Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Minggu, 22 Mei 2016

UNPAZ TELAH MENYEMBELIH ANAK DOMBA SABAT (bag: 2)

 

Prof. Lucas Telah Memilih Nasib Timor Leste

===============================
"Pilihan Itu Atas Bimbingan Roh Kudus"
===============================
Melalui seri kedua ini saya ingin mengingatkan sekali lagi bahwa ketika saya mengirimkan pesan kepada Prof. Lucas via putera Beliau, untuk memilih di antara 4 pilihan "bilangan gabungan" yang saya tawarkan, (244 - 122 - 87 - 35), saya sama sekali tidak menjelaskan makna di balik setiap bilangan gabungan tersebut.
Maka ketika saya mendapat pesan dari putera Porf. Lucas bahwa Prof. Lucas, atas nama Unpaz, memutuskan untuk memilih bilangan "244", saya percaya sekali bahwa pilihan tersebut diambil adalah karena atas "bimbingan Roh Kudus". Bukan sekedar pilihan yang didasarkan kepada kehendak bebas Prof. Lucas semata.
Jika Anda simak baik-baik, bilangan "244", sebenarnya merupakan penjumlahan dari 3 bilangan gabungan di bawahnya, yakni; 35 + 87 + 122. Hasilnya = 244. Bilangan inilah yang dipilih Prof. Lucas.
Masing-masing bilangan gabungan tersebut, merupakan simbolisasi dari sejumlah komponen (entitas) penting. Misalnya;
(1). Bilangan 35, merupakan simbol(isasi); DOMBA 
(2). Bilangan 87, merupakan simbol(isasi); JANTUNG
(3). Bilangan 122, merupakan simbol(isasi); SALIB
Jadi ketika Prof. Lucas memutuskan untuk memilih bilangan "244", sejatinya di dalam bilangan pilihan tersebut (244), terkandung 3 komponen penting tersebut di atas; Domba, Jantung & Salib.
================================================
"Apakah Nama Costa Harus Dihapus Dari Kitab Anak Domba?" 
================================================
Untuk sementara kita simpan dulu 3 isu penting; Domba, Jantung & Salib, untuk dibahas kemduian. Saat ini kita bahas saja dulu salah satu makna penting di balik bilangan pilihan Prof. Lucas (244).
Kemarin, begitu seri pertama artikel ini diterbitkan, ada permintaan dari sejumlah orang yang (sepertinya) mewakili Prof. Lucas, yang meminta agar artikel ini dihapus (ditarik dari peredaran), karena menurut persepsi mereka, isi artikel ini menempatkan Prof. Lucas pada situasi berbahaya. Bisa-bisa Prof. Lucas kehilangan nyawanya.
Maka melalui seri kedua ini saya ingin menanggapinya begini;
Saya sangat percaya bahwa ketika Prof. Lucas memutuskan untuk memilih bilangan 244, bukan dikarenakan Beliau memahami makna di balik setiap bilangan. Tapi Beliau memilih bilangan tersebut karena ALLAH benar-benar melakukan intervensi (campur Tangan).
Nama Fam (Keluarga) yang disandang Prof. Lucas adalah "COSTA" (Lucas Da Costa). Nah, coba Anda yang selama ini sudah mengenal "Bilangan Pythagoras", silahkan konversikan 5 huruf dalam nama "COSTA", ke dalam "Bilangan Pythagoras". Hasilnya pasti = 244 (C=3, O=50, S=90, T=100, A=1. Jumlah = 244).
Pembuktian sederhana ini, untuk memastikan bahwa ketika Prof. Lucas memutuskan untuk memilih bilangan "244", itu terjadi, karena ALLAH benar-benar mencurahkan "Roh-Nya" ke dalam hati Prof. Lucas untuk menjatuhkan pilihan pada bilangan "COSTA" (244).
Maka ketika ada yang mewakili Prof. Lucas (entah karena diminta Prof. Lucas atau atas inisiatif sendiri), memintaku untuk menghapus artikel ini (menarik artikel ini dari peredaran), ini sama saja dengan orang yang bersangkutan, sejatinya hendak berkata begini;
"Hapuskan saja nama Keluarga COSTA dari Kitab Anak Domba".
Bisakah Anda membayangkan, sebagai orang Kristen, nama Anda tidak tertulis di dalam Kitab Anak Domba? (baca: Kitab Kehidupan)?
Pada Akhir Jaman, ketika Hari Penghakiman itu tiba, ketika MESIAS Anak ALLAH yang penuh dengan kuasa, kembali sebagai "Hakim Agung" untuk mengadili segala mahkluk, tanpa pandang bulu dan pilih muka, apalagi pilih agama, maka orang-orang yang namanya tidak tercatat di dalam "Kitab Anak Domba", sudah pasti, mereka akan dibuang ke dalam "api abadi" (neraka).
"Apakah Anda yang memintaku menghapus artikel ini, karena Anda menghendaki agar Prof. Lucas dibuang ke dalam api abadi pada Hari Penghakiman?"
Seharusnya, berasabar saja dulu, tunggu sampai artikel ini berakhir (pada seri ke-9), baru kemudian memberikan tanggapan.
Bukankah para Filsuf bilang;
"Jadilah orang bijak dengan bersabar menahan lidah?"
Nah, sekarang, setelah mengetahui bahwa bilangan pilihan Prof. Lucas ternyata melambangkan nama COSTA (244), maka saran saya, sebaiknya; siapapun Anda, terutama mereka yang memiliki "hubungan pertalian darah" dengan Prof. COSTA, wajib hukumnya, bersujud dan bersyukur kepada ALLAH Yang Maha Pengasih dan Maha Maha Penyayang.
Karena dengan cara-Nya yang "adi-kodrati", ALLAH sedang menyampaikan pesan-Nya bahwa dengan memilih bilangan 244 dan kemudian ditindak lanjuti dengan menyembelih "Anak Domba" di Kampus Unpaz", itu adalah bagian dari "ketaatan karena iman".
Prof. Lucas bersedia mengindahkan pesanku dengan memilih bilangan 244, yang ditindak lanjuti dengan "memerintahkan orang-orangnya "menyembelih Anak Domba", itu dilakukan bukan karena taat kepada saya, melainkan karena imannya kepada ALLAH.
Bukankah Alkitab telah mencatat Pesan Ilahi bahwa; "Setiap orang dibenarkan karena imannya?"
Nenek moyang kita Abraham menanggapi panggilan ALLAH dengan pergi ke Gunung Moria untuk menyembelih Ishak, karena imannya. Maka atas tindakan tersebut, Abraham pun dibenarkan karena iman (Roma 4:4).
Dengan demikian maka Prof.Lucas, maupun orang-orang yang terlibat di dalam penyembelihan Anak Domba di Kampus Unpaz, untuk merubah yang "najis" menjadi "tahir", berhak mendapatkan "pahala dari ALLAH" karena mereka melakukan itu atas dasar iman.
================
"Non Abbiate Paura"
================
Pesan dengan Bahasa Latin; "non abbiate puara", yang artinya; "janganlah takut", adalah pesan yang sudah menjadi "brandnya" (trade marknya) Paus Yohanes Paulus II, yang dikanonisasi menjadi "Orang Kudus" pada Hari Minggu, 27 April 2014 di Vatican.
Coba Anda konversikan nama lengkap "LUCAS DA COSTA" ke dalam Bilangan Latin. Pasti hasilnya = "563".
Lalu bacalah secara terbalik angka 563 ini dari belakang ke depan. Pasti akan terbaca; "365". Kemudian bukalah Kitab Suci, dan hitunglah, berapa kali kata TAKUT, tertulis di sana.
Jika Anda tidak salah hitung, dijamin, hasilnya pasti = 365. Itu artinya dalam setahun (bukan tahun kabisat), setiap hari kita wajib TAKUT kepada ALLAH. Tapi sekali lagi; "Kita hanya TAKUT kepada ALLAH".
Karena apa? Karena ALLAH bukan hanya mampu membunuh tubuh yang fana, tapi juga berkuasa membinasakan jiwa.
Tapi terhadap mereka yang hanya mampu membunuh tubuh, tapi tidak berkuasa membinasakan jiwa, sikap kita adalah "non abbiate paura". Kita tidak perlu takut, sejauh yang kita suarakan adalah kebenaran, terutama "bersaksi" mengenai "perbuatan-perbuatan ALLAH" yang penuh keajaiban.
Bukankah KRISTUS sendiri telah memberikan jaminan dengan berkata;
==========================================
"Siapa mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya, dan mengikut Aku. Karena siapa hendak menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi siapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan mendapatkannya kembali. Apa untungnya seseorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Atau apa yang dapat diberikan seseorang sebagai penukar nyawanya? Karena Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya dengan disertai para malaikat-Nya. Pada saat itu Ia akan membalas masing-masing orang sesuai dengan amalnya. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, di antara orang-orang yang hadir di sini, ada yang tidak akan menghadap maut sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai raja dalam kerajaan-Nya." (Injil St. Matius; 16; 24-28)
==========================================
Semoga catatan ini bermanfaat. TUHAN YESUS Yang Maha Pengasih memberkati kita semua (hitakm & putih). Amin.
BERSAMBUNG;
Catatan Kaki;
Coba Anda perhatikan baik-baik foto yang saya lampirkan di sini. Di "dada kiri" TUHAN, diperlihatkan posisi (letak) JANTUNG (baca: HATI).
Nah, bagi mereka yang memiliki hasrat untuk menjadi Presiden Timor Leste ke-6, periksalah dada Anda, tepat di titik yang ada di atas JANTUNG (HATI) KRISTUS.
Menurut bahasa dari "dunia lain", tulang IGA itu disebut; COSTA. Nah, coba raba dan hitung sendiri COSTA (tulang iga) kiri Anda dari COSTA paling atas terus telusuri ke bawah. Pas sampai di hitungan COSTA yang ke-4, tepat di apex JANTUNG, perhatikan baik-baik.
Apakah di sana, Anda memiliki tanda berupa "stigmata"? Tanda stigmata tersebut merupakan "cap" alias "cincin meterai" yang diukir Tangan ALLAH sendiri. Bukan diukir tangan Anda.
Jika Anda tidak memiliki tanda stigmata di area tersebut, berpikirlah seribu kali untuk menduduki; KURSI ANAK DAUD.
Karena ika Anda memaksakan diri, Anda boleh percaya, boleh tidak, tapi di tengah jalan, Anda akan mendapat serangan JANTUNG secara tiba-tiba dan kemudian....????
Saya tidak bermaksud-menakut-nakuti Anda. Tapi saya hanya sebatas "bersaksi" menyampaikan "Firman TUHAN". Selanjutnya, keputusan sepenuhnya berada di tangan Anda.
Mungkin Presiden Timor Leste ke-6, setiap saat harus dikelilingi oleh orang-orang medis yang terampil melakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru). Agar dengan demikian, begitu serangan JANTUNG tiba, orang-orang medis yang terlatih bisa cepat bertindak.


Tidak ada komentar: