Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Sabtu, 02 April 2016

TAPAK KAKI SULAIMAN TERUKIR DI TELAPAK TANGAN BANGSAWAN MAJAPAHIT (seri ke-4)



"Ada Pesan Ilahi Di Balaik Laga El Clasico Edisi ke-264"

Pengantar Singkat;
Artikel ini merupakan lanjutan dari 3 seri sebelumnya, dengan judul yang sama, tetapi dengan catatan; tiga seri sebelumnya, khusus membahas laga El Clasico edisi ke-263. Sementara edisi ke-4 ini khusus membahas laga El Clasico edisi ke-264 (dini hari nanti).

Tiga seri artikel ini dapat dibaca di laman FB Rama Cristo. Khusus untuk seri ke-3 artikel ini, dapat Anda baca di laman FB Rama Cristo, yang diterbitkan pada 25 November 2015.
SIAPAKAH PEMENANG LAGA EL CALSICO EDISI KE-264?
Dini hari nanti, 3 April 2016, laga El Clasico edisi ke-264 akan tersaji di Stadion Nou Camp. Barcelona akan menjadi tuan rumah untuk menjamu Real Madrid.
Banyak sekali pesan yang masuk ke inbox saya dan menanyakan; "Maun mistikus. Siapakah juara El Clasico edisi ke-264?"
Saya bukan peramal, juga bukan paranormal atau sejenisnya. Saya seorang "mistikus" yang juga penggemar berat "ilmu bilangan". Maka saya akan melakukan sedikit analisa dari perspektif "ilmu bilangan" dan disampaikan dalam kapasitasku sebagai seorang "mistikus".
Karena laga El Clasico kali ini adalah laga El Clasico ke-264, maka fokus utama perhatian saya kali ini adalah pada bilangan "264". Menyebut angka 264, ingatan saya langsung tertuju kepada mendiang Paus Yohanes Paulus II, Paus ke-264 yang pernah mengunjungi Indoensia pada Oktober 1989 (mengunjungi Dili Timor-Timur pada Hari Kamis, 12 Oktober 1989).
Menyebut Paus ke-264, maka ingatan saya juga melayang kembali menuju Bukit Sio(n), Kaki Gunung Ramelau pada Februari 1994. Pada Februari 1994, saat ALLAH mengutus dua Malaikat-Nya memanggil saya ke Bukit Sio(n) untuk memberkati CATUR MOBILISASI, ternyata saat itu Paus Yohanes Paulus II ikut hadir di sana.
Sebagaimana sudah pernah saya kisahkan beberapa kali sebelumnya, saat itu, Minggu dini hari, 20 Februari 1994, dalam barisan yang saya sebut "Barisan Para Paus", saya melihat Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II berdiri di ujung barisan paling timur.
Dan yang saat itu mengajukan pertanyaan kepada ALLAH adalah Paus Yohanes Paulus II yang sudah dikanonisasi menjadi "Orang Kudus" pada Minggu, 27 April 2014 di Vatican Roma Italia.

Dalam menjawab sejumlah pertanyaan Bapa Suci, "kalimat pertama yang diucapkan ALLAH", dengan menggunakan suara-Nya yang menggelegar bagaikan desau air bah sambil mengacungkan lengan kanan-Nya, terdiri dari 6 kata, dan kata terakhir adalah 4 (empat). 
Pertanyaan menarik yang ingin saya munculkan adalah;
"Mengapa Paus yang mengunjungi Indoensia & Timor-Timur adalah harus Paus ke- 264? Mengapa bukan Paus dengan angka yang lain? Misalnya Paus ke-263 atau Paus ke-265? Tapi sekali lagi mengapa harus Paus ke-264?"
Atau pertanyaan di atas dapat dibuat dalam varian lain;
"Mengapa pada Minggu dini hari, di Bukit Sio(n), Paus yang mengajukan pertanyaan kepada ALLAH adalah harus Paus ke-264? Mengapa bukan Paus lainnya?"
Karena saya selalu menuliskan pesan-pesanku dengan Bahasa INDONESIA, maka saya mengajak Pembaca budiman untuk sama-sama melafalkan angka "264". Pasti angka 264 bunyinya adalah; "DUA RATUS ENAM PULUH EMPAT".
Lalu konversikan semua huruf dalam kalimat DUA RATUS ENAM PULUH EMPAT di atas ke dalam "Bilangan Latin". Hasilnya pasti "271".
DUA = 26
RATUS = 79
ENAM = 33
PULUH = 78
EMPAT = 55
Jumlahkan; 26 + 79 + 33 + 78 + 55 = 271.
Saya memiliki seorang sepupu yang bernama lengkap; ALBERTINA DE ARAUJO AMARAL DA SILVA. Sepupuku inilah yang saya beri tugas untuk mencatat semua kejadian yang berlangsung pada saat melakukan lemparan koin berlambang Ratu Elizabeth II sebanyak 171 kali dan juga menyembelih seekor "manumean" (ayam jantan merah) pada 11 Februari 2016 (sebagaimana sudah saya kisahkan melalui sejumlah artikel).
Mungkin ada di antara Anda yang bertanya; "Apa hubungan antara laga El Clasico edisi ke-264 dengan sepupuku yang bernama lengkap; "ALBERTINA DE ARAUJO AMARAL DA SILVA?"
Ternyata nama sepupuku itu jika dikonversikan ke dalam Bilangan Latin, memiliki nilai numerik yang sama dengan semua huruf dalam kalimat; DUA RATUS ENAM PULUH EMPAT, keduanya sama-sama menghasilkan angka "271".
DUA RATUS ENAM PULUH EMPAT = 271
ALBERTINA DE ARAUJO AMARAL DA SILVA = 271
Barusan, dari Denpasar Bali, saya menelfon sepupuku itu yang sedang berada di Atsabe saat ini dan menanyakan; "Siapakah yang akan memenangkan laga El Clasico edisi ke-264?"
Ternyata sepupuku itu menjawab; "BARCA". Karena itulah melalui artikel ini, saya dapat memastikan bahwa yang akan keluar sebagai pemenang laga El Clasico edisi ke-264 adalah BARCA.
Jadi dini hari nanti ternyata BARCA tidak menang, apalagi kalah, maka jangan salahkan saya ya. Salahkan saja sepupuku itu. Karena dialah yang mengatakan bahwa BARCA yang akan memenangkan laga El Clasico edisi ke-264.
Entah kebetulan atau tidak, ternyata frasa MANU (ayam), jika dikonversikan ke dalam Bilangan Pythagoras, nilai numeriknya = 271 (MANU = M=30, A=1, N=40, U=200. Jumlah = 271).
Dari data bilangan di atas, maka dengan "bahasa numerologis", saya ingin sekali mengatakan bahwa simbol bilangan MANU (271), dapat dibentuk dari 3 komponen (dimensi) berikut ini;
(1). DUA RATUS ENAM PULUH EMPAT
(2). ALBERTINA DE ARAUJO AMARAL DA SILVA 
(3).MANU


APAKAH JAWABAN SEPUPUKU ITU AKAN TERBUKTI?
Sepupuku itu sama sekali bukan pengamat sepak bola. Ngerti bola juga kagak. Sekedar iseng-iseng, coba kita kembali mengutak-atik angka misteri 264. Angka atau bilangan adalah simbol logika (rasio).
Karena artikel ini adalah seri ke-4, maka saya mencoba membagi angka 264 dengan angka 4.
Ternyata jika angka 264 dibagi dengan angka 4, hasilnya = 66. Apa makna dari angka 66 ini?
Coba Anda konversikan nama MESIAS ke dalam Bilangan Latin. Ternyata nama MESIAS, menghasilkan angka 66.
MESIAS; M=13, E=5, S=19, I=9, A=1, S=19. Total = 66.
Nah, pertanyaannya adalah; "Di antara Barcelona dan Real Madrid, tim yang manakah yang memiliki pemain yang sering dijuluki sebagai Sang MESIAS? Apakah Barca atau Madird?"

Dari uraian sederhana di atas, saya sepertinya mulai mempertimbangkan, bahwa kata-kata sepupuku itu mungkin akan terbukti dini hari nanti, di mana Barca akan muncul sebagai pemenang pada edisi ke-264 ini (???).

Setelah saya membaca kembali Teori Bilangan Prof. Ravindra Kumar (dalam bukunya berjudul THE SECRET OF NUMEROLOGY), yang menyatakan bahwa orang-orang dengan kekuatan "bilangan 3", memiliki kemampuan intuisi yang sangat tajam, maka saya percaya bahwa ucapan sepupuku itu mungkin akan terbukti benar karena kekuatan angka maior yang dimilikinya adalah dominan angka 3.

Setelah saya membaca kembali Teori Bilangan Prof. Ravindra Kumar (dalam bukunya berjudul THE SECRET OF NUMEROLOGY), yang menyatakan bahwa orang-orang dengan kekuatan "bilangan 3", memiliki kemampuan intuisi yang sangat tajam, maka saya percaya bahwa ucapan sepupuku itu akan terbukti benar karena kekuatan angka maior yang dimilikinya adalah dominan angka 3.
Ternyata apa yang terjadi? Di kandang Real Mdrid, Barca mampu menekuk Real Madrid dengan skor telak 4:0. Berarti kata-kata sepupuku itu telah terbukti. Dan Teori Prof. Ravindra Kumar (Guru Besar Ilmu Matematika pada Universitas Pacifik Selatan, Suva Fiji), juga terbukti benar.

PESAN UNTUK PROF. LUCAS DA COSTA
Entah benar atau tidak, sepupuku itu juga berpesan begini;
"Sebaiknya Prof. Lucas da Costa maju kembali pada Pilpres 2017 mendatang. Kata sepupuku itu, jika Prof. Lucas maju, Prof. Lucas akan menjadi "kuda hitam", yang akan membuat Pilpres 2017 benar-benar penuh warna.
Dan kata sepupuku itu, jika Porf. Lucas jadi maju pada Pilpres 2017, maka ada kemungkinan besar Pilpres akan berlangsung dua putaran. Pada putaran kedua Prof. Lucas akan bertarung ketat dengan salah satu Tokoh VETERANU.
Nah, untuk memastikan apakah segala sesuatunya, kita lihat dulu, apakah ucapan sepupuku itu kembali tebrukti benar, bahwa Barca akan mengalahkan Real Madrid dalam laga El Clasico edisi ke-264?
Jika Barca benar-benar keluar sebagai pemenang dalam laga El Clasico edisi ke-264, maka seandainya Prof. Lucas jadi maju pada Pilpres 2017, maka saya yakin, Pilpres 2017 akan benar-benar penuh warna.
Pertanyaannya adalah; "Apakah Prof. Lucas mau maju?" Karena berdasarkan dialogku dengan salah satu putera Prof. Lucas (Miguel Lucas L Costa), pada 19 Desember 2015 di Sanglah Denpasar Bali, putera Prof. Lucas mengatakan;
"Bokap sudah tidak lagi memiliki hasrat untuk terjun dalam bidang politik, termasuk tidak ada agenda apapun untuk Pilpres 2017".
Semoga catatan pendek ini bermanfaat. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih). Amin.

Tidak ada komentar: