Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Selasa, 31 Mei 2016

NAMA PULAU "TIMOR" ITU BERASAL DARI BAHASA APA?


Melalui catatan pendek ini, saya sampaikan pesan (PR = Pekerjaan Rumah) berikut ini. Harap diperhatikan baik-baik.
PR ini sangat penting dan wajib hukumnya harus dijawab oleh 5 tokoh yang namanya masuk dalam daftar "top five" di bawah.

PR ini memiliki batas waktu "satu bulan penuh", yaitu bulan JUNI (30 hari). Jika melewati 30 Juni 2016, tidak ada satu dari 5 tokoh yang namanya masuk dalam daftar "top five" di bawah, mampu menjawab pertanyaan ini, atau kalau pun mampu menjawabnya, namun jawabannya salah, maka sebagai konsekuensinya, paling sedikit (minimal) satu dari 5 tokoh nasionalis Timor Leste yang namanya ada dalam daftar "top five" berikut ini, akan pindah ke "dunia lain" sebelum 1 Januari 2017.
PR tersebut adalah;
Pertanyaan pertama; 
Nama Pulau TIMOR itu berasal dari bahasa apa? (Naran ida TIMOR ne'e mai husi lian saida?).
Jawaban terhadap pertanyaan pertama ini, harus menunjukkan referensi tertulis. Jawaban tersebut, dikutip dari buku apa? Siapa penulisnya? Halaman berapa? Dan seterusnya. Copy halaman tersebut dan perlihatkan kepada publik melalui sosmed.
Dengan demikian, jawaban tersebut bukan karena "asbak" (asal tebak). Naran siik arbiru deit. Tapi berdasarkan referensi yang sahih. Yang saya tahu, referensi tertulis yang menjelaskan nama TIMOR, dibaca oleh berbagai ras manusia di bumi ini.
Referensi tersebut, akan menjadi dasar/fondasi yang amat fundamental, untuk mengantarkan kita memasuki "ranah Alkitab".
Jika tidak menunjukkan referensi tertulis tersebut, bagaimana bisa menjelaskan dua pertanyaan berikut ini. Jadi jawaban terhadap pertanyaan pertama mengenai asal-usul nama TIMOR, akan memudahkan tuan-tuan menjawab dua pertanyaan berikut.
Pertanyaan kedua;
Adakah hubungan antara "Mujizat TUHAN di pantai Danau Tiberias di mana TUHAN memunculkan 153 ikan besar, dengan nama TIMOR? Jika ada, bagaimana menjelaskannya? Baca Injil St. Yohanes, 21; 1-14
Pertanyaan ketiga;
Adakah hubungan antara SUMPAH REFERENDUM 12 Juni1998 di Kantor Deplu Jakarta, dengan PERUBAHAN tanggal pengumuman hasil REFRENDUM dan hubungannya dengan 4 item berikut;
(1). Nama HAYAM WURUK
(2). Nama TAUR MATAN RUAK 
(3). Nama UNPAZ 
(4). Nama TIMOR

Ketiga pertanyaan di atas berhubungan erat dengan thesis; SATRIA PININGIT & KEKAYAAN SALOMO dan kaitannya dengan Pesan Ilahi yang tertulis dalam KITAB SATU RAJA-RAJA.
Jika ke-5 tokoh yang namanya masuk dalam daftar "top five", tidak mampu menjawab pertanyaan di atas dengan benar, maka paling sedikit, salah satu tokoh yang namanya ada dalam daftar "top five", berada dalam resiko besar untuk harus menanggalkan yang fana dan mengenakan yang baka, sebelum 1 Januari 2017.
Kelima tokoh tersebut adalah;
(1). Yang Mulia; Presiden Taur Matan Ruak 
(2). Yang Mulia; Perdana Menteri Rui Maria de Araujo 
(3). Yang Mulia; Letjen Lere Anan Timur (Panglima F-FDTL)
(4). Yang Mulia; Maun Bot Jose Alexandre Xanana Gusmao 
(5). Yang Mulia; Prof. Lucas da Costa (Rektor Unpaz).
PR ini berasal dari "Kakek Misteris" (KM) yang menemui saya dalam mimpi, pada 16 Mei 2016, sebagaimana kisahnya dapat Anda baca dalam artikel edisi 16 Mei 2016 (KAMPUS UNPAZ TELAH MENJADI NAJIS KARENA DARAH BABI).
Dengan demikian, apa yang saya sampaikan dalam PR ini adalah merupakan PENGETAHUAN saya, tapi bukan OPINI saya.
Saya yakin, para tokoh nasionalis yang berada dalam daftar "top five" pasti tahu jawabannya. Jika tidak tahu, terlaaaluuu...!!!
Ke-5 tokoh yang namanya masauk dalam daftar "top five" boleh bekerja sama, bahu-membahu untuk menemukan jawaban terhadap tiga pertanyaan krusial di atas.
Ke-5 tokoh dalam daftar "top five", boleh meminta bantuan kepada siapa saja (Teolog/Ahli Ke-Tuhanan, Filolog/Ahli Bahasa, Ahli Sejarah, Ahli Matematika, Ahli Fisika, dan seterusnya) untuk membantu ke-5 tokoh, mengerjakan PR tersebut.
Pilihan kini ada di tangan tuan-tuan sekalian. Artinya; PR ini boleh diindahkan, juga boleh diabaikan. Dalam hidup ini, setiap pilihan ada konsekuensinya.

Orang bijak bilang; "Hidup ini tidak lain adalah pilihan". Siapa yang memilih malam pasti akan kehilangan siang. Siapa yang memilih bulan pasti akan kehilangan matahari. Kita tidak bisa berada di wilayah abu-abu dengan memilih siang dan malam sekaligus atau memilih bulan dan matahari secara bersamaan.
Kalau pun para tokoh nasionalis yang namanya masuk dalam daftar "top five" (top five list), mengabaikan PR ini, sama sekali tidak masalah bagi saya. Saya hanya menunaikan kewajiban saya.
Dari pada saya diamkan, nanti malah riwayat saya yang tamat duluan. Dalam menyampaikan PR ini, saya berada dalam posisi; "nothing to lose". Diindahkan saya syukuri. Diabaikan saya maklumi. Terima-kasih atas perhatiannya.
TUHAN YESUS memberkati
Bunda Maria merestui
Santo Yosef melindungi kita semua. Amin.

Tidak ada komentar: