Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Rabu, 20 April 2016

STANDAR KEBENARAN BUKAN DIUKUR BERDASARKAN SELERA PARA FANS-APALAGI SELERA PARA PENJUDI



Melalui catatan pendek ini saya sampaikan tanggapan saya terhadap komentar dari beberapa sahabat yang menanggapi artikel berjudul; DUA BUMI SATU LANGIT (seri 2). Komentar yang saya maksudkan hanya bisa dibaca di laman FB Rama Cristo.


===================================
Tanggapan Untuk Brother Manggolo Saputro
===================================
Terima-kasih brother. Senang sekali membaca "hipothesa" brother Manggolo Saputro. Saya tidak tahu, brother dapat istilah "tiga pecahan batu" itu dari mana?
Apakah brother Manggolo Saputro menggunakan istilah "tiga pecahan batu", karena pernah membaca salah satu artikel saya di tahun 2013-2014, yang berkisah mengenai kejadian aneh saat saya menemukan "tiga pecahan batu" di dalam kamar kosku, dekat kolong tempat tidur?"
Padahal saat itu, saat masih tinggal di kos lama, saya tinggal di lantai atas dan malam itu, ketika tidur, pintu maupun jendela kamarku dalam keadaan terkunci rapat? Kejadian ini termasuk aneh, menurutku.
Pertanyaannya; "Dari mana datangnya "tiga pecahan batu tersebut?" Atau; "Apa makna di balik tiga pecahan batu tersebut?"
Anyway, thanks for calling back the freaky story (that make no sens at all). GOD bless dear brother Manggolo Saputro always.
===============================
Tanggapan Untuk Belun Masidais Lelo. 
==============================
Terima-kasih untuk belun Masidais Lelo, atas komentar kritisnya. Dalam salah satu artikel saya, khususnya yang menyinggung isu "DOM PRETO" dan MAUBARA, dalam konteks pelacakan jejak; DARAH DAUD (ANAK DAUD), saya pernah menggunakan terminologi; "penelusuran dari hulu" dan atau "penelusuran dari hilir". Maka ketika saya menyinggung DOM PRETO, MAUBARA dan Raja JOSE DOS SANTOS, ini artinya; "Saya memulainya dari HILIR".
Bukan dari HULU. Jika saya memulainya dari HULU, maka saya harus memulainya dari KITAB SUCI. Oleh karena itu, pertanyaanya adalah;
"Apa yang sebenarnya menjadi masalah dengan isu; buku ajaib bersampul PELANGI, berjudul MATANYA yang diberikan TUHAN YESUS kepada PANGERAN SURYA pada 13 April 2008? Dan hubungannya dengan tempat di mana munculnya PELANGI di di Desa Laclo Kecamatan Atsabe pada 15 April 2016?"
Sejauh yang saya ketahui, saya sama sekali tidak keluar dari konteks sentral. Saya tetap menjaga konsistensi dari pernyataan-pernyataan saya. Penelusuran ANAK DAUD, mau dimulai dari HULU atau dimulai dari HILIR, tidak masalah.
Karena yang namanya TAKDIR itu adalah kuasa ALLAH, dan tidak mungkin tertukar, apalagi diakali manusia untuk kepentingannya sendiri dan kemudian digunakan untuk membohongi "dunia".
Sebab "rancangan ALLAH" itu bersifat turun temurun dan kekal abadi. Mau ditelusuri dari HILIR atau dari HULU, ini hanyalah masalah metode (pendekatan).
Tidak ada manusia yang mampu berubah TAKDIR ALLAH. Dan terlebih lagi, tidak ada manusia yang mampu mengakali ALLAH sekaligus membohongi "dunia" demi kepentingannya semata.
Termasuk di dalamnya, tidak ada manusia yang memiliki kemampuan kodrati untuk mengatur PELANGI kapan harus muncul? Dan munculnya harus di mana?
Siapapun yang mencoba memanfaatkan "rancangan ALLAH" untuk membohongi dunia, sama halnya dengan yang bersangkutan sedang menimbun bara api di atas kepalanya sendiri, dan setelah waktunya genap, seluruh tubuhnya akan terbakar dalam api abadi.
Maka berkaitan dengan komentar kritis belun Masidais Lelo, pertanyaan renungannya adalah;
"Dari manakah LELUHUR DOM PRETO?"
Karena Dom Preto pasti memiliki asal-usul. Tidak mungkin Dom Preto, ujug-ujug jatuh dari langit atau muncul dari bawah perut bumi.
Semoga belun Yahudi SB Yahudi ikut membaca pertanyaan renungan ini untuk sekedar dijadikan bahan reflexi.
Anyway, sepertinya komentar krits dari belun Masidais Lelo, memaksa saya untuk harus memikirkan sebuah THEMA SENTRAL (THESIS), dalam rangka ikut meramaikan LIGA CHAMPIONS EDISI KE-61. Dan THESIS BESAR yang saat ini nyantol di kepalaku adalah; "DINASTI DAUD".
Apa hubungan antara thesis DINASTI DAUD dengan komentar kritis belunMasidais Lelo?
Jawabannya sederhana. Bukankah antara frasa; DINASTI DAUD & DOM PRETO, sama-sama menghasilkan angka "106"?
DINASTI DAUD = 106
DOM PRETO = 106
Dan bukankah tanggal 15 April 2016, adalah tanggal di mana munculnya PELANGI, dan juga tanggal di mana saya menerbitkan artikel berjudul; SIAPAKAH JUARA LIGA CHAMPIONS?
Tahun 2016 ini adalah "tahun kabisat". Itu artinya bulan Februari memiliki 29 hari. Dan jika Anda "menghitung hari", dari 1 Januari 2016, sampai 15 April 2016, di mana PELANGI muncul, bukankah jatuhnya pada hitungan hari ke-106?
Kalau kagak percaya, coba Anda hitung sendiri mulai dari 1 Januari 2016 sampai 15 April 2016, pasti jatuhnya di angka "106".
Saya tidak percaya kalau PELANGI yang muncul tepat pada pada angka ke-106 (tanggal 15 April 2016), karena pada hari itu ALLAH bermain sedang bermain DADU di atas Langit Desa Laclo.
Walau demikian, saya belum tahu pasti, apakah THESIS ini (Dinasti Daud) yang akan saya pilih sebagai thema sentral?
Jika jawabannya YA, maka ini artinya, juara Liga Champions edisi ke-61 walau belum tentu BAYERN MUNCHEN, tapi sudah pasti bukan Real Madrid. Saya sedih karena harus menyampaikan informasi ini. Sebab, jujur, saya sendiri fans berat Real Madrid.

Tapi masalahnya, saya tidak sedang meramal karena saya bukan peramal atau paranormal. Saya seorang msitikus dan penggemar ilmu bilangan yang sedang menyampaikan (STANDAR) KEBENARAN yang datangnya dari ALLAH. Bukan dari saya.
Dan sayangnya, STANDAR KEBENARAN bukan diukur dengan "selera para fans", apalagi diukur dengan "selera para penjudi".
Kalau ada penjudi yang mau memanfaatkan tulisan saya untuk berjudi, silahkan saja. Tapi ingat; dosa Anda tanggung sendiri. Jangan erbagi dengan saya. Karena saya tidak sedang MERAMAL. Tapi saya sedang BERSAKSI mengenai "rancangan ALLAH".
Itu artinya, apa yang selama ini saya sampaikan, bukan berdasarkan OPINI saya, apalagi berdasarkan SELERA saya, melainkan berdasarkan PENGETAHUAN saya.
"Yang namanya KESAKSIAN IMAN, sepenuhnya bersandar pada KUASA & PENYELENGGARAAN ILAHI. Bukan bersandar pada SELERA manusia.
Maka sebaiknya kita serahkan segala sesuatunya kepada Penyelenggaraan Ilahi, bukan kepada kodrat kehendak bebas manusia".
Terima-kasih untuk semua sahabat yang telah setia membaca artikel-artikel saya. Semoga TUHAN YESUS Yang Maha Pengasih memberkati kita semua (hitam & putih). Amin.

Tidak ada komentar: