Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Minggu, 03 April 2016

PENJUDI TIDAK BERHAK MENETAPKAN STANDAR KEBENARAN



"Akun ini tidak akan ditutup karena para penjudi kalah besar"


Hasil laga El Clasico edisi ke-264 (semua ajang) atau edisi ke-231 untuk ajang La Liga, sepertinya membuat banyak "penjudi" yang selama ini selalu mengikuti artikel-artikel saya kalang kabut karena kalah besar setelah "terjebak" pada artikel saya kemarin.

Akhirnya para "para penjudi" yang selama ini selalu memanfaatkan artikel-artikel saya sebagai "media terbaik untuk berjudi", mendapatkan pelajaran terbaik melalui artikel saya kali ini.
Jika Anda kalah taruhan, ya itu salah Anda sendiri. Bukan salah saya. Lalu mengapa Anda harus mencak-mencak, ngamuk-nagmuk, marah-marah (persis kambing kebakaran jenggot), lalu melakukan "stigma(tisasi) kepada saya dengan menyebut saya adalah FAHI (BABI)? Apakah saya yang menuruh Anda taruhan, kemudian menuntut bahwa saya harus menutup akun ini???
Dalam artikel saya kemarin, saya tidak pernah menyatakan di sana bahwa; "Saya pribadilah yang mengeluarkan pernyataan Barca akan mengalahkan Real Madrid??"
Tapi saya hanya menyampaikan "second opinion" yang mengatakan bahwa Barca akan mengalahkan Madrid. Mengapa Anda mau saja percaya pada "second opinion?"

Bukankah kemarin, dalam artikel tersebut, saya telah menuliskan pesan dengan jelas, memberi wanti-wanti; "Jika Barca bermain seri atau kalah dari Real Madrid, jangan salahkan saya ya?"
Jika kemarin, sayalah yang mengeluarkan pernyataan pribadi bahwa Barca akan mengalahkan Real Madrid, maka pernyataan itu akan bertentangan dengan seri kedua artikel tersebut.
Mungkinkah dari satu sumber mata air, mengalir air bening dan air keruh sekaligus?
Coba Anda membaca kembali seri ekdua artikel tersebut yang diterbitkan pada November 2015? Bukankah di sana saya telah menyampaikan "clue" (petunjuk) pasti, bahwa juara El Clasico edisi ke-264 adalah 85 (baca: Real Madrid)?
ANTARA METODE VERIFIKASI & METODE FALSIFIKASI
Jika selama ini saya selalu menggunakan pendekatan VERFIKASI (baca: pembuktian lurus), maka artikel kemarin, saya menggunakan pendekatan FALSIFIKASI (pembuktian terbalik).
Tapi pertanyaannya adalah; "Apakah para penjudi memahami apa itu metode VERIFIKASI maupun metode FALSIFIKASI?"
Bagi mereka yang selalu mengikuti artikel-artikel saya selama ini, pernahkah sekali saja, saya menggunakan "second opinion" (pendapat orang kedua) untuk menyampaikan "kesaksian saya?"
ALLAH tidak memanggil sepupuku (Albertina de Araujo Amaral da Silva) ke Bukit Sio(n) pada Februari 1994, untuk mendengarkan pertanyaan Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II kepada ALLAH dan juga mendengarkan jawaban ALLAH terhadap pertanyaan Paus ke-264 yang pernah mengunjungi Timor-Timur pada Oktober 1989?
Nah, jika sepupuku itu tidak pernah dipanggil ALLAH untuk menerima "kebenaran itu", haruskah ALLAH membenarkan pernyataan sepupuku itu bahwa Barca akan mengalahkan Real Madird dalam laga El Clasico edisi ke-264?"
Saat ini saya sedang menyiapkan sebuah artikel berjudul; TEORI SOLE TIDAK LAGI BERLAKU DALAM PILPRES 2017", dengan sub judul; Antara Verifikasi, Falsifikasi & Paradigma Ilmu Pengetahuan".
Saya tidak akan menutup akun ini karena para penjudi kalah taruhan setelah membaca artikelku. Penjudi tidak pernah memiliki standar kebenaran untuk diri mereka, apalagi untuk diri orang lain. Dengan demikian maka sekali lagi saya tidak akan menutup akun ini hanya karena para penjudi kalah taruhan.
Semoga catatan ini bermanfaat. TUHAN YESUS Yang Maha Pengasih memberkati kita semua (hitam & putih). Amin.

Tidak ada komentar: