Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Jumat, 22 April 2016

PANGERAN SURYA SAAT INI BERADA DI MANA?

 

Pangeran Surya Itu Pro Kemerdekaan Atau Pro Otonomi?

Pada tanggal 20 April 2016, dalam rangka mengenang genap 157 tahun Portugal dan Belanda membagi Pulau Timor menjadi dua bagian (pada 20 April 1859), saya iseng-iseng share sebuah link, di mana dalam link tersebut, terdapat sejumlah catatan sejarah (data dan fakta) tentang perjalanan sejarah Timor Leste.

Saat share link tersebut, saya menambahkan catatan pendek berjudul; "TAUR MATAN RUAK TELAH MUNCUL. DI MANAKAH PANGERAN SURYA?"
Pembagian Pulau Timor menjadi dua bagian, mulai dilakukan pada tanggal "20 April 1859". Pertanyaan kritisnya adalah;
"Mengapa pembagian harus dilakukan pada tanggal tersebut? Mengapa tidak pada tanggal lainnya? Sekedar kebetulankah?
Setelah tanggal "20 April" dilafalkan menggunakan Bahasa Indonesia, menjadi DUA PULUH APRIL, muncul nilai numerik "160".
Dari sinilah terungkap kalau tanggal DUA PULUH APRIL ini memiliki nilai numerik (Latin) yang sama (paralel) dengan nilai numerik yang ada pada (nama): TAUR MATAN RUAK & PANGERAN SURYA.
DUA PULUH APRIL = 160
TAUR MATAN RUAK = 160
PANGERAN SURYA = 160
Kini Presiden TAUR MATAN RUAK telah muncul. Lalu di manakah PANGERAN SURYA?
Saya percaya bahwa pembagian Pulau Timor dilakukan pada DUA PULUH APRIL itu, bukan sekedar satu kebetulan belaka, melainkan pembagian tersebut adalah merupakan "Rancangan Ialhi".
Nah, Rancangan Ilahi ini, bukan hanya sekedar berujung (berakhir) pada munculnya Presiden TAUR MATAN RUAK. Tapi "Rancangan Ilahi" ini akan terus berkembang, berkembang, berkembang sampai munculnya tokoh misteri yang bergelar; "PANGERAN SURYA".
PANGERAN SURYA itu merupakan sebuah "entitas" penting. Jujur saja, saya dulunya juga tidak pernah mengetahui, apalagi mengenal entitas yang satu ini (PANGERAN SURYA).
Tapi PANGERAN SURYA itu pertama kali diperkenalkan oleh TUHAN YESUS sendiri pada penampakan-Nya yang pertama, 7 Juli 1996. Jadi kalau belun Masidais Lelo bertanya (kritis);
"Apakah saya mengenal PANGERAN SURYA?"
Jawaban saya; YA. 1000% saya mengenal baik PANGERAN SURYA. Jadi PANGERAN SURYA itu adalah sebuah "entitas" yang benar-benar ada dan masih benar-benar eksis (hidup) saat ini. Jadi bukan sekedar sebuah utopia (hayalan) belaka. Termasuk bukan sekedar "tokoh fiktif" yang saya ciptakan melalui hasil hayalan saya.
Kalau PANGERAN SURYA itu tidak pernah ada, apalagi hanya sekedar tokoh imajiner yang saya ciptakan dalam hayalan saya, maka tidak akan mungkin terjadi GPS (Gempa Pangeran Surya) pada tahun 2015 sebanyak dua kali.
Pada tanggal 8 Agustus 2014, untuk pertama kalinya saya memunculkan isu mengenai GPS (Gempa Pangeran Surya) untuk memastikan mengenai eksistensi PANGERAN SURYA dan hubungannya dengan TANAH TERJANJI yang menjadi thema sentral (thesis) yang saya usung di Piala Dunia 2014 di Brasil.
Dalam artikel saya edisi 8 Agustus 2014 (yang masih ada di laman FB Rama Cristo), saya menuliskan bahwa GPS akan mengguncang Kota Dili, paling cepat 15 Agustus 2014, dan paling lambat; 15 Agustus 2015.
Banyak "haters" yang mengancam akan membunuh saya dan seluruh keluarga saya, kalau GPS tidak terjadi dalam rentang waktu di atas. Dan ternyata GPS benar-benar mengguncang Kota Dili pada MALAM SABAT, 27 Februari 2015.
Tapi setelah Kota Dili diguncang oleh GPS, para haters masih saja tidak percaya. Mereka bilang;
"Aakh itu biasa. Tidak ada hubungannya "gempa di MALAM SABAT" dengan keberadaan PANGERAN SURYA. Kalau PANGERAN SURYA itu memang benar-benar ada, maka kami meminta harus kembali ada "gempa" mengguncang Kota Dili sebelum 15 Agustus 2015 berakhir agar kami percaya. Kalau tidak ada gempa terjadi sebelum 15 Agustus 2015 berakhir, maka kamu dan keluargamu akan kami habisi. Kamu turun Dili, kami kebiri kamu" (O tun Dili ami kapa tiho O).
Maka dalam salah satu artikel saya, saya menanggapi permintaan para haters dengan mengatakan;
"OK. Saya akan meminta TUHAN YESUS mendatangkan GPS II. Kalau ternyata GPS II tidak datang, maka itu artinya PANGERAN SURYA itu tidak ada, dan saya bejanji, tidak akan pernah lagi menapakkan kakiku di Kota Dili yang indah dan permai" (artinya kalau tidak terjadi GPS II, ngapain saya ke Dili untuk dikebiri para haters. Mendingan hidup aman-aman di Indonesia yang sangat-sangat luas).
Ternyata apa yang terjadi? Pada 16 Juni 2015, GPS II benar-benar mengguncang, bukan hanya Kota Dili, tapi hampir seluruh pulau Timor. Rupanya episentrum gempa itu ada di Kabupaten Belu NTT.
Setelah GPS II terjadi, para "haters" mulai diam membisu. TUHAN YESUS kembali mendatangkan GPS kedua, karena memang PANGERAN SURYA itu benar-benar ada. Bukan sekedar hayalan saya.
Dan harap camkan baik-baik; bahwa yang pertama memperkenalkan PANGERANSURYA itu kepada saya adalah TUHAN YESUS sendiri, pada Minggu dini hari 7 Juli 1996" (dalam penampakan KRISTUS yang pertama).
Jadi ketika saya membicarakan PANGERAN SURYA, saya tidak sedang membicarakan OPINI saya, tapi saya sedang membicarakan PENGETAHUAN saya.
Kini pertanyaan renungannya adalah;
"Mengapa GPS I harus muncul pada taggal 27 Februari 2015 dan GPS II harus muncul pada tanggal 16 Juni? Mengapa bukan pada tanggal-tanggal yang lain?"
Ternyata GPS II harus terjadi pada 16 Juni, karena; "PANGERAN SURYA itu tidak lain dan tidak bukan adalah; SATRIA PININGIT".
Nah, untuk memastikan bahwa PANGERAN SURYA itu tidak lain adalah SATRIA PININGIT, maka dalam rangka ikut meramaikan final Liga Champions edisi ke-61, saya ingin mengusung thesis (thema sentral); "SATRIA PININGIT & KEKAYAAN SALOMO".
Ini berarti thema sentral sebelumnya yang sempat nyangkut di benak saya, DINASTI DAUD, saya simpan saja dulu, untuk kemduian dijadikan sebagai thesis (thema sentral) di EURO CUP 2016.
Pertanyaannya kini adalah; "Apakah dengan mengusung thesis; SATRIA PININGIT & KEKAYAAN SALOMO", maka Real Madrid akan berpeluang menjadi Juara Liga Champions edisi ke-61?"

Pertanyaan ini sengaja saya munculkan, karena sebelumnya, saya telah mengatakan melalui artikel berjudul; STANDAR KEBENARAN TIDAK DIUKUR BERDASARKAN SELERA PARA FANS -- APALAGI SELERA PARA PENJUDI; bahwa jika saya tetap mengusung thesis DINASTI DAUD, maka itu artinya saya ingin mengatakan bahwa Real Madrid tidak akan menjuarai Liga Champions edisi ke-61.
Nah, kini saya merubah thesis tersebut, dari DINASTI DAUD menjadi; SATRIA PININGIT & KEKAYAAN SALOMO.
"Apakah ini artinya saya ingin mengatakan bahwa Real Madrid akan keluar sebagai juara Liga Champions edisi ke 61?"
Pertanyaan ini jangan dulu dibahas sekarang. Nanti saja menjelang laga final, kalau ternyata Real Madrid lolos dari semifinal, baru dibahas. Kalau dibahas sekarang dan ternyata Real Madrid ditaklukkan Manchester City, dan gagal lolos ke final khan mubazir (sia-sia) saja membahas pertanyaan itu saat ini, di sini.

DI MANAKAH PANGERAN SURYA BERADA SAAT INI?
Artikel pendek ini hanya ingin menyampaikan pesan kepada rekan-rekan di antara dua peradaban (Timor Leste dan Indonesia), yang ingin mengetahui; "DI MANAKAH PANGERAN SURYA SAAT INI?"
Untuk mengetahui keberadaan PANGERAN SURYA saat ini, apakah di wilayah Timor Leste atau di wilayah Indonesia, silahkan lakukan lemparan koin berlambang "Ratu Elizabeth II" sebanyak "14X" pada 5 Mei 2016.
Teknisnya, pada kedua sisi koin tersebut, sisi yang satu diberi simbol UAYA yang melambangkan Timor Leste dan sisi yang lain diberi simbol BURUNG GARUDA yang melambangkan Indonesia.
Lalu lakukan lemparan sebanyak dua tahap. Tahap pertama sebanyak 7X. Tahap kedua sebanyak 7X. Jumlah frekuensi lemparan adalah 14X. Mengapa 14X? Angka 14 (satu empat) ini simbol JALAN SALIB. Bukankah JALAN SALIB itu ada 14 PERHENTIAN?
Selaian melambangkan JALAN SALIB, angka 14 ini jika dilafalkan menjadi SATU EMPAT, lalu dikonevrsikan ke dalam bilangan Latin, jumlahnya ternyata = 116. Dan frasa DINASTI DAVID, memiliki nilai numerik 116.
Ini artinya, setidak-tidaknya menurut penfaisran saya, JALAN SALIB yang jumlahnya ada 14 PERHENTIAN itu, mengandung "Pesan Ilahi" yang berkaitan erat dengan DINASTI DAVID.
Maka saya percaya bahwa; ketika pada 157 tahun yang lalu, tepatnya pada 20 April 1859, ketika Bangsa Portugis dan Belanda membagi Pulau Timor menjadi dua bagian, sama halnya dengan ALLAH sendirilah yang saat itu menginspirasi kedua bangsa barat itu untuk meletakkan dasar-dasar (fondasi) mengenai DINASTI DAVID di NUSANTARA tercinta ini.
Untuk itu, sebaiknya kita bersikap lebih bijak untuk "tidak menyalahkan sejarah". Sama halnya saya ingin sekali mengatakan; "Mereka yang Pro Kemerdekaan jangan menyalahkan mereka yang Pro Otonomi dan sebaliknya mereka yang Pro Otonomi sebaiknya jangan membenci mereka yang Pro Kemerdekaan.
Karena sejarah itu memiliki alasan dan logikanya masing-masing. Kesemuanya itu pasti ada maknanya. Bukankah para Filsuf selalu bilang; "Segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini memiliki alasannya masing-masing?"
APA YANG DIPEREBUTKAN PADA REFERENDUM 1999?
Dalam sejumlah artikel saya sebelumnya, jika sudah berbicara mengenai sejarah Timor Leste yang berdarah-darah, yang melibatkan Indonesia dan Portugal di dalamnya (tentunya termasuk Pam Sam, AMRIK), saya selau mengatakan;
"ALLAH tidak pernah menjadi partisan dalam konflik antar peradaban, karena sifat ALLAH itu imparsial (tidak memiliki sifat pemihak)".
Dengan demikian maka pada Referendum 1999, ALLAH tidak memihak Pro Kemerdekaan atau Pro Otonomi. Karena sejatinya, yang diperebutkan dalam Referendum 1999 itu, setidaknya menurutku, adalah SEBIDANG TANAH yang berbentuk BUAYA.
Pertanyaannya kini adalah; "Di telapak tangan siapakah BUAYA itu diletakkan ALLAH? Apakah di telapak tangan mereka yang Pro Kemerdekaan? Atau di telapak tangan mereka yang Pro Otonomi?"
Yang saya tahu dengan pasti, LUKISAN tentang BUAYA, terdapat di telapak tangan PANGERAN SURYA. Pertanyaannya kini adalah; 
"PANGERAN SURYA itu pada Referendum 1999, memilih Kemerdekaan? Atau memilih Otonomi?" 
Untuk itu kita perlu mengetahui di manakah PANGERAN SURYA saat ini berada? Guna memastikan keberadaan PANGERAN SURYA, silahkan melemparkan koin berlambang Ratu Elizabeth II sebanyak 14 kali, yang dibagi dalam dua tahap (tahap pertama 7X dan tahap kedua 7X).
Ingat...! Tujuan utama melemparkan koin tersebut di atas adalah untuk memastikan; "Di manakah PANGERAN SURYA kini berada? Apakah di wilayah Timor Leste? Atau di wilayah Indonesia?"
Kalau ternyata PANGERAN SURYA itu berada di wilayah Indonesia, maka ini akan menjadi "warning yang sangat serius" bagi seluruh rakyat Timor Leste. Jangan-jangan, DOA yang diucapkan Pak Habibie, sebagaimana tertulis pada Harian Umum Bali Post edisi 24 Februari 1999, cepat atau lambat, akan menjadi kenyataan.
Di sana Pak Habibie berkata; "Terlepasnya Timor-Timur dari Indonesia, merupakan "THE BEGINNING OF THE END" (awal dari sebuah akhir). Selama berintegrasi dengan Indonesia, Timor-Timur tidak memberikan apapun, EMAS pun tidak, kecuali BATU-BATU.
Lalu berselang 4 hari kemudian, tepatnya pada 28 Februari 1999, melalui Harian Umum Jawa Pos, Pak Xanana menanggapi DOA Pak Habibie dengan berkata;
"Kami akan membangun taman-taman bunga di atas batu-batu itu".
Pertanyaannya adalah; "Kapan Pak Xanana dan rakyat Timor Leste akan membangun taman-taman bunga di atas batu-batu tersebut? Mampukah Pak Xanana dan rakyat Timor Leste mampu merubah batu-batu menjadi taman-taman bunga, hanya mengandalakan kemampuan manusia, tanpa bersekutu dengan ALLAH?"
Untuk itu, saranku, sebaiknya, pada 5 Mei 2016, lakukan lemparan koin sebanyak 14X. Saya berharap sahabatku Yahudi SB Yahudi, ikut terlibat aktif di dalam event ini jika jadi dilakukan.
Dan jika ternyata, dalam lemparan koin berlambang Ratu Elizabeth II sebanyak 14X, memperlihatkan bahwa PANGERAN SURYA saat ini berada di Timor Leste, ya syukurlah.
Itu artinya, suatu saat, cepat atau lambat, rakyat Timor Leste akan merubah batu-batu menjadi taman bunga untuk menyangkal DOA Pak Habibie (Presiden Indonesia ke-3).
Tapi jika ternyata hasil lemparan, memperlihatkan bahwa PANGERAN SURYA itu kini berada di wilayah Indonesia, maka itu peringatan serius bagi rakyat Timor Leste untuk harus lebih "merendahkan diri lagi di hadapan ALLAH Yang Maha Kuasa".
Jangan terlalu tegar tengkuk dan congkak hati dengan terlalu banyak menghitung jasa-jasa kita di hadapan ALLAH
Saya tidak tahu, apakah ada yang bersedia melakukan lemparan koin ini pada 5 Mei 2016 atau tidak? Tapi saranku kepada mereka yang selama ini penasaran sekali dengan keberadaan PANGERAN SURYA, di antaranya belun Masidais Lelo, sebaiknya lakukanlah lemparan koin berlambang Ratu Eliazabeth II sebanyak 14 kali, untuk memastikan, di manakah PANGERAN SURYA kini berada?
Lemparan harus dilakukan pada 5 Mei 2016. Ini hukumnya wajib. Mengapa harus 5 Mei? Salah satu alasannya, karena pada 5 Mei 1999, Tri Partied, yaitu Portugal, PBB dan Indonesia, secara resmi menanda-tangani MoU (Memorandum of Understanding) di Markas Besar PBB di New York Amerika Serikat, mengenai pelaksanaan Referendum pada 30 Agustus 1999.
Hasil Referendum 30 Agustus 1999, diterima dengan euforia (kegembiraan yang meluap-luap) oleh fihak yang Pro Kemerdekaan tapi ditolak mentah-mentah oleh fihak yang Pro Otonomi.
Apakah saat itu ALLAH lebih suka mengabulkan doa mereka yang Pro Kemerdekaan dna menolak doa mereka yang Pro Otonomi?
Saya tidak akan menjawab "pertanyaan dikotomis ini". Saya hanya ingin mengatakan bahwa ALLAH itu bukan "mahluk pemihak" yang suka sekali menempatkan diri-Nya sebagai partisan dalam konflik antara sesama ciptaan-Nya.
Ketika ALLAH memutuskan untuk menenggelamkan ribuan Laskar Firaun di Laut Merah, itu jangan ditafsirkan bahwa ALLAH lebih memihak Bangsa Israel ketimbang Bangsa Mesir. Karena baik Israel maupun Mesir sama-sama ciptaan ALLAH.
Karena itulah ketika ada Malaikat mencoba bertepuk tangan melihat ribuan Laskar Firaun tenggelam, ALLAH menegur Malaikat itu dengan berkata;
"Haruskah kamu bergembira ketika AKU harus melenyapkan sebagian dari ciptaan-Ku sendiri hanya karena AKU harus setia pada Janji-Ku kepada Bangsa Israel?"
Dengan demikian maka saya ingin sekali berkata;
"Hasil Referendum 30 Agustus 1999, bukan dikarena ALLAH memihak Pro Kemerdekaan dan membenci Pro Otonomi. Melainkan ALLAH harus setia pada "Sumpah & Janji-Nya"
Pertanyaannya adalah; "Dalam konteks sejarah Timor Leste yang beradarh-darah, yang melibatkan Indonesia di dalamnya, kapan dan dimanakh ALLAH pernah bersumpah dan berjanji?"
Pertanyaan di atas, jangan dulu dibahas saat ini. Baru dibahas setelah munculnya Presiden Timor Leste yang ke-8 (delapan).
Isu sentral yang diangkat dalam tulisan ini adalah mengenai PANGERAN SURYA. Banyak sekali orang di luaran sana yang mungkin ingin sekali menyandang gelar; PANGERAN SURYA.
Tapi permasalahannya adalah; "Siapapun yang menyandang gelar PANGERAN SURYA, wajib hukumnya, dia harus meminum dari cawan yang ditetapkan ALLAH untuknya".
Apa isi cawan itu? Isi cawan itu sangat-sangat pahit? Sanggupkah Anda meminumnya? Maka jika ada di antara Anda yang ingin sekali menyandang gelar PANGERAN SURYA, itu artinya Anda harus meminum sampai habis isi cawan yang sangat-sangat pahit itu.
Kita datang ke dunia fana ini tidak membawa apa-apa. Tidak kekayaan, tidak juga gelar dalam bentuk apapun, termasuk gelar PANGERAN SURYA. Dan kita tidak akan pernah memiliki apa yang tidak pernah ditakdirkan ALLAH untuk kita.
Saya ingin sekali mengakhiri catatan sederhana ini dengan mengutip Firman TUHAN yang tertulis dalam Kitab St. Yohanes, pasal 3, ayat 27, yang berkata;
==============================================
"Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya sendiri, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga".
==============================================
Semoga catatan ini bermanfaat. TUHAN YESUS Yang Maha Pengasih memberkati kita semua (hitam & putih). Amin.

Tidak ada komentar: