Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Senin, 18 April 2016

DUA BUMI SATU LANGIT (bag: 2)

 

"30 Tahun Melacak Jejak Satrio Piningit"


Pengantar Singkat;

"Kami bersyukur kepadaMu ya ALLAH, kami bersyukur, dan orang-orang yang menyerukan namaMu menceritakan perbuatan-perbuatanMu yang ajaib" (Kitab Mazmur; 75:2).



Artikel yang sedang Anda baca ini adalah lanjutan (seri kedua) dari artikel berjudul; DUA BUMI SATU LANGIT, dengan sub judul; "30 Tahun Melacak Jejak Satrio Piningit" yang telah diterbitkan pada 13 April 2016 di blog ini.
Saya menyampaikan seri kedua ini dalam rangka;
Pertama;
Bersaksi mengenai JANJI TUHAN, yakni; saat penampakan-Nya yang pertama, TUHAN telah "berjanji" kepadaku akan memunculkan PELANGI di dusun di mana TUHAN menampakkann Diri-Nya pada 7 Juli 1996 (saya telah beberapa kali berkisah mengenai isu ini dalam sejumlah artikel sebelumnya).

Kejaidan ajaib munculnya PELANGI di Desa Laclo tepat di titik (Dusun) di mana TUHAN YESUS menampakkan Diri-Nya pada 7 Juli 1996, dapat Anda baca di bawah.
Kedua;
Penyampaian seri kedua ini, juga dalam rangka ikut mengenang kembali satu "event" pada 23 tahun yang lalu, tepatnya 18 April 1993, yaitu "Acara Pemilihan Umum Ketua Impettu Bali", yang berlangsung di Aula Korem 163 Wira Satya Denpasar Bali, di mana saat itu, berkat program yang saya namakan CATUR MOBILISASI, saya terpilih sebagai Ketua Impettu Bali ke-4.
Saya berkewajiban menyinggung isu CATUR MOBILISASI dengan alasan utama; "Ketika ALLAH mengutus dua Malaikat-Nya memanggil saya ke Bukit Sio(n) pada Februari 1994 (sebagaimana sudah berkali-kali saya kisahkan sebelumnya), adalah untuk memberkati Program CATUR MOBILISASI, sebuah program yang menyebabkan saya benar-benar "menderita lahir bathin" selama menjabat sebagai Ketua Impettu Bali dari 1993-1998.
Sekedar sekilas info untuk diketahui;
Ketua Impettu Bali I; Lucas Da Costa 
Ketua Impettu Bali II; Jose Pompeia 
Ketua Impettu Bali III; Adolfo Fontes 
Ketua Impettu Bali IV; Antoninho Benjamim Monteiro 
Ketua Impettu Bali V; Sergio Hornay
Jadi hari ini, 18 April 2016, Program CATUR MOBILISASI genap berusia 23 tahun. Saya senang dengan angka 23 ini. Salah satu pemain sepak bola tenar dari Negeri Ratu Elizabeth II yang senang sekali mengenakan nomor punggung 23 adalah; David Beckham.
Di tim BAYERN MUNICH saat ini, yang mengenakan nomor punggung 23 adalah "Arturo Vidal", yang membobol gawang Benfica (salah satu klub Portugal) sebanyak 2X di perempat final Liga Champions 2016, baik leg pertama maupun leg kedua.
Akibatnya Benfica terpaksa harus tersingkir di babak perempat final. Saya sengaja menyebut nama BAYERN MUNICH karena ada maksudnya.

Camkan baik-baik!! Bahwa saya sendirilah yang dengan sengaja menyebut nama BAYERN MUNICH. Bukan orang lain yang menyebut nama BAYERN MUNICH alias BAYERN MUNCHEN.
Ini artinya saya tidak sedang "menjebak para penjudi" dengan meminjam "second opinion" (meminjam opini sepupuku), sebagaimana saya lakukan pada saat laga El Clasico edisi ke-264, melalui artikel berjudul; TAPAK KAKI SULAIMAN TERUKIR DI TELAPAK TANGAN BANGSAWAN MAJAPHIT (seri kedua).
"Apakah itu artinya saya sedang memastikan kepada Anda sekalian yang membaca artikel ini, bahwa BAYERN MUNICH yang akan muncul sebagai juara Liga Champions edisi ke-61 di tahun 2016?"
Pertanyaan ini jangan dulu dijawab saat ini. Disimpan saja dulu untuk dibahas pada beberapa hari mendatang menjelang laga semifinal leg pertama. Tapi untuk sekedar dijadikan sebagai bahan renungan mengenai (siapa) juara Liga Champions edisi ke-61, saya ingin sekali mengatakan seperti di bawah ini;
"Bahwa juara Liga Champions edisi ke-61 berhubungan erat dengan acara pelemparan koin berlambang Ratu Ratu Elizabeth II sebanyak 171X dengan menyembelih seekor ayam, di Desa Laclo Atsabe, pada 11 Februari 2016" (sebagaimana sudah saya tuliskan dalam artikel edisi pertengahan Februari 2016).
Salah satu kata kunci (clue) yang sangat penting, mengenai Juara Liga Champions edisi ke-61 ada di balik tanggal "11 Februari" dan angka "600" yang ditulis Prof. Lucas da Costa dan kemudian angka "600" tersebut dikirim dari Dili bersama seekor "manumean" (ayam jantan merah) ke Atsabe saat melakukan lemparan koin 171X.
Masih mengenai makna angka 23. Jika Anda adalah salah satu penggemar Ilmu Bilangan, Anda pasti tahu betul bahwa angka 23 merupakan "Simbol Raja Daud" (pendiri Bangsa Israel).
Berdasarkan Injil St, Matius dan St. Lukas, Raja Daud adalah "Leluhur TUHAN YESUS", dalam Kodrat-Nya sebagai Manusia (selain Kodrat-Nya sebagai ALLAH). Jadi YESUS memiliki dua kodrat dalam satu pribadi (100% Manusia dan 100% ALLAH).
Jika Anda di rumah memiliki buku berjudul; MISTERI DI BALIK NAMA, karya Drs. Abdul Hadi Susilo, Anda boleh baca di sana, bahwa angka 23 itu adalah "Simbol Agama Raja Daud".

JANJI TUHAN BUKAN JANJI MANUSIA
Untuk ikut mengenang usia CATUR MOBILISASI yang ke-23 ini, saya ingin sekali berbagi mengenai salah satu "Janji TUHAN" yang digenapi pada 5 hari yang lalu.
Saat menerbitkan seri pertama artikel ini pada 5 hari yang lalu, 13 April 2016, di sana saya berkisah mengenai buku ajaib, bersampul PELANGI, berjudul; MATANYA yang diberikan TUHAN YESUS kepada Pangeran Surya, pada 13 April 2008.
Dalam seri pertama artikel tersebut, saya dengan sengaja menyebut kata PELANGI sebanyak 2X. Dan saya tidak menyangka sama sekali, ternyata hanya berselang 2 hari artikel tersebut diterbitkan, PELANGI benar-benar muncul di Desa Laclo, tepat di Dusun di mana TUHAN YESUS menampakkan Diri-Nya untuk pertama kalinya pada Minggu dini hari, 7 Juli 1996.
Hari itu, 15 April 2016, kurang dari 5 menit setelah saya memposting artikel berjudul; "SIAPAKAH JUARA LIGA CHAMPIONS EDISI KE-61 di laman FB ini, tiba-tiba saya menerima berita dari sepupuku (Albertina) bahwa PELANGI muncul di Desa Laclo, tepat di "dusun" di mana mereka tinggal.
Sepupuku bercerita; "Saat ini kami, saya, ortu, bersama orang-orang di dusun ini, sedang menyaksikan PELANGI yang masih terlihat dengan sangat indah. Banyak anak-anak yang ingin sekali pergi ke "H" untuk melihat bagaimana ujung PELANGI, karena KAKI PELANGI yang satu terletak di "H" (yang jaraknya dari tempat sepupuku berdiri, hanya sekitar 500 meter).
Begitu mendengar berita tersebut, saya diliputi perasaan takjub sekaligus sangat gembira, karena saya jadi teringat kembali JANJI TUHAN saat penampakan-Nya pada Minggu dini hari, 7 Juli 1996.
Di tengah kegembiraan yang amat sangat yang melanda saya, saya langsung meminta sepupuku untuk mengambil foto PELANGI tersebut dan mengirimkannya kepada saya.
Sepupuku menggunakan kamera yang ada pada HP Advan dan mencoba sebisa mungkin memfoto PELANGI tersebut. Maka jadilah sejumlah foto sebagaimana dapat Anda lihat pada 6 foto yang saya lampirkan dalam artikel ini.
Saat itu saya tidak meminta sepupuku harus membuat foto sebanyak 6X. Pokoknya yang terpenting buat foto. Tapi entah kenapa, sepupuku menjepret PELANGI tersebut sebanyak 6X lalu mengirimkan hasil bidikannya sebanyak 6 foto kepada saya.

BERAPAKAH DIAMETER PELANGI AJAIB TERSEBUT?
Yang namanya pelangi, pasti bentuknya melengkung, lalu memiliki ujung lengkungan yang berakhir di dua titik. Nah, di antara dua titik ini, dapat kita buat satu garis lurus yang merupakan DIAMETER.
Setelah menerima 6 foto PELANGI tersebut, saya menanyakan kepada sepupuku;
"Di manakah letak titik dari kedua ujung pelangi tersebut?"
Sepupuku bilang; Ujung yang satu ada di "H" (utara). Sementara ujung yang satu lagi ada di "T" (Selatan). Begitu mendengar nama kedua tempat (titik) yang disebutkan sepupuku, berarti DIAMATER PELANGI tersebut berukuran sekitar "SERIBU METER".
Karena yang saya tahu, nama tempat yang disebut "H" dan "T", berjarak sekitar 1000 meter alais SATU KILOMETER (1 KM). Sekedar info, T adalah titik di mana saya dan Pangeran Surya berdiri berhadapan dengan TUHAN YESUS saat penampakan-Nya yang pertama, Minggu dini hari, 7 Juli 1996.
Sedangkan titik (tempat) di mana sepupuku berdiri untuk mengambil foto pelangi tersebut, berada di antara titik H dan titik T. Saya sengaja hanya menggunakan inisial H dan T, karena jika saya menyebutkan nama kedua tempat tersebut secara lengkap, maka para sahabat, terutama para gibol (gila bola), yang sedang menunggu berita dari saya mengenai juara Liga Champions edisi ke-61, akan dengan sendirinya tahu persis, tim manakah yang akan keluar sebagai Juara Liga Champions.
Orang bijak bilang; "Setiap masa ada kisahnya. Setiap kisah ada masanya". Maka belum saatnya saya berkisah mengenai nama lengkap H dan T. Tapi saya akan berkisah megenai H & T, beberapa jam sebelum laga final Liga Champions edisi ke-61 berlangsung.

Karena PELANGI AJAIB muncul tepat hanya kurang dari 5 menit saya memposting artikel berjudul; "SIAPAKAH JUARA LIGA CHAMPIONS EDISI KE-61?"
Ini artinya; "ALLAH melalui "fenomena alam yang ajaib" (baca: pelangi), telah dan sedang menjawab pertanyaan krusial yang saya jadikan sebagai judul artikel tersebut.
Maka saya begitu sangat yakin, juara Liga Chamions edisi ke-6 adalah; "bla..bla..bla...(berlian...berlian...berlian...????).
APA MAKNA MUNCULNYA PELANGI AJAIB TERSEBUT?
Anda mungkin menganggap munculnya pelangi tersebut, sekedar fenomena alam yang biasa. Tapi saya tidak menganggapnya demikian, karena saya tahu persis, apa makna di baliknya (???)
Pada lanjutan (seri ketiga) artikel ini, saya akan membahas salah satu makna di balik "pelangi ajaib" tersebut.
Yang pasti (terlepas dari siapakah juara Liga Champions edisi ke-61), dari sisi RUANG & WAKTU munculnya pelangi ajaib tersebut, saya pribadi memaknai "pelangi ajaib" tersebut, bukan karena berlakunya teori co-insidensi, melainkan sebagai wujud konkrit, di mana TUHAN YESUS benar-benar telah memenuhi "Janji-nya" sebagaimana telah disampaikan kepada saya dan Pangeran Surya, pada penampakan-Nya yang pertama, Minggu, 7 Juli 1996.
Juga sekaligus, melalui kemunculan "pelangi ajaib" tersebut, TUHAN YESUS ingin sekali menolong saya untuk memastikan kepada "dunia" bahwa "buku ajaib" dengan sampul berwarna "PELANGI", berjudul; MATANYA, yang telah diberikan kepada Pangeran Surya, pada penampakan-Nya yang ketiga (13 April 2008), sebagaimana selama ini telah saya ceritakan, bukan sekedar bualan kosong semata.
Untuk itu, saya ingin sekali mengakhiri seri ini dengan mengucapkan "SYKUR dan DOA" di hadapan ALLAH Yang Maha Kuasa dan Maha Pengasih serta Maha Setia terhadap setiap "Janji-Nya".

SYUKUR dan DOA (Dikutip dari Kitab Mazmur; 108:1-14).
Nyanyian. Mazmur Daud. Hatiku siap, ya Allah, aku mau menyanyi, aku mau bermazmur. Bangunlah, hai jiwaku, bangunlah, hai gambus dan kecapi, aku mau membangunkan fajar. Aku mau bersyukur kepada-Mu di antara bangsa-bangsa, ya TUHAN, dan aku mau bermazmur bagi-Mu di antara suku-suku bangsa; sebab kasih-Mu besar mengatasi langit, dan setia-Mu sampai ke awan-awan. Tinggikanlah diri-Mu mengatasi langit, ya Allah, dan biarlah kemuliaan-Mu mengatasi seluruh bumi. Supaya terluput orang-orang yang Kaucintai, selamatkanlah dengan tangan kanan-Mu dan jawablah aku! Allah telah berfirman di tempat kudus-Nya: "Aku hendak beria-ria, Aku hendak membagi-bagikan Sikhem, dan lembah Sukot hendak Kuukur. Gilead punya-Ku, Manasye punya-Ku, Efraim ialah pelindung kepala-Ku, Yehuda ialah tongkat kerajaan-Ku, Moab ialah tempat pembasuhan-Ku, kepada Edom Aku melemparkan kasut-Ku, dan karena Filistea Aku bersorak-sorai." Siapakah yang akan membawa aku ke kota yang berkubu? Siapakah yang menuntun aku ke Edom? Bukankah Engkau, ya Allah, yang telah membuang kami, dan yang tidak maju, ya Allah, bersama-sama bala tentara kami? Berikanlah kepada kami pertolongan terhadap lawan, sebab sia-sia penyelamatan dari manusia. Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita.
Semoga catatan ini bermanfaat. TUHAN YESUS Yang Maha Pengasih memberkati kita semua (hitam & putih). Amin.
BERSAMBUNG;

Tidak ada komentar: