Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Senin, 09 Mei 2016

GERBANG EMAS ISRAEL ITU INDONESIA ATAU TIMOR LESTE?

 

Kekuasaan Presiden Taur Matan Ruak Tinggal Menghitung Hari

Artikel ini masih berkaitan erat dengan "lemparan koin berlambang Ratu Elizabeth II" yang telah dilakukan pada 5 Mei 2016 di Kantor Kepala Bandara Internasional Presidente Nicolau Lobato Dili.
Melalui artikel edisi 22 April 2016, saya menyampaikan proposal untuk melakukan lemparan koin sebanyak 14X (terbagi menjadi 7 + 7 kali), dengan tujuan utama untuk memastikan;
"Di manakah Pangeran Surya (PS) saat ini berada? Apakah di Indonesia atau di Timor Leste?"
Dalam artikel 22 April 2016, di sana telah saya tuliskan bahwa; jika hasil lemparan koin, yang muncul lebih banyak adalah sisi yang melambangkan "BURUNG GARUDA", maka itu artinya; Pangeran Surya berada di wilayah Indonesia.
Ternyata hasil lemparan koin, perbandingannya adalah; 8:6. Sisi koin yang melambangkan GARUDA muncul sebanyak 8X, sementara sisi koin yang melambangkan BUAYA, muncul sebanyak 6X. Maka kesimpulannya; "Saat ini Pangeran Surya berada di wilayah Indonesia. Bukan berada di wilayah Timor Leste".
Anda bisa membaca kembali uraian mengenai hasil lemparan koin tersebut dalam artikel berjudul; HASIL LEMPARAN KOIN YANG BENAR-BENAR MENGEJUTKAN, edisi; 5 Mei 2016.
"Apa artinya Pangeran Surya tidak berada di wilayah Timor Leste?"
Untuk menemukan jawabannya, silahkan Anda baca kembali artikel edisi 22 April 2016. Tapi poin pentingnya (pesan sentralnya) adalah;
"Berdasarkan PENGETAHUAN saya, tapi bukan berdasarkan OPINI saya, jika Pangeran Surya tidak berada di wilayah Timor Leste, maka sebagai sebuah bangsa, Timor Leste itu diibaratkan layaknya manusia yang tidak memiliki roh dan jiwa". Apa artinya? Anda bisa renungkan sendiri di lubuk hati Anda yang terdalam.
Mungkinkah doa Presiden RI ke-3, sebagaimana tertulis pada Harian Umum Bali Post, edisi 24 Februari 1999 (sudah saya kutip dalam artikel edisi 22 April 2016), akan terkabul???


============================================
Apakah Presiden TMR adalah Pengaran Surya sesungguhnya? 
============================================
Ada satu hal yang mengejutkan saya dari hasil lemparan koin pada 5 Mei 2016. Tadinya tujuan utama melemparkan koin tersebut hanya untuk mengetahui keberadaan Pangeran Surya.
Tapi di luar dugaan, ternyata melalui lemparan koin tersebut, ALLAH mulai menyingkap sebuah misteri besar mengenai ID(entitas) "dua belak emas", yang bergelar:
Belak emas MALI-NAPA (ukurang kelilingnya = 35 centimeter)
Belak emas DASA-RAE (ukuran kelilingnya = 42 centimeter).
Keliling Mali-Napa dan Dasa-Rae (35 & 42) jika dijumlahkan hasilnya = 35 + 42 = 77. Coba Anda lafalkan angka kembar 77 ini dalam Bahasa Indonesia menjadi; TUJUH - TUJUH.
Lalu konversikan semua huruf dalam frasa TUJUH-TUJUH ke dalam Bilangan Latin. Jumlahnya pasti =160. Bilangan 160 ini lagi-lagi mengarah ke ID(entitas) Pangeran Surya".
Tujuh-tujuh = 160
Pangeran Surya = 160
Taur Matan Ruak = 160
Berhubung nama Presiden "Taur Matan Ruak" (TMR) juga memiliki nilai konversi yang sama (paralel) dengan angka160, maka pertanyaan pentingnya adalah; "Apakah Presiden TMR itulah Pangeran Surya yang sesungguhnya?"
Tapi jika Presiden TMR adalah Pangeran Surya yang sejati, mengapa hasil lemparan koin memperlihatkan bahwa Pangeran Surya tidak berada di wilayah Timor Leste saat ini?
Jika Presiden TMR itulah Pangeran Surya yang sesungguhnya, maka percayalah bahwa Presiden TMR akan sanggup menduduki KURSI ANAK DAUD sampai 1 Januari 2017.
Dan jika itu yang terjadi, maka artinya hasil lemparan koin tersebut adalah sebuah kesalahan. Berarti ALLAH tidak melakukan intervensi untuk mengendalikan jalannya lemparan koin.
Tapi jika ALLAH sendiri yang melakukan intervensi untuk merancang segala sesuatunya dengan cara mengendalikan jalannya lemparan koin, sehingga formasi bilangan yang muncul adalah 35:42, maka Anda boleh percaya boleh tidak, Presiden TMR tidak akan menduduki KURSI ANAK DAUD sampai 1 Januari 2017.
"Dan itu artinya jabatan Presiden TMR tinggal menghitung hari". Terminologi "menghitung hari" yang saya maksudkan di sini, adalah sebuah "ungkapan teknis", untuk memastikan bahwa Presiden TMR tidak akan menduduki KURSI ANAK DAUD sampai memasuki 1 Januari 2017.

=========================================
Benarkahkah GERBANG EMAS ISRAEL Itu Indonesia?
Jangan-jangan GERBANG EMAS ISRAEL Itu Timor Leste? 
======================================]===
Beberapa hari ke depan, saya meneruskan lanjutan (seri ke-5) artikel berseri berjudul; GERBANG EMAS ISRAEL; "Mengapa Di Bali Ada Tanah Lot?".
Artikel tersebut merupakan lanjutan dari 4 seri sebelumnya yang telah diterbitkan pada tahun lalu (2015).
Seri pertama diposting tepat pada tanggal 7 Desember 2015, bertepatan dengan genap 40 tahun invasi (aneksasi) TNI atas wilayah Timor Portugis (7 Desember 1975), saat Otoritas Jakarta memutuskan mengangkut pasukan TNI dari lapangan terbang Iswahyudi Madiun Jawa Timur dan menerjukannya di Kota Dili.
Bagi mereka yang belum sempat membaca 4 seri sebelumnya, (khususnya mereka yang tidak memiliki akun FB), boleh membacanya di blog "Anak Domba Sabat" (www.ramacristo999.wordpress.com).
Tapi seri ke-5 ini saya tidak akan mempostingnya di blog:www.ramacristo999.wordpress.com, karena saya sulit mengakses blog tersebut. Saya sudah mencobanya berkali-kali, tapi sulit akses.
Saya terakhir kali masuk blog tersebut pada 25 Januari 2016 dan memposting foto uang lembaran 50 ribuan. Semenjak hari itu saya tidak bisa lagi akses ke blog itu. Mungkin saya lupa password. Atau mungkin ada hacker yang membajak akun saya.
Maka sebagai gantinya saya memuat blog baru ini (www.darahdaud303.blogspot.co.id), yang diluncurkan pertama kalinya pada tanggal 28 Januari 2016.
Untuk itu, bagi mereka yang tidak memiliki akun FB tapi ingin membaca seri ke-5 artikel ini maupun lanjutannya, boleh klik saja alamt website ini;www.darahdaud303.blogspot.co.id.
Isu krusial yang akan saya bahas pada seri ke-5 adalah; mengenai MALI-NAPA & DASA-RAE. Apa itu Malinapa & Dasarae?
Mali-Napa dan Dasa-Rae adalah nama dari dua BELAK MEAN (belak emas), yang menyimpan sejuta misteri, yang masing-masing ukuran kelilingnya, telah diperlihatkan ALLAH melalui bilangan 35 & 42, sebagaimana tampak dalam formasi bilangan yang muncul pada lemparan koin berlambang Ratu Elizabeth II, 5 Mei 2016 di kantor temanku SBY (Sang Bangsawan Yahudi), Kepala Bandara Internasional Presidente Nicolau Lobatu Dili Timor Leste saat ini.
Berdasarkan formasi bilangan yang muncul dari hasil lemparan koin pada 5 Mei 2016, saya ingin sekali membangun sebuah "hipothesa" bahwa dua "belak emas", yang diberi nama; "Mali-Napa & Dasa-Rae, merupakan simbol: BAIT SUCI ALLAH.
Logika yang paling sederhana adalah;
"Jika Mali-Napa & Dasa-Rae bukan merupakan simbol: "Bait Suci ALLAH", mengapa sebelum meninggalkan Bukit Sio(n) yang terletak di Kaki Gunung Ramelau Timor-Timur, pada 20 Februari 1994, ALLAH meminta saya untuk harus melakukan pengukuran "bilangan keliling" dari Mali-Napa & Dasa-Rae?
Pertanayaan lainnya adalah;
"Jika Mali-Napa & Dasa-Rae bukan merupakan simbol: Bait Suci ALLAH', mengapa hasil lemparan koin pada 5 Mei 2016, ALLAH harus memunculkan ID(entitas) Mali-Napa & Dasa-Rae?"
Suatu saat, jika saya kembali ke Timor Leste, saya ingin sekali mengajak rekan-rekan saya yang terlibat dalam lemparan koin pada 5 Mei 2016, untuk pergi ke sebuah tempat rahasia.
Di sana saya akan memperlihatkan belak emas "Dasa-Rae" kepada rekan-rekan dan kita akan sama-sama melakukan pengukuran terhadap "Dasa-Rae" yang bilangan kelilingnya adalah "42".
Lalu bagaimana dengan "Mali-Napa" yang bilangan kelilingnya adalah 35? Mali-Napa (35) saat ini berada di wilayah Indonesia. Untuk itu pengukuran terhadap Mali-Napa akan dilakukan belakangan. Yang pertama kita ukur lebih dulu adalah Dasa-Rae yang saat ini berada di sebuah dusun rahasia di Timor Leste.
Sekedar info untuk diketahui; bahwa keberadaan Mali-Napa (35) di wilayah Indonesia telah menimbulkan "kematian berantai" (di "kalangan Kepolisian?"). Karena yang membawa Mali-Napa masuk ke Indonesia pada tahun 1999 adalah seorang Polisi (Brimob) dengan inisial "V", yang telah meninggal denegan tragis dalam sebuah kecelakaan.
Kenapa bisa demikian? Belum saatnya berkisah. Orang bijak bilang; Setiap kisah ada masanya. Setiap masa ada kisahnya.
Semoga catatan ini bermanfaat. TUHAN YESUS Yang Maha Pengasih memberkati kita semua (hitam & putih). Amin.

Catatan Kaki;
Untuk pertama kalinya saya menggunakan frasa BAIT SUCI ALLAH dalam tulisan saya. Termasuk, melalui artikel ini, untuk pertama kalinya saya memperkenalkan belak emas; Mali-Napa & Dasa-Rae yang merupakan simbol: Bait Suci ALLAH.
Jika Anda berminat mengetahui lebih lanjut mengenai kisah misteri (sejarah) "Mali-Napa & Dasa-Rae" dan hubungannya dengan: "Bait Suci ALLAH", ikuti saja seri ke-5 artikel berjudul; GERBANG EMAS ISRAEL; Mengapa Di Bali Ada Tanah Lot?"
Sambil menunggu seri ke-5 artikel tersebut, sekedar refreshing, silahkan Anda baca-baca kembali 4 seri sebelumnya, yang sudah saya share kembali di laman ini (silahkan baca di bawah).
Dalam seri ke-5 nanti, saya akan berkisah mengenai kejadian pada tahun 1998. Saat itu, hari Saptu, 25 Juli 1998, saya menelfon Raja Guilherme Maria Gonçalves (Gubernur Timor-Timur kedua, pada jaman pendudukan Indoensia), untuk menanyakan dua isu;
(1). Deklarasi Balibo ditanda-tangani di mana? Apakah di Balibo atau di Hotel Bali Beach?
(2). Mengapa Avo Guliherme menangkap kedua Eyangku kakak-beradik (TALO-MAU & MAU-LOKO) untuk kemudian dibuang ke Atauro, hanya gara-gara Avo Guilherme tidak berhasil meminta "Mali-Napa & Dasa-Rae" dari Eyang Buyutku: MAUBERE LELO-UBU?
Padahal kedua Eyangku; Talo-Mau dan Mau-Loko (yang merupakan anak kandung dari Eyang Buyut MAUBERE LELO-UBU), hanyalah rakyat biasa, yang sama sekali tidak terlibat dalam konspirasi dengan Jepang, yang berujuang kepada terbunuhnya Raja Cipriano Gonçalves, pada Perang Dunia II.
Raja Cipriano Gonçalves adalah orang tua kandung dari Raja Guilherme Maria Gonçalves.
Apa jawaban Raja Guilherme Gonçalves saat itu? Ikuti saja seri ke-5 artikel berjudul; GERBANG EMAS ISRAEL: "Mengapa Di Bali Ada Tanah Lot?"
Satu hal yang pasti, hari itu, 25 Juli 1998, untuk pertama kalinya saya mendengar dari mulut Avo Guilherme sendiri, yang mengatakan bahwa; "Mali-Napa & Dasa-Rae", adalah WARISAN SALOMO (sisa-sisa Kekayaan Salomo) yang dibawa ke Nusantara.
Dan yang tidak kalah mengejutkan, malam itu Avo Guilherme juga menyebut nama "Avo Leao" (orang tua yang mendidik dan membesarkan Prof. Lucas da Costa alias Prof. Rama Metan, Rektor Unpaz) saat ini.
Kata-kata terakhir Avo Guilherme malam itu adalah;
"Bei oan..! O rona lai Avo kulia ne. Mali-Napa ho Dasa-Rae ne TIMOR NIA ABUT. Mas Mali-Napa ho Dasa-Rae ne ACUBEI ATARA nia riku-soin nebee mai husi Rai Israel.
Tantu laos imi MALIUBU nia riku soin. Avo Guilherme hanoin hau ne Uma Lulik MALIUBU sira nia oan mane. Padahal....???"
Bagaimana kisah lengkap pembicaraan saya dengan Raja Guilherme melalui SLJJ (Sambungan Langsung Jarak Jauh) Denpasar-Jakarta? Ikuti saja seri ke-5 artikel berjudul; GERBANG EMAS ISRAEL; Mengapa Di Bali Ada Tanah Lot?"

Tidak ada komentar: