinta ini.

Semoga catatan kilas balik ini bermanfaat. Salam “Dua Hati” dari “Bukit Sulaiman”.
TUHAN YESUS memberkati
Bunda Maria merestui
Santo Yosef melindungi kita semua (hitam & putih). Amin.
Catatan Kaki;
Bulan Juni adalah "Bulan Hati Kudus YESUS". Selamat memasuki bulan suci. Semoga TUHAN YESUS Yang Maha Kuasa dan Maha Pengasih memberkati kita semua. Amin.

Tidak ada komentar: