Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Senin, 14 Maret 2016

PRESIDEN RI KE-7 AKAN LENGSER DI TENGAH JALAN



Misteri Asap Putih Yang Muncul Di Kampus Unpaz 21 Juni 2011


Semoga Anda yang membaca artikel pendek ini masih ingat dengan kismis (kisah misteri) mengenai Kakek Misterius (untuk selanjutnya akan ditulis KM), yang muncul di Kampus UNPAZ pada malam hari, 20 Juni 2011 sebagaimana pernah saya tulis dalam salah satu artikel saya di laman Face Book Rama Cristo pada 8 Maret 2013.

Malam itu saya yang masih sendirian di Kampus, tepatnya di ruangan Sekretariat FKM (Fakultas Kesehatan Masyarakat), dan bersiap-siap mau menghadiri acara HUT Renetil ke-23 di Delta Comoro, saat akan meninggalkan kampus, tiba-tiba saja KM muncul dan memintaku untuk tidak boleh menghadiri acara HUT Renetil.

Tapi saya diminta malam itu juga harus pergi ke Gedung Negara Lahane Dili, tempat di mana Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II pernah makan siang di sana, pada Kamis, 12 Oktober 1989.

Selain saya diminta pergi ke Gedung Negara Lahane, yang saat ini berganti nama menjadi PALACIO NOBRE (Bahasa Portugis yang artinya; Istana Mulia), malam itu juga KM juga meminta saya untuk harus menuliskan sebuah surat (pesan) yang harus disampaikan kepada US NAVY (Angkatan Laut Amerika) yang saat itu sedang memberikan Kuliah Umum selama dua hari di UNPAZ, pada keesokan harinya.

Malam itu KM bilang begini;

"Setelah kamu serahkan pesan tertulis untuk Angkatan Laut Amerika, besok malam kamu akan melihat, ada ASAP PUTIH muncul di ruangan Sekretariat FKM. Saat itu kamu tidak boleh ke mana-mana. Tapi kamu harus ada di ruangan Sekretariat FKM".

Setelah semua pesannya saya lakukan, termasuk pergi ke Gedung Negara Lahane malam itu (dan di sana saya mengalami hal yang sangat aneh yang masih saya rahasiakan hingga saat ini, termasuk mengapa Paus yang mengunjungi Timor-Timur harus Paus yang ke-264), kemudian paginya 21 Juni 2011 (bertepatan dengan HUT Pak Jokowi yang ke-50 dan HUT kematian Bung Karno ke-41), saya menuliskan pesan sebanyak dua halaman dalam Bahasa Inggris, untuk disampaikan kepada Angkatan Laut Amerika yang hari itu sedang memberikan Kuliah Umum hari kedua (hari terakhir).

Surat itu saya sampaikan sendiri kepada pimpinan rombongan Angkatan Laut Amerika, bernama Letnan Mark. Setelah surat itu diserahkan, selama seharian penuh saya menunggu di ruang Sekretariat FKM (yang berada di lantai dua) dengan perasaan, pikiran dan mental yang sulit digambarkan dengan kata-kata.

Menjelang malam hari, menjelang detik-detik ASAP PUTIH akan muncul, saya merasa adrenalin saya mendidih dan tumpah ruah di mana-mana.

Saat itu saya sendirian di ruangan. Sekitar pukul 7 malam, tiba-tiba ASAP PUTIH mulai muncul perlahan dari atas (plafon). Saat itu rasanya mau pingsan. Saya merasa KM sedang berdiri di ruangan itu dan sedang memperhatikan saya.

Denyutan jantung saya sudah tidak karuan (mungkin terjadi fibrilasi). Jika jantung saya dipasang(in) EKG (Elektro Kardiografi), pasti hasilnya akan terlihat aneh.

Makin lama ASAP PUTIH makin memenuhi ruangan, tapi anehnya mata saya tidak pedis oleh ASAP PUTIH menebarkan aroma yang kaya' parfum yang snagat wangi. Setelah memenuhi ruangan, ASAP PUTIH kemudian bergerak perlahan keluar ruangan.

Tak lama berselang, saya mendengar sebagian orang di bawah sana berteriak; "Sektretariat FKM kebakaraaann...Sekretariat FKM kebakaraan...." (Ahi han FKM nia ruangan..Ahi han FKM nia ruangan).

Tidak lama, Sekpri (Sekretaris Pribadi) Rektor (Sdr. Beni) muncul di pintu Sekretariat dan menanyakan; Apakah ada kebakaran?

Saya meminta Sdr. Beni cek semua ruangan yang ada di lantai atas, tapi tidak ada api, juga tidak ada asap. Termasuk Sdr. Beni turun kembali ke bawah, untuk cek di belakang gedung. Siapa tahu ada yang membakar sampah atau apapun itu. Tapi tidak ada yang sedang membakar sampah atau membakar sesuatu saat itu.

Namun anehnya kok ada ASAP PUTIH? Dari mana datangnya ASAP PTUIH itu? Tidak lama kemudian, Sdr Alex, salah satu mahasiswa, juga naik ke atas. Bersama Sdr. Beni, keduanya memeriksa seluruh ruangan di lantai dua. Tapi tidak ada api. Juga tidak ada asap.

Jadi ASAP PUTIH hanya ada di ruangan FKM (???). Kami bertiga berpandangan dalam diam, denga mimik muka yang seakan-akan mempertanyakan dari mana asal ASAP PUTIH tersebut?

Kemudian keduanya meninggalkan saya. Saat itu bulu kuduk saya mulai berdiri. Saya memutuskan untuk segera meninggalkan ruangan itu. Saya membereskan soal-soal ujian FISIKA KESEHATAN (mata kuliah yang saya asuh). Saya bergegas meninggalkan ruangan, langsung pulang meninggalkan Kampus.

Pulang ke rumah (tapi bukan rumah saya) di Bairo Pite, saya mulai membayangkan wajah Presiden Timor Leste ke-5. Karena salah satu pesan KM adalah; "Jenderal Taur Matan Ruak" yang akan terpilih menjadi Presiden Timor Leste ke-5. Tapi saya dilarang keras (tidak boleh) bercerita kepada siapapun tentang isu ini.

Karena itulah ketika saya mulai mengumumkan DAFTAR NOMINASI berisi 7 nama Capres Timor Leste, yang dimulai pada 25 Desember 2011, melalui artikel berseri berjudul; PANGERAN MATAHARI DARI NEGERI AYAM-PANGERAN AYAM DARI NEGERI MATAHARI, saya menempatkan Jenderal TMR di urutan ke-5, yang saya umumkan pada tanggal 29 Desember 2011 (bagi rekan-rekan yang sempat menyimpan artikel tersebut ke file pribadinya, boleh membaca kembali artikel tersebut).

Dari semua pesan KM malam itu, salah satunya yang sulit masuk akal adalah ketika KM berpesan bahwa setelah saya mengikuti kuliah di Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana, begitu saya diberi TUJUH TIANG EMAS, saya harus meninggalkan program tersebut dan ikut testing masuk ke Program Magister FISIOLOGI OLAHRAGA sebagai Angkatan ke-17.

Dan KM berpesan, setelah saya memasuki Program Magister FISIOLOGI OLAHRAGA, NOMOR INDUK saya yang akan terbaca 5 simbol. Salah satu simbolnya akan berbunyi; FAKULTAS TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BRAWIJAYA.

Akhirnya pada 9 Desember 2011, salah satu pesan KM, kembali tergenapi. Hari itu, Prof. Wirawan (Kaprodi = Kepala Program Studi) mengirimkan saya TUJUH TIANG EMAS.

Begitu menerima TUJUH TIANG EMAS dari Prof. Wirawan yang juga merupakan salah satu Guru Besar Fakultas Kedokteran UNUD, saya tidak ragu-ragu lagi untuk meninggalkan Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat dan mempersiapkan diri mengikuti testing pada tahun berikutnya (2012), memilih Program Magister FISIOLOGI OLAHRAGA, sesuai pesan KM.

Begitu saya testing dan ternyata lulus, saya dengan sangat tegang menunggu keluarnya NIM (Nomor Induk Mahasiswa). Ternyata apa yang terjadi? NIM saya yang terdiri dari 10 digit (1290361013), sebagaimana tampak dalam foto kartu mahasiswa terlampir, jika dikonversikan ke dalam Bilangan Latin, akan terbaca; FAKULTAS TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BRAWIJAYA.

Coba Anda lafalkan NIM saya dalam Bahasa Indoensia menjadi; SATU DUA SEMBILAN NOL TIGA ENAM SATU NOL SATU TIGA, lalu konvesrikan ke dalam Bilangan Latin, kemudian jumlahkan, pasti hasilnya = 473.

Lalu konversikan juga frasa FAKULTAS TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BRAWIJAYA ke dalam Bilangan Latin, lalu jumlahkan. Pasti hasilnya juga = 473. Fakta ini sungguh aneh, tapi begitu nyata. Dan saya sangat percaya, ini adalah "Pekerjaan ALLAH".

Dan pada tanggal 11 Maret 2016, genap 50 tahun usia SUPER SEMAR (Ulang Tahun Emas), untuk pertama kalinya saya publikasikan (memperlihatkan) NIM saya yang berlambang; FAKULTAS TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BRAWIJAYA d laman FB ini (banyak yang memberi selamat karena mengira saya baru saja memasuki Program Magister FISIOLOGI OLAHRAGA. Padahal itu lagu lama, 4 tahun lalu).

Mengapa saya memilih tanggal 11 Maret untuk mempublikasikan NIM berlambang FAKULTAS TEKINIK SIPIL UNIVERSITAS BRAWIAJYA? Karena ada hubungannya dengan SUMPAH saya di Kampus Palma (UNUD), pada 16 Mei 1998, berjudul; Sumpah Super Semar (S3) alias "Sumpah Ular Kuning dari Bukit Sion", sebagaimana kisah sumpah tersebut sudah beberapa kali saya tuliskan dalam sejumlah artikel sebelumnya.

Saat itu, melalui pidato saya bertajuk MISTERI SUPER SEMAR, saya mengakhiri pidato saya dengan "Sumpah Super Semar", yang saya ikrarkan di hadapan ribuan audience yang memadati Kampus Palma UNUD, di Jl. PB Sudirman Denpasar Bali, saya besumpah bahwa dalam waktu 5 hari lagi, Pak Harto akan lengser dari kursi kebesarannya.

Ribuan audience saat itu meneriaki saya "orang gila". Mana mungkin dalam waktu 5 hari Soeharto turun?

Tapi apa yang terjadi? Hanya berselang 5 hari Sumpah Super Semar diikrarkan, Pak Harto benar-benar lengser pada Hari Kamis, 21 Mei 1998.

Apa sebenarnya rahasia di balik Sumpah Super Semar? Rahasianya ada pada pertanyaan krusial berikut ini;

"KEMANAKAH PRABU BRAWIJAYA V PERGI SETELAH BELIAU MEMUTUSKAN MENINGGALKAN TAHKTANYA?".

Pertanyaan krusial di atas akan bermuara kepada kejadian monumental berikut ini (MAAF); "Bahwa Yang Mulia Presiden Jokowi akan lengser di tengah jalan. Pokoknya sebelum 1 Januari 2019 Pak Jokowi sudah bukan lagi Presiden RI ke-7".

Lengsernya Pak Jokowi itu bukan kemauan saya. Tapi saya hanya meneruskan pesan Kakek Misterius yang muncul di Kampus UNPAZ pada 20 Juni 2011, dan berjanji memunculkan ASAP PUTIH di Kampus UNPAZ, tepat pada HUT Pak Jokowi ke-50, 21 Juni 2011, seperti saya kisahkan di atas.

Akhirnya, begitu menerima NIM saya yang berbunyi FAKULTAS TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BRAWIJAYA, di benak saya muncul kembali sejumlah kenangan indah, saat-saat saya masih menyandang status sebagai Mahasiswa FAKULTAS TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BRAWIJAYA, sebelum meninggalkan TANAH JAWA dan menyeberang ke TANAH BALI dan kesasar (nyangkut) di FAKULTAS KEDOKTERAN UMUM Universitas Udayana Bali.

Apa artinya NIM saya di Program Magister FISIOLOGI OLAHRAGA harus melambangkan FAKULTAS TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BRAWIJAYA? Biarlah hanya ALLAH Yang Mahatahu.

TAKDIR setiap orang itu berbeda. Jalan hidup setiap manusia itu misteri. Semisterinya masa depan kita masing-masing. Kita (saya dan Anda yang sedang membaca catatan ini) tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari?? Karena pada hakekatnya, manusia itu tidak bisa mengendalikan masa depan.

Kalau manusia bisa mengendalikan masa depan, maka seharusnya para Pahlawan Kemerdekaan Timor Leste tidak membiarkan Indonesia merayakan Hari INTEGRASI 17 JULI sebanyak DUA PULUH TIGA X.

Biar adil pernyataan di atas dibuat inversusnya menjadi;

"Jika manusia memiliki kapasitas mengendalikan masa depan, maka fihak Pro Integrasi pun tentu ingin merayakan INTEGRASI 17 JULI di Timor-Timur bukan hanya DUA PULUH TIGA X, tapi selama-lamanya".

Salah satu pesan KM yang membuat saya was-was adalah EQUILIBRATAS GLOBAL planet ini di masa depan, setelah AMERIKA SERIKAT mengalami masa-masa yang sangat sulit pada suatu saat, sebagaimana salah satu poin sentral yang saya tuliskan dalam surat yang saya serahkan ke tangan Letnan MARK, Angkatan Laut Amerika, pada 21 Juni 2011.

Tapi yang membuat saya paling was-was adalah "pesan KM mengenai sejumlah drama besar" yang akan terjadi di Timor Leste". 

Semoga catatan pendek ini bermanfaat. TUHAN YESUS Yang Maha Kuasa dan Maha Pengasih memberkati kita semua (hitam & putih). Amin.

Tidak ada komentar: