Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Sabtu, 28 Mei 2016

UNPAZ TELAH MENYEMBELIH ANAK DOMBA SABAT (bag: 4)



 

Prof. Lucas Telah Memilih Nasib Timor Leste

=============================================
"Tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan
mendapat bagian dalam Kerajaan Allah?" (I Korintus; 6:9). 
=============================================
SMS MENGEJUTKAN DARI NEGERI JIRAN MALAYSIA
Pada pertengahan tahun 2012, ada satu tim "Comisaun Funsaun Publica" (CFP) dari Dili Timor Leste mengadakan kunker (kunjungan kerja) ke Kuala Lumpur Malaysia.
Saat berada di sana, mereka diajak berkeliling melihat-lihat simbol-simbol peradaban Malaysia yang menjulang tinggi menyundul atap langit.
Lalu salah satu Komisaris yang ada dalam rombongan CFP, yang saya kenal baik, mengirimkan SMS ke saya. Inti SMS-nya berkata begini (semoga Beliau ikut membaca catatan ini);
"Putera kandung Prof. Lucas ternyata salah satu Staf Kedutaan Timor Leste di Malaysia. Orangnya sangat friendly (ramah). Murah senyum dan sangat humble (pen. rendah hati, tapi bukan rendah diri). Dia mengajak kami berkeliling melihat-lihat keindahan dan kemegahan kota, termasuk naik ke tower yang sangat tinggi."

Di bagian lain, Sang Komisaris menambahkan begini (dan bagian ini sedikit mengejutkan saya );
"Saya berbicara banyak dengan sepupu anda. Dan dari sinilah saya baru tahu, kalau ternyata Prof. Lucas memecat anda sebagai dosen tetap di Unpaz, gara-gara anda pindah dari Program Studi sebelumnya, ke FISIOLOGI OLAHRAGA. Karena FISIOLOGI OLAHRAGA tidak dibutuhkan di Timor Leste".

Jujur saja, saya agak kaget membaca bagian terakhir ini. Pertanyaannya adalah; "Apakah benar demikian?"
Maksudnya adalah; "Apakah benar, bahwa saya dipecat gara-gara saya pindah dari MIKMUNUD 3 ke FISIOLOGI OLAHRAGA?"
Jika itu menjadi alasan pemecatan, mengapa gaji saya sebagai "dosen tetap" Unpaz, sudah tidak lagi dikirim Unpaz semenjak bulan September 2011?
Padahal, sejatinya saya baru mulai kuliah di FISIOLOGI OLAHRAGA setahun berikutnya (September 2012). Kalau alasan pemecatan karena saya pindah Program Studi, maka seharusnya gaji saya masih terus berjalan sampai saya pindah jurusan.
Yang saya ingat betul, saat itu, semenjak September 2011, yang rutin menerima "kiriman dana" dari Unpaz adalah Ibu Honoria de Fatima Perreira Carvalho dan Ibu Marilia Goncalves, yang saat itu bersama-sama saya kuliah di Program Magister MIKMUNUD 3, dengan status sebagai "orang-orang Unpaz".
Saya sengaja menyebut "gaji" di sini karena dalam mimpi saya yang sangat aneh, sebagaimana dapat dibaca di artikel edisi 16 Mei 2016, saat saya diminta Kakek Misterius itu untuk menduduki sebuah BATU yang ada di salah satu ruangan rumah Rektor, Kakek Misterius itu memberi saya sehelai kertas putih dan meminta saya untuk menghitung gaji saya dari bulan September 2011 sampai bulan Mei 2016.
Nah, begitu saya menghitung gaji saya sampai bulan Mei 2016, tiba-tiba saja sehelai kertas putih yang ada di tangan saya saat itu berubah menjadi sebuah KITAB SUCI bersampul BIRU LANGIT.
Lalu Kakek Misterius itu meminta saya membaca isi KITAB IMAMAT yang ada di halaman "244". Apa isi Pesan Ilahi di halaman "244"?
Saya akan memperlihatkannya di seri ke-5 artikel ini.
Tapi yang pasti, gara-gara Kakek Misterius itu meminta saya membaca isi Kitab Imamat yang ada di halaman "244" itulah, saya menawarkan bilangan "244", di antara 3 bilangan lainnya (35, 87 & 122), sebagaimana dapat dibaca di seri pertama artikel ini.
Dan ternyata, Prof. Lucas memutuskan untuk memilih bilangan "244". Dan saya percaya bahwa ketika Prof. Lucas memutuskan untuk memilih bilangan misteri tersebut (244), hal itu terjadi karena atas "bimbingan Roh Kudus". Bukan sekedar asal pilih.

KEJUJURAN MANUSIA ITU HANYA ALLAH YANG MAHATAHU
Saya ingin sekali mengatakan begini (dan sebelumnya saya ingin meminta MAAF kepada Prof. Lucas dalam kapasitas saya sebagai keponakan Beliau, tapi bukan sebagai mantan dosen tetap Unpaz);
"Kejujuran bukan diukur dari apa yang keluar dari mulut kita. Juga kejujuran bukan diukur dari apa yang ditulis oleh jari kita. Kejujuran itu adanya di hati kita yang paling dalam. Dan hanya ALLAH Yang Mahatahu, apakah seseorang itu jujur atau tidak?"
Saya memanfaatkan seri ke-4 artikel ini untuk menyampaikan pesan ini secara terbuka, sebagai bagian dari "kesaksian iman".
Ketika saya memutuskan untuk pindah dari Program Studi MIKMUNUD 3 ke FISIOLOGI OLAHRAGA, alasannya sebenarnya sangat sederhana sekali, yaitu karena saya ingin sekali memastikan;
"Apakah Pesan Ilahi yang tertulis dalam KITAB SATU RAJA-RAJA itu ada hubungannya dengan "takdir" ALLAH atas Pulau TIMOR (tanpa Leste)?
Mungkin Prof. Lucas dan Civitas Akademisi Unpaz lainnya bertanya;
"Apa hubungan antara FISIOLOGI OLAHRAGA dengan KITAB SATU RAJA-RAJA?"
Coba Anda konversikan semua huruf yang ada dalam frasa FISIOLOGI OLAHRAGA dengan semua huruf yang ada dalam frasa KITAB SATU RAJA-RAJA, ke dalam Bilangan Latin. Pasti kedua "item" itu hasilnya akan sama-sama bernilai "164".
FISIOLOGI OLAHRGA = 164
KITAB SATU RAJA-RAJA = 164
Apa hubungan antara bilangan "164" dengan "takdir ALLAH" atas Pulau TIMOR (tanpa Leste?).
Coba Anda lafalkan bilangan "164" dengan Bahasa Indonesia, menjadi; SERATUS ENAM PULUH EMPAT. Lalu konversikan "21" huruf yang ada dalam kalimat; "SERATUS ENAM PULUH EMPAT" ke dalam Bilangan Latin, lalu dijumlahkan. Pasti hasilnya = 269.
SERATUS = 103
ENAM = 33
PULUH = 78
EMPAT = 55
Jumlah; 103+33+78+55 = 269.
Bukankah berdasarkan "warisan" yang ditinggalkan "Eyang Pythagoras", yang makamnya ada di Croton Italia Selatan, bahwa nilai TIMOR itu = 269? (T=100, I=9, M=30, O=50, R= 80).
Dengan demikian maka, jika ada orang yang lahir di atas Pulau TIMOR (apalagi di TIMOR Leste) berpendapat bahwa;
"Orang TIMOR Leste tidak membutuhkan "Pesan Ilahi" yang tertulis dalam FISIOLOGI OLAHRAGA alias KITAB SATU RAJA-RAJA, maka sebaiknya setelah membaca artikel ini, berdoalah sekuat tenaga, agar jangan sampai "Sang Real" dikalahkan "ATM" dalam laga final Liga Champions edisi ZEDEKIA dini hari nanti".
Dengan cara yang lain saya ingin sekali mengatakan begini;
"Sampai detik ini, saya masih sangat-sangat percaya bahwa Pesan Ilahi yang tertulis dalam KITAB SATU RAJA-RAJA itu, SUKU yang dimksudkan ALLAH, sejatinya adalah SUKU TIMOR (tanpa Leste). Bukan SUKU lian dari bangsa lain di bumi ini".
Nah, atas alasan itulah, pada 2012, setelah menerima 7 TIANG EMAS dari Kaprodi (Kepala Program Studi) MIKMUNUD 3, saya memutuskan ikut testing ulang sebagai mahasiswa baru di Program Studi Magister FISIOLOGI OLAHRAGA. Jadi, sejatinya saya memasuki FISIOLOGI OLAHRAGA bukan karena kesasar".
Pertanyaannya adalah; "Apakah IMAN (keyakinan) saya di atas benar atau keliru, ALLAH sendiri yang akan memutuskan dini hari nanti dan kita semua akan menyaksikannya bersama-sama.
Jika "Sang Real" berhasil mengalahkan "ATM", maka itu artinya ALLAH telah menggugurkan "iman" saya, karena SUKU yang dimaksudkan dalam KITAB SATU RAJA-RAJA yang saya yakini bahwa SUKU itu adalah SUKU TIMOR, ternyata BUKAN.
Tapi kalau sampai LECITH tumpah dari CANGKANGNYA dan LAHIR JUARA BARU Liga Champions edisi ZEDEKIA, (alias "ATM" berhasil mengalahkan "Sang Real" dini hari nanti), maka orang-orang yang telah membangun thesis (teori) bahwa TIMOR (Leste) sama sekali tidak membutuhkan Firman TUHAN sebagaimana tertulis dalam KITAB SATU RAJA-RAJA, ada baiknya, setelah wasit meniupkan pluit panjang di Kota San Siro Milan Italia, sering-seringlah melakoni 3B (Berdoa, Bertobat & Bertirakat).
Sebab dari Tanah Italia, ALLAH, Sang Hakim Yang Maha Adil, telah memperlihatkan "Keadilan-Nya", dengan cara-Nya yang "adi-kodrati", yang sulit diselami oleh logika manusia yang terbatas.
Pertanyaannya terbesarnya kini adalah;
"Di pasal dan ayat manakah dalam KITAB SATU RAJA-RAJA, yang mengandung Pesan Ilahi mengenai SUKU TIMOR?"

Coba Anda perhatikan baik-baik foto kedua pelatih yang akan bertarung dalam Laga Final edisi Zedekia, sebagaimana saya lampirkan dalam artikel ini.
Foto siapakah yang "celananya robek?" Pasti semua orang akan menjawab; " Zinedine Zidane". Robeknya celana pria Perancis ini bukan hanya sekali, tapi sampai dua kali.
Pertama celana "Zizou" (nama panggilannya) robek di paha kanan saat mengalahkan klub Jerman, Wolfs-burg, di Stadiun Santiago Bernabeu. Kemudian lagi-lagi celana Zizou robek di paha kiri saat Los Blancos kembali mengalahkan Manchaester City di Stadiun Bernabeu.
Pertanyaan lanjutannya adalah;
"Apa hubungan robeknya celana "pria Perancis" ini dengan Pesan Ilahi dalam KITAB SATU RAJA-RAJA?"
Jawabannya akan dibahas dalam seri ke-5 artikel ini, dengan catatan; jika ATM benar-benar mengalahkan "Sang Real".
Jika dibahas sekarang, dan ternyata malah "ATM" yang dikalahkan "Sang Real", khan malu-maluin.

Ini artinya, jika ALLAH mengulurkan Tangan-Nya yang perkasa dari Surga untuk memberikan KEADILAN-Nya sedikit saja buat ATM guna mengangkat trophy Liga Champions edisi Zedekia besok hari, maka itu artinya, ALLAH memberikan juga "Keadilan-Nya" untuk saya yang telah memilih meninggalkan MIKMUNUD 3 dan memasuki KITAB SATU RAJA-RAJA alias FISIOLOGI OLAHRAGA.

Maka wajib hukumnya, saya harus "bersaksi" mengenai "Firman TUHAN", atas SUKU TIMOR, sebagaimana telah tertulis dalam KITAB SATU RAJA-RAJA.
Tiba di sini, saya telah memenuhi janji saya untuk mengumumkan kepada Anda, siapakah tim yang saya maksudkan akan keluar sebagai "Juara Liga Champions "Edisi ZEDEKIA".
TIDAK ADA TUJUAN MEMPERMAINKAN SIAPAPUN
Saya informasikan saja bahwa semenjak seri pertama artikel ini diterbitkan, saya mulai mengganti nomor HP-ku untuk sementara waktu (sampai batas waktu yang tidak ditentukan), karena saya mendapat "tanggapan negatif" (melalaui SMS) dari sejumlah orang (terutama orang-orang dekatnya Prof. Lucas), atas artikel ini.
Padahal, saya menuliskan artikel-artikel saya dalam konteks sebagai bagian dari "kesaksian iman". Jadi sama sekali tidak ada tujuan untuk membuat fihak-fihak tertentu "merasa tidak nyaman", apalagi bertujuan untuk "mempermainkan fihak-fihak tertentu" (sebagaimana tanggapan yang masuk).
Tidak ada untungnya sama sekali saya melakukan itu. Apa untungnya "mempermainkan" orang? Apalagi itu dilakukan pada saat kita bersaksi mengenai Firman TUHAN?"
Jadi poinnya adalah, saat ini, saya sedang bersaksi mengenai "Firman TUHAN". Bukannya sedang melakoni sebuah "lelucon kosong atau komde basi" di abad 21.
Jika ALLAH bermurah hati memberi saya "pelita", haruskah saya menyimpan "pelita" itu di bawah kolong tempat tidur?
Bukankah St. Markus telah mencatat "Pesan Ilahi?"
==============================================
Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap. Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"
============================================== 
— St. Markus; 4:21-25
Selamat berakhir pekan bersama Keluarga tercinta. Selamat merayakan Sabat Suci, karena Hukum Sabat itu tidak pernah dan tidak akan pernah dihapus ALLAH hingga bumi dan langit ini berlalu.
KRISTUS sendiri berkata;
=============================================== 
Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi (St. Matius; 5:17-8).
=============================================
Semoga catatan ini bermanfaat
TUHAN YESUS memberkati
Bunda Maria merestui
Santo Yosef melindungi kita semua. Amin. Amin. Amin.
Catatan Kaki;
Jujur saja, walau saya ini fans berat "Sang Real", namun untuk kali ini, saya memohon dnegan sangat kepada ALLAH untuk memberikan kemenangan kepada ATM, jika Firman-Nya yang tertulis dalam KITAB SATU RAJA-RAJA itu, yang dimaksud di sana adalah SUKU TIMOR.
Sekiranya do'a tulusku untuk memohon KEADILAN ALLAH dikabulkan, dan akhirnya lahir JUARA BARU di Liga Champions, edisi ZEDEKIA, maka ada kemungkinan besar, saya akan terus menjadi "orang bisu" sampai batas waktu yang belum diketahui.

Karena itulah, dalam artikel ini saya sengaja melampirkan foto "Orang Argentina" (Pelatih ATM), yang gestur tubuhnya, tampak menutup mulutnya dengan jari-jarinya.
Tapi jika do'aku tidak terkabul, maka itu artinya, saya benar-benar telah dibebaskan ALLAH dari "Puasa VVV" (termasuk menjadi orang bisu), yang saya lakoni semenjak 13 tahun lalu (2003).
==============================================
"ATM mak hamanasa orsida dader, kala hau MUDU fali ona"
==============================================

MIKMUNUD 3 = Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana, Angkatan III.

Tidak ada komentar: